
"Apa-apaan ini?" Juless terkesiap, ia begitu shock saat di minta keluar rumah.
Tepat dihalaman Rodriguez House ada 2 buah mobil truck pasir berpita polkadot ungu datang lengkap dengan banner ucapan selamat didepannya.
'Welcome to the world baby J & S'
Ia mengagaruk rambutnya seketika tertawa dan langsung paham ini pasti kerjaan Luke dan Morean pamannya.
"Tolong tanda tangani tanda terimanya tuan...." ucap lelaki berbahasa Spanyol itu.
Luke dalam keheranan menerima ragu, "Siapa pengirimnya?"
"Saya tidak tahu tuan, saya hanya petugas pengirim saja, semuanya dari perusahaan yang mengurusnya."
Rodriguez Sanden yang sedang berkeliling rumah terperangah, ia meminta susternya untuk berhenti.
"Untuk apa truck-truck ini kau bawa kerumah Julls? Untuk apa kau membelinya? Usaha apa yang akan kau lakukan, kau ingin membuka jasa pengirim bahan bangunan atau antar jemput sapi perah?"
"Kakek lihat untuk itu?"
"Mana aku tahu, kau tidak memberitahuku!"
Jules terbahak-bahak kemudian, "Ini mainan, main-mainan untuk kedua putraku, kedua paman sakit jiwaku memberikan ini."
"Morean, Luke? Apa-apaan ini, bercandaan yang tidak pantas."
"Tidak bercanda kakek, lihatlah ini terlihat bagus tidak akan termakan usia, bisa digunakan sampai besar, kau--ingin mencoba berkeliling?"
Rodriguez Sanden, menggerutu mengisyaratkan susternya untuk masuk, "Kau saja berkeliling ajak kedua pamanmu gilamu sekalian, pakaikan kostum balet kepada mereka menarilah diatas sana."
Juless semakin terbahak-bahak, "Tidak seru jika hanya mereka berdua kenapa kakek tidak ikut juga." Hahaha...
__ADS_1
Seketika Juless membayangkan itu, kedua paman gila beserta kakeknya berkeliling seperti pawai festival menggunakan pakaian ballet membentuk indah tubuh tegap mereka, "Aha... cicit penerus keluarga Rodriguez lahir, harus ada pesta meriah menyambutnya, aku balas kalian."
...***...
Ini menjadi liburan pertama yang paling menyengakan setelah menikah, setelah lelah berkeliling kawasan Kota Paris ia dan Luke pun kembali kepenginapan mereka.
Sebuah penginapan mewah dengan view menara Eiffel saat membuka jendelanya, "Bunny!" Panggil Kiran didepan balkon kepada Luke yang sedang sibuk dengan ponselnya.
"Emh sebentar--"
"Bunny!!!"
"Iy sayang kenapa?" Luke yang sedang sibuk kemudian mengangkat wajahnya menatap Kiran, "Kau ingin sesuatu?"
"Kita kasih nama anak kita Eiffel ya... lihat itu cantik sekali pemandangannya, di langit yang sedikit merah, bunga-bunga yang bermekaran di taman menambah pesonanya.
"Eiffel? Laki-laki atau perempuan? Kenapa harus itu?"
"Kenapa harus sebuah landamark dan kota?" Luke manatap istrinya seris dari sofa tempat ia duduk.
"Ya tidak ada aku hanya suka dan ingin mengenangnya saja."
Luke meletakkan ponselnya lalu berjalan ke arah istrinya, "Hanya suka dan ingin mengenang? Tidak bisakan sekaligus sebuah tempat yang berjasa?"
"Maksudmu?" Kiran menyambut Luke yang datang lalu melingkarkan kedua tangannya dipinggang suaminya itu.
"Ya berikan nama, tidak hanya karena kau suka, kau ingin mengenang tapi tambahkan juga karena sebuah tempat yang berjasa--"
"Apa tempat yang berjasa untukku? lalu siapa nama yang ada kriteria seperti yang kau sebutkan."
"LAMPUNG, Baby LAMP... " Luke menahan tawanya.
__ADS_1
"Bunny--" Kiran tertawa seketika, "Yang benar saja dia akan menjadi bahan ejekan jika pulang ke kampung ibunya."
"Lalu apa bedanya dengan Paris dan Eifell? Itu tidak demikian?"
"Argh....baiklah tidak keduanya, tidak nama tempat--"
Luke mengangangkat Kiran ia gendong dan langsung Kiran membelit pinggang suaminya itu, "Jangan fikiran itu dulu, kau saja masih sulit menghadapi morning sicknessnmu."
"Ya aku hanya terfikir saja karena melihat pemandangan indah itu, lihatlah bunny-- cantik sekali pemandangannya, aku terharu...." Kiran teru melingkarkan kedua tangannya pada leher Luke, "Aku bahagia..."
"Simpan bahagiamu, tidak perlu dijelaskan, ayo turun ada seorang chef dibawah yang berasal dari negaramu, aku sudah menghubungi pihak hotel minta jamuan makanan Indonesia."
"Sungguh?"
"Hemmmm..."
Kiran begitu kegirangan, menempelkan hidung keduanya sembari tersenyum begitu bahagianya, "Thankyou dadd--"
Dan seketika Kiran menyerang Luke lebih lalu, mensesapnya kasar dengan kepala yang miring kekiri masih berposisi ia yang digendong Luke bersandar pada pembatas balkon. Kiran terus menghisapi dan memperdalam ciuman panasnya mengabsensi rongga dengan salivanya didalam sana.
.
.
.
.
Guys happy twenty-twentytwo ya... sehat selalu 😘
__ADS_1