
siang bu (sapa heru pada rose)
siang, silahkan duduk heru
ini beberapa berkas yang harus ibu tandatangani. heru menyodorkan setumpuk berkas yang membutuhkan persetujuan rose.
bagaimana keadaan perusahaan her? (tanya rose)
perusahaan berjalan dengan baik bu, semenjak kepergian pak rendra semuanya masih berjalan seperti biasa.
tapi bu, ---- heru menjeda perkataannya.
ada apa her? (tanya rose)
sebanrnya heru sedikit sungkan untuk menyampaikan ini pada rose, mengingat rose masih dalam kondisi sekarang.
kira-kira apa ibu bisa menggantikan posisi bapak segera, karena akan tidak baik jika posisi bapak terus kosong.
rose tampak terdiam, berpikir apa yang harus dia jawab. *apa aku mampu memimpin sebuah perusahaan??*
bu.... (heru membuyarkan lamunan rose)
akan ku pikirkan her, nanti akan ku beritahu apa keputusan ku (ucap rose). saya harap keputusan ibu segera memimpin perusahaan (ungkap heru)
oya bu, ini beberapa berkas seluruh aset yang bapak miliki, kemarin notaris menitipkan sesuai perintah ibu.
terimakasih her, nanti akan saya pelajari. semoga kelak vero dan varo dapat mengambil alih semuanya.
heru hanya tersenyum mendengar ucapan rose. saya rasa itu masih membutukan waktu yang cukup lama bu (ucap heru, tanpa bermaksud mematahkan harapan rose). kau benar her, mereka masih bayi sekarang, rose tersenyum mengingat si kembar.
her, bagaimana sikap mas rendra kalau di kantor dan ketika bersama rekan bisnisnya.
bapak memiliki sikap yang tegas, dan selalu menghargai waktu. beliau benar-benar fokus saat berkerja.
beliau pemimpin yang baik, yang selalu menghargai para karyawannya, memperlakukan kami layaknya keluarga. walau bapak sering bersikap dingin dan datar. tapi seluruh karyawan menghormati bapak.
*ternyata mas rendra orang yang sangat baik*
_______------_______
rose memandang si kembar yang sedang tertidur pulas. senyum bahagia terukir di bibirnya, melihat begitu damai wajah si kembar.
ia pun melihat jenny yang sudah tertidur pulas sambil memeluk guling.
semenjak kepergian rendra, jen lebih sering tidur bersama rose.
non, tadi den randy kemari, tapi non sedang tidur, jadi mbok tidak berani membangunkan.
ada apa randy kemari mbok (tanya rose)
den randy menitipkan ini (mbok par memberikan sebuah amplop coklat berukuran besar kepada rose).
terimakasih mbok.
rose membuka amplop itu, didalamnya ada secarik surat dan sebuah undangan. rose membaca surat itu.
"aku tadi datang mengunjungi mu, bagaimana kabar mu rose? karena kau tidur, jadi aku meminta mbok par tidak membangunkan mu, aku tidak mau menggangu tidur ibu muda yang sedang bermimpi indah. aku ingin mengundang mu untuk datang ke pernikahan ku. aku akan menikah dengan vania. ku harap kau akan datang, oya jangan lupa ajak jenny dan si kembar, itu akan menjadi kado terindah untuk ku"
__ADS_1
-dari mantan pengagum mu-
rose tersenyum membaca surat randy. *kenapa repot-repot menulis surat, dia bisa mengirim whatsapp bukan, dasar randy selalu saja*
rose membuka undangan pernikahan randy, acaranya akan diadakan hari minggu ini.
______------______
*surat dan undangan sudah ku terima* -rose-
*kau harus datang* -randy-
*akan ku pikirkan* -rose-
(apa-apaan dia, memang datang kepernikahan ku harus berpikir dulu)
*aku tidak akan menikah jika kau tidak datang* -randy-
*coba saja jika kau nekad* -rose-
*tentu aku nekad, kau mengenal ku bukan* -randy-
*kita lihat saja* -rose-
*aku tidak akan menikah jika bidadari ku tidak datang merestui kami* -randy-
(cih.... sudah mau punya istri masih berani gombal, randy, randy...., semoga vania tidak cemburu, atau aku akan memiliki musuh baru)
rose meletakkan hp di atas meja, dia mulai memejamkan mata dan mulai terlelap.
rose sedang duduk di taman belakang, membawa si kembar berjemur di bawah matahari pagi. kemudian teringat kembali di pikirannya pembicaraan robin dengan dokter kinan, tentang keinginan terakhir rendra.
*aku tidak akan menikah dengan siapa pun mas, aku hanya akan menjadi istri mu saja*
masih pagi sudah melamun (robin baru datang dan menyadarkan rose). kak robin, sepagi ini sudah di sini, kakak tidak ke rumah sakit? (tanya rose)
apa kau keberatan aku datang ke sini pagi-pagi?
tidak kak, bukan begitu (rose salah tingkah sendiri)
hehe... aku bercanda, kenapa kamu jadi tidak enak seperti itu rose. tak perlu menghawatirkan rumah sakit, disana sudah banyak dokter yang berkerja.
kakak sudah sarapan? (tanya rose)
emmm, kebetulan belum (robin menyengir)
kita sarapan dulu (ajak rose)
bagaimana kalau sarapan di sini (pinta robin)
baiklah, aku titip si kembar dulu ya kak, aku akan meminta mbok par menyiapkannya.
sementara rose menyiapkan sarapan, robin bermain dengan si kembar, sesekali si kembar terkekeh karena robin mengajak mereka bicara.
jenny kau sudah siap berangkat ke sekolah? (tanya rose yang melihat jen menuruni tangga)
__ADS_1
ya kak (jawab jen)
mana vero dan varo kak? (tanya jen)
mereka di taman belakan bersama kak robin.
om dokter ada di sini kak? (tanya jenny senang)
rose manggut-manggut,
kami akan sarapan di taman belakang, kau mau ikut? (tanya rose)
tentu kak, jenny langsung menuju taman belakang, meninggalkan rose yang masih menyiapkan makanan.
mbok par, tolong ini di bawa ke taman belakang ya, kami akan sarapan di sana (ucap rose).
baik non.....
mereka sarapan di taman, mbok par tersenyum melihat kebersamaan mereka.
*den rendra pasti bahagia melihat non bahagia. aden, mbok akan mengingat pesan den rendra*
morning... (sapa randy yang baru tiba dan langsung masuk) rose... (panggil randy)
den randy (sapa mbok par)
rose ada mbok (tanya randy)
non lagi sarapan di taman belakang, bersama si kembar, non jenny dan den robin.
robin ada disini?
iya den, aden langsung ke taman belakang saja jika ingin bertemu dengan non.
wah.... terlihat seperti keluarga bahagaia (ledek randy)
rose dan robin menoleh ke arah randy.
nasib ku sungguh buruk, dulu di kalahkan rendra, sekrang kalah pula dengan dokter ini (ucap randy tanpa mikir lagi)
randy, (rose menoleh) ada apa sepagi ini calon pengantin nyasar kemari. tidak di cari calon istrimu (tanya rose ketus)
haha.... randy tertawa mendengar ucapan rose. sepertinya bidadari sudah kembali seperti dulu (ucap randy)
pagi kak andy (sapa jenny)
pagi jenny sayang (balas randy)
apa aku tidak di tawari sarapan? (ucap randy memelas)
kau pasti sudah sarapan kan, jadi untuk apa aku menawarimu (ucap rose masih ketus)
kau kejam sekali rose, sungguh teganya.
randy duduk di kursi antara rose dan robin.
dia sudah menyendok nasi goreng kepiringnya, mengambil telur dadar dan ayam goreng.
__ADS_1
menyantap makanan tanpa perduli akan robin dan rose.