
Kermaian dan kemegahan pesta mulai terasa saat Luke dan Kiran tiba ditempat acara, Luke berjalan dibelakang memegangi punggung sang istri sebab malu dengan kostumnya.
Dan betapa terperangahnya dia saat melihat pakaian orang disana adalah formal dan normal layaknya pesta pada umumnya.
"Sial! Jullesss bedebaaah!" Kesal Luke, dia mendadak menjadi sorotan disana karena begitu aneh dan mencolok sendiri.
Dan lihatlah ditengah-tengah acara di sana Juless sudah tertawa atas kehadirannya, dan Juless tampak berbisik disana kepada seorang pembawa acara untuk menyambut Luke dengan suara.
"Wow kostum spidermen, kita sambut kehadiran dari salah satu kakek dari bayi kembar tampan kita, kakek Luke!! Berikan sambutan yang meriah dengan tepukan tangaaann!"
PROK! Prok! prok!
Tepuk tangan begitu meriah menyambut kedatangan Luke dan Kiran, Luke yang bersembunyi tidak ingin menjadi sorotan malah kini sebaliknya ia menjadi sorotan disana.
"Juless, mati kau setelah ini aku habisi!" umpat Luke melihat wajah Julless yang terpingkal-pingkal disana.
"Cukup, sudah cukup pamanku pemalu," Juless yang paham Luke kesal segera meminta para tamu berhenti, "Terimakasih semunya atas sambutannya, ini salah pamanku yang juga berjasa untuk hidupku, dia menjadi bodyguardku setelah kedua orang tuaku meninggal."
Disisi lain Morean dan Sarla juga baby Mirabelle akan keluar dia seketika berhenti saat melihat keramaian disana sangat normal.
"Mana kostum mereka? Kenapa semua terlihat normal tanpa kostum-kostum aneh ini?" Heran Morean.
Sarla ssketika tertawa akhirnya dia paham artinya Morean sedang dikerjai, "Oh sayang malangnya nasibmu...sudahlah ayo nikmati saja." Sarla menggandeng Morean berjalan lagi walau dia terus menggerutu.
"Dan ya itu satu lagi pamanku, dia yang membesarkanku dan menjadi waliku selama ini." Sambut Juless lagi pada Morean yang sampai disana.
"Juless kau mengerjaiku!" Morean kesal saat sadar.
Luke seketika mentertawakan Morean yang datang, Luke fikir dia hanya sendiri namun Morean lebih parah, kostum spiderman yang Morean kenakan jauh lebih menggelikan, dengan tubuh Morean yang sedikit berisi sekarang kostum itu seperti kostum badut, bagian kakinya menggantung area perutnya terlihat sesak sebab perut Morean sudah tidak terlalu rata lagi.
"Kostum apa itu?" Hahah Luke terpingkal-pingkal.
__ADS_1
"Diam kau sialan, kau lihat dirimu sendiri, kau memakai celanâ dalam tidak! Milikmu membentuk buruk disitu." ujar Morean.
Hahaha, "Apa kau fikir kau lebih baik? Apa kau bisa bernafas dengan pakaianmu? Aku yakin hanya sekali buang angin saja itu akan pecah jahitan." Luke memegangi perutnya tertawa tidak bisa berhenti semabari tangan lainnya mengusap perut Morean, "Kau busung? Atau caciang More?" Hahah.
"Hamil kerbau!" Bruakk... Moren menendang bokóng Luke geram.
"Heh... Kenapa kalian bertengkar kalian sama malangnya lihatlah kalian itu sama," Sarla memukul dahinya, "Oh Tuhan..."
Juless membubarkan tamu untuk menikmati acara, segera ia mendekat pada Luke dan Morean yang berkelahi. Wajahnya masih melemparkan tawaan begitu geli atas penampilan sang kedua paman.
Mendapati Juless yang mendekat keduanya pun segera melepas penutup wajah hingga sepatu yang mereka kenakan, melempar asal barang-barang mereka langsung berjalan lantang ke arah Juless.
Bruak Bruakk.
Juless pun mendapati hantaman pada bokong hingga punggungnya, ia masih terus tertawa saat dipukuli, segera kedua pamannya itu mengangkat Juless, membuat para tamu menyorot pada aksi dua spiderman itu dan segera mereka lemparkan Juless ke sebuah kolam ikan kecil diarea halaman.
"Woy... Fùcking Spiderman! Kalian menyiksa tuan rumah."
"Bunny! Kau kelewatan tolong, Juless!" Kiran berkacak pinggan membulatkan matanya, "Bercandaan kalian kelewatan, berbalik bantu Juless!"
"MORE! Tolong Juless!" Sarla pun ikut memarahi suaminya.
Hingga keduanya pun berbalik, mengutuki Juless mau tidak mau mereka pun mengulurkan tangan dan mendekat pada Juless dikolam ikan yang dipenuhi ikan koi itu.
Haaha, "Tetap aku pemenangnya," Juless menyombongkan diri sebab akhirnya keduanya datang membantu.
"Bangsaaat!"
Hahah, "Kiran lihat suamimu, dia tidak bersungguh-sungguh menolongku."
"Kau seperti bocah Juless, ulurkan tanganmu! Oh tidak, More.... ulurkan tanganmu!" Perintah Luke pada Juless.
__ADS_1
Morean mengendikkan bahunya, "Kau fikir aku bodoh, aku tahu apa yang ada dikepala kalian berdua, Jules berniat menarik orang lain kedalam saat dibantu, dan kau Luke sialaan, aku tahu, kau mau mengorbankan aku bukan? untuk jadi sasaran...aha, ayah!"
Semuanya melihat Rodriguez Sanden yang datang, "Kau gilaa More, Haha... kau ingin membuat ayahmu menjadi sasarannya?" Luke mengumpat pelan sekali.
"Biar saja, kau lihat ayahku, tua-tua tidak tahu diri dia tertarik dengan perawatnya itu, ini bisa jadi sebuah keuntungan yang besar untuk dia jika masuk kedalam kolam, dan aku yakin Juless akan menangkapnya."
"Kau yakin aman, More!"
"Aman, dia akan berterimakasih kepada kita tenanglah."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Hi Buku Langit Maroon udah terbit cetak ya😘 Bsa order salah satu tokoh terbaik aku inshaAllah berkesan 😘 oder wa 085794174286