
Disebuah kediaman mewah milik Fabian, seorang Spanish yang juga menikah dengan seorang wanita Asia mereka sedang merayakan anniversary ke 5 tahun pernikahan mereka, suasana meriah bertemakan garden party tampak dihalaman kediaman itu, suara-suara musik romanatis terdengar merdu disana.
Luke tiba terlambat sebab drama Dayana yang datang kesana dan benar sekali dia diikuti oleh anak buah suaminya, Luke tidak ingin terlibat jauh ia segera mengakhiri semuanya disana. Mengucapkan terimakasih pada Daya sebab memberi hal lain dihidupnya dan meminta maaf untuk dia yang pernah terlmbat dulu menolongnya .
Tidak lupa Luke juga meminta para orang-orang Luan Anthony untuk menyampaikan permintaan maafnya sudah datang dan pernah berencana buruk hendak membawa Daya, sungguh dia hanya sempat menemuinya tidak melalukan hal apapun diluar itu. Dan Luke berharap Luan Anthony memaklumi sikap Daya mungkin dia sedang hamil muda dan hormone memperngaruhinya.
Jedaaarr…..
Suara bunga api pecah di kemeriahan acara itu suara teriakan kemerihan semakin terdegar, Luke segra turun dari mobilnya. Lelaki dengan stelan kemeja santainya itu mengedarkan pandangannya kesekitar ia langsung mencari dimana Arga dan Kiran berada, beberapa langkah ia berjalan seorang diri tanpa rekan atau orang yang dikanalnya.
Tidak teralalu aneh sebab pria bule mendominasi disana, Luke belum menemukan Arga namun dia menemukan Fabian dan istrinya yang sednag menyambut para tamu ia pun menghampiri mereka.
"Luke!!"
“Hi, selamat untuk ulang tahun pernikahan kalian…” ucap Luke beramah tamah memberikan pelukan persahabatan untuk keduanya.
“Thanks sudah datang bro! Kau sendiri, Arga ada didalam dengan gadis kecil yang kau tolong itu, mereka berkencan sepertinya.”
Dada Luke merasa perih ia pun tersenyum, “Ya mungkin seperti itu.”
__ADS_1
“Nah itu mereka!” ujar Fabian antusias saat Arga dan Kiran datang.
Luke menggeser diri berdiri sejajar dengan Fabian dan istrinya, melihat penampilan Kiran dari atas hingga bawah, sebuah gaun indah membalut tubuh mungilnya, tampak simple tidak terlalu mencolok dan banyak aksen namun sangat cocok dengan dia yang masih sangat belia membuat dia semakin cantik terlihat.
“Hay man kau datang juga akhirnya, dari mana kau siang tadi?”
Luke enggan sekali berbicara dengan Arga lelaki ini seperti penjilat yang sangat memuakkan sekali. Luke hanya mengendikkan bahunya acuh enggan sekali berbicara dengan dia.
“Bagaimana dengan Dayana wanita itu, kau sudah menemukannya bukan?” Fabian memecah kecanggungan dia melihat Luke tidak suka atas kedatangan Arga terlihat mereka sedang dalam keadaan perang dingin.
Luke diam sejenak menarik nafas sebelum berbicara dan tidak ingin melihat pada wajah Kiran yang akan mebuatnya lemah, “Dia wanita itu sedang hamil. Hidupnya bahagia, lelaki yang membelinya itu bahkan membawa ayahnya juga namun meninggal saat mereka masih di hongkong. Dia menjadi satu-satunya wanita dan pemilik harta Luan Anthony, lelaki itu memperlakukan dia sangat baik. Semua sudah cukup jelas tidak ada yang perlu aku sesalkan dan membuatku merasa bersalah lagi sudah terlambat menolongnya saat itu, maka— aku akan segera pulang, tidak ada lagi yang perlu aku perjelas dan tunggu, ibuku merindukanku, aku merindukan kehidupan normalku…”
Luke terus berbicara Kiran melihat wajah lelaki itu begitu lirih, berbicara serius sekali, malang sekali dia segala perjuangannya membawa pada hasil yang seperti ini.
“Kau akan kembali?”
“Ya, aku akan kembali besok, thanks Ga, Kiran dan semua yang mungkin menemaniku disini.”
“Aku turut prihatin namun inilah yang terbaik Luke, ayolah bersenang-senang untuk malam terkhirmu di negara ini, jangan bersedih diacaraku aku mau semua bahagia menikmatinya.” Fabian menepuk pundak Luke membuat lelaki itu mencair dan benar tidak perlu merasa sedih inilah yang terbaik.
__ADS_1
Kiran sudah tidak sanggup berdiri disana, kakinya lemas sekali rasanya melihat kesedihan Luke, beberapa waktu kemarin ia menjadi tempat Luke bercerita, dipeluknya, rindu sekali dimana lelaki itu bersikap dengan manja meminta tidur dipahanya.
“Ga…aku mau pulang…” Bisik Kiran.
“Pulang? Kita belum makan.”
“Aku tidak ingin makan.”
“Duduklah disana dulu, aku akan ambilkan kau minuman dan beberap potong cake.” Arga menggandeng Kiran pergi dari rekan-rekannya itu.
Luke hanya bisa pasrah dan tersenyum melihatnya, berbahagialah little cat,maaf aku tidak pernah membuatmu bahagia dan terus membuatmu terluka, mata Luke berkaca-kaca ini menjadi sebuah hal terindah diperjalanan hidupnya mencintai seseorang yang ia kenal dalam waktu singkat dan dalam situasi memperjuangkan hal lain.
Bunny…bunyy…
Suara itu begitu jelas ditelinganya, mewarnai hari-harinya.
Langkahku terlalu jauh sampai disini, lalu sebuah masa yang singkat mempertemukan aku dengan bidadari itu, senyumannya mengaliri banyak warna dan cahaya dihidupku.
Aku memeluknya, menjadikan sesuatu yang entah bagaimana seperti vitamin yang selalu menguatkanku, menjadi seperti methafthamine yang membuatku candu namun ia menjadi sebuah hal yang fana tak mampu aku genggam hingga saatnya aku harus pergi dan melepaskan dia yang tidak ditakdirkan untukku….
__ADS_1
Aury Sashikirana I love you…