
rose masih tidak percaya dengan apa yang amel ucapkan.
kamu jangan bercanda mel. dari mana kamu tahu bahwa mas rendra pemilik separuh saham di kantor kita?, siapa yang gak tau rose, gue rasa cuman lu satu-satu nya orang yang gak tau.
calon suami lu itu, selain memiliki wajah yang tampan, dia adalah pengusaha sukses, mungkin lu gak bakal bisa ngitung berapa kekayaan yang dia miliki. makanya gue bilang berkali-kali sama lu, kalau lu itu beruntung.
rendra itu, banyak banget di rebutin sama wanita di luar sana, dari sosialita, anak millioner, model, artis, sampai anak pejabat, tapi semua di tolak mentah-mentah.
bahkan gue dengar, pernah ada model dunia yang mendekatinya. dua tahun lalu, juga ada gosip artis terkenal dari korea sempat dekat denganya, tapi gosip itu menguap begitu saja.
rose yang mendengar cerita amel, hanya menanggapi sebentar lalu seakan tidak perduli.
lu jangan pesimis gitu dong rose. (tegur amel)
siapa yang pesimis, (protes rose)
ya kali aja denger cerita gue, terus lu jadi minder.
hahaha... rose tertawa.
aku malah senang mel, bagus malah kan kalau banyak cewek di luar sana yang mengejarnya. jadi aku tidak perlu repot bersikap manis dan berdandan cantik di depan dia.
jelas dan pasti aku kalah dari segi apa pun kan, dibanding dengan para wanita yang kamu sebutkan tadi.
lu itu cantik lagi rose, lu aja yang gak sadar (puji amel).
masa sih mel aku cantik (rose mengedipkan kedua matanya).
ya.. gak kegenitan kaya gitu juga rose, yang ada rendra malah geli liat lu (amel tertawa mengejek)
tapi kenapa dia malah memilih aku ya mel???
nah itu dia yang gue juga bingung rose, waktu gue denger lu dekat dengan rendra aja, gue sempat gak percaya. gue baru percaya saat ikut ke acara ulang tahun jenny.
udah gue bilang lu beruntung rose, cewek paling beruntung di dunia mungkin rose. (amel tertawa)
memang lu gak cemburu rose, kalau ada banyak wanita yang mendekati rendra? (tanya amel)
untuk apa aku cemburu, aku saja tidak tau bagaimana perasaan ku padanya. tapi ku rasa aku tak akan cemburu mel, aku tak mau ambil pusing mel. aku hanya ingin menjalani hari ku dengan bahagia.
gue kadang bingung sama lu rose, hati lu itu terbuat dari apa sih?
entah... rose mencebik bibirnya, seolah tak perduli dengan perkataan amel.
kapan lu berangkat? (tanya amel)
lusa sepertinya, pernikahannya 4 hari lagi (jawab rose enteng)
______------______
rose membereskan pakaian rendra dan barang-barang lain ke dalam tas. hari ini rendra boleh keluar dari rumah sakit. sebelum pergi mereka mengucapkan terimakasih kepada dokter dan suster.
aku senang kamu menemani ku. rose hanya tersenyum mendengar penuturan rendra.
jenny yang ingin ikut menemani tidak diijinkan oleh rendra, karena harus mengikuti ujian.
rose menyuruh rendra untuk istirahat di kamar, tapi rendra menolak, dan memilih istirahat di ruang tengah.
kamu tunggu di sini dulu ya mas, aku akan mengambilkan minum untuk mu.
rose datang dengan segelas air hangat di tangannya, ini minum dulu mas.
rendra memijat pelipisnya, kenapa mas? apa masih pusing? (tanya rose).
rendra meminum air hangat itu hingga habis. kepala ku sedikit pusing (jawab rendra)
hayo kamu harus baringan di kamar, rose memegang lengan rendra, rendra pun menurutinya.
*kenapa selalu saja berdebar jika bersama mu baby, sentuhan mu membuat ku hilang kendali*
rose membantu memapah rendra.
kamu sengaja ya mau dekat-dekat aku (rendra mulai dengan tingkahnya)
__ADS_1
apa maksud mu mas?
ini kamu sengaja kan mau ku rangkul.
sontak rose menghempaskan tangan rendra yang tadi di papahnya. siapa yang mau merangkul mu, aku hanya ingin membantu mu (rose sudah mulai kesal)
rendra menyeringai, sudah ketahuan tidak mengaku.
akui saja kamu senang berdekatan dengan ku.
kamu menyebalkan mas. rose menghentakan sebelah kakinya, dan pergi meninggalkan rendra di depan kamar.
*laki-laki menyebalkan, memang apa yang ada di otaknya, siapa juga yang mau merangkulnya, dasar tidak tau terimakasih* -rose-
*kenapa selalu seperti ini, rendra memegang dadanya yang masih berdebar. kenapa aku tidak bisa bersikap normal di depan mu baby, rendra mengeram kesal* -rendra-
non, mbok par menyadarkan lamunan rose.
i...iya mbok. makanan sudah mbok siapkan, non dan aden silahkan makan. ohh.. iya mbok, terimakasih ya.
mbok.. (panggil rose) bisa tolong mbok saja yang memanggil mas rendra di kamarnya, saya sedang malas bicara dengannya. baik non.
rendra dan rose sedang makan, tapi sunyi tidak ada yang saling bicara. rendra selesai duluan. mengelap mulutnya, kemudian berdiri dan hendak pergi meninggalkan ruang makan.
cepat habiskan makanan mu, makan saja lambat sekali. aku tunggu di taman belakang, ada yang ingin ku bicarakan (rendra memerintah rose dengan wajah datarnya).
rose hanya diam tak menanggapi.
setelah selesai dengan makanannya, rose pun menyusul rendra ke taman belakang.
*mau apa lagi dia, paling mengajak ku bertengkar lagi, apa tidak bosan terus membuat ku kesal*
_______------______
mereka duduk ditaman, tapi tidak ada yang mulai berbicara, hanya diam sambil memandang sekitar.
*katanya mau bicara, malah diam saja. lantas untuk apa aku di sini, lebih baik pulang, tidur*.
kok besok, (rose terkejut) kata mama lusa mas, besok aku mau mengurus ijin dulu mas (keluh rose).
tidak perlu, besok kamu hanya perlu bersiap-siap.
ijin mu sudah ku urus, akan libur dua minggu.
aaa..... lama sekali mas, aku tidak mau, nanti aku bisa di pecat mas. (sepertinya rose lupa jika rendra pemilik separuh saham di kantornya).
jika kamu tidak mau libur dua minggu, kamu bisa libur selamanya (tegas rendra dengan wajah datarnya).
*dia pikir kantor itu punya bapaknya apa, main libur seenak nya saja, upssttt... sepertinya memang dia salah satu pemilik, aku hampir lupa yang amel bilang pada ku*.
baiklah aku akan libur dua minggu, sudah senang sekarang? (rose mengalah, dengan menekuk mukanya)
itu lebih baik, penikahannya 3 hari lagi, jadi kamu harus siap-siap, aku akan menyusul mu lusa bersama jenny.
apa.... bukannya 4 hari lagi mas (protes rose).
rendra menatap rose horor karena tidak mau di bantah lagi.
baiklah,.. baiklah,... lakukan sesuka mu, aku akan ikut apa kata mu saja. bukankah itu yang kamu inginkan mas rendra yang "menyebalkan" (rose bergumam saat kata terakhirnya. tapi sepertinya rendra dapat mendengar.
kembali rose dapat tatapan horor dari rendra, aku mendengar mu. rendra memasukkan tangannya ke dalam kantong celana. bejalan meninggalkan rose yang masih duduk di taman.
*dasar tukang paksa, selalu saja semaunya sendiri, sekali menyebalkan, akan tetap menyebalkan. semoga aku bisa tahan dengan dia, saat kelak menjadi istrinya. tuhan ku yakin rencana mu sungguh indah untuk ku*
______------______
rose sudah di apartemen, tapi dia terus saja mengoceh tidak jelas, masih kesal dengan semua tingkah rendra.
randy menghubungi rose, dia menelpon karena sudah rindu dengan bidadari cantik yang mengisi hatinya dengan cinta.
--- "rose, kamu sedang apa? (tanya randy)
aku sedang di kamar, ada apa kamu menelpon ku?
__ADS_1
aku merindukan bidadari ku (ngombal randy)
kamu mau keluar malam ini?
aku tidak bisa ran, aku sedang mengemas barang-barang.
kamu mau pergi kemana rose?
aku akan pulang mengunjungi orang tua ku.
jika kamu tidak keberatan, aku bisa mengantar mu.
tidak perlu repot ran, aku sudah memesan tiketnya.
baiklah, hati-hati di sana. titip salam ku untuk kedua orang tua mu." ---
randy mengakhiri panggilannya.
*aku belum menghubungi kak robin, bagaimana keadaannya sekarang. sejak kejadian rendra memukulnya aku sampai lupa menanyakan kabarnya*. -rose-
rose berpikir untuk menemui robin di rumah sakit besok pagi. sebelum dia berangkat ke rumah orang tuanya. tapi dia masih bingung harus memberitahu robin atau tidak soal pernikahannya.
dia sungguh tidak ingin menyakiti orang yang sudah dianggapnya sebagai kakak itu.
_______-------_______
permisi suster, apa dokter robin ada? (tanya rose yang sudah di rumah sakit tempat robin berkerja)
dokter robin belum datang mba, mungkin sejam lagi beliau baru tiba (suster memberitahu).
baiklah, terimakasih suster.
rose menunggu robin di taman depan rumah sakit. sudah sejam rose menunggu, tapi dia tidak melihat tanda-tanda kedatangan robin. apa aku telepon saja ya (pikir rose), ahh... WhatsApp saja lah.
*kak bagaimana kabar mu? bisa kita bertemu, aku sekarang ada di taman depan rumah sakit*. -rose-
tidak ada balasan dari robin. rose mulai khawatir, apa kakak baik-baik saja ya. aku tanya lagi ke suster di rumah sakit saja.
sus, apa dokter robin sudah datang?
owgh.. kamu yang tadi ya?
iya sus,
dokter robin sepertinya hari ini tidak datang mba, tadi beliau telepon katanya sedang tidak enak badan, jadi mau istirahat di rumah. (suster menjelaskan)
ooo..begitu ya, baik sus, terimakasih .
suster, boleh tanya lagi? (rose balik lagi untuk menanyakan alamat robin)
iya, (jawab suster) mau tanya apa?
bisa beritahu dimana rumah dokter robin, saya ingin menemuinya.
suster itu tampak berpikir, maaf mba saya tidak bisa memberi informasi pribadi dokter yang bekerja di sini.
mba telepon langsung saja dokter robin.
suster itu menolak dengan halus dan masih tersenyum.
notifikasi hp rose berbunyi, dia segera melihatnya, ada pesan balasan dari robin, dia segera membacanya.
*aku baik-baik saja rose, bagaimana dengan mu?
hari ini aku tidak ke rumah sakit, aku sedang di rumah sekarang. kamu mau datang kemari? ini alamat ku jalan...............---* -robin-
tanpa berpikir lagi, rose segera menuju alamat rumah robin. dia menaiki taxi online.
rose pun tiba di sebuah rumah yang sangat besar dan megah.
__ADS_1