SOLD OUT (Selepas Kau Pergi)

SOLD OUT (Selepas Kau Pergi)
Dengarkan aku.


__ADS_3

Mereka pun sampai disebuah rooftop kantor megah itu, Luke membawa Kiran keluar kesana, hembusan angin seketika menerbangkan rambut panjang Kiran dan mengenai wajah Luke. “Aku minta maaf....”


Kiran mengacuhkan ia berjalan pada sisi pembatas membiarkan angin terus menerbangkan rambutnya, "Mau bicara apa? Sebentar lagi kita kita akan kerumah Daya bukan? Jangan memperlama waktu, dia membutuhkanmu."


"Semalam kau tidur dimana? Kau tahu kau membuat aku seperti orang tidak waras mencarimu."


Kiran mengulas senyuman, "Apakah aku memintanya? Ayolah bersikaplah biasa saja, kita juga sebelumnya biasa saja, eh iya kau tahu Om, aku dapat gaji pertamaku, biarkan aku mencicil uang yang sudah kau keluarkan untukku."


Luke menarik nafasnya menatap pada Kiran yang enggan menatapnya, "Kau menganggap semua ini hanya sebatas uang?"


Kiran terus bersukap seceria biasanya, "Ah tidak seperti itu, biar aku semangat saja bekerja punya sesuatu yang harus dicapai, " Kiran tersenyum, ia mencoba untuk tidak meratapi dirinya, "Aku tidak tahu apa rencana kau dan dia selanjutnya tapi aku berharap semua segera selesai, Oh ya? Kau akan mengatakan apa tadi kenapa menjadi aku yang terus-terusan berbicara.


"Kenapa kau menjauhiku?"


Seketika Kiran tertawa, "Apa menjauhimu? ini kita sedang bersama Om, dan aku juga sebentar lagi akan pergi bersamamu menemui dia, lalu apa yang membuatmu mengatakan aku menjauhimu? Aku hanya pindah tempat tinggal tidak ada yang berbeda selain itu."


"Beda, kau berubah."


"Berubah? Haha, jadi apa little cat, menjadi cat woman? "


"Aku tidak sedang bercanda, berbicaralah menghadap ke arah lawan bicaramu."

__ADS_1


Kiran memang menghindari itu, melihat wajahnya hanya akan membuat dia luluh dan menjadi lemah lagi, jika sudah seperti ini sudah pasti dia harus membuat dirinya tegar, segera Kiran menatap pada laki-laki itu.


"Ada apa denganmu? Aku rasa kita tidak ada masalah apapun." Kiran menahan dirinya agar tetap tenang.


"Kenapa kau pergi? kenapa kau tidak pulang? Mana ucapanmu yang mengatakan akan selalu membantuku, ada didekatku."


"Hahah, berhentilah membuat lelucon, semua perasaanmu saja, kau lihat aku ada disini dan selalu membantumu, bedanya dimana?"


Segera Luke mengambil tangan Kiran, "Pulang ke hotel."


Kiran menepis tangan Luke, "Oh tentang itu tidak bisa, berfikirlah Daya punya hati aku tidak mau menimbulkan kesebuah kesalah pahaman."


"Omong kosong! Kau suka! berhubungan dengan Arga!" Tuding Luke, "Lihat bagaimana dia memperlakukanmu, dia menyukaimu."


"Dia bukan orang yang baik untukmu! KIRAN! " Luke tersulut.


"Lalu siapa yang baik kau? Kau baik? KAUU? " Kiran pun memekik, "Apakah kau punya fikiran bagaimana kau memperlakukanku? Kau menciumku berkali-kali, kau memeluku, tidur ditempat yang sama denganku, kau memperlakukanku sangat manis, kau--" Hikss, "KAU BERENGSEEKKKK, mengatakan cinta dan akan menikahi seseorang tapi memperlakukan aku seperti itu. Siapa yang jahat. SIAPA!!" Pekik Kiran menatap sengit Luke.


Segera Kiran berlari meninggalkan area rooftop, Luke pun dengan cepat mengejar, ia menarik Kiran dan segera memeluknya dari belakang.


"LEPASS SIALAAN! kau bukan manusia, tidak ada manusia sepertimu, kau membuat bunga mekar lalu berkali-kali kau mematahkannya! Aku tidak ingin mengenalmu lagi, menjauhlah dari hidupku.. hiksss...." Kiran terus berusaha melepaskan tangan Luke yang menahannya.

__ADS_1


"Dengarkan aku...."


"Tidak akan pernah, tidak akan pernah lagi, demi apapun aku tidak ingin kenal kau lagi setelah urusan Daya selesai."


"I love you--"


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


(Aku lagi sibuk realife jdi aku sempetin up walau dikit tapi berkali2)


__ADS_2