SOLD OUT (Selepas Kau Pergi)

SOLD OUT (Selepas Kau Pergi)
Bab : 55


__ADS_3

Benar-benar tengah berada disebuah tepian jurang yang jaraknya mungkin kurang dari 7 meter, namun cukup aman dan memang dibatasi oleh sebuah pembatas tembok.


Hawa panas benar-benar sedang menjalari keduanya didalam mobil jeep Luke itu, Luke sudah menanamkan beberapa hal di otak Kiran, untuk nikmati, berteriak dan jangan berkomentar dan dia melalukan itu.


Tubuh kecil Kiran bergerak mengikuti arahan tangan Luke dipinggangny, bergerak pelan dan santai sebab Kiran masih belum terbiasa, lenguhan dan dèsahan mengudara disana, beruntung itu memang tempat sepi, dan akan ramai jika musim panas.


Rintik salju mulai menempeli kaca mobil, Kiran tidak terlalu polos, nyatanya sedikit saja dijelaskan dia bisa seperti ini, disentuh Luke bersuara sebab menikmati.


"Bunny--" Kiran terus menggelinjak merasakan seluruh tubuhnya tersetrumi rasa yang ia tidak mampu jelaskan.


Keduanya saling menatap mendamba, Luke pun semakin menggila, terus menjalari bibirnya diseluruh tubuh Kiran yang bisa ia jangkau, dengan Kiran yang mendominasi dan bergerak. Hal gila apa yang mereka fikirkan mereka benar-benar melakukan di mobil, Luke mengingat Sarla dan Morean dulu, bedanya dia dan Kiran sama-sama mau dan menikah.


"Bunny--"


"Sebentar tunggu..."


"Tunggu apa, aku seperti--"


"Aku tahu!" Luke yang menggebu kembali memagut Kiran yang berisik hingga Kiran rasakan sesuatu dibawah sana yang bagi dia adalah hal aneh tidak pernah ia rasakan, disusul Luke memperdalam dan melumât bibir Kiran kuat kemudian.


"I love you..."ucap Luke penuh kelembutan dibibir Kiran.


Luke merapikan pakaian Kiran kemudian, membiarkan istrinya memeluknya, "Aku ngantuk... "


Benar-benar secuek itu, tidak ada kesan yang Kiran utarakan apa lagi hal manis dari, Kiran benar-benar tidur berposisi memeluk Luke, menyandar pada dadanya.

__ADS_1


Luke merasa kesal, tapi ia juga ingin tertawa, seperti inilah Kiran, kapan ia memeluk dia akan lakukan, kapan dia mau mencium dia akan melalukan, jika merengek dia akan merengek seperti bayi, dan kali ini jangan larang dia juga saat dia ngantuk, semanis apapun ia tidak akan peduli.


Luke membiarkan posisi Kiran yang tidur seperti itu sejenak, sembari ia juga mengistirahatkan diri, "Lakukan apapun yang kau suka, bersikaplah seperti yang kau mau, mungkin aku tidak akan lihat lagi nanti saat dia tumbuh disana lalu lahir kedunia menyibukkan hari-hari kita."


"Hallo, kau dimana pasangan baru? Bercintà?" Tanya Morean dipanggilannya.


"Hemm ya di jurang."


Morean tertawa, "Kau sedang dijurang? Kau mau membuang dia? Haha apa yang kau lakukan disana, ku fikir kau sedang bercintâ dirumah, tidak ingin keluar?"


"Ya aku sedang bercintâ, lebih tepatnya baru selesai, benar ditepian jurang, nyalakan videomu!"


Luke segera menurunkan jendela mobil dan memperlihatkan view laut dan jurang dan terakhir adalah memperlihatkan Kiran yang tidur dipelukannya.


"Oh Shít, kau sakit jiwa!"


"Kita pulang sayang...."


Luke akan memindahi Kiran kebelakang tanpa membangunkannya, Kiran sedikit menggeliat dipindahkan kebelakang, segera Luke menutup pintu dan bergegas pulang. Tersenyum pada jalanan sembari membersihkan kaca mobil dengan wipernya.


"Dia bukan little cat tapi nàughty cat!" Lihat Luke Kiran kebelakang lagi.


Morean yang sedang bekerja mengumpati Luke, benar-bener tidak waras, ya dia beruntung mendapatkan Kiran, tidak sia-sia usahanya akhirnya mendapatkan istri yang bisa mengimbangi dia dan satu frekwensi, bisa dibawa pada sebuah hal yang mungkin hanya ada dalam ekspektasinya. Bersyukur mereka tidak menjodohkan Luke dengan sosok Molina yang pendiam dan si serius itu


...***...

__ADS_1


Beberapa jam berlalu Kiran terjaga, sisa kantuknya membuat ia tersadar, kenapa bisa kembali ke kamar.


Seketika ia merasakan kakinya mengganjal, "Bunnny!!" Luke mengikat Kiran di sofa merah, kedua kakinya terborgol dan kedua tangan dibiarkan bebas sebab borgol tangan sudah dirusak Luke, "Balas dendam!" Kiran tertawa, namun Luke tidak membuka pakaian Kiran dia malah diselimuti disana, "BUNNY!!!!"


Entah dimana Luke, kamar tampaknya kosong, Kiran enggan bangkit dari sofa, memilih berteriak saja mencari Luke.


"BUNNY!!!!"


Luke bergegas naik kekamar mendapati Kiran berteriak, lelaki yang baru saja selesai mandi segera masuk kedalam kamar.


"Berisik! kau bisa membukanya kenapa tidak membuka, aku hanya mengikat kakimu."


Kiran seketika duduk menepiskan kainnya, "Kenapa harus membukanya, kita kan belum mencobanya."


Luke benar-benar terperangah seperti mendapatkan semprotan kesegaran ditelinganya, "Kau sehat?"


Kiran melihat seluruh tubuhnya, "Entahlah..."


"Minumlah!" Luke segera mengambil air disebuah kulkas kecil dibawah sana, berjalan dan mengulurnya pada Kiran.


Kiran menyeringai lebar segera menarik tangan Luke, "Ayo kita coba."


"Ini benar kau bukan? Bukan setan penghuni jurang?"Luke terperangah. Segera membuka botol mineral dan mencipratkan airnya ke wajah Kiran.


Brrrrrrrr

__ADS_1


Tidak peduli perlakuan Luke, Kiran seketika tertawa dan menarik Luke menahan tengkuknya dan memagutnya dengan paksa.


"Haaaah!!" Luke dibuat tidak bernafas, Kiran sangat menggebu-gebu. Otaknya kebingungan mendapati sikap Kiran yang tidak seperti biasa.


__ADS_2