
Kiran turun begitu saja setelah mobil yang di kemudkan Luke sampai di kantor periklanan mililk Arga itu berada, Luke menarik nafas berat kemudian menjatuhkan kepalanya di stering mobil, betapa tadi ia lihat Kiran sangat ketakutannya mendapati pekikan seperti itu, padahal Luke tahu Kiran pernah begitu takut saat diperlakukan buruk oleh bapaknya malam itu.
Luke benar-benar merasa sangat bersalah dan sungguh dia pun tidak tahu kenapa, darahnya seakan mendidih setiap ada hal yang tidak ia sukai dari Kiran, sesaat kemudian Luke mengakkan lagi kepalanya dan Kiran sudah tidak terlihat lagi, mungkin ia sudah masuk kedalam sana, Luke mengirimkan pesan pada gadis itu kemudian bergegas pergi dari sana.
"Forgiveme....Miss you... "
Kiran masuk kedalam toilet dan mengis sejadi-jadinya, hidupnya seakan tidak bisa ia kendalikan lagi sendiri, seseorang yang ia anggap malaikat tapi seperti itu, dia yang selama ini ia anggap menenangkan nyatanya sama saja membuat dia takut dan terlihat aslinya begitu menyeramkan.
Tidak lagi Kiran pedulikan pesan yang masuk, Kiran mencoba menghitung-hitung pendapatannya akan berapa banyak pekerjaan yang harus dia lakukan untuk membayar semuanya yang telah Luke berikan? Tidakkah itu seperti tidak sopan? Luke tidak pernah membahas uang, tapi sungguh uang itu membuat kiran menajadi seperti tawanan seperti ini, terus menetap sakit dan melepaskan diri sulit.
Di tempat lain Luke menghubungi Arga meminta Arga menemaninya ke lokasi dimana Dayana berada, Arga yang baru sampai kantor segera putar balik menuju ke tempat Luke, berharap masalah Luke segera selesai, Arga merasa kasihan pada temannya itu sudah panjang sekali perjalannya mencari calon istrinya itu
...*** ...
Disebuah kawasan komplek perumahan mewah Arga dan Luke bertemu, dari jauh mereka lihat ada beberapa mobil masuk kedalam kediaman besar yang di sinyalir adalah rumah Dayana itu, akan bagaimana mereka akan kesana tanpa dicurigai dan mebuat masalah. Sepertinya mereka butuh seseorang untuk masuk kedalam sana.
"Apakah kau ingin berpura-pura jadi orang gila lalu masuk kedalam sana Luke?” Arga tertawa. Mereka sedang diluar mobil menyandar dan bersantai disana.
“Lalu orang gila bisa masuk menurutmu? Sepertinya ada sebuah acara ditempat itu, mungkin seuah pertemuan, Ah…Ya aku ada ide!” Luke tiba-tiba berseru.
“Apa?”
“Pelayanan salon— kau pasti punya kenalan seseorang yang ahli dalam persalonan, make up artis, nail arts, hairdo, pinjamkan aku orang-orangmu, minta Kiran juga membantu mereka sebagai asisten, mereka akan masuk kedalam sana, katakan ini hadiah dari seseorang rekan baik Luan Anthony untuk istrinya dengan alamat yang benar dan aku sangat ahli dalam membuat sebuah invoice palsu aku akan katakan sudah dibayar jadi mereka tidak bisa menolak sebab ada bukti dan juga tentunya kita akan memberi pelayanan yang baik sebab ini seperti hadiah dari rekan Luan Anthony.”
Arga tertawa, “Otak detective dan menyelundupmu masih aktif ternyata walau sudah sampai disini.”
__ADS_1
Luke tertawa, “Cepat! Jangan mengulur waktu.”
“Siap, aku akan perintahkan semuanya,” Arga segera menghubungi orang-orang yang ia butuhkan dan sedikit menjelaskan tentang maksud dan tujuannnya agar tidak terjadi sesuatu yang membingungkan.
Bergerak cepat sekali orang-orang yang Arga minta membantu segera mengiyakan sebab dibayar mahal namun tidak dengan Kiran, saat ia fikir ia tidak ingin melihat semuanya malah dia minta terlibat.
Bagaimana mungkin Kiran bisa menolak permintaan dari orang-orang yang sudah berjasa dan baik padanya.
Dengan malas ia pun mengganti pakaiannya layaknya seorang asisten dari sebuah salon professional. Kiran juga tidak bisa menolak yang mana ternyata hari ini dia tidak jadi pemotretan sebab ada sedikit kendala dengan tim photographernya yang berhalangan hadir.
...*** ...
Beberapa saat menunggu akhirnya mobil Van yang dibuat seolah milik dari tempat sebuah salon ternama pun tiba didepan rumah Dayana, dengan intruksi Arga dan Luke seorang wanita penata rambut professional turun didepan gerbang dan meminta izin masuk.
Sungguh menjadi sebuah hal yang menegangkan bagaimana jika mereka dilarang masuk sebab memang tidak merasa memesan sebuah jasa, namun wanita suruhan Arga itu bersikeras menjelaskan dengan baik dan sangat sopan, bahwa mereka adalah orang yang diminta dari rekan Luan Anthony datang sebagai hadiah dan ucapan terimkasih untuk Tuan Luan dan keluarga.
Setekah cukup lama menimbang dan menunggu, gerbang yang sama sekali tidak dibderi celah untuk dibuka itu kemudian dibuka, mereka dipersilahkan masuk membuat Luke dan Arga dari jauh berteriak lega, ini menajadi sebuah tahap yang baik.
Kiran bersama dua orang lain merasa begitu gugup mereka masuk dengan ragu kedalam rumah besar itu, seperti yang dikatakan Luke tampaknya ada sebuah pertemuan didalam sana dan benar, tepat diruangan besar yang mereka lewati ada beberapa orang pria dewasa yang tampakmya sedang meeting disana.
Namun mereka segera diminta ke atas untuk menuju kamar yang dimungkinkan adalah kamar dari istri pemilik rumah.
Selangkah demi langkah mereka menaiki undakan tangga dirumah mewah itu, dengan jantung yang berdegub sangat kencang akhirnya mereka tiba di lantai dua sebuah lantai dimana langsung menuju sebuah kamar besar dengan luasnya yang hampir keseluruh rantai, warna emas mendominasi disana, dengan semua furniture-nya bisa ditebak adalah barang-barang mahal.
“Who’s coming Lulu?” Suara seorang wanita terdengar saat mereka sampai dilantai dua rumah.
__ADS_1
“A colleague, Mr. Luan gave a gift of treatment facilities for you, madam.”
“Who's he? What for?” Seorang wanita cantik yang sedang mengeluarkan pakaian dalam travel bag di bantu pembantunya yang lain itu segera bangkit dan menyapa kelaur kamar. “Hi?” Sapanya meelengkunyan senyumannya.
“I don't know, maybe because of a successful project or something…” jawab pembantu yang tampaknya jabatannya lebih tinggi dari sipenyusun barang dibawah sana. “Ayo silahkan masuk!” Persilahkan wanita itu.
Jantung Kiran rasanya ingin terlonjak keluar, ia menatap wajah cantik wanita itu dari atas hingga kebawa, sungguh sempurna, kulit eksotis dan mulus, tubuh indah membentuk jam pasir, wajah nyaris sempurna, seksi dan sangat banting sekali dengan dia gadis kecil yang tidak pintar bepakaian, berdandan, dan sangat tidak menawan, jujur dia sangat pantas dengan Luke.
” Hi, I'm Daya. I don't know what this is! But if it's really a gift, I really like this.”
Wanita cantik itu tersenyum dengan merekahnya, sungguh membuat hati Kiran rasanya kelu bibir meronanya Kiran tatap lamat-lamat tidak bergeming.
Apak dia pernah menciumnya? Pasti sering bukan?
Lalu mata Kiran turun kedadanya, begitu berisi dan terlihat indah disebalik pakaiannya Kiran melirik pada miliknya sendiri tidak ada apa-apanya jika tanpa sebuah benda busa dan penyanggah.
(Pokoknya guys setiap up ada visual di Story IG--» @Trisrahmawati)
__ADS_1