
amel terus saja mengoceh tak henti-hentinya. membuat rose akhirnya menyerah.
oke aku akan cerita. amel tersenyum menang.
semalam pas aku di antar pulang kak robin....
(amel dengan setia menunggu cerita rose)
dia cium kening aku. amel membuka mulutnya lebar, tak percaya apa yang di dengarnya, tapi masih menunggu kelanjutan cerita rose.
randy secara tidak langsung pernah mengatakan dia menyukai ku, dan mas rendra saat di rumah sakit mengaku sebagai kekasih ku di hadapan kak robin. tapi saat di rumahnya dia juga bilang aku adalah kekasihnya.
rose memegang kepalanya, mengacak-acak rambutnya. aaku... harus gimana mel?? kenapa mereka terus saja membuat masalah untuk ku. arghhh...
amel masih menganga tak percaya dengan pendengarannya. sungguh beruntung nasib rose tiga cowok tampan dan kaya raya mengejar-ngejarnya, bahkan memperebutkannya.
siapa yang lu suka rose? (tanya amel tajam)
rose tampak kaget, dia mencari sesuatu di otaknya, hatinya tapi tidak menemukan apa yang di carinya.
gue yakin ketiga cowok itu menyukai lu rose, dan lu gadis beruntung di kasih pilihan sama tuhan, tinggal sekarang gimana lu memilih dengan benar.
rose masih dengan pikirannya. amel yang melihat menjadi geram sendiri. sahabatnya ini kalau kecerdasan tak diragukan lagi, otak di atas rata-rata, tapi kenapa kalau urusan cinta dia berubah menjadi bodoh.
mel, sepertinya aku kena kutuk.
aaa.... lu ngomong apa sih rose, jangan ngelantur.
coba kamu pikir mel, randy, rendra, dan robin. mereka semua ada kesamaan. (amel tampak berpikir)
nama mereka sama-sama berawalan "r", begitu juga nama ku. apa coba namanya kalau bukan aku kena kutuk, kutukan huruf "R".
amel memgelengkan kepalanya, tidak habis pikir wanita secerdas dan sebaik rose bisa jadi senaif ini.
(tapi kalau di pikir iya juga, kenapa bisa kebetulan cowok yang mengejar rose semuanya berawalan "r", gak ada yang pernah tau apa rencana tuhan)
mungkin itu takdir tuhan buat lu. jadi lu cukup menerima dan jalanin (amel menjelaskan).
*sepertinya gue harus nyadarin kenaifan temen gue ini*
rose, sekarang gue tanya sama lu?
gimana perasaan lu saat dekat "randy", saat lu sama dia ngobrol, atau saat dia menelpon, apa yang lu rasaain.
emm... aku senang randy baik, sering teraktir makan, emang dia konyol dan suka gombal, tapi entah kenapa
aku suka dengan sikap nyelenehnya. mungkin karena udah terbiasa.
kalau perasaan lu dengan rendra?
rendra ya???.... emm... dia menyebalkan, suka memaksa, merintah seenaknya, tapi dia sopan, perhatian dan terkadang sikapnya seperti anak kecil, jadi sering berdebat dengan ku, tapi aku menikmati moment itu.
lalu gimana perasaan lu dengan dokter robin? (amel masih terus bertanya)
kalau kak robin, sebenarnya aku menganggap dia seperti sosok kakak lelaki bagi ku, aku suka perhatiannya, suka saat dia melindungi dan menyayangi ku. jadi aku menerima semua perlakuannya pada ku.
astaga rose, lu gak punya perasaan yang lebih spesial apa buat salah satunya. hati lu lebih bergetar dengan siapa gitu??
__ADS_1
semakin rose berpikir, semakin dia gak mendapat jawaban apapun. entah dia yang terlalu cuek atau memang tidak mau menyadari hatinya sendiri.
_______------_______
rendra sudah sampai di sekolah jen, tapi dia putuskan untuk menunggu jen di dalam mobil saja. ada rasa takut jika bertemu dengan rose dan dia akan bertindak di luar pemikirannya, mengingat kejadian di taman animals, rose yang selalu tertawa dan berbincang dengan randy, membuatnya masih malas untuk bertemu.
tenggorokannya terasa kering, akhirnya dia turun menuju kantin sekolah jen. membeli sebotol air mineral, dan duduk di salah satu bangku kantin itu. meminum airnya hingga habis. rasanya segar, cuaca memang sedang panas.
saat beranjak akan meninggalkan kantin di ujung dekat kios bakso dia melihat rose dan amel sedang berbincang, dan melihat raut muka rose sepertinya serius sekali. diputuskan untuk tetap di sana dan mendengar percakapan mereka. rendra berdiri di sebelah tembok dekat toilet yang tidak terlalu jauh dari tempat duduk rose dan amel, jadi apa yang mereka bicarakan rendra dapat mendengar.
______------______
lu gak bisa terus begitu rose, lu gak ngerasa mempermaikan mereka.
siapa yang mempermaikan mel, kamu kok ngomongnya kayak gitu. gak ada sedikitpun aku beniat mempermaikan. aku hanya menerima kehadiran mereka, pertemanan yang mereka tawarkan.
aku tidak ingin menyakiti siapa pun mel, apalagi aku sendiri tidak tau bagaimana perasaan ku pada mereka.
ya tapi lu menikmati semua perlakuan mereka bukan? dan kalau lu terus begitu, lu sama aja ngasih harapan sama mereka.
rose sudah mulai menunjukan wajah kesedihan.
aku tidak mau, jika nanti aku memilih malah akan menyakiti yang lainnya mel.
tapi kalau lu gak milih salah satu dari mereka, lu malah nyakitin ketiganya.
rose menarik napas panjang dan menghembuskan. memejamkan mata, lalu membuka kembali.
coba lu pikirin baik-baik rose, gue kenal lu, lu bukan orang yang suka berlarut-larut dalam masalah.
tiba-tiba rose tersenyum, kamu benar mel, kenapa aku harus memikirkan ini, (amel makin tidak mengerti apa yang sedang di pikirkan sahabatnya itu).
siapapun laki-laki yang ngelamar aku, langsung dengan orang tua ku, dan orang tua ku menerimanya, maka aku akan menyetujuinya. (rose tersenyum senang dengan pemikirannya)
gampang kan mel, jadi aku gak perlu pusing, karena pilihan orang tua biasanya yang terbaik buat anaknya kan.
lu yakin rose, jangan asal ngucap. ucapan itu doa rose.
nanti begitu yang ngelamar lu om om genit gimana, atau kakek-kakek tua?? (amel tertawa mengejek rose)
rose melotot, bergedik ngeri, amit-amit mel. ya gak gitu juga lah. masa iya orang tua ku menerima lamaran sembaranganya.
berarti lu bakal nikah dengan laki-laki yang gak lu cinta dong rose?? yakin lu bisa menjalankan rumah tangga yang harmonis nantinya.
kalau gue, gak mau rose, gue bakal nikah sama orang yang gue cintai.
cinta itu apa sih mel, aku gak ngerti. aku aja gak pernah pacaran sama sekali, boro-boro tau apa itu cinta. yang ku tau, suatu saat nanti kita pasti harus menikah kan. udah ahhh... yukk balik ke ruangan, masih banyak kerjaan.
mereka beranjak dari kantin, membayar makanan dan minuman yang mereka pesan.
mel sebaiknya apa aku menghindari mereka ya?
terserah lu, suka-suka lu aja rose, yang ngejalanin lu. asal jangan pake nyesel ujung nya. mereka kembali ke ruangan dengan saling merangkul pundak.
rendra yang dengan setia mendengar percakapan itu, tersenyum penuh kemenangan. kena kamu baby. tuhan memang membantu jalan ku untuk mendapatkan mu. aku akan mewujudkan apa kata-kata mu baby. rendra pergi meninggalkan kantin. kembali menunggu jen di dalam mobil.
______------______
__ADS_1
setelah mengantar jenny ke rumah, rendra kembali ke kantor. memanggil seketaris nya, vina.
vin tolong panggil heru keruangan saya.
baik pak, vina membungkuk dan pamit ke luar ruangan bos nya itu.
heru adalah orang kepercayaan rendra dikantor, dia sering di kasih tugas yang penting. her, cari tau alamat orang tua wanita ini, rendra menyodorkan secarik kertas beisi biodata rose. saya mau sore ini. heru mengambil kertas tersebut. baik pak. menundukan kepalanya dan pergi dari ruangan itu.
rendra masih tersenyum menang, duduk di kursinya, menyandarkan kepala. memikirkan rencana sempurna untuk membuat rose menjadi miliknya. tanpa ada penolakan.
dia kembali mengingat perkataan rose, dia tidak mengerti cinta, tidak pernah pacaran. jadi pasti dia tidak pernah berciuman juga, pantas saja waktu di rumah sakit reaksinya seperti itu. jadi dia ibarat berlian di dalam tambang.
*aku tidak akan membiarkan kau lepas baby, dan memilih pria lain, aku tidak bisa menerima kehilangan, rasa sakit itu tidak ingin ku rasakan lagi. aku pun tidak perlu menyakiti randy, sahabat ku itu akan mundur dengan sendirinya. untuk kakak angkat mu, akan ku bereskan dia, jika tidak mau menyerah mendapatkan mu, ku pastikan itu.
_______------_______
rose ku jemput setelah pulang kerja ya? kamu pulang jam berapa? -randy-
terimakasih, tidak usah ran, aku akan pulang bersama amel. -rose-
randy sedikit kecewa, kenapa sepertinya rose menghindari ku ya.
robin mengumpat kesal, sehari ini begitu banyak pasien yang di tanganinya, belum lagi beberapa operasi. dia kesal karena tidak bisa bertemu dengan rose.
______------______
pak saya sudah mendapatkan alamat yang bapak minta, heru menyerahkan secarik kertas yang beisi alamat orang tua rose.
rendra mengambilnya dengan tatapan penuh kemenangan, heru yang melihat sedikit heran.
her, siapakan perjalanan saya ke sana. siapkan juga beberapa set pehiasan dan uang tunai 500 juta, siapakan kunci mobil keluaran terbaru, taruh di kotak yang sudah di hias. besok pagi kita berangkat. baik pak.
rendra menuju sebuah toko perhiasan terbesar, dia membeli sebuah cincin berlian yang begitu indah. menyimpannya dalam kotak beludru berwarna navy. sepanjang jalan pulang dia terus memandangi cincin itu. *tunggu sebentar lagi baby*
______------______
mel pulang bareng ya, pinta rose.
lah bukannya lu setiap sore di jemput supir rendra, lu kan kasih bimbel buat jenny.
aku sudah ijin tidak datang 3 hari ini, ku bilang ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggal. rose menjawabnya santai.
jadi lu beneran ngindarin ketiga cowok itu rose.
hem..mmm (rose hanya berdehem)
tapi gue gak langsung balik rose, gue mau ke mall dulu, ada yang mau dibeli.
ya udah aku ikut mel, tumben mau ikut ke mall, biasanya males.
udah ah... ayo mel.
bidadari ku, (randy senang sekali bertemu rose)
benarkan kita ini jodoh, selalu saja bertemu tanpa sengaja. rose hanya tersenyum. hai ran, berarti aku juga berjodoh dengan mu, (goda amel).
__ADS_1
tentu, jawab randy yakin. jodoh sebagai teman.