SOLD OUT (Selepas Kau Pergi)

SOLD OUT (Selepas Kau Pergi)
Mencari.


__ADS_3

Luke tiba disebuah halte, titik dari signal yang ia dapatkan terkahir dimana ponsel Kiran aktif sebelumnya, namun ia tidak mendapatkan apapun disana, halte itu tidak ada satu orang pun disana, ia terus mencari mengedarkan pandangannya kesekitar dengan terus memanggil-manggil nama gadis itu.


“Little cat! Kirann!” Luke begitu panik, jika dia tadi disini lalu dimana Arga, apakah mereka tidak bersama atau apakah Arga meninggalkannya begitu saja. “KIRAAAAN!” Teriak Luke mengusap wajahnya gusar ia melirik pada waktu ini sudah larut malam, dia akan menginap dimana dan kemana.


Beberapa belas menit kemudia ia pun kembali naik ke mobilnya lagi untuk menelusuri jalanan yang mungkin dilewati Kiran, melaju sangat pelan dengan matanya terus menatap tajam pada jalanan, suasana malam begitu hening kali Ini sebab tampak akan turun hujan, Luke berharap Kiran ada ditempaytyang aman bukan dijalanan.


Tidak lama Arga pun menghubungi lelaki itu, “Hallo Luke! Maaf aku tadi sednag sibuk, Kiran sudah aku hantarkan pulang.”


“Pulang? Pulang kemana?” Tanya Luke tegas.


“Pulang ke kos-kosannya? Dia tinggal bersama temannya.”


“Kos-kosan? Yang mana dia tidak punya teman, apa kau menghantarkan dia kesebuah gang kecil tepat didekat halte yang gelap itu? Dia tidak ada disana, dia berbohong, Kiran tidak punya siapapun disana dia sendirian.


“A-PA?”


“Aku sudah mencarinya, dia tidak ada! Kenapa kau menuruti permintaanya, sudah aku katakan biar aku yang mengurusinya dari awal dia sudah menjadi urusanku.”


“Kenapa kau jadi memarahiku? Aku tidak melakukan apapun padanya, lagi pula dari mana bisa kau tahu dia tidak ada teman.”


“Aku tahu semuanya!” Kesal Luke segera mematikan panggilannya.


Arga menjadi serba salah saat ini, jika Kiran berbohong dan tidak memiliki siapapun saat ini, lalu dia kemana? Arga menjadi khawatir ia pun memutuskan untuk mencari Kiran, apa motif Kiran berbohong? Atau dia tidak ingin menajadi beban dari orang lain.


...***...

__ADS_1


Kiran sampai disebuah penginapan, dengan tulisan OYO didepannya, ada beberapa sisa uang didompetnya kebetulan sekali sudah ada harga tertera didepan tempat itu dan sangatlah murah ia fikir ini sebuah alternative terbaik, besok akan ia fikirkan akan kemana setelah menerima gaji pertamanya, Mungkin dia bisa izin pulah ke kampung sebentar mengistirahatkan kepalanya.


Sungguh menjadi orang yang tidak tahu malu itu tidak menyenangkan, sampai-sampai menaruh hati seperti ini. Dunianya kacau segalanya seakan membuatnya sakit.


“Hari yang memelahkan…” Ia segera menjatuhnya dirinya diranjang dan segera memejam, lebih tepatnya memaksakan matanya memejam, agar fikiran simanusia tidak tahu malu ini berhenti memikirkan tentang dia dan besok bisa sedikit lebih segar menghadapi kenyataan.


 


...*** ...


Tanpa ia sadari dua lelaki dewasa itu tengah sibuk mencarinya. Arga kembali ketempat dimana ia tadi menurunkan Kiran dan Luke sudah berkeliling ditempat itu dan berputar-putar arah, Luke bahkan tidak sempat lagi merespon pesan yang Daya kirimkan.


Hingga setelah lama berputar-putar Arga dan Luke bertemu disuatu jalan mereka berselisihan, Arga melihat Luke yang begitu gusar mengudarkan asap rokoknya dengan kaca yang terbuka, tidak melihat Arga yang lewat. Sedetik kemudian Luke tersadar itu adalah mobil Arga yang berlalu begitu saja, Luke pun segera berputar arah ditempat yang kebetulan sebuah perempatan jalan itu. Segera menyusul Arga.


Luke melajukan kencang mobilnya hingga ia akhirnya bisa mendahuli Arga dan membuat lelaki itu berhenti, “Aku tidak menemukannya!”


Arga segera turun dari mobilnya pula ia menyeringai, “Oh ya? Apa masalahnya?”


“Entahlah…yang pasti aku tidak sengaja membentaknya aku sedang sibuk dengan kabar Dayana yang akhirnya kembali.”


“Mungkin kau menyakitinya, dia menangis siang tadi mengatakan rindu pulang dan keluarganya? Sampai menatap pada ikan mengajaknya berbicara, kau tidak lihat seberapa depresinya dia, apa yang kau katakan padanya? Apa kau mengungkit-ungkit sesuatu.”


“Tidak…” Luke enggan memberi tahu.


“Hemm..” Arga menyandarkan dirinya dimobil mulai memantik rokok miliknya, “Apa rencanamu? Bagimana dengan Dayana selanjutnya?”

__ADS_1


Luke berdiam lama, terdengar suara ia menarik nafas, kemudian mengudarkan asap tipisnya keudara, Luke juga tidak yakin dengan ini semua apakah sebuah keputusan yang benar atau salah. “Aku akan kembali, seminggu ini Dayana meminta waktu untuk dia keluar dari rumah itu.”


“Dia tidak bahagia? Aku melihat dia seperti nyonya besar disana.”


“Entahlah…aku tidak peduli itu, aku masih seperti rencanaku memintanya kembali lalu kami pulang dan menikah, jika dia mau kembali bersamaku apakah kau fikir dia bahagia hidup bersama Luan Anthony?”


Arga mengendikkan bahunya, “Ya semoga sesuai dengan rencanamu, baiklah semua urusanmu tinggal mendekati akhir, pulanglah, aku akan menjaga Kiran, sampai mungkin dia tidak membutuhkan siapapun untuk berdiri.”


Luke menelan ludahnya rasanya ia tidak sanggup menerima kenyataan ini, dia akan meningalkan Kiran, melepaskan paksa sesuatu yang sudah hidup didirinya, tapi mungkin ini memang yang harus terjadi. Kiran diluar scenario harapannya, kini segala harapan dia yang sesunguhnya sudah terwujud mungkin dia harus melepaskan Kiran dan menjadikan dia bagian dari sesuatu cerita yang manis dan membekas.


“Hemm…aku akan kembali ke hotel…” Luke membuang puntungan rokoknya segera masuk kedalam mobilnya.


“Fabian menghubungimu, bacalah pesannya.” Teriak Arga.


“Hemmm…” Sahut Luke malas segera pergi meninggalkan Arga.


...*** ...


Beberapa kaleng bir menemani Luke disebuah danau buatan yang pernah Kiran dan ia kunjungi, angin bertiup sangat kencang, lelaki itu merenung disana menatap pada lampuan kota yang indah, Luke mencoba memahami dirinya, Dayana yang ia cari tapi Kiran yang dia mau.


Luke meremasi kaleng bir itu ia akan melangkah jauh bersama Dayana, tapi dia tidak sangup membayangkan apa yang Arga katakan, dia akan menjaga Kiran bukankah artinya dia tertartik pada gadis itu.


“I need you little cat!” Luke memejam begitu emosional sekali saat ini, ingin tidur disampingnya dan memeluk dia seperti malam-malam kemarin saat ia sakit dan setelahnya.


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2