
Wanita yang menyebut dirinya bernama Day itu duduk disebuah kursi bergoyangnya, ia sedikit bertanya apa yang bisa mereka lakukan, apakah mereka bisa memanicure padicure dia, kebetulan kukunya rusak setelah berhar-hari liburan dan dia belum ada waktu membersihkannya.
“Tentu nyonya kami bisa.” Ujar Mia salah seorang suruhan arga yang kebetulan ia bisa melakukan itu dan memang mempunya sebuah salon.
Kiran segera membantu Mia rekannya itu mempersiapkan segala peralatannya, sementara satunya lagi berinisiatif mencuci rambutnya. Daya pun menyetujui dan segera meminta mereka melakukan.
Kiran tidak tahu dia harus apa dia tidak mempunyai bakat seperti mereka, mengurusi dirinya saja sendiri sulit dan tidak bisa, seketika Kiran paham ia mungkin bisa memijat, buktinya nenek dulu suka sekali ia pijati dan Luke juga, selalu minta kepalanya untuk Kiran pijati.
“Mbak!” Tegur Kiran pada Lulu yang mungkin adalah asisten Daya, “Dia mau dipijati nggak? Mungkin dia kelelahan.”
“Hemmmm, coba saya tanya tapi sepertinya dia mau, “ lihat mereka pada Daya yang tampak menikmati perawatannya. "Excuse me madam, would you like a massage? If so, he will massage you.”
Daya berdehem, ia menyahut mau membuat Kiran segera bergerak mendekat meraih essesntial oil yang ada didalam tas perlengkapan yang mereka bawa.
Kiran mengangguk hormat meminta maaf ia akan mengambil tangan Dayana untuk ia letak minyak.
Lagi dan lagi Kiran memuji, “Sempurna…”ucapnya dalam hati, lihatlah tangannya terasa lembut sekali, apakah wanita ini hidup bahagia? Tampaknya iya, lihatlah dia memakai perhiasan mewah, Kiran melirik pada telinga Dayana.
Dayana memakai anting berbatu yang hampir mirip dengan Kiran, Hemmm…Kata Luke dia tidak suka memakai anting, Kiran mengumpati lelaki itu, mungkin dia bukan lagi Dayana yang kau cari.
“Hi, your earring is beautiful, it's a rare diamond isn't it? How did you get it?" Tiba-tiba Dayana melihat pada anting Kiran, ia begitu takjub pada benda langka itu
Kiran terperangah ia mencoba mencerna setiap kata yang di ucapkan Dayana beberapa kosa kata ia paham earing, Diamond, “Dia tanya anting saya ya mbak Lulu?” Kiran bertanya Lulu dengan giginya yang ia rapatkan ragu.
Semua orang disana tertawa, “Iya dia memuji antingmu. Katanya bagus kau mendapatkannya dari mana?” Jawab Lulu kemudian.
Kiran diam, haruskan kau tahu ini sebenarnya untukmu! Dari sisialan itu. Rasanya Kiran ingin cepart memberitahu tanpa basa-basi Dayana sedang ditunggu seseorang dibawah sana segeralah temui dia aku sudah muak!
“Oh, bilang padanya seseorang menghadiakannya untuku tapi jika dia mau, aku bisa memberikannya, kebetulan aku tidak suka memakai anting.” Ucap Kiran pada Lulu.
“Hem... She said someone gave it but if you want she can give it, because she doesn't like wearing earrings, Mrs. Daya…”
“Oh no, thanks I'm just praising don't mean to have it.” Jawab Dayana kemudian.
Lulu pun tersenyu, “Katanya terimakasih dia hanya sekedar memuji tidak berniat memiliki.”
Kiran terus memijat dan melengkungkan senyumannya, tapi ini benar milikmu aku hanya seseorang yang mendapatkan sisa saja saat dia fikir kau tidak suka.
Semua disana tampak serius memeberikan pelayanan yang terbaik untuk Dayana, belum ada intruksi apapun dari Arga dan Luke, mungkin mereka sedang menunggu dan menimbang-nimbang sesuatu, nyatanya salah, Luke sudah mengirimkan pesan untuk Kiran meminta Kiran mengangkat oanggilan bervideoanya segera memperlihatkan wajah Luke disana tapi ponsel Kiran mati dan kedua orang itu memang meninggalkan ponsel mereka didalam tas, berfikir Kiran pasti membawanya.
Kiran mencari celah hal apa yang bisa membuat dia membahas sesuatu tentang Luke dan tidak akan mebahayankan mereka disana jika Dayana tersinggung atau tidak suka, tiba-tiba mata Kiran menangkap pada susuna pakaian disebuah walkin closet tergantung disana begitu banyak piyama tidur.
“Baju tidurnya banyak sekali, dia mengkoleksinya?” Tanya Kiran pada Lulu berbasa-basi padahal Luke pernah menceritakannya.
“Ya, nyonya Daya memiliki butik dan brand pajamas sendiri, Luxurious Day namanya, segala macam pakaian tidur ekslusif ada disana dia sendiri yang merancangnya.” Jelas Lulu.
__ADS_1
Degh….
Kiran terkesiap...
Nama Luke dia masukan dalam sebuah nama brand milknya, jika dia bahagia? Kenapa harus menautkan nama Luke disana, tentunya bukan tidak sengaja atau sebuah hal yang akan menjelaskan tentang, Luxurious yang dalam bahasa inggris artinya mewah bukan? Pasti sebab masa lalu.
Kiran mengulas senyuman, “Luxurious day? Hari yang mewah bukan artinya?”
Berpura-pura bodoh sudah jelas itu adalah nama Dayana dan Luke yang disatukkan, berhentilah berpura-pura kau tidak tahu apapun, lebih baik kau sakit, sebab saat seseorang sakit dan ilfeel dia akan lebih cepat melupalan.
Dayana tersenyum penuh arti, “There's nothing about Luxurious day, I just love it, I want everyone who wears my pajamas to feel every day is luxurious.”
“Aduh kenapa panjang sekali aku susah mencernanya, apa yang dia katakan mba Lulu.” Keluh Kiran tidak menyurtukan pijatannya.
Lulu pun tertawa, “Kata dia, Tidak ada apapun tetang Luxurious day, dia hanya suka saja, dia ingin semua orang yang memakai piyama buatannya merasakan setiap hari yang mewah.” Jelas Lulu.
“Yes, of course! Why do you seem to disagree?"
“Mba Lulu, bisakah tolong katakan padanya aku ingin menunjukkan sesuatu padanya di balkon, ada sesuatu yang mungkin penting untuknya,”
Lulu menatap Kiran serius, “Ada apa? Sesuatu yang penting?”
“Ya penting mungkin, please mbak! Mbak sepertinya orang baik, izinkan saya membawa dia ke Balkon jika mbak Lulu takut dia kenapa-kenapa, mba Lulu bisa ikut.”
Lulu menatap heran, namun kedua orang yang sedang melakukan perawatan kaki dan tangan Dayana menambahi, "Iya mba...ini penting... "memasang wajah memelas mereka agar membantu Kiran.
Lulu sedikit luluh, “Ya tapi jika dia terluka atau kenapapun sedikit saja nyawaku bisa jadi taruhannya.”
“Tidak mbak tidak, tidak akan terjadi apapun,” Yakinkan Kiran.
Hingga Lulu pun mengajak Daya kebalkonnya mengatakan sepertinya diluar sana terdang terjadi sesuatu, Kiran dan Lulu berjalan lebih dulu, Lulu membukakan pintu kaca balkon yang tertutup. Membuat Daya mengedarkan pandangannya apa yang terjadi.
“What is it? There's nothing here.”Dayana terheran-heran di ajak keluar.
“Itu!”
__ADS_1
Tunjuk Kiran disebuah halaman depan gerbang yang jauh tepat disamping body mobil, Arga dan Luke yang sednag menunggu disana, Kiran melambaikan tangannya mengintruksi membuat Arga dan Luke menoleh.
Seketika Dayana terkesiap begitupun Luke, Dayana begitu tidak percaya dan seakan dia sedang salah lihat.
Dayana menggelengkan kepalanya sesekali mengucek matanya menyakinkan dan benar, dia tidak salah lihat itu benar lelaki itu, seseorang yang ada dimasa lalunya.
“What Is it! WHAT!” Dayana berkaca-kaca ia nyaris menangis, ini adalah tempat yang sangat jauh bagaimana mungkin Luke menyusulnya sampai ketempat ini. “LUKE— ARHH…I REALLY MISS YOU!” Dayana meremasi tangannya tangisannya pun pecah. "Why you here!"
Luke disana mencoba naik, namun Arga melarangnya, Kiran dari tempat Dayana mengerti akan intruksi Arga agar berusaha membawa Dayana keluar.
Kiran mengulum senyum, ia bingung hatinya merasa sakit namun ia juga bahagia melihat wajah Luke, lihatlah elaki itu berkca-kaca disana, melihat Dayana dari jauh. Segera Kiran mencari akal akan bagaimana membuat turun.
...***...
“Huaha…HIKSS HIKSS…"
Air yang tenang menjadi terusik oleh lemparan batu yang Kiran lakukan dia beteriak disana, di tempat sepi itu, setelah berhasil membuat Dayana dan Luke bertemu tadi.
“Langit kirimkan aku IQ diatas rata-rata, badan yang bagus, dada berisi... oh tidak itu aneh! Ya... minimal tidak ratalah, wajah yang cantik, uang yang banyak, lelaki yang tampan dan baik mencintaiku….”
Bruakkk…
Entah berapa banyak batu yang sudah Kiran lembarkan, sembari membayangkan lelaki bernama Luke itu ada didalam air, “1 BATU UNTUK KEPALANYA! 1 UNTUK WAJAHNYA! 1 UNTUK OTAKNYA! SATU UNTUK…Hiksss…hiksss….” Kiran menangis lepas disana dengan perasaan yang geram dan kesal saat ini.
.
.
.
Seperti biasa visual di story...
__ADS_1