
Sisa dèsahan yang tak tertahan mengudara ditepian kolam private itu, “Arghh bunny!” teriak Kiran mengakhiri adegan panas masih diatas duduk dengan kakinya membelit pinggang Luke yang berada didalam air memeluk punggungnya yang tertutup handuk itu, nafas itu masih tersenggal-senggal, Kiran kemudian tertawa baru merasakan sesuatu yang luar biasa.
“Kau sakit jiwa bunyy—“
“Aku lebih suka aku yang sakit jiwa bukan kau,” Luke kembali mengecup bibir Kiran, “Lagi?”
“Tidak ayo naik, kau akan berangkat bekerja.”
Namun Luke masih belum ingin berhenti ia terus menjalari banyak kecupanya di leher istrinya itu, "Yakin sudah?"
"Bunny stop!" Kiran mendorong lembut wajah Luke.
Sesaat kemudian mereka pun naik kembali ke kamar, Luke memakaikan Kiran bathrobe dengan dia yang masih basah memakai celana pendeknya, ia menggendong Kiran naik ke atas, keduanya masih tertawa di tangga. Dan kembali memagut panas saat Kiran terus menggoda memainkan telinga Luke.
Suara pagutan bibir mengudara bebas disana, dengan tawaan kecil yang juga mengiringinya, “Aku tidak ingin berlanjut, aku mau mandi dan makan.”
“Ya, iya… aku akan bekerja, kau bebas melakukan apapun yang kau mau.”
...***...
“Ini hari petamamu bekerja lagi bunny?” Kiran tengah memasangkan dasi pada Luke, dengan rambutnya yang basah dan masih tergulung handuk.
“Ya setelah berbulan-bulan mencari istri.” Lagi dan lagi kecupan mendarat kini di pundak mulus Kiran yang hanya memakai dress bertali spaghetti.
Wajah cantik itu selalu merona jika mendapatkan perlakuan seperti itu, “Pulang pukul berapa? Aku akan memasak makam malam untukmu.”
__ADS_1
“Jangan tunggu, aku akan pulang malam langsung tidur saja, aku mungkin akan makan malam bersama Morean diluar. Kami mendapat sebuah undangan makan malam oleh pemimpin pemerintahan setempat, atas project yang sedang terjalin.”
“Oh ya? Pasti aku tidak paham tentang hal-hal semacam itu bukan? Aku kampungan dan haha…”
“Itu bukan bidangmu, semua orang butuh belajar untuk memahami suatu bidang atau mungkin pernah menjalaninya dahulu baru akan tahu.”
"Hemm..."
Kiran menghantarkan Luke kebawah yang sudah siap berangkat, membuat Eve yang sedang berberes didapur melihat itu tersenyum bahagia.
Si lelaki dewasa itu kini mungkin akan menjadikan rumah sebagai tempat yang nyaman dan menyenangkan. Luke pasti akan selalu ingin segera pulang dia sudah menemukan kehidupannya.
“Hati-hati bunny, kabari aku jika sudah sampai…”
Luke mengecup dari jauh, tersenyum dan segera melajukan mobilnya pergi. Kiran masih terus menatapi mobil itu yang sudah keluar, ia suka saja berdiri disana melihat itu sampai Luke benar-benar menghulang ia pun segera masuk kedalam.
...***...
“You are such an asshóle!” Luke seketika memaki Juless, mereka belum bertemu setelah hari pemberian kado oleh Juless tersebut.
Juless semakin tertawa, “Kau salah makan? Kenapa kau memakiku!”
Hingga keduanyamasuk kedalam ruangan More, keadan senyap disana seketika pecah atas kehadiran Luke dan Juless.
“Kau tahu dia fikir hadiahmu adalah cetakan jelly.”
__ADS_1
Hahah, “Bukan sebuah mainan bayi? Sebab saat aku membukanya didepan Sarla dan Summer, Sarla mengatakan itu.”
Morean yang serius tampak menghubungi seseornag disana ikut tertawa padahal tidak berbicara, “Pelankan suara kalian! Ah baiklah…nanti aku hubungi lagi tuan Sanders…” Morean pun mematikan panggilannya itu, sebab dia juga tidak bisa fokus atas kedaatangan dua manusia ini.
“Sarla dan Kiran adalah sama saja, “ Kata Luke, “Dan kau tahu, apa yang terjadi dengan sofa merah the fùcking gift Morean!”
“Kau sangat tidak menghargai hadiahku, kau tahu itu barang mahal dibuat khusus untuk seseornag dan aku membayarnya 2 kali lipat agar bisa kau miliki.”
“Persetan dengan itu, kalian tahu akulah yang menjadi korbanya! Aku yang di unboxing disana bukan dia, lalu setelah menelanjangiku dan membuat aku terlena argh… Sialan! dia pergi begitu saja bersama Eve satu jam lebih, kau tahu? Aku merusaknya aku buka paksa pengait rantai borgolnya, karena ada seekor semut entah dari mana dia naik ke pahaku.”
Luke dan Juless tertawa terpingkal-pingkal membayangkan bagaimana ekspresi Luke saat itu, Juless bahkan sampai memukul-mukul dinding, “Kau berapa tahun menepuh pendidikan dan baru aku dengar kali ini celah kebodohanmu.”
“Dia sangat licik meminta mencontohkan cara menggunakan sofa itu, mana mungkin aku berfikir jika dia sedang mengerjaiku!”
“Lalu kau membawanya ke Jurang Veliat? Kau mau melemparnya?” Morean tertawa.
“Tadinya, jika orang lain sudah aku lempar dia ke jurang.”
Tawaan belum juga menyrut, ketiganya masih terus tertawa menceritakan tentang Luke yang dianiaya Kiran, cetakan jelly, hingga Kiran yang mendadak seperti orang kesurupan setan jurang.
“Bagaimana malam pertamamu? Semuanya aman kau tidak diaya juga?” Juless penasaran.
Luke tertawa tanpa sebab mengingat kalimat kiran tentang mengencingi, namun ia enggan membuka itu, “Hemmm, semuanya normal dan baik-baik saja.”
“Melihat ekspresi dan mendengar ucapanmu tentang pengamân dia anggap cetakan jelly aku tidak yakin,” Hahaha seru Morean tergelak lagi.
__ADS_1