SOLD OUT (Selepas Kau Pergi)

SOLD OUT (Selepas Kau Pergi)
Keputusan


__ADS_3

Seketika Luke memijak pedal gas-nya mobil pun melaju kencang pergi dari sana, decitan ban dan aspal menderu kuat membuat Kiran yang sudah turun terkesiap, beberapa mata melihat kearah Luke termasuk Dayana dari balkon lantai atas rumahnya melihat dai kaca mobil yang pergi adalah Luke. Dayana bertanya –tanya apa yang terjadi, Lulu sang asisten tidak bisa menjelaskan dan tidak paham.


“Apakah terjadi sesuatu masalah?” Lulu segera menghubungi Arga yang masih berada dibawah sana, dimana dia dan Kiran juga tidak paham Luke kenapa pergi.


“Aku tidak tahu, semua diluar perencanaan.”


Dayana tampak panik diatas sana, ia tidak mengerti dengan sikap Luke, kemarin mengajaknya pergi namun setelah hari itu dia acuh bahkan sulit dihubungi dan sekarang saat ingin bertemu dia pergi padahal Daya ingin menjelaskan rencana keberangkatan mereka yang mungkin bisa dilakukan saat Luan tidak dirumah seperti ini, mungkin ada jalan dan Arga juga Kiran bisa membantu mereka.


“Kemana dia Ga?” Kiran juga bertanya-tanya.


“Masuklah kita pergi dari sini, Luke tahu apa yang harus dua lakukan, dia bukan anak kecil yang akan melakukan hal bodoh, mungkin dia butuh menenangkan diri ata mendapat sesuatu kabar penting.”


Kiran mengiyakan, segera ia masuk kembali kedalam mobil. Bbohong jika dia tidak bertanya-tanya sendiri Luke kemana namun ia mencoba tenang, mencoba menepiskan Luke, sebab dia sudah memilih jalannya yaitu bersama Arga.


“Nanti malam jangan lupa, temani ke acara Fabian, sekarang mau kemana? Lebih baik istirahat dulu.


“Tas dan sedikit barang-barangku ada disebuah penginapan semalam aku tinggal disana, dan sepertinya disebelah tempat itu ada sebuah tempat tinggal kos-kosan lumayan bagus, aku sudah melihatnya pagi-pagi sekali tadi, mungkin aku akan tinggal disana dan langsung membayar untuk jangka panjang.”

__ADS_1


“Kita kesana, tunjukkan jalannya.”


“Hem….”Kiran kembali termenung menatapi jalanan, “Ke acara itu pakai gaun? Aku tidka punya gaun.”


Arga melengkungkan senyumannya, “Lihatlah kebelakang, Elmira menghadihimu sesuatu sepertinya sebuah gaun, karena kau sudah berhasil membuat project-nya sukses.”


“Elmira? Dia tidak membicarakan apapun tadi, kenapa dia baik sekali,” Kiran berkaca-kaca gadis itu terlalu baik padanya.


“Mungkin dia lupa,” Dengan gerakan cepat Arga meraba ke belakang lalu mengambil paperbag untuk Kiran tersebut, “Pilihan Elmira selalu bagus pasti ini cocok untukmu.”


“Kiran segera membuka paperbag itu, ia seketika terkesiap sebuah gaun mewah Elmira berikan untuknya berwarna silver dengan bahan satin yang mengkilap dan beberapa aksen payet di tali kecil yang mungkin akan memperindah bahu mulusnya.


“Hemmm…aku sudah bisa bayangkan kau pasti akan sangat cantik sekali memakainya.”


“Aku rasa ini tidak cocok buatku, aku bahkan amsuh sulit berjalan dengan sepatu berhak tinggi ini yang diberikan dari wardrobe kantor.”


“Siapa bilang? Itu menurutmu tapi yang orang lain lihat adalah sempurna…”

__ADS_1


Kiran bersemu malu, ia menelan ludahnya, rasanya beda sekali mendapati ucapan dari Arga dan Luke. Dia selalu suka perlakukan manis Luke selalu saja bisa membuat jantungnya seakan ingin lepas dan berbunga-bunga tidak tentu arah.


Menyadarkan diri tentang hal  yang kita cintai adalah sesuatu yang tidak mungkin untuk kita rasanya itu begitu perih, “Hemmm…kau membayar kepada Luke, Gha? Padahal aku belum menemui Elmira bukan? Dan belum menyetujui apapun aku tidak ingin berhutang apapun.”


Arga melengkungkan senyumannya, “Hutang? Aku tidak meminta apapun darimu tenanglah tidak ada yang berhutang jika kau takut aku akan minta dimuka pembayaranmu dengan Elmira lalu menganti uangku.”


“Hemmm… mungkin itu lebih baik, tapi aku ingin izin beberapa waktu, aku ingin pulang ke kampung dulu, melihat keadaan Bima adikku dan nenek disana, bisakah aku mengambil cuti?”


Arga memberi anggukan, “Lakukan yang kau suka, pergilah sejenak mungkin kau butuh menenangkan diri.”


...*** ...


Malam merangkak naik, Luke memberhentikan mobilnya dijalanan, ia mengudarkan asap tembakaunya dengan mensesap sekaleng bir, masih ia dapati Dayana terus menghubungi,sungguh Luke menjadi ilfeel, kali ini keputusannya sudah bulat. Ia akan kembali ke negaranya, meninggalkan Dayana yang ternyata tidak seperti apa yang ia harapkan dan wanita itu membohonginya.


Luke menyerah, sudah lama sekali dia disini. Dan ternyata kedatanganya mendapatkan hasil yang berbeda dia mencintai orang lain dan Dayana hidup bahagia dengan orang yang membelinya. Dia akan kembali meminta Kiran namun jika dia tidak mau mungkin Luke harus mengikhlaskannya.


Luke mengusapi lebam biru yang ia dapati di pipinya, ini tidak ada apa-apanya ia lakukan demi membuka sesuatu yang ia nekat lakukan agar bisa mendapatkan Sesutu kejelasan, Jika kemarin ia tidka peduli apapun yang Dayana alami yang terpenting dia ingin membawanya pulang namun sekarang salah, Dayana sungguh benar membohinginya.

__ADS_1


Luke melihat Arga adalah sebagai sosok yang player namun ia lihat lelaki itu berani memperjuangakan Kiran artinya dia bersungguh-sungguh, tidak ingin lagi mengulur waktu ia harus bergerak cepat membuat sebuah kejelasan.


 


__ADS_2