Strange Fate

Strange Fate
BAB 17. DiTembak Lagi


__ADS_3

semangat, semangat, semangat.


rose menyemangati dirinya. harus kuat, harus tegar, gak boleh nangis lagi. menatap dirinya di depan cermin yang sudah rapih dengan blezer dan sepatu hells.


ada yang sudah kembali kesadaran sepertinya (ejek amel). ya... rose yang kuat sudah kembali mel (jawab rose penuh semangat).


mereka berangkat ke kantor bersama, dengan rose yang lebih bersemangat.


miss rose, (jenny memanggil dan berlari memeluk rose). hai jen, rose mengelus kepala jenny. miss kemana saja, jen kangen. maaf ya, miss banyak pekerjaan jen.


hari ini miss pulang bersama jen kan? (tanya jen berharap rose menjawab iya)


sepertinya hari ini miss belum bisa jen, bagaimana besok?. janji ya miss (jen mengacungkan jari kelingkingnya, rose menautkan dengan kelingkingnya juga) miss janji jen.


jen pun masuk ke kelas karena bell sudah berbunyi. rose sibuk dengan pekerjaannya.


WhatsApp


*rose bisa bertemu hari ini? makan siang bagimana? -randy-


*sepertinya tidak buruk bertemu randy, tingkah konyol dan gombalannya pasti bisa menghibur ku*.


oke. jemput aku tepat jam 12. -rose*-


randy begitu senang saat membaca balasan dari rose.


sebelum pergi menjemput rose dia membeli seikat mawar merah yang sangat cantik. randy tidak tau kalau rose tidak terlalu menyukai bunga, walau namanya sendiri salah satu nama bunga.


dia juga mempersiapkan sebuah kalung yang indah dengan liontin berbentuk mawar kristal. senyum mengembang di bibirnya. membayangkan rencana menjadikan rose kekasihnya akan sempurna.


______------______


mereka sudah berada di restoran mewah salah satu hotel ternama. ran kok kita makan di sini? (tanya rose bingung). randy tersenyum. ia berlutut menyerahkan seikat mawar kepada rose, rose memasang muka terkejut dan bingung dengan apa yang randy lakukan.


ran, kamu ngapain. bangun (pinta rose, sambil melihat orang di sekeliling yang mulai memperhatikan).


bidadari ku, rose wijaya khusumah, maukah kau menjadi kekasih ku?


rose berdiri dari bangkunya, ran bangun, duduk lah, jangan seperti ini, ini tidak lucu ran, kita di perhatikan orang.


randy sedikit kecewa dengan reaksi rose, tapi dia tetap mengikuti keinginan rose. mereka sekarang duduk berhadapan. randy mengeluarkan kalung yang di bawanya. berdiri bejalan di belakang rose, mulai memasangkan kalung itu di leher rose, rose mulai gelagapan, ran kamu mau apa? ini apa ran (rose memegang liontin kalung itu)


bidadari ku semakin cantik dengan kalung ini, randy mengecup punggung tangan rose. kemudian kembali duduk di kursinya.


rose masih dengan kebingungannya. ran kenapa kamu melakukan ini, aku ti---


randy memotong kata-kata rose. kamu tidak perlu memutuskan sekarang, pikirkan baik-baik dan aku akan setia menunggu mu. (randy mengatakan dengan sangat lembut, berbeda dari randy yang biasanya, rose sempat tertegun mendengar perkataan randy)


sekarang kita makan ya (ajak randy) masih dengan senyum di bibirnya. rose menggelengkan kepalanya, berharap ini hanya mimpi. *apa lagi ini ya tuhan???*


______------______


lu gak pulang bersama jen hari ini? (tanya amel)


gak, aku mau langsung balik aja. mau tidur nyenyak (jawab rose semangat).


amel tersenyum melihat sahabatnya. oke hari ini kita akan bermalas-malasan sampai besok. (amel ikut bersemangat)


mereka sudah di apartemen, duduk di sofa memakan camilan sambil nonton tv.


mel, hemmm.....


randy tadi minta aku jadi pacarnya.


amel melotot, lantas meminum jus di depannya hingga habis.


terus lu jawab apa? (tanya amel penasaran)

__ADS_1


aku belum sempat menjawabnya. dia bilang aku di suruh berpikir baik-baik. dia juga memberi ku ini. (rose menunjukan kalung di lehernya pada amel) dan itu (menunjuk seikat bunga mawar di atas meja dapur).


jadi mawar itu dari randy?


yap..


kalung ini cantik banget rose, aaa.... lu beruntung banget sih rose. gue mau...mau...mau... (teriak amel kegirangan).


beruntung kepala mu mel, justru aku makin pusing.


kenapa pusing (tanya amel).


pertama, mas rendra melamar,


kedua, kak robin tiba-tiba bilang menyukai ku, meminta aku jadi pacar


ketiga, randy dengan sikap romantisnya pun meminta aku jadi pacar.


hahaha.... amel tertawa nyaring.


kok kamu malah ketawa mel. (tanya rose kesal)


terus lu pilih siapa? (tanya amel yang masih tertawa)


rose mengangkat bahunya, dia pun bingung harus melakukan apa.


menurut gue, lu terima rendra aja (jawab amel mantap).


rose tampak berpikir, menaru jari telunjuk di bibirnya.


kenapa harus rendra mel?? (tanya rose)


karena dia yang minta lu jadi istri bukan pacar. ya walau sekarang lu belum punya perasaan, tapi dia serius dengan hubungan kalian. udah jangan ragu, lagian ortu lu juga udah setuju kan sama rendra.


rose tidur dengan gelisah, matanya sulit terpejam. kata-kata ketiga cowok itu terus terbayang, di tambah kata-kata amel yang menyuruhnya menentukan pilihan.


deg..... kenapa perasaan ku gak enak ya, kok kepikiran rendra.


lebih baik aku cepat tidur.


______------______


rendra sudah mempersiapkan semuanya.


*beberapa hari lagi, dan baby, kamu akan sah menjadi milik ku*. dia juga sudah memberi tau jen, bahwa rose akan menikah dengannya. jen yang mendengar begitu bahagia, dia meloncat kegirang, tidak sabar menantikan hari itu.


malam itu rendra pulang cukup larut, dia menyelesaikan semua perkerjaan lebih cepat. sekarang pukul 23.30 , saat mobilnya melintasi persimpangan tiba-tiba sebuah minibus dengan kecepatan tinggi menabraknya. mobil rendra terpelanting cukup jauh, beruntung dia memakai sabuk pengaman.


keningnya sedikit memar, darah menetes dari pelipis dan bibirnya. kesadarannya mulai hilang dan setelah itu dia pingsan.


rendra terbangun di sebuah ruangan rumah sakit, jen sedang menangis di sebelahnya sambil menundukan kepala, rendra menggerakkan tangannya, memegang kepala jen.


jen yang merasakan ada tangan memegang kepalanya lantas bangkit, dia melihat rendra sudah membuka matanya. kakak... jen memeluk rendra dengan terisak.


jangan tinggalin jen kak, jen tak mau sendirian, jen takut kak.


ceklek.... rose baru tiba di ruangan tempat rendra di rawat. mas... rose berlari menghampiri rendra.


miss rose, jenny memeluk rose erat. rose pun memeluk tubuh jenny yang mungil.


kak rendra miss, dia baru sadar. rose menoleh dan melihat rendra penuh luka yang sudah di perban.


bagaimana keadaan mu mas? (tanya rose cemas)


apa terasa sakit? rose sudah mulai berkaca-kaca.


bagaimana ini bis terjadi mas. aku begitu takut saat mendengar kamu mengalami kecelakaan dan aku langsung kemari.

__ADS_1


rendra tersenyum, aku baik-baik saja rose.


*(senang ternyata kamu mencemaskan ku)*


bagaimana bisa baik, kalau kamu baik, apa ini (rose menunjuk beberapa luka yang di perban. aauu...rendra meringis. rose ikut meringis melihat rendra. sakit kan? begini kamu bilang baik-baik saja.


kak, miss, jen akan memanggil dokter ya. rendra menganggukan kepalanya, begitu pula rose. jen keluar dari ruangan itu meninggalkan kakaknya dan rose.


apa kamu mau minum mas? (tanya rose)


rendra menganggukan kepalanya. rose mengambil air dan membantu rendra untuk minum. terimakasih rose.


apa ada yang lain yang sakit mas? tanya rose masih cemas)


ya.. (jawab rendra cepat)


rose makin cemas. di sebelah mana mas biar aku bisa sampaikan pada dokter, agar kamu segera di periksa.


di sini (rendra menunjuk bagian dadanya tepat di jantungnya). rose reflek memegang tempat yang sama, apa yang kau rasakan mas, apakah kamu sesak, atau dada mu nyeri. jen lama sekali memanggil dokter (rose tak berhenti bicara).


rendra mengambil tangan rose, menggenggamnya.


di sini akan terasa sangat sakit jika kamu menolak ku. (rendra mengatakan dengan lembut dan memelas)


rose terdiam, memandang rendra, matanya menatap penuh makna.


jangan kecewakan aku rose, jangan pernah tinggalkan aku, aku tidak mau kehilangan mu, jadi lah milik ku.


rose masih terdiam, tatapan nya sekarang kosong, tapi hatinya tak tega. tidak ingin menyakiti orang lain, dan apa lagi orang itu sekarang sedang terluka di depannya dengan memohon.


*apa ini saatnya ku bilang kalau aku menerima lamarannya, semoga keputusan ku benar dan tidak akan menyakiti siapa pun*


rose menganggukan kepala, mengedipkan kedua mata. rendra menatap sendu, berharap isyarat rose di ucap dengan kata-kata, yang memang ingin sekali dia dengar.


aku bersedia menikah dengan mu mas. rose memegang tangan rendra dan tersenyum, tapi tidak tampak kebahagian disana, melainkan rasa kasihan.


lekas sembuh dan sehat kembali mas, kamu tidak ingin kan menikah dengan berbalut perban, atau kamu mau kita menunda pernikahannya hingga kamu pulih.


tidak...(rendra menjawab cepat) aku akan lekas sehat, dan aku akan baik-baik saja, kamu lihat kan aku baik. rendra merubah posisi berbaring dengan duduk lalu senyum bahagia tercetak di bibirnya.


rose yang melihat itu terkekeh geli, *kamu lucu sekali mas, sebegitu besarkah kamu mencintai ku??*.


dokter datang bersama jen, rendra sudah di periksa, dan keadannya sudah lebih baik, lusa dia sudah bisa kembali ke rumah.


______------______


robin, membanting hp membentur lantai dan hancur berantakan. dia mengumpat marah dan memaki.


kalian semua bodoh, mengurus satu saja tidak becus, bagaimana dia masih baik-baik saja, kubilang buat dia cacat.


kali ini kau beruntung rendra, tapi tidak lain kali.


jika kau masih mengusik ku dan rose, akan ku bakar kau berserta mobil mu.


______------______


rose mengepak kopernya, orang tuanya menelpon bahwa dia harus segera pulang untuk persiapan pernikahannya.


cie... yang mau nikah (ledek amel)


mel bagaimana dengan ijin ku, apa kantor memberikan ijin yang ku ajukan.


lu gak perlu khawatir rose, ijin lu dah beres, lu mau ijin sebulan pun kantor pasti kasih, (rose mengerutkan dahinya menatap amel bingung).


muka lu gak usah kaya gitu, biasa aja (protes amel melihat raut wajah rose).


sebentar lagi kan lu jadi nyonya prabu sanjaya, calon laki lu itu pemegang separuh saham di kantor kita.

__ADS_1


__ADS_2