
-Randy Sanders Hamish-
aku biasa dipanggil randy, umur ku 27tahun. diumur ku sekarang aku sudah mempunyai pencapaian yg cukup baik, perusahaan retail yang aku kelola berkembang dengan baik.
orang-orang bilang aku playboy, sebenarnya bukan seperti itu juga. aku hanya supel dan mudah bergaul.
mudah dekat dengan orang dan terkadang suka sok kenal sok deket.
disekelilingku juga banyak cewek cantik, tapi bukan berarti mereka pacar ku, aku hanya suka punya banyak teman, jadi aku bukan playboy kan.
bunda ku bilang aku ini tampan, baik, pekerja keras, ramah, jadi pasti banyak cewek yg tergila-gila pada ku.
ya bundaku benar, namanya juga ibu pasti memuji anaknya kan. tapi aku beneran tampan lho, standar diatas rata-rata.
______------______
kamarin aku bertemu gadis cantik dan imut di mall. bukan tanpa sengaja aku duduk di bangku depan dia, dan meminum jusnya.
aku sudah melihat gadis itu sebelumnya, saat aku lari dikejar mantan ku yang gila. tapi setelah lepas dari kejaran mantan ku, aku kembali ke tempat dimana gadis itu ada.
sungguh di luar dugaan ku ternyata gadis itu penuh dengan kejutan. mukanya yang imut, dan mulutnya yang menjawab ketus membuat aku senang menggodanya.
apalagi ketika temannya datang, aku tambah d buat terkejut. hari gini, zaman gini, masa masih ada gadis kota yg pegangan tangan aja blum pernah.
aku makin penasaran dengan gadis itu. dia pun begitu polos nya dan mudah sekali terpancing. sehingga dengan mudah aku mendapatkan nama lengkapnya.
semenjak pertemua itu, aku jadi suka senyum-senyum sendiri kalau teringat wajah imutnya.
sepertinya aku jatuh cinta pada pandangan pertama, aku akan cari tahu tentang gadis itu, ahhh... tapi kemarin kenapa lupa minta nomor telepon ya.
______------______
jam makan siang aku sudah janji pergi dengan teman ku rendra. aku melirik jam tangan ku, sudah jam 12, tapi si rendra belum juga muncul.
ceklek... suara pintu terbuka.
hai pak, apakah bapak bersedia makan siang dengan ku. (goda ku sedikit genit pada rendra yang baru masuk ruangan ku)
emang gue salah satu wanita yang dengan gampangnya bisa lu rayu (gerutu rendra)
hahaha... (randy tertawa dengan senangnya). lama baget lu dateng ndra, ngetem nunggu angkot ya.
kenapa? (tanya rendra datar)
gue udah rindu berat, emang lu gak rindu sama temen lu yang keren ini? huekkk jijik ran gue dengernya.
sok manis amat lu,!!
emang gue manis kan, (sambil mengedipkan kedua matanya seperti orang kelilipan)
awas bulu mata lu rontok ran.
ahh lu itu ndra, muka ama mulut lu udah kaya di plester aja. muka datar, mulut diem, angker gue aja liatnya.
ran lu kan sahabat gue, tau gimana gue, kalau di luar kan orang lain, mana gue tau tulus apa pura-pura.
jadi makan gak ini, (tanya rendra kemudian)
______------______
kami sudah di salah satu restoran seafood terkenal di kota ini, ndra pesen yang banyak biar gue yang traktir. wooww tumben, lagi dapat mangsa sepertinya ran.
mangsa kakap ini, mangsa buat masa depan. (randy senyum sendiri sambil terbayang wajah rose)
kakap sih kakap tapi gak senyum sendiri juga ran, nanti lu di kira gak waras
selama di restoran tidak henti-hentinya wanita di sana memandang randy dan rendra. kebanyakan mereka udah pada pingin nerkam, karena dua cowok ini masuk dalam kategori cowok idaman. tampan dan mapan.
ada juga yang berfikir aneh, karena keakraban keduanya. bukan kali ini saja mereka dianggap aneh dengan tatapan orang sekitar. mungkin karena keduanya sama-sama tidak pernah terlihat membawa pasangan.
ran, tadi lu bilang mangsa masa depan (tanya rendra penasaran) dapat kontrak segitu gedenya lu sampai bisa menjamin masa depan.
__ADS_1
ini bukan hanya kontrak gede ndra, kalau gue sampai bisa dapat , otomatis masa depan gue akan bahagia selamanya (tutur randy dengan senangnya).
rendra pun hanya geleng-geleng kepala melihat sahabatnya itu.
gue doakan ran biar yang lu harapkan bisa terwujud , dan berjalan lancar. gue ikut senang juga kalau lu sukses ran.
-aminnnnn- (jawab randy sambil mengusap kedua tangannya ke muka)
ndra habis ini lu balik ke kantor lagi ya?
gak, gue mau jemput jenny di sekolahnya, katanya hari ini dia balik jam 2.
gue ikut lu ya, males gue balik kantor, lagian sumpek ngeliat berkas pada numpuk.
tadi aja lu semangat dapat magsa kakap, nah sekarang lu dah males kerja. mana semangat masa depan yang lu bilang tadi.
eitsss... beda itu. nanti gue ceritain kalau udah saatnya?
randy memanggil pelayan meminta bill, gak lama pelayan wanita datang memberikan tagihan makanan mereka.
pelayan itu menyodorkan tagihan kepada rendra, (rendra hanya melihat datar pelayan itu dan mengambil tagihan itu, wajah rendra seperti sedang mengintimidasi menunjukan tidak suka, karena pelayan wanita itu memainkan matanya pada rendra)
dengan sigap randy mengambil tagihan itu dan mengeluarkan kartu kreditnya untuk membayar.
pelayan wanita itu langsung pergi meninggalkan mereka dengan membawa tagihan dan kartu kredit randy.
muka lu ndra, angker tau.
lagian masa perempuan kecentilan gitu sama laki-laki. gue gak suka ran liat perempuan kaya gitu.
hahh.... emang lu gak suka perempuan kan ndra, makanya kerjaan lu nempel sama gue.
emang gue lintah apa ran, nempel. sembarangan lu kalau ngomong. mana demen gue ama lu, gue masih suka cewek sexy ran.
______------______
rendra dan randy sampai di sekolah jenny.
sepertinya belum ran. kita turun dulu aja ya.
ndra gue ke toilet dulu ya.
hem.... (jawab rendra sambil menganggukan kepalanya tanpa melihat)
lu jangan ninggalin gue ya ndra, nanti gue patah hati, hehe
(rendra hanya memberi tatapan angker pada ku)
*kalau sudah di tempat umum, itu muka si rendra bisa berubah angker gitu ya. bingung gue sama itu anak, cepet banget bisa berganti wajah, halahh biar aja lah suka-suka dia, kaya gitu gimana cewek mau deket, baru di deketin udah kaya macan mau nerkam.*
maaf dek, mau tanya toilet sebelah mana ya?
(tanya ku pada seorang gadis yang sepertinya salah satu murid di sekolah itu, karena melihat dari seragam yang dia gunakan, sepertinya dia siswi SMA).
jalan kedepan terus belok kanan, (sahut gadis itu, tanpa menoleh kepada ku)
*huhh dasar anak jaman sekarang kurang diajarin sopan santun kali ya, (protes ku dalam hati)*
sebelah mana? bisa kamu tunjukan, (pinta ku pada gadis itu) kata guru ku jika berbicara dengan orang lain kita harus melihat orang tersebut, itu namanya sopan santun dek.
sontak gadis itu langsung membalikan badan, di tangannya terpegang berkas yang terbuka, rupanya dia sedang membahas sesuatu dengan orang di depannya.
aku sungguh terkejut saat melihat wajah gadis itu, tapi segera kuhilangkan rasa terkejut ku.
hei... rupanya nona cantik, (sapa ku)
*ampun dah, kenapa ketemu sama cowok ini sih, ada urusan apa dia disini, jangan bilang nguntit aku, atau dia mau bikin masalah kaya waktu di cafe, mau pura-pura dikejar apa lagi dia, di sekolah ini kan gak ada anjing*
rose kan??? (bidadari masa depan ku, kata ku dalam hati)
bukan... anda salah orang
__ADS_1
kamu kalau galak ngegemesin lho.
*apa sih cowok ini gombal banget*
kamar mandi lurus kedepan, lalu belok kanan pak.
(ku tekan kan kata pak)
randy masih tersenyum dengan manisnya sambil terus menatap rose.
hei... (rose mengibaskan tangan di depan wajah randy)
bapak tidak lagi di kejar-kejar anjing lagi kan? sehingga masuk sekolah ini , dan ingin bersembunyi di toilet. (ejek ku pada randy)
randy tersadar, emm... tidak, saya malah sedang mengejar bidadari sekarang. (jawab randy, dangan senyum mengembang)
rose yang mendengar langsung melengos tidak menaggapi randy.
*wuaahhh ternyata dia masih anak sekolahan ya, waduhh gue suka sama bocah donk, tapi cinta kan gak memandang usia, lagian nanti juga bakalan dewasa kan, tetap bisa jadi ibu anak-anak gue (khayal randy sudah kemana-mana)*
setelah dari toilet randy menuju meja depan pintu masuk, seperti tempat informasi atau sejenis resepsionis gitu.
maaf permisi, (sapa randy pada staff wanita di meja itu)
iya pak, ada yang bisa saya bantu?
saya mau tanya, murid yang bernama rose kelas berapa ya?
(staff wanita itu tampak bingung meningat tidak ada nama murid yang dimaksud)
maaf pak sepertinya tidak ada murid disini yang bernama rose.
nama rose hanya ada satu di sekolah ini, dan itu bukan murid pak. (staff wanita itu menjelaskan)
randy nampak berfikir sejenak. *gue tadi gak salah liatkan, tadi itu rose, apa rose bukan murid ya, tapi bajunya---*
nama rose hanya satu bu? (randy mengulang pernyataan staff wanita itu, sekaligus bertanya meyakinkan)
iya pak, nama rose hanya satu, dan yang pasti bukan salah satu murid sekolah ini.
lantas siapa??? (tanya randy menyelidik)
miss rose, salah satu staff humas pak.
nama lengkapnya siapa bu? apakah rose wijaya khusumah??
banar pak.
(randy mengganggukan kepala seraya paham)
kemudian kembali bertanya,
tapi bu kenapa pakaiannya seperti murid sekolah ya,??
ohh.. karena seragam bapak salah paham ya, mengira miss rose salah satu murid (goda staff wanita itu)
seragam staff humas memang mirip dengan seragam batik murid SMA sekolah ini pak, hanya bedanya, kalau murid memakai rok, sedangkan staff seragamnya terusan. (staff wanita itu kembali menjelaskan)
apa ada lagi yang ingin bapak tanyakan?
kalau no telepon ibu berapa?
apa??? (kaget staff wanita itu)
tapi setelahnya tersenyum malu kepada randy.
kalau mau minta no telepon saya kenapa tidak to the point saja pak, pake nanya mutar-mutar. (jawab staff wanita itu malu-malu)
no saya ....______
sekalian no telepon miss rose ada bu?
__ADS_1
"_______"