SOLD OUT (Selepas Kau Pergi)

SOLD OUT (Selepas Kau Pergi)
Bab : 60


__ADS_3

Lambaian tangan menghantarkan para tamu pulang, Kiran sangat bersyukur sekali dia di keliling orang-orang yang begitu mencintainya. Keluaga Rodriguez benar-benar memperlakukannya seperti keluarga. Bahkan rela meluangkan waktu mereka demi keinginan Kiran itu. Walau hasilnya tidak memuaskan namun cukup Kiran hargai semua itu sudah lebih dari cukup.


"Aku malu bunny-- mereka kerepotan karenaku."


Luke merengkuh pinggang sang istri mengajak naik, "Mereka bukan seperti orang lain, sudah seperti kakak dan adikku, semuanya bergantian."


"Kau ingin muntah?" Paham Luke atas semua hal yang terjadi.


"Menurutmu? Andai tadi tidak ada ibumu, aku sudah melemparmu, kau pintar sekali melarikam diri."


Luke sumringah, segera mengangkat tubuh sang istri, "Maafkan aku... aku tidak siap muntah-muntah cukup kau saja yang mengalaminya, jika berdua muntah dan sakit siapa yang akan mengurusi, kita naik?"


Kiran membiarkan suaminya itu menggendong naik, "Hemm, aku akan berapa lama mengalami ini, aku lelah sekali."


"Kau ingin berlibur? Kita akan pergi babymoon jika kau mau."


"Babymoon? Ini terlalu cepat bunny."


"Ada yang melarangnya? Aku akan ambil cuti untuk kita, kita bahkan tidak kemanapun setelah menikah."


"Kau menghamiliku, harusnya berbulan madu dulu."


"Kau ingin tunggu berapa lama untuk mempunyai anak, usiaku sudah tua-- kau ingin suatu hari membuat anak kita bingung, yang mana ayahku, yang mana kakekku?"


"Kau berlebihan bunny, tidak seperti itu juga kali."


Luke meletakkan Kira Disofa ia segera membaringkannya disana, "Aku akan urusi keberangkatan kita, aku akan mengajakmu pergi ke Paris, tidak terlalu jauh."


"Paris bunny? Kau akan mengajakku kesana?"


"Kenapa? Terlalu dekat ya?"


Senyuman Kiran mengembang dengan sempurna, "Bunny-- tidak bukan seperti itu, aku tidak pernah membayangkan akan pergi kesana, dahulu bahkan untuk ke Jakarta dari kampungku itu sebuah hal yang besar bagiku."


"Ini bukan apapun, Paris hanya dua jam dari sini, kau ingin menonton? Aku nyalakan televisinya, aku akan segera mengurusi semuanya."


Luke memberikan Kiran selimut berbulu favoritnya segera pergi keruangan kerja, sudah dari lama dia ingin membawa Kiran pergi berjalan-jalan namun beberapa waktu lalu dia sedikit sibuk bekerja setelah cuti panjangnya ke beberapa negara.


...***...


Paris, Perancis.


Kiran bersorak gembira saat baru saja tiba, bagi Luke ini sebuah hal yang biasa karena terlalu dekat namun bagi Kiran ini adalah luar biasa.

__ADS_1


"Lain kali kita akan main yang jauh, karena kau hamil kita kesini saja."


Kiran berkaca-kaca melihat menara itu tepat dihadapannya dengan jarak yang tidak terlalu jauh, "Bunny aku ke Paris, aku kesini... bunny menara itu!" Kiran mengusap air mata yang meleleh dipipinya, deraian air mata itu lolos begitu saja, "Kau tahu anak dari keluarga kurang mampu sepertiku tidak pernah membayangkan hal ini, ibuku hanyalah seorang tukang masak disebuah rumah makan, dan nenekku adalah tukang bersih kebun orang, upah tidak seberapa mereka itulah yang menghidupkan aku dan Bima."


Bibir Luke melengkungkan senyuman tipis, membawa Kiran mendekat mengusap air mata dipipinya, "Mungkin kata Tuhan kau anak baik, kau lebih pantas mendapatkannya dari pada hanya memimpikannya..."


Kiran memeluk sang suami seketika, "Kau terlalu banyak memberikanku hal yang tidak terduga bunny ... terimkasih..." Suara tangisan Kiran samar tenggelam didada Luke, tidak henti Lule kecupi puncak kepalanya.


"Aku membawamu untuk berasenang-senang bukan meratapi kesedihan, kau ingin pulang saja?"


Kiran memukul pundak Luke, "Tidak, aku ingin berkeliling..."


"Ayoo!" Sambut Luke tanga Kiran menggandenganya berjalan, mereka tiba disana siang hari Luke sengaja agar Kiran lebih bisa menikmati perjalanan tanpa harus muntah-muntah seperti di pagi hari.


Mereka berhenti ditaman dan Kiran meminta Luke mengabadikan fotonya juga foto mereka berdua, Kiran berjalan-jalan kecil kegirangan sungguh ia bahagia sekali.


"Kau ingin naik ke menara?"


"Antre?"


"Jika kau mau kita bisa naik untuk makan di restoran , lewat jalur khusus, ada seseorang yang aku kenal disana bisa membantu."


Kiran menggeleng mengambil lagi tangan Luke, "Aku ingin berkeliling bunny, digandeng olehmu, akan aku ceritakan pada anak kita, ayahnya memberikan ibunya semua yang sangat indah diluar ekpektasiku, ayo kesana!"


Luke mengulum senyum, hanya seperti ini saja dia sudah sangat bahagia, "Itu Palais de Chaillat, itu sungai Seine, kau akan kemana dulu..."


Luke merapikan syal yang Kiran kenakan, "Kau tidak ingin makan atau minum sesuatu?" Mereka mulai berkeliling kawasan taman dimenara Eiffel.


"Tidak, aku masih kenyang, bunny kita akan menyebrangi sungai itu, lihat kenapa ramai sekali orang disana."


"Sungai Seine, dan menara Eiffel sering dijadikan latar untuk foto prawedding."


"Aku mau bunny, aku mau... ayo kita berfoto disana juga," Kiran terus menariki tangan Luke tawanya mengaliri kebahagian untuk Luke, ia mengikuti Kiran yang terus menariknya.


Selepas dia pergi lalu kau dihantarkan kepadaku, sebagai hadiah yang lebih indah lebih dari yang aku mau, My little cat--Aury Sakirana.


Beberapa foto mesra keduanya terabadikan, Luke meminta seseorang pengunjung, memotret mereka. Sungguh terpencar kebahagiaan itu pada air muka Kiran ia terus melebarkan tawaanya.


Tidak lama berhenti dijembatan sungai Seine mereka berjalan-jalan lagi, melewati Notre-Dame de Paris sebuah katedral yang sangat terkenal disana lalu berakhir di Musee du Louvre s sebuah Piramida kaca yang sangat indah.


Kiran begitu sangat manja, dia adalah orang yang suka sekali memeluk, Luke ditempat umum, hamil membuat dia semakin suka menempel, memeluk dan ingin selalu dipeluk.


__ADS_1


"Bunny--" Kiran memberhentikan langkahnya tiba-tiba, ia mendapati sebuah panggilan.


"Siapa?"


"Sarla-- Bunny, Summer sudah melahirkan, wah senang sekali." Antusias Kiran melihat kiriman Sarla kepadany.


"Oh ya, mana?"


Kiran menunjukkan ponselnya, 2 bayi lelaki terlahir selamat dan tampak sehat disana, Luke seketika tertawa. "Tampan mirip Juless dan Summy, hemm hadiahku sudah siap untuk mereka."


"Kau sudah menyiapkan hadiah, apa itu?"


"2 buah mobil truck pasir, Moran menyiapkan tambahannya yang ditempah khusus--"


Kiran berkerut dahi, "Truck pasir? untuk apa, mereka terlalu bayi, mobil-mobilannya akan rusak sebelum besar."


"Tidak mungkin, Ayahnya sekalipun yang memainkan tidak mungkin rusak."


"Maksudmu? Jangan bilang kau akan memberikan truck pasir sungguhan."


"Tentu saja, yang sungguhan itu lebih baik tidak akan rusak dan awet sepanjang masa, halaman belakang Rodriguez house akan menjadi area bermain mereka."


"BUNNY--KALIAN SAKIT JIWA!" Teriak Kiran kemudian saat Sarla mengirimkan foto lagi tentang suaminya yang membelikan anak Juless beberapa buah sekop, cangkul, hingga gerobak dorong yang didesain khusus sebagai aksesories tambahan truck pasir yang akan Luke hadiahkan.




...TAMAT...


Extra part InsyaAllah gak janji


Info : Hi Assalamualaikum.


guys maaf bangeeeeeeet😭..sebelumnya.


Seperti yang kalian tahu aku selalu nulis di sini biar kata nulis di tempat berbayar sekalipun, aku cinta pf ini 😭.


Tapi tahun depan mungkin aku akan izin hiatus, aku hanya akan nulis 1 PF aja, selain udah capek kemana-mana aku juga dapat tawaran jadi penulis tetap.


Berat guys, jangan kira gampang pergi gitu aja 😭 hati tu dah nyangkut disini biar kata ga sesuai hasil tapi aku bahagia sama comment dan support kalian.


tapi ya hidup ga gini2 aja kan... dan aku makin tua, semakin butuh sesuatu yang menjamin kejelasan jadi aku terima kontrak sementara di platform ungu **3***/ìNoveL.

__ADS_1


Jika kalian kangen aku bisa kesana cari nama aku Tris rahmawati atau cuap2 di IG ngobrol bareng aku. @Trisrahmawati 😭


Peluk sayang dari aku, maaf jika aku ada salah-salah kata 😭 terimakasih banyak.


__ADS_2