SOLD OUT (Selepas Kau Pergi)

SOLD OUT (Selepas Kau Pergi)
Bab : 45


__ADS_3

Kemarin menjadi hari paling bermakna dalam hidup Luke dia melewati semua hal yang bahkan tidak pernah sekalipun ia fikirkan dalam hidupnya, menyatukan perbedaan dirinya pada apa yang Kiran yakini, mengikuti segala prosesinya dan setiap tahapannya.


Maka hari ini menjadi hari yang mereka tunggu, sebuah pengikatan suci dihadapan keluarga dan keluarga Kiran akan berlangsung, dikediaman ibu Kiran tersebut.


Mungkin bagi Luke ini begitu asing saat dimana ia menjadi tontonan banyak orang, keluarga Kiran sangat mengerti akan Luke, mereka ingin ini semua cepat selesai sebab kerumunan orang-orang disana cukup sedikit meresahkan.


Sah…


Sah…


Sah…


Ucapan itu mengudara dalam sebuah keheningan, setelah pengucapan sebuah kalimat syarat makna dari mulut Luke, ia terdiam, dia melihat Kiran yang seketika menitikkan air mata. Semua orang disana juga terlihat begitu haru.


 “Aku sudah menikahi dia…” Kalimat itu Luke gumamkan dalam hati.


Dia menikah akhirnya? Sendirian  dan asing disana tidak menyurutkan rasa haru kepada Luke, ia mengusap wajahnya ikut merasa bersyukur, “Aku seorang suami saat ini, dia menjadi miliku dan tanggung jawabku penuh atasnya.”


Luke memegang sebuah cincin yang akan ia sematkan ke jemari Kiran sebagai symbol pengikatan, Luke seketika mengusap bulir bening di netra Kiran yang masih menangis, "Jangan menangis."


“Aku sedih bunny…kau benar menikahiku.”


“Tentu, mari melangkah bersamaku, melewati bersama semua hal didepan nanti.”

__ADS_1


Kiran menganggukkan kepalanya, “Ya, aku siap…” Sambut Kiran cincin yang Luke sematkan pada jemarinya kemudian Luke pun demikian. Luke mengambil tangan Kiran untuk ia kecup lalu mengecup didahinya.


“Kau salah bunny, harusnya tadi setelah selesai pembacaan akad aku menyalimimu dulu…” bisik Kiran.


“Seperti itu? Padahal aku baru saja akan mencium bibirmu.”


“Kau jangan gila ini dikampung bunny, jangan sampai tongkat kakek penghulu itu mengetuk kekepalamu.” Keduanya tertawa memklumi ini memang berbeda dengan yang ada di negara Luke.


Sebuah acara kembali dimulai, sedikit resepsi sederhana kembali berjalan, ibu dan nenek Kiran ingin ada sedikit acara agar keluarga atau orang terdekat mereka tahu bahwa Kiran memang sudah menikah, sebuah pelaminan lumayan megah menjadi tempat Kiran dan Luke duduk menyambuti tamu.


Gaun putih indah membalut tubuh kecil Kiran tersebut, dnegan Luke yang memakai sebuah setelan jas berwarna silver cukup membuat dia terlihat gagah dan tampan, kedunya terus mergandengan tangan, terus tersenyum diatas sana, begitu meraskaan kebahagiaan hari ini.


Luke menatap pada Kiran mendamba, polesan make up sederhana yang ia minta semakin mempercantik wajahnya,


“Kau cantik, ehmm tentang acara ini, sedikit bingung namun tidak terlalu beda acara internasional juga seperti ini, lalu itu kenapa mereka menyalimi amplop ke tangan nenek atau ibumu. Apakah mereka berdonasi?”


“Bukan donasi, itu  sebagian orang dinegaraku seperti itu, itu mungkin seperti hadiah, seperti itu, oh ya.... aku fikir kau akan kesulitan memakai celana hari ini.”


“Kau berharap aku memakai sarung lagi, ini sudah biasa saja ayah tirimu mengatakan zaman sekarang sudah lebih canggih, aku diberikan obat terbaik dalam hitungan jam sudah bisa kembali pulih hanya sedikit saja sisasakitnya.”


“Wow oh ya? Jangan dibahas itu menggelikan.”


“Kau yang bertanya.”

__ADS_1


“Aku penasaran bunny!”


Kemeriahan acara kian terasa, musik-musik dangdut mengudara meriah disana, tamu-tamu pun silih berganti datang dan menghampiri keduanya, tidak jarang beberapa orang mengabadikan foto mereka dan meminta berfoto bersama.


Tiba-tiba di pintu masuk orang-orang tampak berbisik-bisik ada sepasang tamu yang menjadi sorotan mereka, berpenampilan sangat mencolok dan berbeda, siapa lagi jika bukan Arga dan Elmira namun ternyata bukan hanya mereka berdua, disusul pula oieh paman dan bibi Luke, juga Fabian dan Mily yang membawa istri mereka masing-masing,


Arga segera menggerakkan tubuh saat mendengar suara musik dangdung disana, Elmira yang masuk segera menariknya, begitupun paman Luke sebagai orang yang humoris ia pun naik kesebuah panggung musik dangdut disana ingin mempersembahkan lagu untuk keponakannya itu.


Seketika suasana semakin hidup rekan-reka Luke yang hadir disana benar-benar menjadi sorotan yang mana mereka seketika berjoget dibawah pelaminan saat paman dari Luke mendendangkan sebuah lagu yang begitu hebohnya.


Luke yang hanya bisa mengajak serta ibu dan kerabat  dinegarnaya menyaksikan lewat video, kini terbayarkan dengan rekan-rekannya dinegara ini yang turut hadir.


“Turun!” Teriak Fabian kepada Luke dipelaminan.


Arga pun tertawa, “Dia sulit berjalan, ada yang ngilu, tidak berdaya dan teraniaya didalam celananya.”


“Oh ya aku lupa itu…” Fabian tergelak.


Namun itu salah mengikuti perkembangan zaman semuanya sudah lebih baik, Luke segera turun menggandeng Kiran untuk ikut turun bersama-rekannya itu. Tangannya membawa hati-hati Kiran untuk melangkah sebab tubuh Kiran terlalu kecil melebihi gaun yang ia kenakan.


“Kemarin aku menangisimu terseduh-seduh berfikir kita akan berakhir, aku sempat marah dan kesal pada Tuhan dan keadaan kenapa aku harus mengalami ini, nyatanya aku salah tidak pecaya akan keajaiban, dalam semalam semuanya bisa berubah, takdir berputar arah langkah kita melebihi apa yang aku harapkan, kau menikahiku dan aku akan berdampingan denganmu sepanjang hidupku…”


Kiran menatap wajah Luke yang merekahkan tawaannya, betapa Mengaliri rasa bahagia pada Kiran juga, “Semoga kau tidak salah langkah memilihku dan aku akan selalu bisa membahagiakanmu….Luxurious…”

__ADS_1


__ADS_2