
randy tampak bimbang, di terus bolak balik di dalam kamar. dia putuskan untuk menelpon rose.
kriing...kriiing...
hp rose berbunyi, rose melihat nama randy di layar. dia mengangkatnya di dering ketiga.
hallo ran,
hai rose, belum tidur?
menurutmu? apa bisa orang tidur mengangkat telepon.
randy hanya tersenyum, dia membayangkan ekspresi wajah rose saat ini. entah mengapa mengganggu rose seperti kebiasaan baru baginya.
menurut ku kamu sudah tidur, tapi terbangun karena aku menelpon mu, karena senangnya kamu langsung mengangkat telpon ku. (jawab randy)
kenapa kadar percaya dirimu begitu tinggi ya ran?
hahaha..... randy tertawa
ada apa kamu menelpon ku? (tanya rose)
randy hampir lupa tujuannya menelpon rose,
emm... aku mau bertanya sesuatu, tapi kamu janji tidak boleh ngambek ya, (randy memperingatkan sebelum bertanya)
rose hanya menjawab hemm...
apa itu hemm...? (tanya randy) iya aku tidak akan ngambek, memang apa yang ingin kamu tanyakan?
tadi itu rumah siapa? (tanya randy)
rumah????
iya rumah murid mu.
owgh, itu rumah murid ku, kenapa?
ya siapa dia?
dia siapa?
randy sedikit frustasi, dia bingung, bagaimana bertanya dengan rose.
sebenernya apa yang ingin kamu tanyakan ran?
tidak jadi.
ya sudah, aku ngantuk ran, aku mau tidur.
oke, selamat tidur, ... rose,
hemm....
tadi itu rumah siapa? sepertinya aku mengenal - - - randy menggantung kata-katanya
itu rumah murid ku, namanya jenny. apa kamu mengenalnya? jangan-jangan kamu suka anak di bawah umur ya ran??
randy terkejut bukan main mendengar asumsi rose.
tapi dia juga senang, menurutnya rose sedang cemburu, padahal tidak sama sekali.
aku masih pria normal rose, dari pada aku sama anak ingusan, lebih baik aku dengan mu saja.
tiba-tiba tidak ada suara, hening sebentar.
hahaha.... rose tertawa terbahak-bahak, ran kamu tidak salah minum obat kan?
ngomong kok ngelantur, udah ahh tidur sana, biar besok bangun seger dan sudah sadar.
______------______
sudah dua hari randy meninggalkan tanah air, dua hari juga tidak ada yang mengganggu rose. tapi entah mengapa rose merindukan godaan randy, mungkin selama ini dia sudah terbiasa akan sikap randy.
sore ini rose sedang di rumah rendra, seperti biasa dia membantu jenny belajar. hampir setiap hari rendra selalu bertemu rose, dan setiap hari pula dia salah tingkah di depan rose. untuk menutupi kegugupan saat bersama rose ada saja ulah yang dibuat rendra, dan akan berujung pada perdebatan mereka yang tampak seperti anak kecil berebut mainan.
miss sakit ya? (tanya jenny)
tidak, kenapa jen? (rose memeriksa dirinya)
miss tampak pucat, bagimana kalau malam ini miss menginap saja di sini? (tawar jen)
tidak perlu jen, miss baik-baik saja. baiklah, sudah waktunya miss pulang, sampai jumpa besok, oke.
rendra khawatir dengan keadaan rose. biar aku yang mengantar kamu.
tidak perlu mas, kan ada supir mu.
menurut saja, aku tidak mau terjadi sesuatu padamu.
*(apa aku tidak salah dengar, cowok menyebalkan ini mengkhawatirkan ku)*
gak usah Ge er, aku hanya tidak mau besok kamu bolos, tidak datang mengajari jenny.
*sekali menyebalkan, tetap menyebalkan (grutu rose dalam hati)*
diperjalanan rendra melihat rose tertidur, dia memandangi wajah rose yang begitu damai dalam tidurnya.
saat sudah sampai apartemen rendra tidak tega membangunkan rose, tidurnya lelap sekali, terlihat damai, dan cantik. yah.. rose selalu terlihat cantik bagaimana pun kondisinya.
rendra putuskan untuk menggendong rose, dia sudah keluar mobil, membuka pintu mobil penumpang, menaruh tangan kirinya di bawah kaki rose, dan tangan kan di bawah pundak rose, lalu mengangkatnya.
saat lift terbuka rendra segera masuk dan memencet tombol lantai menuju apartemen rose.
baru naik satu lantai, tubuh rose menggeliat, membuat rendra sedikit kesusahan menahan tubuh rose.
__ADS_1
*diamlah jangan menggeliat begitu, kau membuatku tidak nyaman*
perlahan rose membuka mata, mengngkat kedua tangan ke atas layaknya orang bangun dari tidur panjang. tapi ketika membuka matanya, rose tampak terkejut yang dilihatnya wajah rendra yang begitu dekat, mereka saling menatap dan membulatkan matanya.
rose sadar bahwa dia di dalam gengongan rendra, segera ia memberi isyarat untuk di turunkan dari gendongan rendra.
kenapa mas gendong aku?
kamu tertidur, aku bangunin gak bangun juga, terpaksa aku gendong, memangnya aku harus menunggu mu bangun sampai pagi? aku tidak mau tidur di mobil. lagi pula kamu berat tau. (rendra menjelaskan dengan sinis, untuk menutupi kegugupan karena ketahuan menggendong rose tanpa ijin.)
siapa juga yang mau tidur di mobil mu sampai pagi, badan ku bisa sakit semua (jawab rose tidak mau kalah sinis).
______------______
amel sedang menonton tv dan memakan camilan yang begitu banyak. dia melirik rose yang baru datang.
kenapa itu muka? (tanya amel pada rose)
memangnya kenapa muka ku? (rose balik bertanya karena bingung) dia menuju kamar hendak bercermin, amel berteriak tapi tetap fokus ke televisi "muka lu pucet....."
rose melihat cermin, *iya ya, muka ku pucat, pdahal aku sudah makan tadi, memang badan agak lemes sih, ahhh... mungkin hanya kecapean*
rose ke dapur hendak mengambil minum, tiba-tiba pengelihatannya kabur, dan dia langsung jatuh pingsan. amel yang melihat itu panik, dan langsung membawa rose ke rumah sakit.
saat sampai di rumah sakit, robin melihat rose, dengan sigap dia menghampiri amel dan betanya ada apa. amel menjelaskan rose tiba-tiba pingsan.
rose sudah d ruang rawat, tangannya sudah di infus.
dok apa teman saya baik-baik saja? (tanya amel pada robin, yang kebetulan menangani rose)
teman mu baik-baik saja, dia hanya kelelahan. apa kamu sudah menghubungi keluarganya? (tanya robin)
emm.. belum dok, keluarganya tidak di sini, di kota lain. rose di sini tinggal bersama saya, kami satu kantor. (amel menjelaskan, mulutnya terus saja mengoceh, tapi matanya terus menatap robin)
*ya ampun dok, kok ganteng banget, butuh pacar gak? aku siap lho... (teriak amel dalam hati)*
terimakasih dok.
______-------______
amel sudah mengurus surat izin rose di kantor. teman-teman kerjanya akan menjenguk siang ini.
rose izin sekitar tiga hari, jadi dia memiliki waktu istirahat yang cukup.
saat bangun rose bingung mengapa dia berada di rumah sakit, padahal rose benci sekali dengan rumah sakit. dia berfikir semalam masih di rumah, dan saat di dapur dia jatuh setelah itu dia tidak ingat lagi.
dia melihat selang infusan yg mengantung, dan tangannya yg tertusuk jarum infus.
rose hendak mencopot jarum infus yang terpasang di tangannya, tiba-tiba pintu terbuka, dia menatap ke arah pintu dan melihat sosok robin berdiri di sana dengan jas dokter dan tetoskop menggantung di leher.
apa yang ingin kamu lakukan? kamu mau mencopot jarum infus itu? (tanya robin pada rose)
rose gelagapan dengan pertanyaan robin.
e..aa.. ini terasa sakit dan gatal, aku hanya tidak tahan.
rose tidak percaya dengan apa yang ia dengar, robin tidak marah karena tindakannya.
jika kamu melepaskan ini secara paksa, maka darah kamu akan terus keluar. (robin menjelaskan)
rose hanya mengganguk, setelah robin mencopot selang infus, dia memberi perban pada lengan rose.
lebih baik sekarang? (tanya robin)
rose menganguk lagi.
*rose bertanya-tanya apa robin mengenalinya*
kenapa kamu hanya diam, apa saya menyakiti mu? (tanya robin)
ti...tidak dokter, (jawab rose gugup)
dok, apa dokter mengenal saya? (tanya rose tidak yakin)
tentu (jawab robin)
rose sudah terlihat senang karena robin mengingatnya, tapi dengan sekejap rasa senang hilang ketika robin mengatakan bahwa dia tentu tau rose adalah pasiennya.
rose kecewa karena robin tidak mengenalinya.
*apa wajah ku berubah sehingga dia tidak mengenali ku??*
robin melihat perubahan wajah rose, dia tersenyum karena berhasil mengerjai rose.
kamu rose, rose wijaya khusumah.
adik kelas ku waktu SMP.
rose kaget mendengar kata-kata robin, rose begitu senang mendengarnya.
senyum lebar pun menghiasi wajah rose.
robin sangat terpana melihat senyuman rose, senyuman yang sangat di rindukan, senyuman yang telah hilang dari hidupnya karena takdir.
jadi kakak mengingatku? kenapa tadi pura-pura (tanya rose manja sambil ngambek seperti anak kecil)
robin hanya menjawab dengan senyuman, dan ia mengelus kepala rose dengan sayang.
bagaiman dengan mu? apa kamu masih mengenali ku? (tanya robin)
tentu saja, bahkan saat pertemuan di seminar aku sudah mengenali kak robin. tapi kakak yang tidak mengenali ku, padahal kita berpapasan saat itu. (jawab rose antusias)
robin lagi-lagi tersenyum.
suster mengetuk pintu, dan masuk membawa makan siang rose. silahkan dimakan nona rose, semoga lekas sembuh. suster itu meninggalkan rose dan keluar ruangan, tapi sebelumnya dia tidak lupa memberi senyuman menggoda kepada dokter robin.
__ADS_1
rose melihat hal itu, robin hanya membalas sopan.
ehem..mm sepertinya ada cinlok nih, tiba-tiba rose meledek robin.
kenapa? kamu cemburu? (tanya robin, sambil tersenyum memiringkan kepalanya)
ahaha... rose tertawa, kak robin ini lucu, mana mungkin aku cemburu. aku kan adik kak robin.
deg... robin langsung terdiam. (selama ini kamu hanya menganggapku kakak, tidak apa, yang penting aku bisa berada di dekat mu lagi, dan tidak akan ku biarkan kamu lepas lagi).
sekarang habiskan makanan mu (perintah robin sambil meletakkan nampan berisi makanan diranjang rose). nanti saja aku makannya kak, aku belum lapar (tolak rose) kamu harus makan, kalau tidak makan bagaimana kamu bisa lekas pulih.
rose masih tidak menyentuh makannya, robin mengambil mangkuk yang beisi bubur dan menyuapi rose, a... buka mulutnya kereta mau masuk (goda robin) rose tersenyum dan membuka lebar mulutnya, happ... robin terus menyuapi rose tanpa segan sampai makanan itu habis.
selesai makan robin memberikan obat dan air untuk rose minum. rose meminum tanpa menolak.
robin mengelap mulut rose yang belepotan sisa makanan dengan tisu. rose tesipu dengan tindakan robin. tapi rose senang di perhatikan.
terimakasih kak.
sama-sama, robin kembali mengelus kepala rose dengan lembut, cepat sehat ya.
kakak pergi dulu, mau periksa pasien lain.
______------______
teman-teman rose datang menjenguk rose, mereka membuat sedikit keributan di ruangan itu. untung saja rose di kamar vvip sehingga tidk ada pasien lain.
tinggal amel yang menemani rose, teman-teman yang lain sudah kembali ke kantor.
kok kamu gak balik ke kantor mel? (tanya rose)
nanti setengah jam lagi, lagian tadi gue udah ijin kok.
gue juga udah urus ijin lu di kantor buat tiga hari.
makasih ya mel, kamu memang sahabat ter..baik.
amel hanya tersenyum geli melihat shabatnya itu.
rose kok lu bisa pingsan? tiba-tiba amel bertanya.
aku juga gak tau mel, mungkin kecapean.
oya, kantong lu gak jebol nih bayar rumah sakit. secara kamar yang lu tempatin semalemnya aja mahal banget rose.
kok kamu malah nanya aku mel, kan kamu yang bawa aku ke rumah sakit. harusnya aku yang tanya kenapa kamu nempatin aku di kamar vvip begini????
mana aku tiga hari di sini, gaji ku dua bulan bisa habis ini mel buat bayar kamar doang. (rose masih dengan kebingungan dan kekesalannya)
gue juga gak tau rose, gue minta kamar yang biasa aja kok. malah di kasih vvip (amel sama tidak kalah bingungnya). nanti gue tanya ke admin ya.
aku mending pulang aja mel, lagian kayak gini doang istirahat di rumah juga sembuh, ngapain aku nginep di rumah sakit kayak gini. (jelas rose)
______------______
selesai makan malam rose membuka hp, ada beberapa chat dari rendra, ad satu chat dari randy.
- kamu tidak datang hari ini?
kenapa kamu belum datang juga?
- jen menunggu mu.
kamu masih marah karena kemarin?
- kalau tidak mau datang, tidak perlu datang lagi.
aku akan memotong gajimu.
- rose dimana kamu?
rose apa kamu baik-baik saja? -rendra-
*cowok ini kenapa sih? bahkan di WhatsApp pun masih bisa mengancam ku (gerutu rose)*
"maafkan aku mas, aku sedang sakit jadi tidak bisa datang hari ini. maaf terlambat mengabari. mas boleh memotong gaji ku. -rose-
apa kabar bidadari cantik? -randy-
aku baik, kamu? gimana kerjaan kamu lancar. -rose-
kring....kring....
rendra menelon rose, ya mas,
kamu sakit apa? apa kamu sudah ke dokter? sudah minum obat? jangan lupa makan. (rendra terus bertanya karena kehawatirannya)
mas, aku baik-baik saja, hanya kecapean, besok juga aku sudah bisa pulang.
jadi kamu di rawat rose? dimana kamu di rawat?
di RS. xxxx
rose menutup mulutnya dengan tangan, karena baru sadar dia tidak sengaja bicara kebenaran.
tunggu aku di sana. rendra memutuskan sambungan teleponnya.
rose heran medengar rendra yang sebegitu khawatirnya. entah mengapa rose tersenyum dan merasa senang dengan sikap rendra.
______------______
__ADS_1
rose gelisah sendirian di kamar rumah sakit. dia benar-benar takut sendirian apa lagi di rumah sakit. dia sudah menelpon amel, tapi hp sahabatnya itu tidak aktif. rose sudah hendak ke luar kamar, saat dia membuka pintu, dia berhadapan dengan laki-laki yang sudah berdiri di depan pintu.
rose kaget, tanganya gemetar, dia kira ada hantu yang mengikutinya.