Strange Fate

Strange Fate
BAB 29. RinDu


__ADS_3

dua insan yang saling berpelukan dalam tidur lelapnya, mulai membuka mata merasakan sesuatu akan tubuh mereka masing-masing. tubuh polos tanpa sehelai benang.


morning baby,.... (sapa rendra sambil mencium kening rose).


morning... (sahut rose dengan suara serak bangun tidur).


bagaimana tidur mu, sepertinya nyenyak sekali (tanya rendra). rose tersenyum malu, dia menganggukan kepala dan tidak berani menatap rendra.


rendra mengusap kepala rose. kembali mencium keningnya. terimakasih baby untuk semuanya (ucap rendra). aku bahagia karena aku lah yang pertama untuk mu, aku mencintai mu.


rose masih menundukan kepala, menyembunyikan wajahnya di dada rendra. mas lepaskan aku, aku mau mandi, ini sudah pagi (ucap rose).


rendra tersenyum, mengeratkan pelukannya, mencium puncak kepala rose, merasakan aroma tubuh istrinya. sebentar lagi baby (pinta rendra).


kita bisa terlambat berangkat ke kantor mas.


rendra menghela napas, enggan sebenarnya untuk beranjak dari posisi saat ini.


baiklah (jawab rendra malas)


jangan seperti itu mas, bukan kah masih ada malam lainnya (rose menyeringai).


sudah mulai genit ya.... (ucap rendra sambil mencubit hidung rose). rose mengecup pipi rendra cepat, kemudian menarik selimut menutupi tubuhnya yang tidak memakai apapun, lantas berjalan ke kamar mandi.


rendra tersenyum melihat ulah istrinya.


auch... rose meringis, merasakan nyeri di sekujur tubuhnya, ia meregangkan tubuhnya, kemudian berendam dengan air hangat.


______------______


saat tiba di kantor, senyum di bibir rendra tak pudar, perasaan bahagia membuatnya lupa sedang berada dimana dia sekarang. seluruh karyawan kantor terheran melihat bosnya yang pagi ini tidak seperti biasanya.


pagi pak (sapa heru), pagi (sahut rendra).


apa ada yang salah pak? (tanya heru)


tidak ada, semua lebih baik. (jawab rendra)


penuh tanda tanya di benak heru tentang keadaan bosnya hari ini.


baru duduk sebentar di ruangan, rendra sudah merindukan rose. mengeluarkan hp dari saku celana dan mengirim chat pada rose.


WhatsApp


baby kau sedang apa? aku merindukan mu. -rendra-


sedang membuat laporan, -rose-


jangan terlalu capek, sisakan tenaga mu untuk nanti malam. -rendra-


masih pagi mas, jangan mesum. -rose-


hehe, apa salah mesum dengan istri sendiri? -rendra-


rose meletakkan hpnya, tidak membalas kembali chat rendra. rendra yang di sana memutar-mutar hp menunggu balasan rose.


*kenapa kau belum membalas baby, apa sibuk berkerja, aku tak suka jika kau mengabaikan ku*


notifikasi hp rendra berbunyi, dengan tergesa dia memgambil dan membuka hpnya.


WhatsApp


ndra, apakah kamu sibuk, aku ingin minta tolong temani aku menjemput mama dari rumah sakit. please. -nia-


rendra mendesah, di kiranya itu chat dari rose, ternyata dari nia.


nia sahabat rendra sewaktu SMA dahulu, bahkan ketika kuliah mereka juga satu kampus. ayahnya meninggal lima tahun lalu, sekarang dia hanya memiliki ibu yang di sayanginya. seminggu yang lalu ibu nia terkena serangan jantung. rendra menganggap ibu nia seperti ibunya sendiri. nia mampu menyelesaikan pendidikannya dengan baik, sehingga dia bisa berada di posisi sekarang. dia menjadi manager di sebuah perusahaan ternama. sebenarnya nia menaruh hati kepada rendra, tapi tidak dengan rendra, dia menganggap nia tidak lebih dari seorang adik.


WhatsApp


jam berapa kamu menjemput tante? -rendra-


jam 2 siang, kau bisa? -nia-


baiklah. -rendra-

__ADS_1


di kantor rendra selalu memandangi foto rose yang ada di atas meja kerjanya. sesekali mencium foto itu, dia sudah terlihat seperti anak abg jatuh cinta.


______------______


sebelum ke rumah sakit, rendra membeli seikat bunga mawar seperti kemarin. saat di toko bunga tak sengaja amel melihat rendra. amel hendak menyapa, namun rendra keburu keluar dan masuk kedalam mobilnya.


*cie romantis banget suami lu rose, si jomblo ini iri, tuhan bisa kau berikan laki-laki tidak kalah dengan suami rose (amel berdoa dalam hati)*


rendra sudah di rumah sakit membantu nia mengurus kepulangan ibunya.


ndra tante senang kamu datang menjemput tante, terimakasih ya, dan oh ya terimakasih juga bunganya. kemarin saat kamu menjenguk tante sedang tidur, jadi tidak sempat mengobrol dengan mu.


iya tante, tidak apa-apa, tante lekas sehat kembali ya (ucap rendra tulus).


tante dengar kamu sudah menikah ya?


dimana istri mu, dia tidak ikut bersama mu, tante ingin mengenalnya.


tidak tante, dia masih di kantornya, mungkin masih banyak perkerjaan.


tante pikir dulu kamu jodohnya nia, ternyata tuhan berkehendak lain. padahal tante akan senang sekali jika kamu menjadi menantu tante.


rendra tersenyum, tante pasti akan mendapatkan menantu yang lebih baik, dan nia juga akan mendapatkan suami yang baik.


apa yang sedang kalian bicarakan? (tanya nia yang baru kembali setelah mengurus administrasi) sepertinya serius sekali.


mama mau kenal dengan istri rendra.


nia terdiam,


ma kata dokter kita sudah bisa pulang sekarang, nia sudah menyelesaikan semuanya.


setelah mengantar nia dan ibunya, rendra tidak kembali ke kantor lagi, dia pergi menjemput rose.


______------______


rose, tadi gue ketemu sama laki lu di toko bunga, dia beli bunga mawar, opss.... (amel menutup mulutnya dengan tangan). maaf, gue keceplosan, sebenarnya gue gak mau kasih tau lu, mungkin aja laki lu sengaja mau kasih kejutan romantis buat lu.


rose tersenyum mendengar ucapan amel. amel memang tidak bisa mengerem mulutnya untuk tidak bicara ceplas ceplos.


memang kapan kamu lihat mas rendra? (tanya rose)


tadi siang, pas gue mau mesen karangan bunga buat ulang tahun salah satu media.


gue sebenarnya pingin nyapa, tapi keburu laki lu pergi.


WhatsApp


baby, aku dalam perjalanan menjemput mu. -rendra-


baik mas, aku menunggu mu. -rose-


baru juga di omongin, orangnya udah nge chat (ledek amel). cepat sana cari suami biar gak kepo sama aku terus (balas rose).


weeee... dadah amel.


*tuhan kasihanilah nasib si jomblo ini -amel-*


______-------_______


dimana jenny, tidak bersama mu? (tanya rendra pada rose yang baru masuk ke dalam mobil).


tadi jenny sudah pulang duluan bersama pak dodo (jawab rose).


mas kita mampir ke toko kue ya, aku ingin membeli kue keju (pinta rose). tentu baby, apapun untuk mu (ucap rendra). semenjak malam itu, rendra terus saja memanggil rose dengan baby.


mengapa mas memanggil ku baby? (tanya rose mencari tau)


karena aku mencintai mu (jawab rendra)


dan berhasil membuat rose bersemu.


wuah ada pasangan romantis disini (sapa randy yang kebetulan juga sedang di toko kue).


ck... ternyata perayu istri orang (ucap rendra sinis)

__ADS_1


haha,... ndra, lu masih aja cemburu sama gue, tenang gue gk bakal merebut rose dari lu. kecuali---


kecuali apa hah.... (rendra terpancing)


tidak.... jadi (sahut randy)


hai rose, bagaimana kabar mu? apa lelaki angker ini membuat mu bahagia? (tanya randy)


tentu dia bahagia bersama ku (rendra menyahuti).


rose hanya tersenyum melihat suami dan sahabatnya beradu mulut. sudahlah, kenapa kalian selalu saja seperti ini (ucap rose, menghentikan perdebatan mereka).


oke oke... mereka sama-sama mengangkat tangan, dan menyerah tidak akan beradu mulut lagi di depan rose.


ndra, minggu ini bunda gue ulang tahun, lu dateng ya sama rose, jagan lupa ajak jenny juga. (ucap randy)


sebenarnya besok gue mau ke kantor lu, nyampein undangan bunda. ehh.. kebetulan ketemu disini.


iya kami pasti datang ran (jawab rose).


rendra melirik pada rose, rose membalas dengan mengedipkan kedua matanya.


______------______


rendra memeluk rose dari belakang, membenamkan wajahnya di tengkuk leher rose. mecium wangi tubuh rose yang baru selesai mandi.


mas geli,... (ucap rose)


aku kangen baby (jawab rendra)


kita baru bersama 15 menit lalu, dan kamu bilang kangen???


jangankan 15 menit, 15 detik aku tidak mau berpisah dari mu, sambil terus menciumi rambut sore. leher, dan bahu.


mas sudah, rose tertawa geli, bahkan sampai merinding. kamu menyukainya???


itu geli mas.


tapi kamu menyukainya, ya kan?


mas... sudah lepaskan.


tidak mau,


nanti aku bau lagi, kamu kan belum mandi (rose mencari alasan agar terlepas)


rendra mencium tubuhnya tanpa melepas pelukan pada pinggang rose.


aku tidak bau (jawab rendra).


mas, mandi lah dulu. atau..---


rendra mengangkat wajahnya dari leher rose, memutar tubuh rose menghadap dia. atau apa baby?? (mencoel hidung rose dan masih memeluk pinggang rose)


atau... kita tidur saja malam ini.


rendra mengerutkan dahinya. berpikir "tidur saja", berarti tidak melakukan itu bersama rose seperti kemarin malam.


rendra melepaskan pelukannya, baik aku akan mandi, tapi setelah itu peluk lagi ya. rendra mencium bibir rose sekilas. lalu mengedipkan sebelah matanya.


______------______


kehidupan rose dan rendra memang sudah lebih baik, dengan rose yang sudah menerima rendra sebagai suaminya, dan belajar mencintai rendra.


tapi tidak ada yang tau bahagia itu akan bertahan atau tidak, semua tergantung mereka yang menjalani. rose meyakinkan dirinya jika bahagia hanya bisa ia dapatkan dan ia rasakan, jika ia yang membuatnya, bahagia ada pada diri kita. seberapa besar rasa bahagia itu, kita yang menentukannya.


*untuk apa mas rendra membeli bunga, dia tidak memberikan untuk ku, sudah dua kali ini mas rendra membeli bunga, apa dia memiliki wanita lain di luar sana. tidak,.. itu tidak mungkin, setelah apa yang terjadi dengan kami, apakah dia akan berhianat. mas rendra tidak mungkin melakukan itu, dia sendiri sangat membenci dihianati, bagaimana mungkin dia akan melakukan itu.*


notifikasi hp rendra berbunyi, rose melihat sekilas hp rendra, rendra masih di kamar mandi, sepertinya belum akan keluar.


dengan memberanikan diri rose melihat hp rendra, mengusa layar hp, ada notifikasi di layar, pesan whatsapp dari seseorang bernama "nia".


ndra, terimakasih bunganya, besok datang lah untuk makan mal------


pesan itu tidak terbaca semua, karena rose hanya melihat notifikasi di layar pemberitahuan, sedangkan dia tidak mengetahui apa password hp rendra, karena hpnya terkunci.

__ADS_1


__ADS_2