
Kiran tidak mengindahkan ajakan mandi Luke, dia benar-benar tidur dan Luke yang sudah bangkit pun ikut kembali menjatuhkan dirinya melihat Kiran yang begitu asik sekali tidur ia pun benar-benar ngantuk dan lelah sekali.
Pagi-pagi sekali sekali Kiran terjaga, ia lihat sudah berposisi benar dan tidur memeluk selimut sementara Luke memeluk Kakinya dibawah sana.
"Emmm...bunny..." Kiran beringsut merasakakan kakinya sakit sebab ditimpahi kepala Luke.
"Hemmmm..." Luke melihat pada waktu, "Sudah pagi." Lelaki yang tidak biasa bangun telat dan bermalas-malasan itu bangkit segera, "Masih mau tidur?"
Kiran pun ikut bangkit, "Mau bangun, lapar! mau mandi juga gerah banget, eh iya bunny barang-barang kita mana?"
"Itu sudah didepan pintu, mandilah aku akan memasukan barang-barang kita." Luke bangkit dari ranjang bergegas pergi ke pintu kamar memasukan barang-barang dan Kiran masuk kedalam kamar mandi.
Dengan berantakan Kiran pun berjalan kekamar mandi. Sebuah kamar mandi yang nyaman, bisa-bisanya Kiran berfikir akan tidur lagi disini, pasti juga nyaman, tampak luas dengan dua sisi yang terpisah, sebelah kanan tempat mandi dengan beberapa shower dan bathub besar dan disisi kiri ada wastafle dan sebuah kaca besar, desain yang sangat elegan membuat Kiran berfikir akan merasa betah berlama-lama mandi.
ia mulai membuka rambutnya yang ikat, mentap pada kaca lalu membasuh sedikit wajahnya, benar dia merasa gerah. Diperjalanan dia hanya mandi sebentar sekali kemarin sebab takut sekali.
Semua peralatan mandi Luke lengkap disana sikat gigi tersusun rapi, Kiran mengambil satu yang terbuka, setelah membuka pakaian menyisahakan dàlamannya saja.
Cklak
Suara pintu terbuka, Kiran terus menyikat gigi melihat Luke dari kaca, seketika Kiran tersedak melihat Luke hanya memakai ****** ******** saja.
Uhuk...uhuk
...Uhuk...
__ADS_1
"Kumur-kumur, cepat!" Tinggikan Luke suaranya.
Membuat Kiran sadar dan segera berkumur-kumur.
"Kau mau mati! tersedak busa pasta gigi! tidak bisakah berhati-hati."
Dengan santainya Luke berdiri disebelah Kiran, di wastafle sebelahnya, segera menyikat gigi juga. Tubuh atletis Luke terekspose dengan warna kulit khas orang Spanish.
Kiran bergidik ngeri memeluk dirinta sendiri, pelan-pelan dia berpindah dari sana, ia malu dalam bentuk seperti itu dilihat orang lain.
"Mau kemana?" Luke segera berkumur-kumur.
"Mandi disana!"
Luke mengikuti langkah Kiran mebuat Kiran semakin bergidik ngeri dan meremang, "Bunny kau mandi duluan, aku setelahmu." Kiran bersiap pergi.
"Sstttt... malu aku tidak bisa mandi jika ada orang lain... "
"Ya semua orang akan sama, tidak bisa mandi jika ada orang lain! Tapi aku suamimu, bukan orang lain."
"Jangan minta aku melepaskan--"
Luke tertawa segera mendorong Kiran kedinding shower, menyambar bibirnya Kirab terlalu banyak bicara dan protes. Kiran terlonjak matanya membola.
Luke sediki menyalakan shower, sembari terus mensesapi bibir Kiran, kedua tangannya menahan di punggung Kiran meremasi benda dibelakang sana.
__ADS_1
"Bernafas Little cat!" Bentak Luke melepas pagutannya, antara ingin tertawa namun juga kesal, Kiran terlalu polos dan harus diberi perngertian dulu.
"I-iya..."
Luke merayapi telinga Kiran kemudian, berbisik penuh sensuàl disana, "Nikmati... dan balas jika kau ingin membalas...teriak jika kau ingin beteriak," Luke terus merayapi bibirnya ditelinga Kiran lalu turun ke leher jenjangnya. Kedua tangannya terus menahan dan merayap disana.
Bibir Kiran membelah ia tidak tahu bagaimana cara membalas, wajahnya sudah basah oleh cipratan air yang membuat Luke semakin terpancing melihat dia begitu menggemaskan.
Bibir Luke terus menjalari leher istrinya meninggalkan bekas-bekas kepemilikan disana, hingga turun ke dua benda yang terjaga disana. Netra Kiran membola. Saat Luke mulai turun kesana menyentuh dan siap membukanya.
Luke memuji, benda indah mungil yang sangat pas ditangannya itu, betapa menjelaskan masih belia sekali Kiran.
Tok
Seketika Kiran mengetuk kepala Luke, "Kau mau apa?"
Luke terkesiap mendapati ketukan Kiran yang membuyarkan keromantisan, "Auh kau yang kenapa?" Tatap Luke wajah Kiran sedikit kesal.
"Apa yang kau lakukan, kau mau apa? Berhentilah!"
"Kenapa meminta berhenti?"
"A-aku tidak suka! Kau memegang-megangnya!" Kiran menentang Luke.
Luke menggaruk dahinya, Oh Tuhan.
__ADS_1
"Aury SashiKirana! Diam! jangan bergerak, jangan banyak berkomentar, kau ingat ibumu bilang, layani suamimu dengan baik! Jika kau protes lagi aku akan mengikatmu di sofa merah itu."
"Ti-tidak jangan!"