SOLD OUT (Selepas Kau Pergi)

SOLD OUT (Selepas Kau Pergi)
Bayi siamang


__ADS_3

“Masuk Kiran! tegakkan wajahmu, jangan perlihatkan wajah sedih sialanmu itu!” Angkat paksa Yuda dagu Kiran yang menunduk memberi ancaman.


Kiran sungguh ketakutan kedua telapak tangannya membasah, kaki-kakinya pun sudah gemetaran hebat didepan pintu ruangan Vip itu, “I-iya.” Langkah berat membawa dia mauk kedalam ruangan itu, ada seorang lelaki tua berjas rapi dengan beberapa wanita di kanan dan kirinya.


Lelaki itu melihat Kiran seperti santapan dari atas hingga kebawah, lagi dan lagi membuat Kiran menunduk takut mengapali tangannya, pandangan itu terlihat begitu menjijikkan dan seperti memikirkan sebuah hal tidak senonoh dalam kepalanya, “Mendekatlah sayang….” peritahnya.


Kiran bergidik ngeri, seketika dua wanita disebelah lelaki itu menepi seakan mengerti Kiran akan duduk disana, “I—ya….”


“Cepat Kiran!” Paksa Yuda dibelakangnya.


Sungguh seperti berada dalam lubang neraka, dengan iblis yang terus mendorong dan menjerumuskannya, Kiran mendekat ke tempat dimana pria tua itu duduk, tatapan itu semakin nakal ia menyorot paha mulus Kiran, jika tidak karena Ibu dan Ine dia sudah akan menghantam wajah laki-laki tua ini.


“Menakjubkan…” Tangan laki-laki itu hendak mententuh ke paha Kiran membuat Kiran ketakutan lelaki itu mendekatkan dirinya dengan aroma menyengat alcohol bercampur parfum, kumisnya yang begitu lebat terlihat sangat menakitkan dan sudah berada di pundak Kiran, ia menempel di pundak Kiran, Kiran pun semakin beringsut.


“OH NO, STOP!” Yuda mengehentikan, “Saya jual kamu beli, kelas promosi selesai!” Yuda menarik tangan Kiran bangkit, “Saya tunggu kabarnya segera…” Yuda pun membuat Kiran keluar dari sana dan pergi untuk tempat lain lagi.


Kini berganti dengan seorang berwajah Oriental, Kiran memasuki ruangan seperti tadi, namun seketika ia terbelalak jantungnya seakan ingin terlonjak keluar dari tulang penyanggahnya, tengah ada adegan yang tidak pantas disana lelaki itu sedang mengancing celananya,


“AAAAAARRRGHHHH IBUUUU!!!”


Kiran terjaga diranjang kamar hotel yang ia tiduri, keadaan menakutkan ditempat hiburan malam itu masuk kedalam mimpinya, Kiran berkeringat dingin sungguh semua hal yang tidak pernah ia tahu sama sekali dan tidak pernah ia lihat ada di hdapannya beberapa jam berlalu.


Kiran mengedarkan padanganyannya, kamar itu begitu tamaram, kemana dia? Kiran mencari Luke disana.


“OM?”


Kiran lupa bagaimana dia bisa tidur seingat dia tadi dia baru bangun tidur dan mereka ada di parkiran mobil, ia digendong dipunggung Luke, lalu dia tidak tahu lagi apa yang terjadi, ia lihat kearah sofa seseorang berbaring disana memeluk dirinya sendiri, Kiran pun bernafas lega, dia ada didalam kamar hotel bukan di tempat terkutuk itu.


Membawa rasa ketakutan yang masih ada sampai sekarang Kiran pun turun dari ranjang ia berjalan mendekat ke tempat Luke tidur segera ia berhenti dan menatap lamat-lamat wajah damai itu terlelap, ia kelihatannya lelah sekali.


 “My hero…” Tatapan Kiran tidak menyurut, ia berkaca-kaca, dalam hidupnya ia tidak pernah merasakan sosok aman dan nyaman dari seorang lelaki sebab ayahnya itu sudah berlaku tidak baik sejak kecil.


Kini dia mendapatkan perlaukan yang sangat baik dari pria asing yang bahkan dia tidak tahu siapa namanya, tidak tahu darimana dia dan dia seperti sudah bergantung namun dia tahu itu sebenarnya tidak boleh.


Kiran menyentuh dadanya, jantungnya berpacu cepat dengan desiran yang dia tidakpaham kenapa, Kiran merasakan  nyaman dan tidak ada yang ia takuti saat bersama lelaki ini. Berangsur Kiran melantai dan perlahan-lahan ia pun membaringkan dirinya disana yang beralaskan karpet lantai berbulu tebal dibawa sofa itu.


Kiran lagi-lagi bergidik ngeri membayangkan kelakuan sang bapak dan pria-pria hidung belang di tempat hiburan malam tadi, ia merasa lebih nyaman tidur sepeti ini didekat lelaki itu memiringjan tubuhnya menghadap kearah dia, “Makasih untuk semuanya…” Kiran merenung menatap dari bawah wajah tampan yang memejam itu lalu kembali tidur mendapati posisi yang sangat nyaman saat ini.

__ADS_1


Beberapa jam berlalu Luke pun terjaga, ia membuka matanya seketika terkesiap dihadapannya adalah seorang wanita, ia menempel pada punggung polos dengan hanya berbalut sebuah pakaian setengah terbuka, berposisi memeluk tubuhnya dengan kedua tangan dan kakinya Luke membuat dia bak sebuah bantal, senyaman itu benar-benar sepertu bantalan yang enak nyaman dipeluk.


Segera dengan perlahan Luke melepaskan pelukanya itu saat sadar itu adalah si gadis kucing, Luke mengusap wajahnya segera berpindah lagi ke sofa, kenapa dia disini? Apakah aku jatuh? Luke menatap heran kepada Kiran, segera ia bangkit memberikan Kiran bantal lalu pergi ke kamar mandi.


...***...


Beberapa jam berlalu,“Selamat pagi…” Sapa Luke yang sedang menikmati sarapannya di kamar hotel itu saat Kiran dilantai sana bangun, ini sudah pukul 10 pagi dan Kiran benar-benar tidur selama itu.


Kiran bangkit mengusap mulutnya dan bingung, “Maaf— telah bangun, sudah jam berapa ya.”


“Jam? Pergilah mandi, kita ketempat ibumu hari ini, ada beberapa hal yang harus saya kerjakan, pakaian ada disana.”


“Pakaian? Pakaian siapa?”


“Beli dibutik bawah, coba saja jika tidak muat nanti bisa ganti size.”


Kiran memberikan anggunkan segera bangkit untuk kekamar mandi,  kini tidak lagi bingung disana Luke sudah mengajarinya bagaimana cara menggunakan hinga mematikan, ia berkucur dibawah derasnya shower, seolah melepaskan semua kekelaman buruk dari otaknya yang telah terjadi.


Sekarang ia sudah terlepas dari Yuda, dia akan berusaha bisa hidup lebih baik bekerja dan membahagiakan Ibu dan Ine, Kiran belum mendapatkan informasi kemana Bima namun bapakanya berjanji hari ini semuanya akan ia kembalikan kerumah.


Sebuah dress casual dari Luke ia kenakkan, begitu pas ditubuh berwarna soft pink, ia yakin ini harganya juga mahal, Tuhan…entah berapa banyak dia mengeluarkan uang untukku, apa yang harus aku lakukan? Mudahkan dia bertemu kekasihnya itu Tuhan.


...***...


“Little cat? Lama sekali mandimu? Kau tidak bunuh diri bukan?”


Hampir 1 jam Kiran didalam sana ia benar-benar sedang menikmati mandinya yang juga merilekskan otak atas semua kepenatan yang ada.


“Hhemm iya ini sudah selesai…” Kiran pun segera keluar berbalut sebuah handuk dikepalanya, dress yang ia kenakan begitu cantik menunjang penampilannya menjadi lebih berkelas.


“Hemm…” lihat Luke dari atas hingga kebawah dan memuji dalam hati, “Segera habiskan sarapanmu! Kita berangkat sebentar lagi.”


Kiran berdehem segera pergi ke meja makan, “Om yang memilih pakaian ini?” Tarik Kiran kursi dan berangsur duduk.


“Hemmm…” Sahut Luke tampak sedang menghubungi seseorang.


Kiran menoleh kebelakang, Luke sedang sibuk berbicara disana dia yakin itu tentang kekasihnya itu, setelah ini dia akan kembali ketujuan awalanya datang ke Indonesia adalah untuk wanita bernama Dayana itu, beberapa menit kemudian Luke menghampiri Kiran.

__ADS_1


“Sedari tadi kau disini belum juga memakannya?”


“Nggak selera, Om kau tahu pil apa yang semalam aku minum?” Ingat Kiran tiba-tiba.


Luke pun menarik nafasnya menatap nanar pada Kiran, “PIL kontrasepsi.”


“Ha? Untuk apa?”


“Sudah tidak masalah, efeknya akan hilang beberapa saat saja, habiskan makananmu…”


“Manusia iblos mereka, hemmm aku mau minum saja, “ Raih Kiran segelas air.


Seketika Luke menarik kursi disebelah Kiran dan mengambil piring berisi omlete dan potongan kentang sayuran itu, “Buka mulutmu! kucing, kau tidak ingat kemarin kau kelaparan lalu pingsan karena menungguku.”


Astaga aku beban sekali, Kiran seketika mengingat itu, ia memrasa malu sekali dan mengucapkan mohonmaaf dalam hati segera mengambil alih piring makanan itu.


“Aku sudah selera, berikan piringnya…”


“Good!” ulur Luke, lalu meraih ponselnya lagi ia begitu tampak sibuk sekali.


...***...


Luke benar-benar tampak sedang sangat sibuk, sepertinya ia mendapatkan kabar tentang  Dayana, kini mereka akan segera keluar menghantakan Kiran kerumah ibunya, mungkin Kiran akan lama disana menyelsaikan semua urusannya lalu Luke akan pergi bersama Arga menemui seseorang dan meninggalkan Kiran.


“Bima sudah dirumah, bapak pagi-pagi tadi memberikan dia uang 10juta, mereka diminta pindah ke kontrakan baru, ini sungguh lucu kan? Bapak menjual anaknya lalu sedikit uangnya diberikan kepada keluarnyanya,”ucap Kiran kala mereka akan memasuki lift baru saja mendapatkan pesan Bima.


“Katakan pada Bima kembalikan, jangan lagi berhutang budi.”


“Sudah terjadi.”


“Katakan kau menggantinya orang yang membelimu mempunyai banyak uang—“


BRAAAAAKkkkkkk


(Gelap)


“Aaaaaaaa….” Kubikel lift sedikit bergerak kemudian berhenti seketika dengan lampunya yang tiba-tiba meredup, Kiran terkesiap segera berhambur memanjati tubuh Luke dan ia peluk erat bergelantungan seperti bayi siamang, “KENAPA INI….”

__ADS_1


Luke pun terkesiap namun lebih terkesiap saat Kiran memanjatinya, ia menempel dilehernya dengan seperti tidak ada bebannya memeluk seperti itu namun dia tidak merasa keberatan malah seakan gadis ini membuat dia memaklumi apapun, “Tenanglah ini biasa…”


Kiran menepuk jidarnya merasa malu selalu saja berlaku bodoh dan tidak tahu diri segera ia turun namun tetap memeluk Luke tapi tangannya, “Ma—af …” Aku tidak tahu kenapa, otakku selalu bodoh saat dia ada, seperti aku sudah sangat bergantung dan menghandalkan dia, Tuhan kenapa aku seperti ini.


__ADS_2