Strange Fate

Strange Fate
BAB 26. BerHasiL


__ADS_3

ya sudah, berarti kau tidak bisa melakukan syarat yang ku minta, kau tetap dirumah. lupakan tentang perkerjaan mu di sekolah itu, lagi pula kau akan mempunyai banyak waktu untuk ku jika kau tidak berkerja, aku tidak ingin kau - - -


cup..... (rose sedikit berjinjit, memegang kedua bahu rendra sebagai pegangan untuk menyanggah tubuhnya, dia mendaratkan bibirnya di bibir rendra, dengan cepat dia mencium rendra)


*haduh kok jadi deg deg an ya, seperti tersengat listrik, tapi tidak sakit* -rose-


rendra masih terdiam, dia mematung, serasa mimpi rose telah mencium bibirnya.


se..sekarang sudah kan. ku harap kau menepati janji mu (ucap rose gugup).


rendra mencekal pergelangan tangan rose, saat rose hendak membalikkan tubuhnya, dia merangkul pinggang rose, sehingga rose menabrak dada rendra.


lantas mencium rose dengan lembut, kemudian mulai melakukan lebih dengan bibir bawah dan atas rose.


rose membulatkan matanya, terkejut dengan perlakuan rendra. dia pun terdiam mematung, hanya menerima apa yang rendra lakukan. rose tidak mambalas ciuman rendra, dia merapatkan mulutnya.


rendra masih melakukan aktifitasnya, terus dan terus, mulai menuntut. menahan tengkuk leher rose, karena rose hendak menarik kepala kebelakang untuk melepaskan diri dari rendra.


rendra tak juga melepaskan rose, dia masih menikmati apa yang sedang ia lakukan. rose hanya pasrah dan menerima, ikut merasakan sentuhan yang rendra berikan. rendra merasa rose sudah tidak berontak dan menerima. rendra melepaskan rose.


ini yang ku maksud dengan ciuman, dan ini syarat ku. (rendra membisikan tepat di telinga rose, dengan napasnya yang berhembus cepat).


aku ingin kau akan terbiasa kelak (rendra mengakhiri ucapannya). kemudian pergi meninggalkan rose di tempatnya.


______------______


rose bangun pagi-pagi sekali, dia menyiapkan keperluan rendra, serta memastikan jenny sudah menyiapkan buku sekolahnya. dia juga sudah mengecek sarapan untuk mereka, dia begitu bersemangat, karena hari ini ia akan mulai berkerja kembali.


setelah memastikan semua sudah beres, lantas rose segera mengganti pakaian, dia sudah siap dan rapih. menunggu rendra dan jenny di ruang makan.


kak rose, apa kakak sudah mulai kembali berkerja? (jenny bertanya antusias melihat rose sudah rapih dengan pakaian kantornya)


ya jenny kakak akan mulai berkerja kembali hari ini, kita akan berangkat bersama.


hore... jenny berteriak sangat senang.


rendra menuruni tangga sudah lengkap dengan setelan jas seperti biasa, rambut yang sudah tersisir rapih, dan wangi parfum khas ala rendra. menambah ketampanan dan kharisma dengan jelas.


rose melirik rendra, *kenapa dia setampan itu hanya untuk berangkat ke kantor, seperti mau pemotretan photo model di majalah saja*, rose menggelengkan kepalanya, dan tersenyum.


*apa yang sudah ku pikirkan?? apa aku barusan mengakui bahwa suami mesum menyebalkan ini tampan, sudah gila sepertinya aku*


apa kau sedang menikmati memandang sesuatu istri tercinta ku?? (tanya rendra pada rose, ketika sudah duduk di kursi hendak menikmati sarapannya).


ck.. rose berdecak. yah aku sedang menikmati sarapan ku yang begitu nikmat (jawab rose, menutupi rasa malu karena ketahuan oleh rendra). rendra hanya tersenyum mendengar jawaban rose.


kak rendra, hari ini jen akan berangkat sekolah bersama kak rose, nanti juga jen akan pulang bersama kak rose. (jenny memberitahu)


tidak bisa, kau akan berangkat di antar pak dodo, kakak ipar mu akan menyusul, ada yang ingin dia lakukan terlebih dahulu. (ucap rendra)


memang apa yang akan kak rose lakukan.?? (tanya jen penasaran)

__ADS_1


rose yang bingung tidak menjawab, dia sendiri juga tidak mengerti apa yang di maksud oleh rendra.


kak rose, (jenny menunggu jawaban)


ee..emm oya kakak harus menyelesaikan beberapa laporan dahulu, kan kakak sudah lama tidak masuk kerja jen, jen diantar pak dodo dulu ya, nanti kakak akan menemui jen jika sudah sampai sekolah, dan kita akan pulang bersama. (rose meyakinkan jenny)


*wahai suami ku, sepagi ini kau sudah membuat drama, mau menjebak ku apa lagi dia*


jen sudah berangkat ke sekolah diantar pak dodo.


mas apa maksudmu? memang apa yang ingin aku lakukan? aku tidak ingin melakukan apapun, aku hanya ingin segera berangkat ke kantor, kamu bisa membuat ku terlambat mas, nanti aku bisa benar-benar di pecat mas (rose terus meluapkan emosi paginya).


kamu lupa siapa pemilik separuh saham di kantor mu (ucap rendra datar) . selesaikan sarapan mu, temui aku di ruang kerja. (rendra memerintah) lalu pergi.


rose dengan cepat menyelesaikan sarapannya, lalu menyusul rendra ke ruang kerja. *barusan memanggil ku istri tercinta, tapi tiba-tiba seperti menatap horor pada ku*


______------______


ada apa sebenarnya mas? (tanya rose sedikit kesal)


aku belum mengijinkan mu untuk berkerja kembali (ucap rendra)


hahhhh..... apa maksudnya mas, aku sudah memenuhi syarat mu, dan kau sudah berjanji, apa kau berniat mengingkari.


aku tidak pernah mengingkari janji ku, apa kamu tidak ingat yang kubisikan di telingamu kemarin, apa aku perlu mengulanginya (rendra mendekatkan wajahnya kepada rose, dengan seringai itu di bibirnya).


rose memundurkan kepalanya, mengerutkan dahi. berpikir kata apa yang di ucapkan rendra.


rose mengingat apa yang rendra bisikan.


apa kau sudah bisa mengingatnya? (tanya rendra)


rendra menyandarkan dirinya ke meja kerja yang besar dan kokoh, sedikit duduk di sana, meletakkan kedua tangan diapinggir meja, dan mencengkram dengan jarinya. sehingga dia nampak sangat maskulin, dengan sorot mata yang siap menerkam mangsa.


ku rasa kau harus cepat memutuskan istri tercinta ku, itu jika kau tidak ingin terlambat datang ke kantor, atau kau berubah pikiran, dan ingin tetap di rumah. (rendra mulai memanasi rose)


rose mengepalkan tangannya, dia merasa rendra sedang mempermaikannya.


*jadi kau ingin bermain ya, baik akan ku ikuti permainan mu, kau pikir aku tidak bisa mengatasi orang seperti mu apa*


rose menyeringai, ia berjalan mendekati rendra. kini dia sudah tepat berdiri di depan rendra. jarak mereka begitu dekat, dan tinggi mereka jadi sama, karena posisi rendra yang sedikit duduk menyandar di meja kerja itu.


rendra mencengkram erat pinggir meja. tangannya sudah mulai berkeringat, tak lupa jantungnya yang berdebar kencang. menunggu apa yang akan di lakukan oleh rose.


*ku harap kau menyerah saja baby, jangan berulah sepagi ini*


rose masih dengan seringainya, sorot matanya tajam menatap rendra penuh arti. rose mengalungkan kedua tangan ke leher rendra, mendekat ke telinga dan curuk leher rendra, lantas berbisik dengan hembusan napas lembutnya.


"aku mengerti dengan syarat mu, bersiaplah"


rendra makin gelisah setelah mendengar ucapan rose, tapi dia tidak mau terlihat demikian di depan rose, bisa jatuh martabatnya sebagai laki-laki.

__ADS_1


dia berusaha setegar mungkin, setenang mungkin. mencoba dengan sangat menahan dirinya, untuk tidak hilang kendli saat ini juga.


rendra balas tersenyum kepada rose, tapi ini senyum berbeda, bukan seringai seperti yang biasa rose lihat.


rose sempat bingung, dan ingin mengurungkan niatnya. tapi dia berpikir tidak akan kalah dengan suaminya ini.


lantas dia mendekatkan hidungnya dengan hidung rendra, menggerakkan hidungnya kekiri dan kekanan, (rendra tak bergerak, dia ingin melihat apa yang akan rose lakukan, tapi tangannya tak lepas dari cengkraman di pinggir meja, malah semakin kuat)


rose memiringkan kepalanya sedikit, sehingga mendapat akses yang bagus untuk memulai aksinya.


ia mengecup bibir rendra perlahan, kemudian mulai melakukan lebih, seperti yang rendra lakukan semalam. rose melakukannya dengan sangat lembut, rose memejamkan matanya, begitu pula rendra yang sudah mulai menikmati dan terbuai.


cengkaram tangan rendra pada pinggir meja mulai mengendur, perlahan mereka menikmati apa yg telah mereka lakukan. rendra merangkul pinggang rose, rose merasakan sensasi yang berbeda.


secara perlahan rose menyudahi aktifitasnya. jantungnya berdebar kencang, tidak seperti biasanya.


lantas melepaskan tangan rendra dari pinggangnya.


saat rose menyudahi aktifitasnya, ada raut tidak rela di wajah rendra, dia masih ingin menikmati dan melakukannya lebih lama lagi. namun rendra melempar senyuman manis kepada rose.


rose yang melihat itu, bisa tersipu juga, lantas mendekat kembali kepada rendra, dan berbisik di telinganya. "aku berangkat dulu mas, jangan merindukan ku". lantas rose tersenyum dan keluar dari ruangan itu.


rendra sebenarnya sangat terkejut dengan apa yang rose lakukan, ternyata dia kalah dari wanita yang di cintainya itu. kalah hanya dengan sentuhan lembutnya.


rose masih mengatur napasnya saat keluar ruang kerja rendra, ia masih berdiri di depan pintu dan memegang dadanya.


*aku kenapa? bagaimana bisa melakukan hal gila seperti tadi, sudah seperti perempuan murahan yang dengan gampangnya menggoda lelaki, untung saja dia suami sendiri, haduh bagaimana nanti aku akan menghadapinya ketika pulang* -rose-


______------______


woyyy...... yang pengantin baru, (teriak amel yang bertemu rose). mel suara mu tidak bisa pelan sedikit, ini kantor, semua orang mendengar mu (rose memperingati).


hayo ikut gue ke kantin, (ajak amel sambil menggandeng tangan rose). *untung saja tadi aku sudah menemui jenny terlebih dahulu, atau aku tidak akan lepas dari cengkraman sahabat ku ini*


mereka sudah duduk di kantin yang masih sepi, karena belum jam istirahat.


amel begitu antusias, dia menunggu rose bercerita. meletakkan kedua tangan di dagu sebagai tumpuan. sambil menatap pada rose.


kenapa kamu menatap ku sepertu itu?? (tanya rose yang risih dengan tingkah lebay amel). gue nunggu lu ceritalah. siapa yang mau cerita? (tanya rose) ya elu lah, (jawab amel).


rose memutar bola mata malas. tidak ada cerita (rose berkata dengan tegas). lu gak asik banget sih rose, ya sudah kalau gk mau cerita (amel menyerah juga).


oya bagaimana kabar randy dan dokter robin? (tanya amel)


rose tampak berpikir, aku gk tau gimana kabar kak robin, dia tidak pernah menghubungi ku lagi sejak kejadian di rumahnya waktu itu.


kejadian apa? (tanya amel penasaran)


waktu itu dia mabuk dan terlihat sedang mengamuk.


apa... (amel berteriak tidak percaya).

__ADS_1


__ADS_2