
setelah dave mengantar rose ke rumahnya, dengan segera dave pulang menemui orang tuannya.
dia sudah di depan pintu rumah, dave menarik napas dalam, kemudian memencet bel.
dave...., sari langsung memeluk anak kesayangannya itu. kau kemana saja sayang, mamah kangen pada mu.
apa kau makan dengan baik, kau kurus sekali (sari masih tetap mengoceh)
mah, dave baik dan sehat. dave merangkul sari masuk kedalam rumah. sari masih betah memeluk anak tersayangnya itu.
kau anak nakal, masih ingat jalan pulang hah (hardik riko)
maafkan dave pah, dave tak bermaksud untuk membuat kalian cemas.
dave hanya ingin mencari pengalaman baru, tanpa bantuan papah (ucap dave)
cihh.... kau pikir uang siapa yang kau gunakan selama ini, seperti itu kau bilang tidak butuh bantuan papah (maki riko)
dave hanya menyengir.
kau memang anak nakal (riko memukul lengan dave, namun tak terlalu keras) dave sedikit meringis.
papah.... (sari sudah melotot, dia mengusap lengan dave yang di pukul riko)
manjakan saja anak mu itu (protes riko)
papah sudah berjanji pada ku semalam, jangan ingkar ya pah (ucap sari).
riko menghela napasnya, dasar kau anak mamah mu, terus saja berlindung di ketiak mamah mu (ucap riko)
lantas riko pergi meninggalkan dave dan istrinya.
makasih mah, dave memeluk sari.
sari mengusap punggung dave.
kamu makan dulu ya, mamah sudah masak makanan kesukaan kamu .
sari menemani dave makan, pelan-pelan nak, nanti kamu tersedak (ucap sari)
masakan mamah enak (jawab dave mengguman karena mulutnya penuh makanan).
_________---------_______
rose sedang menemani si kembar bermain. melihat anaknya sudah bisa berjalan walau masih tertatih, rose tersenyum bahagia.
*mas apa kau melihat dari sana*
tak sengaja air mata rose meluncur dengan sendirinya, dia menyeka. jika teringat rendra dia pasti menangis. sedih karena begitu cepat rendra meninggalkannya.
kau sudah kembali rose (sapa robin yang baru datang)
kak..., iya tadi siang (jawab rose)
mirna, tini, bawa vero dan varo masuk kedalam (perintah rose) mandikan mereka, sudah sore.
baik non. (mirna dan tini menjawab bersama)
kau baik-baik saja rose? (tanya robin)
aku....
__ADS_1
robin memegang kening rose, tidak deman (ucap robin)
aku tidak apa-apa kak, mungkin lelah karena perjalanan.
istirahat lah (pinta robin)
robin mengantar rose menuju kamarnya, menyelimuti rose yang sudah berbaring di ranjang.
robin mencium kening rose.
lantas pamit pada rose untuk pulang.
besok pagi aku akan menjemput mu, aku akan mengantar mu kekantor (ucap robin)
rose hanya menganggukan kepala. entah kenapa rose selalu menerima semua perlakuan robin padanya. rose tak pernah menolak semua yang robin lakukan.
perhatian dan rasa sayang robin, membuat rose merasa nyaman dan memiliki tempat untuk bersandar.
tanpa di ketahui, jenny melihat yang barusan terjadi. jenny melihat perlakuan robin yang sangat menyayangi rose.
jenny.., (sapa robin)
om dokter sudah mau pulang ya? (tanya jenny)
iya jen, kenapa? apa jenny butuh sesuatu?
jenny menggeleng.
bagaimana sekolah mu? apa kau ada kesulitan dalam belajar? apa teman-teman mu berlaku baik? (robin bertaya)
jenny senang sekali, dia seperti melihat sosok kakaknya rendra. jen malah memeluk robin erat, dan terisak.
jen teringat kak rendra (jawab jenny)
kak rendra dulu sering bertanya seperti yang om dokter tanyakan.
jen kangen kak rendra (renggek jen)
robin mengusap kepala jen dengan lembut. kau boleh menganggap om dokter sebagai kakak mu (ucap robin).
jen melepaskan pelukan pada robin, menyeka air mata dengan kedua tangannya. benarkah itu om dokter? (tanya jen memastikan)
hemm.. (jawab robin)
aku sangat senang punya adik secantik dan sepintar mu (ucap robin)
jen kembali memeluk robin. tangisnya sudah berganti senyuman.
terimakasih om dokter (uacap jen)
______------______
kak, (panggil jen pada rose)
ya jen?
kakak sudah tidur?
belum, ada apa jen? (tanya rose)
ee...kak boleh jen meminta sesuatu?
__ADS_1
katakan, kau mau apa, kakak akan membelikannya.
tapi ini tidak bisa di beli kak (ucap jen)
rose sedikiti bingung dengan apa yang akan di minta jenny.
lalu apa yang ingin kau minta? (tanya rose penasaran)
apa kakak akan mengabulkannya?
tentu saja, kakak akan memenuhi semua permintaan mu, asal tidak yang aneh-aneh (rose mengingatkan)
jenny tampak berpikir, ia sedikit ragu akan mengatakan permintaannya.
kok diam (tanya rose) kataya mau minta sesuatu
kak, boleh kah om dokter jadi kakak jen? (tanya jen takut)
rose terkejut dengan ucapan jen, tapi dia berusaha menanggapi dengan bijak
kenapa jen ingin om dokter jadi kakak jen? (tanya rose)
jen kangen kak rendra (jen mulai terisak), dan jen melihat sosok kak rendra pada om dokter. bahkan om dokter bertanya tentang sekolah jen, sama seperti kak rendra. jen sudah menangis.
rose memeluk jen, dia mengusap kepala jen.
kak rose juga kengen dengan kak rendra, tapi kak rendra sudah bahagia di sana. jadi kita tidak boleh membuat kak rendra sedih (ucap rose)
jika kak rendra melihat mu menangis pasti dia akan sedih (ucap rose)
kau boleh menganggap om dokter sebagai kakak mu.
benar kak? (tanya jen mulai berhenti menangis)
jadi om dokter bisa tinggal bersama kita?
rose tampak bingung harus menjawab pertanyaan jen.
menjadi kakak jen bukan berarti om dokter harus tinggal bersama kita. om dokter pasti punya keluarga sendiri. jadi tidak mungkin dia tinggal bersama kita (rose menjelaskan)
kalau begitu kak rose menikah saja dengan om dokter (ucap jenny dengan polosnya)
rose langsung tertegun mendengar kata-kata jen. dia saja bahkan tak pernah berpikir seperti itu, membayangkannya saja tidak.
kalau kak rose menikah dengan om dokter, maka om dokter pasti akan tinggal di sini. vero dan varo juga pasti senang karena memiliki papa (kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut kecil jen, ucapan yang begitu polos dan tulus)
kita tidur sekarang ya, besok kan jen harus sekolah, nanti kesiangan bangunnya (ucap rose mengalihkan pembicaraan)
jen menurut, segera membaringkan tubuhnya di samping rose. tapi kakak akan menikah dengan om dokter kan? (jen masih bertanya)
besok kita lanjutkan ngobrolnya ya, sekarang tidur lah (rose membujuk jen) mengusap punggung jen, agar dia segera memejamkan matanya.
vero dan varo tampak sudah terlelap di ranjang kecil mereka.
rose teringat ucapan rendra yamg di sampaikan pada robin.
*apa mas rendra juga menginginkan aku bersama kak robin*
jenny pun menginginkan demikian.
rose memandang kedua anaknya, ia menyadari kelak anaknya pasti butuh sosok seorang ayah.
__ADS_1