Strange Fate

Strange Fate
BAB 23. RobiN PerGi


__ADS_3

amel terus saja bertanya, yang membuat rose malas untuk menjawab semua pertanyaan amel.


karena rose tidak mau membuka mulutnya, akhirnya amel berhenti sejenak, tapi belum menyerah.


jangan-jangan lu belum ngapa-ngapain ya rose?


(selidk amel)


rose hanya menggerakan bahu nya naik turun.


apa.....aaaaa lu serius rose??


jadi dia belum nyentuh lu sama sekali rose, (amel makin kepo). kenapa rose? terus buat apa dia nikahin lu? atau..... lu ya yang nolak dia.


rose menutup kedua telinganya.


rose... amel menguncang tubuh rose, berharap rose mau bercerita.


ting nong.... bell berbunyi.


rose bernapas lega, akhirnya bisa menghindar dari mulut amel yang terus mencecarnya.


biar aku yang buka (ucap rose).


rendra yang datang untuk menjemput rose.


mas, sudah datang.


kita pulang sekarang sayang?, rose mengambil tasnya, berpamitan pada amel.


mel aku pulang dulu, nanti kapan-kapan kita ketemu lagi.


baiklah sayang, jangan rindu pada ku sayang... (teriak amel mengikuti panggilan rendra kepada rose, sebenarnya lebih meledek).


rendra yang mendengar hanya tersenyum ke arah rose.


______-----______


robin membuka matanya, kepala terasa begitu pusing, ia memijat pelipisnya, meredakan rasa pusing yang dirasa. dia mencoba mengingat kembali yang terjadi sebelum tertidur.


tok...tok...


pelayan mengetuk kamar rendra,


tuan, makan malam sudah siap, apa tuan akan turun untuk makan malam?


bawa ke kamar bawah makanan ku, dan bersihkan kamar ini. (ucap robin datar)


robin ke kamar mandi membasuh muka, terlintas ingatan rose yang datang dan kejadian dia dengan rose.


apa yang sudah ku lakukan, bagaimana aku bisa bertemu dengannya lagi, tampak penyesalan di wajah robin.


______------______


mas belum tidur? (tanya rose pada rendra yang masih sibuk berkerja).


nanti, jika kau sudah mengantuk tidurlah duluan.


mas ini kubuatkan teh, minum lah selagi hangat.


terimakasih. (tanpa menatap rose)


rose pergi meninggalkan suaminya, dia menuju kamar jenny, melihat apa adik iparnya itu sudah tidur atau belum. ternyata jenny sudah terlelap dengan mimpinya.


dengan malas rose mengganti bajunya dengan baju tidur berbentuk dress selutut, bertali satu dan di lapis dengan kimono, yang berbahan satin. ia hanya memilih asal mengenakan baju itu, karena itu yang terlihat di lemari.


tapi di ingatnya lagi, ini bukan baju miliknya. dia pun tidak pernah membeli baju tidur seperti ini.


segera iya mengecek lemari, ternyata benar ada beberapa baju yang bukan miliknya, dan ini semua terlihat baru.


*apa mungkin mas rendra yang membelikan semua ini, tapi aku tidak tau, dia tidak memberitahu ku apapun, biarkan saja, toh siapa lagi yang akan melakukan semua ini kalau bukan suami menyebalkannya itu, yaa.... aku baru menyebutnya suami.*


rose tersenyum sendiri. sebaiknya aku tidur.


rose sudah terlelap dengan nyaman, dia lupa mengidupkan AC kamar saat hendak tidur, jadi dia tidak menggunakan selimut.


sejam kemudian rendra sudah selesai dengan pekerjaaannya, dia meminum teh yang dibuatkan rose tadi. sudah dingin tidak hangat lagi.


dia pun menuju kamar untuk tidur, saat membuka kamar, terasa kamarnya pengap dan panas.


kenapa panas begini? rupannya AC tak dihidupkan.


dia mengambil remot untuk menghidupkan AC, lantas mengubah suhu menjadi 16°C.


dia meletakkan kembali romot itu di tempatnya, kemudian pandangannya menatap ke tempat dimana rose tertidur.

__ADS_1


*kenapa dia tidur sesexy itu*


baju yang di pakai rose memperlihatkan lekuk tubuhnya. rendra mendekati, menyisipkan rambut rose yang menutupi sedikit wajahnya.


*astaga baby, sunggu cantik walau sedang tertidur*


rendra menggelengkan kepalanya. lantas menuju kamar mandi membasuh muka dan menganti pakaian dengan piayama tidur.


saat keluar dia melihat rose meringkuk memegang ke dua bahu, rupanya rose kedinginan karena suhu AC yang di ubah tadi.


rendra mendekat, dia menarik selimut menutupi tubuh rose hingga ke leher. dia pun ikut berbaring di sebelah rose.


memaksa memejamkan mata yang tidak terpejam, kenapa tidurnya begitu gelisah, padahal tadi matanya sudah sangat mengantuk.


melihat ke samping, tampak wajah rose yang tertidur pulas. diapun memandangi wajah istri yang sangat di cintainya itu.


kemudian rendra membelai pipi rose dengan satu jarinya, mengecup kening tose perlahan. takut kalau rose akan terbangun. ternyata rose tidak terganggu sama sekali.


*belajarlah meneriman ku, belajarlah mencintai ku, aku akan selalu membuat mu bahagia. kamu semakin membuat ku gila baby*


akhirnya rendra terlelap juga, dan masuk kedalam mimpi indahnya.


______------______


heru memberikan laporan kejadian kecelakaan yang menimpa rendra.


sudah di temukan siapa dalang kejadian itu? (tanya rendra datar)


maaf pak,.. heru ketakutan saat akan mengatakan laporannya.


kami belum menemukannya pak, sepertinya sangat sulit, semua jejak hilang pak, hanya minibus dan supir itu saja yang lainnya tidak ada pak.


rendra menggebrak meja, bagaimana bisa seperti itu.


apa kerja anak buah mu hah.


se....se..pertinya, ada orang yang cukup berpengaruh yang terlibat pak, jadi kami cukup sulit menemukan.


rendra mengepalkan tangannya, dia begitu geram, siapa yang coba bermain dengannya sampai hampir membuatnya kehilangan nyawa.


tutup kasus ini, buat media atau pun yang lainnya tidak membahas kasus ini lagi.


heru sedikit ragu dengan perintah rendra, tumben sekali bosnya ini menyerah, biasanya rendra tidak akan pernah melepaskan siapapun yang membuat masalah dengannya.


saat semua sudah mengira aman, kamu selidiki lagi secara diam-diam.


baik pak. (ucap heru mantap)


______------______


suara langkah kaki menggema di rumah itu, terdengar nyaring hentakan sepasang hells.


dimana anak itu? (tanya wanita itu pada seorang pelayan)


di ruang kerja nyonya (jawab pelayan itu takut).


wanita itu ibu robin, Ellok, wanita cantik, anggun, dan kuat, wanita yang ambisius dan tegar.


dia segera menemui anaknya.


apa yang sudah terjadi pada mu, suara ellok menyadarkan robin dari lamunannya.


momy, robin tersenyum melihat ibunya.


kapan mom sampai?


jangan pura-pura bertanya tentang ku, jawab pertannyaan ku.


pasti pelayan yang mengadu pada mom ya.


mereka berlebihan mom, aku baik-baik saja.


ellok mendekat ke arah robin, di pandang putra satu-satunya itu, lantas memegang wajah robin dengan satu tangannya, dia membolak balik wajah robin, memastikan kondisi putranya.


jangan berbohong pada momy, kau tau bukan tak bisa menyembunyikan apa pun dari momy mu ini.


*bisa habis aku kalau momy tau kondisi ku kemarin, untung aku sudah menyuruh pelayan membersihkan semuanya*


jawab..(bentak ellok, yang membuat robin menciut)


memang robin sangat menyayangi ibunya, dia tidak pernah membantah apapun. ibunya selalu saja tau semua kelakuan robin, dan apa yang di hadapinya.


kenapa kau diam saja (ellok mulai memasang wajah marah).


aku harus menjawab apa mom, (robin merendahkan suaranya, bertingkah manja agar ibunya tidak semakin banyak bertanya)

__ADS_1


gara-gara wanita kan. (tebak ellok)


pasalnya robin pernah terpuruk sekali sewaktu awal kuliah dulu, saat dia kecewa pada pacarnya karena di selingkuhi.


-seperti saat sedang sayang-sayangnya tapi di tinggal pergi begitu saja-


momy,,, (robin merengek, tidak ingin menjelaskan apa pun)


baik kalau tidak mau bicara, besok ikut momy.


mau kemana (tanya rendra)


ellok hanya melihat tajam pada putranya,


dia memanggil pelayan, menyuruh pelayan membereskan pakaian dan barang-barang robin ke dalam koper.


kita mau kemana mom (robin masih bertanya)


pindah (jawab ellok datar)


robin bingung mendengar kata pindah.


untuk apa kita pindah mom? lagi pula bagaimana pekerjaan ku di sini mom.


kau pikir momy mu ini siapa, kau lupa siapa pemilik rumah sakit tempat mu berkerja? (ellok menatap anaknya itu)


robin hanya pasrah, tidak bisa menolak keinginan ibunya.


kemana? (tanya robin)


apa yang kemana (jawab ellok)


ya pindahnya mom, kata momy kita akan pindah, kemana?


tak perlu tau, ikut saja, nanti juga kamu tau.


momy tidak mau melihat mu seperti dulu. itu menyakiti hati momy. (ellok sedang memulai drama)


oke,, robin akan ikut, momy jangan sedih ya, robin menenangkan momynya. sudah tau, kalau sudah momy memulai drama begini pasti dia sendiri yang akan susah.


anak baik, (ellok menepuk kepala robin seperti waktu kecil dulu yang sering dilakukan)


robin meninggalkan ibu kota ini, meninggalkan rose kembali, tapi lain cerita seperti dulu, kalau dulu dia terpaksa meninggalkan rose, kalau sekarang karena keinginan sendiri untuk meninggalkan wanita itu. tapi dia tidak meninggalkan cintanya, dia turut membawa cinta itu, cinta pertama dan terakhir.


______------______


mas, aku mau bertanya sesuatu? (tanya rose)


apa kamu yang membeli semua barang di lemari?


menurutmu? (rendra malah balik bertanya)


tidak tau, mungkin ada pengagum ku yang mebelikan semua itu, atau ada hantu yang tak sengaja meninggalkannya (jawab rose asal).


rendra memasang wajah datar, tapi sebenarnya ia ingin tertawa mendengar gurauan rose.


apa aku terlihat seperti hantu (tanya rendra datar)


tidak, buktinya kaki mu masih menapak di lantai. (sahut rose masih ngasal)


lantas... (timpal rendra)


rose melihat rendra dari ujung kepala hingga ujung kaki.


kenapa menatapku seperti itu? (tanya rendra yang sedikit salah tingkah karena tatapan rose)


mungkin.... mas terlihat seperti hantu penggoda yang mengagumi ku. (ucap rose yakin)


rendra sudah tidak tanah ingin tertawa, sempat muncul senyum tipis di bibrnya. tapi dia buru-buru memasang wajah datar.


kemudia rendra mengangkat kedua tangannya ke atas, memperagakan sosok hantu, mata melotot dengan wajah datar.


jika aku hantu maka aku akan mengentayangi mu (sahut rendra dengan suara yang di besarkan)


kemudia mendekati rose, untuk menakutinya.


rose yang melihat ulah suaminya itu, langsung memasang wajah malas.


jangan macam-macam ya mas, rose sudah memegang sandal tidur yang di copot dari sebelah kakinya.


rendra pun mengejar rose yang berlari menghindar, mereka terus kejar-kejaran seperti anak kecil, hingga rose merasa kehabisan napas karena lelah.


sudah mas, berhenti. rose berharap suaminya itu berhenti.


aku akan menangkap mu, rendra malah lanjut mengejar rose.

__ADS_1


_____------_____


__ADS_2