Strange Fate

Strange Fate
BAB 55. Rumah RobiN


__ADS_3

dave kemudian berdiri, menggenggam kedua tangan rose. mencium punggung tangan rose.


terimakasih menerimaku, aku bahagia kau ada di sisi ku. aku akan mencintai mu sampai maut memisahkan kita.


rose melepaskan genggaman tangan dave. bicara apa kau dave. (ucap rose kesal)


jangan bawa-bawa maut di sini. aku tidak suka dave.


dave tersenyum, kembali menggenggam tangan rose, menatap kedua mata rose lekat. maafkan aku jika kata-kata ku membuat mu marah, tapi aku serius rose, aku tak akan meninggalkan mu, sampai tuhan mengambil nyawa ku.


deg...... rose membeku. rasa takut itu hadir kembali dihati rose. rasa kehilangan yang begitu besar.


rose tanpa sadar meneteskan air matanya, hei... kenapa dengan mu sayang? dave menghapus air mata rose dari pipi yang kemerahan itu.


a...ku..... hiks....hiks..... a....ku.... tak mau kehilangan lagi dave. hiks.....hiks..... a....ku.... tak mau rasa sakit itu lagi.


jangan menangis sayang, kau tidak akan kehilangan apa pun, aku akan selalu mencintaimu, dan bersama mu seumur hidupku.


dave memeluk rose, menenangkannya.


rose menangis dalam pelukan dave.


___________--------__________


semenjak dave melamar rose sore itu, lamaran yang terkesan pemaksaan, rose pun mengenakan cincin yang diberikan dave.


rose memandang cincin di jari manisnya, mengusap cincin itu. apa aku mencintai dave?, tapi hati ku?, bagaimana aku tau?, aku harus memastikan sesuatu.


rose mengambil telponnya, dia menghubungi robin, tapi hp robin tidak aktif. lalu rose menghubungi rumah sakit tempat robin berkerja.


rose meminta mbok par untuk membuatkan beberapa masakan, dan kue.


rose memandikan vero dan varo, si kembar tampak senang di dalam bak mandi itu, memukul air di depannya, membuat rose terkena cipratan air. mereka tertawa senang. ayo... sayang jangan terlalu lama mandinya, nanti kalian kedinginan. ucap rose lembut. menciumi pipi gembul jagoan kembarnya.


mooooo....m..... mooo....m... panggil vero dan varo bersamaan. rose mengendong mereka. kalian berat sayang. apa kalian banyak makan. rose kembali menciumi, vero dan varo tampak terkikik geli.


setelah selesai memandikan si kembar, rose memakaikan mereka pakaian, rose sengaja ingin melakukannya sendiri, tanpa dibantu kedua baby sister, karena hari ini ia sedang libur dan tidak ada pekerjaan kantor yang mengganggunya.


non, masakan dan kue yang non minta sudah mbok siapkan. sudah mbok taro di wadah, seperti yang non minta. rose mengucapkan terimakasih pada mbok par.


_______-------_______


robin duduk di pinggir tempat tidur, dia memandangi wajah gadis manis di dalam sebuah bingkai foto, gadis kecil yang selalu di jaga dan di lindunginya.


*apakah tuhan tak mengijinkan aku memiliki mu? aku akan selalu mencintai mu, sangat mencintai mu*.


robin mengusap foto itu, senyum manis itu masih terukir indah di ingatannya, rengekan manja itu masih terdengar mengiang di telinganya.

__ADS_1


bi, apa kak robin ada? (tanya rose yang sudah memasuki rumah robin)


tuan robin ada di kamarnya non. (ucap bibi)


rose menuju kamar robin.


tok...tok.... tak terdengar sahutan dari dalam kamar robin.


rose membuka pintu kamar robin perlahan, kak....(panggil rose pelan)


tampak robin duduk di pinggir ranjang membelakangi. rose mendekati robin.


rose melihat robin memegang sesuatu, tapi tak dapat melihat apa yang sedang di lihat robin hingga tak menyadari kedatangan rose ke kamarnya. rose sungguh penasaran.


rose memegang bahu robin, kak..(panggil rose pelan). robin tersentak, menoleh, rose..... lalu robin dengan cepat menyembunyikan foto itu di belakangnya.


kakak melamun? (tanya rose)


em... tidak, (jawab robin)


lalu kenapa kakak terkejut melihat ku? apa yang di tangan kakak?


rose hendak melihat kebelakang robin, robin menyembunyikan foto itu di bawah bantal.


lalu berdiri, mengajak rose keluar dari kamarnya.


apa yang kakak sembunyikan? rose masih penasaran.


kakak..... rose menghempaskan tangan robin.


kau mau aku melakukan sesuatu pada mu lagi di kamar itu? seperti dulu? (tanya robin mengingatkan rose).


deg.... rose langsung terdiam, wajahnya datar.


kak, aku membawakan makanan kesukaan kakak. ucap rose menunjukan yang dibawanya dihadapan robin, untuk mengalihkan pembicaraan.


apa kakak sakit? (tanya rose)


robin hanya mengangkat bahu, berjalan menuruni tangga. rose mengikuti langkah robin.


aku tadi menghubungi kakak, tapi hp kakak tidak aktif, lalu aku menghubungi rumah sakit, kata suster di sana kakak tidak masuk hari ini. ku pikir kakak sakit.


aku baik-baik saja, hanya tidak masuk kerja bukan berarti aku sakit kan. (ucap robin)


om dokter....., teriak jenny, langsung berlari memeluk robin.


robin dengan senang hati membalas pelukan jenny, mengusap kepala jenny dengan lembut.

__ADS_1


kau ke sini juga? (tanya robin pada jenny)


ya, kak rose mengajak ku, katanya om dokter sakit. vero dan varo juga ikut, itu. jenny menunjuk ke arah vero dan varo yang sedang bermain di ruang tengah.


om dokter sakit apa? (tanya jenny)


tidak, om dokter tidak sakit. siapa bilang om dokter sakit?


kak rose, (jawab jen)


itu hanya alasan kak rose, untuk main ke sini. (ucap robin). lalu melirik ke arah rose yang tampak kesal.


robin tersenyum.


mereka makan siang bersama di rumah robin, robin memakan masakan yang di bawakan rose. setelah selesai makan robin mengajak vero dan varo bermain di taman belakang. jenny sudah asik menduduki ayunan.


om dokter, ayun jen. (pinta jen)


robin mengayun, jen tertawa senang. lebih kecang om dokter. ayoo.... lebih kencang.


nanti kalau terjatuh bagaimana? (ucap robin)


ahhh..... om dokter gak asik. (ucap jenny yang terlihat kecewa), karena robin tak menurutinya.


kalau jen terjatuh bagaimana?, nanti om dokter akan sedih. jen mau om dokter sedih?


jen menggeleng. ya udah jangan kencang-kencang om dokter, jen takut jatuh. jen masih tertawa riang.


robin ikut tertawa mendengar ucapan polos jen.


rose duduk di bangku pinggir kolam ikan. melihat kebersamaan jen dan robin.


vero dan varo tampak menghampiri robin, mengangkat kedua tangan kecil mereka kearah robin, agar robin mau menggendong mereka.


robin yang mengerti maksud jagoan kembar itu langsung menggendong mereka secara bersamaan.


vero dan varo tampak tertawa saat robin mencium pipi mereka. robin kemudian duduk di ayunan bersama jen, dengan vero dan varo di gendongannya.


rose tampak bahagia melihat kedekatan robin dan kedua anaknya, juga kedekatan robin dan jen.


*apa dave bisa seperti itu ya?*


rose masih penasaran dengan apa yang di sembunyikan robin.


kak robin, aku mau ke toilet dulu. rose memberitahu.


diam-diam rose masuk ke kamar robin, rose melihat bantal itu, tadi robin menyembunyikan di sana.

__ADS_1


__ADS_2