SOLD OUT (Selepas Kau Pergi)

SOLD OUT (Selepas Kau Pergi)
Bab : 59


__ADS_3

Beberapa jam berlalu.


"Bunny!" Panggil Kiran bangkit dari ranjangnya, tidak ada suaminya itu di kamar namun dibawah terdengar ramai sekali.


"Bunny!" ulangi Kiran lagi sembari terus berjalan keluar kamar, langkahnya ke tangga membuat suara semakin terdengar sangat jelas sekali.


Dan ia lihat di bawah sana tepat diruangan tengah, di meja makan besar rumahnya ramai sekali orang disana, mereka tampak sedang sibuk membuat sesuatu. Dan tampak bahan-bahan makan ada disana.


"Ada apa?" Kiran terperangah.


"Hi sayang kau sudah bangun, hati-hati... berpeganglaah jika akan turun."


"Kiran, hay.... ayo turun..." Sambut Sarla Kiran ditangga, ia begitu perhatian dan rela datang kerumah Luke mendengar kerinduan Kiran pada kampung halamannya.


"Semuanya disini?" Kiran terheran-heran.


"Hemm, demi seorang wanita yang mengidam, aku diminta datang terlambat, kekuatan apa. yang ada pada anak kalian lihat lah semua ada disini, "Celetuk Julless ia sedang memperhatikan Summy membuat kue lumpur, kue yang berbahan dasar kentang permintaan Kiran."


"Bunny-- kau benar membuat semua orang sibuk karenaku?"


"Tidak nak, duduklah kau tidak sanggup berdiri kata suamimu," ujar sang mertua, "Ini resep ongol-ongol dari internet yang kau mau, apakah ini benar kenyal dan sangat lengket, mama tidak terlalu yakin tapi ini sesuai resep, mendekatlah ayo coba..."


Kiran mendekat bersama Sarla disebelahnya, Kiran terperangah, nyaris sama namun buatan ibu mertuanya sangat-sangat lembek dan bahkan berair.


Maaf Ma kenapa seperti bubur bertabur kelapa, bagaimana memotongnya? Bathin Kiran.


"Kiran bagaimana sayang, ongol-ongolnya?" Tanya mama lagi.


"Ah iya mungkin sama, Ma." Kiran meraih piring yang ibu berikan, ibu Luke memberikannya ke piring lalu menaburi kelapa, Ha? Kiran semakin terperangah, apakah ibu salah melihat tutorial tidak seperti ini cara memakannya.


Namun karena merasa tidak enak ia pun memakannya, sesuap...dengan ekspresi sangat meyakinkan, "Hemm enak ma? " Kiran menahan makanan itu didalam mulutnya, sungguh rasanya sangat aneh, dia berusaha keras untuk menelannya, dan akhirnya beberapa menit dia pun menelannya.


"Humm enak, Ma! bunny--" Panggil Kiran suaminya.

__ADS_1


"Luke sini! Kiran hanya ingin mencicipinya saja, seperti itulah ibu hamil, kau makan sisanya."


Luke yang sedang duduk bersama Morean dan Baby Mirabelle segera bangkit, "Iya letakkan saja aku mengerti aku akan memakan sisanya." Luke mendekat mengusap pundak istrinya, "Bagaimana sayang, enak?"


"Enak." Jawab Kiran santai menutup mulutnya.


Luke kemudian melihat makanan itu, seketika Luke terdiam, "Seperti lem kayu, apakah memang seperti ini teksture-nya?"


Morean ikut bangkit menggendong bayinya ingin ikut melihat makanan yang disebut ibu Luke ongol-ongol itu.


Sejenak Morean diam, ia menelisik. "Aku melihatnya seperti cream bisul kuda yang sudah berjamur, ada dibelakang kandang kuda milik Mirabelle, ya kan sayang?" ujar Luke pada Sarla.


"Hus! More jaga ucapanmu!" Tegur Sarla kemudian.


"Salah ya, tapi seperti itu ongol-ongol yang mama lihat resepnya dari internet." Kata Dora.


"Ah sudah ma ini enak kok, terimkasih ya ma sudah mau aku repoti... " Kiran mengulas senyuman tidak ingin memperlihatkan bahwa dia menjadi mual memakan itu, benar kata Luke ini mirip lem hanya saja sedikit manis dan sedikit gurih dari kelapa tua yang entah mereka dapatkan dari mana.


"JULSS! tolong ini," Panggil Summer didapur.


"Sudah jadi lumpur-nya? Nama kuenya membuat aku shock, apa yang difikir oleh orang yang menciptakan kue itu? Apakah dia seorang chef? dan mendapatkan inspirasi saat sedang terperosok kedalam lumpur?"


"Julss cepat tolong!" Teriak Summy lagi. Saat orang-orang disana menahan tawa atas ucapan Juless.


"Iya... " Juless segera menghampiri Summer kedapur.


"Chef jatuh kedalam lumpur? Hem aku jatuh kedalam masalah, jika ongol-ongol buatan Mama saja sudah seperti lem, bagaimana dengan kue lumpur dan serabi yang Summer dam Sarla buat," Luke menggerutu pelan sekali, memaksa memakan makanan yang ia sebut lem kayu dan kata Morean cream bisul kuda-nya itu.


Morean melihat pada wajah Luke yang berekspresi aneh, ia pun menahan tawa, "Apa rasanya?"


"Enak, kau rugi tidak mencicipinya, ayo cepat buka mulutmu!" Sodor Luke Sendok berisi ongol-ongol lembek itu ke mulut More.


Morean terdiam mencoba menikmati rasa, "Apa ini? Kenapa bercanda sekali rasanya seperti jelly tapi lengket sekali, dan untuk apa taburan kelapa ini? Agar terlihat ramai?"

__ADS_1


"Entahlah, tanyakan itu pada Kiran."


"Ssss sudahlah jangan bahas," Kiran merasa tidak enak pada mertuanya, memilih tidak membahas lagi.


...*** ...


Tidak lama Summy dan Juless pun kembali ke tempat itu, membawa makanan yang mereka buat yaitu kue lumpur.


"Kiran ayo cicipi..." Summer begitu antusias memamerkan buatannya.


Aromanya memang sangat menggoda, Kiran mengucapkan terimkasih sebab semua mau direpotkan, ia pun memakan makanan itu masih dalam keadaan panas, "Hummmm... " Kiran mencoba menikmatinya dan ya kai ini rasanya. benar namun tetap saja seperti kurang menunjang ada yang kurang namun dia tidak paham apa, tapi setidaknya ini jauh lebih baik.


"Bagaimana?"


"Humm enak, Summy--terimkasih banyak ya, aku senang sekali semua orang ada disini, bunny ini cicipi..."


"Ponselku tertinggal dikamar mandi, tunggu aku akan naik sebentar, More--ayo cicipi dahulu..." Persilahkan Luke segera naik ke atas.


Luke mencari kesempatan lari, ia menebak itu akan sama saja, padahal kali ini tidak terlalu buruk, Morean dan Juless mencicipi itu dan rasanya lumayan baik.


Tidak lama kemudian saat semua sedang mencicipi kue Lumpur buatan Summer, pembantu rumah Morean yang tidak lain adalah anak buah Dora, datang membawa serabi yang Kiran mau.


Dia pun diminta untuk segera masuk dan menghidangkan makanan itu dimeja, "Ini serabi?" Tanya Kiran kemudian.


"Iya ini serabi dan kem-vlang adalah kerupuk butuh waktu untuk membuatnya."


"Keras sekali, untuk melempar kepala Luke yang sedang melarikan diri, sudah pasti akan menimbulkan benjolah berukuran pas dikepalanya." Bathin Kiran paham akan kelakuan suaminya.


"Anda yang membuatnya nona?" Kiran berbasa-basi.


"Ya, saya baru belajar dan langsung bisa membuatnya,silahkan kuahnya nona Kiran..." Pembantu Morean sangat bangga sekali menjawab itu.


Ya Tuhan, baru kali ini aku menemukan serabi sekeras ini, Dia serabi kan? kenapa tidak lembut dan bersarang? Dia bukan bakwan yang harus menjadi serabi sebab di paksa keadaan kan?apa yang terjadi? sesulit itukah bagi mereka semua mencari bahan dan membuatnya.

__ADS_1


__ADS_2