Strange Fate

Strange Fate
BAB 9. Bertemu


__ADS_3

Tanpa randy sadari bahwa dirinya sedang cemburu saat ini. melihat rose diantar pulang oleh rendra, apalagi ini hari libur. emosi sudah merasuki hati dan pikiran randy saat ini. ingin sekali dia menemui rendra dan menghajar hingga bebak belur.


sadar ran, sadar.. dia sahabat gue.


(randy masih terus berfikir)


randy sudah berusaha untuk menahan diri.


kenapa gue ngerasa geram melihat mereka, apa gue cemburu rose dekat dengan rendra? atau memang ada hubungan antara mereka.


randy menonjok udara di depannya dengan tangan yang sudah terkepal.


gue harus cari tahu ada apa sebenarnya, tapi jenny pernah bilang rendra naksir cewek, apa cewek itu rose.??? ahhh gak..gak... gk boleh.


(randy berusaha menghilangkan pikiran buruknya)


______------______


mel hari ini ada seminar di hotel zzz. kamu temenin aku ya..


gak bisa rose, gue mau ke sekolah xxx, lu pergi sendiri aja ya. (amel memberi alasan)


yahh.. mel males banget aku sendirian, kan ini seminarnya di bayarin kantor mel, buat dua orang, masa aku datang sendirian. (masih membujuk amel)


lu ajak yang lain aja rose.


rose menyun karena amel tidak bisa menemani.


rose pun pergi sendiri ke seminar itu.


ditengah-tengah acara ada seseorang memasuki ruangan, rose masih tidak menyadari keberadaan orang itu. orang itu tidak lain kakak kelas rose sewaktu SMP.


saat itu rose kelas satu dan robin kelas tiga, robin sering membantu rose. sejak itu robin seperti menjadi pahlawan bagi rose, mereka juga sesekali pulang bersama karena arah rumah mereka sejalan. rose seperti menemukan sosok kakak laki-laki yang baik dalam diri robin.


namun sejak hari kelulusan, rose tidak pernah bertemu dengannya lagi hingga hari ini.


apa yang dia lakukan disini? (rose bertanya-tanya dalam hati)


perkenalkan ini dokter Robin, beliau sebagai salah satu narasumber kita. (jelas mc memperkenalkan)


sepanjang acara seminar, rose terkesima dengan robin, dia tidak menyangka kakak kelasnya itu menjadi seorang dokter yang pintar dan kharismatik. tanpa rose sadari robin juga memperhatikannya, maklum rose agak gak peka kalau sama cowok.


______------______


_Robin Donatello Braham_


Dokter lulusan terbaik di universitas negeri ini. dia juga seorang psikolog, sekarang sedang mengambil spesialis bedah. dia anak tunggal dari pemilik rumah sakit ternama dan terbesar di negeri ini.


paras yang tampan, badan yang tegap dan kotak-kotak, kulit yang coklat matang. dilihat dari luar dia merupakan ciptaan yang sempurna tanpa cela.


Robin terkenal ramah dan sikap yang hangat kepada semua pasiennya. "hanya pasien ya..." di luar profesinya robin menyimpan rahasia besar tentang dirinya. rasa sakit, arogan, prosesif, kejam, dan sisi gelap, semua tidak ada yang tahu, bahkan kedua orang tuanya.


______------______


Acara seminar sudah selesai, tapi rose masih di dalam ruangan, iya membuka hp dan mengecek ada pesan serta email yang masuk, karena sepanjang acara dia tidak membuka hp sama sekali.


_WhatsApp_


hai rose, sibuk tidak? bisa bertemu setelah pulang kerja? aku akan menjemput mu. -randy-


rose tidak langsung membalas wa randy. dia masih mengingat perdebatan kemarin saat di apartemen. walau randy sudah meminta maaf. tapi entah mengapa rose sedikit merasa tidak enak dengannya.


apa sikap ku tidak baik ya dengan randy? (pikir rose)


habis setiap dekat dia entah kenapa rasanya emosi terus. belum lagi kalau dia mulai membuka mulutnya, bikin malas saja. setiap saat selalu mengganggu ku.


tapi sepertinya aku memang agak terlalu judes sih sama dia, kasihan juga.


_WhatsApp_

__ADS_1


baiklah, tapi aku tidak bisa lama, aku harus memberi pelajaran tambahan untuk murid ku -rose-


rose melihat jam tangannya, pukul 3 sore. sebenarnya dia tidak perlu kembali ke kantor, karena setelah ini dia bisa langsung pulang. tapi sudah terlanjur janji dengan randy. "ya sudah lah kembali ke kantor saja".


saat hendak keluar ruangan seminar rose berpapasan dengan robin, tapi robin tidak menyapanya. rose berhenti sejenak, berfikir apa mungkin robin tidak mengenalinya. rose mengangkat kedua bahunya.


______------______


*akhirnya aku bertemu kamu, setelah sekian lama. kamu sudah tumbuh dewasa dan sangat cantik. apa takdir akan mempermainkan ku lagi ?? tapi sekalipun demikian aku tidak akan tinggal diam. aku akan melawan takdir untuk mu* -robin-


robin sengaja tidak menegur rose saat bepapasan tadi, dia hanya ingin melihat reaksi wanita itu. tapi di luar dugaan ternyata rose tidak menyapanya. robin berfikir mungkin rose tidak mengenalinya.


______------______


amel......, rose memanggil amel dengan berteriak dan mengagetkan. gilee... itu suara apa toak sih, ngapain sih lu teriak rose, gue budeg nanti gara-gara lu.


rose tertawa. mel, kamu yakin tidak mau bertanya bagaimana seminar ku? ya ampun rose, lu kenapa? ngapain juga gue nanyain seminar, gak penting.


yakin mel....?????


(amel befikir, ada apa dengan sahabatnya ini, pasti ada yang menarik, kalau tidak mana mungkin sahabatnya yang cuek ini bersikap seperti itu, minta di tanya pula, bukan rose yang biasanya)


emmm.. emang ada apa di seminar? (amel mulai kepo)


kata kamu tidak penting. (jawab rose)


ya udah kalau gak mau kasih tau (amel pura-pura ngambek). rose tersenyum karena berhasil mengerjain sahabatnya itu.


kamu pasti nyesel tadi gak ikut aku seminar mel. ada cowok tampan mel. (aaa... sejak kapan rose mulai tertarik ngomongin cowok, asli kesambet ni anak)


dia seorang dokter mel, tutur katanya sopan, orangnya pintar, yang lebih penting aku mengenalnya mel. (amel masih melongo melihat ke arah rose masih memperhatikan rose dengan seksama)


kamu tahu mel, dia dulu adalah kakak kelas ku waktu di SMP, dia seperti pahlawan mel, setiap ada yang mengganggu ku dia selalu membela ku, setiap aku kesusahan dia juga membantu ku. coba kakak ku masih hidup ya mel, pasti seperti itu kan mel, bakal jagain aku.


amel maju mendekati rose, berhenti tepat di depan wajahnya, dia menempelkan telapak tangannya ke dahi rose, lalu memegang dahinya sendiri. (normal, sama)


woyyy.. apaan sih mel. aku gak sakit mel. (protes rose dengan perlakuan amel). lu yakin sehat rose?


cup.. (mencium pipi amel) dadah amel.


amel tambah bengong, kemudian duduk termenung di kursinya. dia masih khawatir dengan rose sekaligus bingung.


tadi dia bilang apa????? (amel baru sadar) barusan dia bicara tentang cowok siapa tadi namanya?? dokter??? dan tadi dia bilang di jemput randy???? (amel makin pusing memikirkan sahabatnya itu)


______------______


mau kemana kita ran?


kamu mau nya kemana?


lah, ditanya malah nanya balik ran.


hehehe.... aku ikutin kamu aja.


tapi kan kamu yang ngajak aku ran.


makan, gimana?


makan apa?


apapun yang kamu suka.


rose tampak berfikir, (dia sudah berjanji pada dirinya akan bersikap baik dengan randy)


gimana kalau kita makan ketoprak?


oke, dimana? kamu yang pilih ya tempatnya.


mereka pun pergi makan ketoprak.

__ADS_1


ran nanti kamu bisa antar aku ke rumah murid ku kan? murid?? (tanya randy) iya, kan tadi aku sudah bilang aku mau memberi pelajaran tambahan untuk murid ku. (jelas rose)


siap bidadari cantik ku. (jawab randy cepat)


(lagi-lagi gombal)


kok manyun? (tanya randy)


sebel, habis kamu gombal terus.


masa? kapan?


barusan apa ran (jawab amel sudah emosi)


hehehe, maaf, tadi itu spontan. tapi kan aku hanya bicara sesuai kenyataan.


rose mengerutkan dahinya.


benar kan, kamu itu seperti bidadari dan cantik (jelas randy).


entah mengapa amel jadi tersipu malu mendengar kata-kata randy.


randy tersenyum bahagia melihat rose.


aku akan ke luar negeri besok, ada kerjaan di sana yang harus ku selesaikan. mungkin aku akan pergi selama sebulan. (randy menjelaskan)


kemana? (tanya rose)


kamu mau ikut? (randy balik bertanya)


PeDe kamu, aku tanya kamu mau kemana? bukan berarti aku mau ikut, siapa juga yang mau ikut, kurang kerjaan apa aku. (protes rose)


haha.. randy tertawa. kalau begitu kamu jangan rindu ya, karena rindu itu berat. biar aku saja yang menahan rindu (randy mengutip kata-kata)


rose menepuk jidatnya, dia geleng-geleng mendengar ucapan randy. tapi kemudian mereka tertawa bersama.


kamu yakin gak bakal kangen sama aku? (tanya randy dan kini sambil menatap rose)


gak 100%. (jawab rose). yakin....!!!!(tanya randy lagi)


iyaa.......!!!!! (jawab rose mengikuti gaya randy)


______------______


dari kejauhan ada yang memperhatikan rose dan randy yang sedang makan ketoprak. dia adalah robin.


robin tampak geram, hatinya begitu marah melihat rose tertawa bersama laki-laki itu. ingin rasanya ia membuat laki-laki itu menghilang dari dunia ini.


robin sudah mengikuti rose semenjak rose keluar dari ruang seminar. robin mengambil teleponnya. *~aku ingin kau mencari tahu tentang seseorang, lakukan dengan cepat, atau kau tahu akibatnya~*


robin mengakhiri panggilannya. dia meninggalkan tempat itu.


______------______


randy bingung, saat ini ia berada di depan rumah yang sangat dia kenal, yah.. rumah rendra.


ran, trims ya. udah teraktir aku makan, nganterin aku juga. rose turun dari mobil randy. bye.... ran.


randy hanya menjawab dengan senyuman.


di balik jendela rendra memperhatikan rose, dia tahu dengan jelas mobil yang mengantar rose adalah mobil randy. sama seperti randy, rendra pun bertanya-tanya ada apa antara randy dan rose.


jenny berdiri di belakang rendra.


ciee... kakak ngapain? diem-diem merhatiin miss rose ya. rendra hanya melirik jenny sebentar lantas kembali menatap ke luar jendela.


sepertinya kakak punya saingan, kalau tidak cepat nanti miss rose akan jadi milik kak andy, dan kakak akan menyesal (jenny menyindir rendra telak)


rendra melihat jenny dengan tatapan tajam, tapi tidak menanggapi jenny, dia memilih kembali ke kamarnya

__ADS_1


di jalan pulang randy terus berfikir tentang rose dan rendra. dia masih tidak bisa menghilangkan keraguan dalam hatinya. untuk memastikan nanti malam gue akan telepon rose.


__ADS_2