
Beberapa jam sebelumnya...
Sebuah pabrik dimana Luan Anthony diketahui adalah salah satu pemiliknya Luke datangi, Luke berfikir Daya memintanya datang kerumah sebab lelaki itu sedang bekerja. Luke dengan nekat memaksa masuk kedalam area pabrik ingin bertemu dengan lelaki bernama Luan Anthony itu.
Ia begitu nekat tidak takut sedikipun, mungkin ini seperti hal gila, melakukan hal yang terang-terangan demi Dayana dan sebuah hal yang sedang ia pertimbangkan, Luke mengaku sebagai saudari dari Dayana yang datang dari Madrid.
Sesampainya disana Luke yang berhasil masuk dan membuat kerusuhan dan sempat terjadi baku hantam ia pun bertemu dengan Luan Adami yang merupakan adik dari Luan Anthony.
"Hay mister apa maumu? Kau saudari Dayana?"
"Dimana Luan Anthony? Aku ingin menemuinya."
ucap Luke dengan wajah yang sudah lebam sebab pukulan bodyguard dari Luan Adami.
"Kakaku sedang ke luar kota, jika perlu sesuatu kau bisa sampaikan kepadaku, kau saudari dari Daya kakak iparku itu? Setahuku dia anak tunggal, dia tidak punya saudari dan ibu tiri jahatnya menjual dia, katakan kau siapa? Apa tujuanmu, jangan bilang kau adalah mantan kekasihnya!"
"Terserah siapapun aku, kau mengambil dia dari ayahnya yang sakit."
Lelaki itu tertawa, "Ayahnya sakit? Ayahnya yang mana lagi ada berapa ayah yang kakak ipar miliki? Anthony membawa Daya juga membawa ayahnya, tapi ayahnya meninggal saat mereka masih di Hongkong dalam masa pengobatan, kau fikir kakakku membawanya begitu saja seperti kucing?" Lelaki itu tertawa sontak saja membuat Luke terkesiap.
Luke benar-benar terperangah, "Sudah meninggal?"
"Ya, jika kau tidak percaya itu urusanmu, lagi pula apa urusanmu? kau membuat kekacauan untuk apa? Daya dan Anthony hidup bahagia, kau datang dari masa lalunya yang kelam mau jadi pahlawan! Sudahlah, cukup! Lihatlah dia bahagia maka pergilah, Daya sedang mengandung anak pertama mereka, jangan melalulan sesuatu hal yang gila kau bisa menghancurkan dia."
Luke benar-benar tertampar, Daya sedang memaksakan keadaan dia berbohong, dia sedang hamil, bagaimana dia tega setuju untuk kembali ke Madrid dan mau menikah. Daya ingin menjebakknya?
__ADS_1
Kenapa dia lakukan ini jika bahagia? Masih cinta? Padahal dia hidup bahagia disini.
"Mereka menikah?"
Lelaki itu tertawa, "Pertanyaanmu benar-benar mengocokk perutku, bagaimana mungkin menjadikan seseorang nyonya besar tapi tidak menikahinya, walaupun usia kakaku sudah tua dan Daya bukan yang pertama kali, dia menikahi Daya seperti apa yang Daya mau, sebuah pesta mewah diadakan di Hongkong saat itu sebelum ayah Daya meninggal, kini Daya menjadi istri sah dan satu-satunya Luan Anthony seperti yang semua orang tahu istri sebelumnya meninggal bahkan dia meninggalkan semua selingkuhannya."
Luke benar-benar shock, sungguh semua jauh dari yang ia bayangkan, Luan Anthony benar-benar memperlakukan dia sangat baik.
"Daya mungkin belum terlalu bisa menerima Luan Anthony sebab dia sudah tua, bahkan sangat tua jauh dari usianya. Tapi percayalah Anthony begitu mencintainya dan memperlakukan dia sangat baik. Jangan memberi Daya jalan yang salah, menjauhlah dari hidupnya biarkan dia dengan kehidupannya yang sekarang, aku tahu Daya sampai sekarang masih mengingatmu, apakah namamu Luxurious?"
"Hemmm Ya...."
"Aku tanpa sengaja mendengat curhatannya denga Lulu wanita yang dijadikan Anthony sebagai asisten dan teman Daya."
Luke tidak lagi bisa berkata-kata. Sungguh semua perkataan lelaki yang merupakan adik dari Luan Anthony ini cukup menjelaskan.
Praaaang.....
Lempar Luke kaleng soft drinks kesal, mengingat Daya bisa-bisanya mau diajak kembali ke Madrid dalam keadaan hamil. Dia benar-benar jahat tepat sekali yang dikatakan orang itu Daya belum bisa menerima karena perbedaan usia.
Lihatlah Daya masih terus menghubungi, benar-benar begitu nekatnya. Luke kembali masuk kedalam mobil, ia akan bersiap-siap pergi ke acara Fabian. Luke tebak Arga membawanya kesana.
Menatapi jalanan malam yang padat, Luke terus merenung jauh, betapa ia tidak tahu akan bagaimana jika Kiran tidak juga memaafkannya, kepulangannya ke Madrid menjadi akhir dari segalanya.
Beberapa menit berlalu, Luke tiba di hotel tempatnya tinggal itu. Ia bergegas masuk melihat waktu sudah larut.
__ADS_1
"Luke!" Teriak seseorang. Luke terbelalak Dayana ada disana bersama Lulu. Luke memang sempat memberi tahu dia tinggal dimana. Benar-benar ini bisa jadi masalah, bagaimana jika orang-orang dari Luan Anthony melihat ini.
Luke berusaha tenang mengayunkan langkahnya mendekat, "Kenapa kesini?"
"Aku seharian menunggumu, aku mengkhawatirkanmu... " Daya berkaca-kaca segera berhambur memeluk lelaki itu berbicara dengan bahasa mereka seperti biasa.
Luke berdiri kaku, sungguh rasanya tidak nyaman, mendadak semua rasa yang pernah ada itu hilang berganti dengan rasa ilfeel yang membumbung.
"Ini berbahaya... "
"Aku tidak peduli, aku merindukanmu, kau harus tau dia sedang berada diluar kota, kita bisa pergi dalam waktu dekat ini. Aku tahu caranya tidak terlacak, kita akan menggunakan tempat lain sebagai tujuan kita, aku tahu kau pasti sudah memikirkan itu." Daya menangkup wajah Luke kemudian, "I miss you, badly...."
Luke sedikit mendorong Daya, "Jangan terlalu erat memelukku, kasihan janinmu."
Daya terbelalak ia menatap Luke seketika, "Luke?"
Luke pun menyeringai lebar, "Kenapa? Ada yang salah? Jika tidak ada yang menjemputmu untuk pergi dari sini sekarang, aku yang akan menghubunginya."
"Lulu apa ini?"
"Bu-bukan saya madam...."
Luke tersenyum, "Terimakasih gadis piyama, perjuanganku mencarimu membawa hasil terbaik untuk hidupku, aku tidak mungkin menemukan dia jika tidak karenamu..."
"LUKE--"
__ADS_1
"Hallo sir...
"Lulu, bawa aku pulang!"