SOLD OUT (Selepas Kau Pergi)

SOLD OUT (Selepas Kau Pergi)
Love you more, Arga.


__ADS_3

"I love you--"


PLAAAKKKK...


Dengan refleks dan berderaian air mata, Kiran menampar pipi Luke, mangaliri rasa sakit dan telinga yang mendadak berdengung.


Kiran seketika tertawa, "Laki-laki berengsekkk tidak tahu malu, cinta katamu! Apakah seperti itu mencintai, kau menempelkan aku kedinding, kau menciumku, menjadi sesuatu yang pertama untukku lalu kau bilang kau hanya mengenang Daya, kau mengatakan melakukan itu karena dia. Hiksss hiksss, "Seperti itu cinta!"


Luke tidak kunjung melepaskan Kiran ia terus mendekap tubuh gadis yang meraung itu, ia tahu dan ia sadar dia salah.


"Aku tahu--"


"Aku tidak perlu kau tahu, tidak perlu! lepaskan aku, sampai kapanpun aku tidak akan pernah memaafkanmu! Kau manusia paling jahat yang aku kenal, kau memberikan aku anting lalu kau mengatan harusnya ini untuk dia, tapi karena kau fikir dia tidak suka aku boleh memilikinya."


"Itu milikmu, maaf--"


"Persetann dengan semua, lepas!" Kiran berusaha sekuat tenaga melepaskan diri namun tidak. bisa, tubuh besar lelaki itu menahannya. Luke tidak mampu berkata-kata Kiran benar sedang di titik emosi yang membuncah.


"Aku want you, aku mau kau untuk hidupku, kau yang aku butuhkah... "


"Tidak, aku tidak menginginkan kau! Apa lagi hidup bersamamu, entah berapa ribu kali kau ucapkan akan menikahi dia, mencintai dia, di depan orang yang kau buat jatuh hati dan kau beriharapan."


"Aku tahu aku salah--"


"TERSERAH, AKU TIDAK MAU TAHU LAGI! TERSERAH!" Kiran mendorong sekuat tenaga tubuh Luke, Bruakk! Lalu ia tendang ia injak kuat kakinya, dekapan Luke pun terlepas Kiran segera berlari-lari pergi dari sana.


Kakinya seakan tidak berpijak, Kiran berlari sangat kencang, menyeka air matanya dan segera masuk kedalam Elevator. Nafasnya tersenggal-senggal Kiran berjongkok disana begitu lelah dia berteriak.


Tidak lama ia keluar sudah menyeka air mata dan merapikan pakaiannya, segera menuju parkiran di tempat dimana Arga menunggunya. Diatas footop Luke masih ada disana ia melihat Kiran yang segera masuk kemobil milik Arga untuk makan siang.

__ADS_1


Lelaki itu menundukkan kepalanya disana, menyandar pada tembok pembatas, sungguh dia tidak berniat menyakiti Kiran, semua itu karena dia bingung, tujuannya mencari Dayana tapi sesuatu membuat dia nyaman pada Kiran. Semua ucapan yang ia utarakan pada Kiran hanya sebuah pengelakkan saja.


...***...


"Semua oke?" Arga melihat khawatir pada Kiran.


"Hemm ya..."


Mobil pun melaju kencang meninggalkan area kantor, Arga melihat Kiran yang menyandar frustaai ia paham sedang terjadi sesuatu pada gadis itu.


"Jadilah kekasihku," ucap Arga tiba-tiba.


Sontak saja membuat Kiran terkesiap, ia menoleh pada lelaki itu tiba-tiba. Kiran yang shock bertambah shock dengan ucapan Arga.


"Arga?"


"Aku serius, jadilah seseorang yang penting untukku."


"Kiran..."


Sejenak Ia fikir matang-matang, haruskah dia menerima Arga untuk menghalau Luke, dia terlanjur kecewa pada Luke, yang terus menarik ulur dan kini mengatakan cinta saat menjanjikan pernikahan pada orang lain.


"Luke--"


"Luke akan kembali bersama Daya ke Madrid, mereka akan segera menikah, baiklah kita ajan ganti uang yang ia berikan untukmu saat itu, ambilah tawaran Elmira untuk beberapa iklan selanjutnya kau tidak perlu berhutang dengan orang lain kau membayarnya atas keringatmu sendiri."


"Apa-- itu cukup?" Tatap Kiran Arga.


"Mungkin lebih dari cukup, selalu ada jalan untuk orang yang selalu mau berusaha."

__ADS_1


"Terimkasih Ga..." Kiran tidak bisa berkata-kata Arga begitu baik, sungguh ia tidak bisa membalasnya tapi mungkin perasaan itu bisa tumbuh saat dia terus mencoba membangunnya, ia harap juga bisa membuat Luke menjauh dan berfikir waras keadaan.


"Bagaimana dengan permintaanku?"


Kiran menghembuskan nafasnya, meyakinkan ini yang terbaik lalu menganggukkan kepalanya, "Aku akan mencobanya..."


Arga mengulas senyuman, "Aku aku siap menunggu hati itu terbuka dengan sabar, tersenyumlah untuk hari pertama kita."


Kiran memaksakan dirinya mengulas senyuman, "Terimakasih Ga..."


...***...


Sebuah gelombang panas tengah menhantam dada Luke, sungguh rasanya ia ingin menghantam wajah Arga, lelaki itu membayarkan uang yang sudah Luke keluarkan untuk menebus Kiran dan meminta Luke jangan mengusik Kiran diluar dan urusan dengan Dayana.


"Hallo?"


"Ini sudah akan sampai dirumah Daya, aku akan tunggu diluar saat kau membawa Kiran menjadi jalan masuk kedalam."


"Apa maumu? Apa ini?"


"Ini apa? Bayaran itu, ya....itu jumlah yang sudah kau keluarkan untuk Kiran, dia tidak memintanya, itu uang dia sendiri hasil kerja kerasnya, jangan paksa dia apapun, aku tidak tahu apa masalahmu, aku ingatkan jangan buat kekasihku wanita yang aku cintai tertekan dan menangis lagi, sudah cukup! aku tidak mau tahu apapun yang aku tahu dia milikku, jika kau berniat kembali pulang dan menikah. Mungkin aku dan Kiran demikian."


Kiran disebelah Arga hanya diam, ia memasrahkan semuanya, sudah bisa ia bayangkan Luke pasti sangat tersulut saat ini.


"Turun!" Pekik Luke yang juga baru sampai disana.


"Ya aku akan turun, jangan sentuh sedikitpun Kiran jika kau tidak mau aku membuat kekacauan, lihat di jendela wanitamu menunggumu, biarkan aku menjaga wanitaku, I love you Kiran..."


Beberapa detik Kiran diam, "Love you more, Arga..." Kiran membuka pintunya, "Aku aku akan masuk... "

__ADS_1


"Hati-hati sayang..." ucap Arga mengakhir panggilan Luke yang juga melihat Kiran keluar dari mobil.


Luke merasakan dadanya seperti ditombak, ia menghempas ponsel miliknya, rasanya ingin ia tarik Kiran namun ia terjebak disesuatu yang memang jalan dan keinginan dia sebenarnya, 'Dayana'.


__ADS_2