
gak mungkin rose, dia kan seorang dokter yang terkenal baik, mana mungkin dia mabuk, memang apa yang membuatnya seperti itu (tanya amel tanpa dosa).
rose menarik napasnya, lantas terdiam. meminum jus di depannya. sedangkan amel menunggu dengan setia lanjutan cerita rose.
kak robin kecewa aku menikah dengan mas rendra, dia bilang aku menghianati cintanya. lagi pula aku sendiri tidak mengerti perasaan ku. lantas bagaimana aku bisa membalas cintanya, jika bukan karena rendra yang melamar pada orang tua ku, mungkin aku tidak akan menikah dengannya.
lalu randy bagaimana? (tanya amel)
kami berteman sekarang, karena randy sebenarnya sahabat mas rendra, tapi tetap saja mas rendra selalu marah jika aku dekat dengan randy. (jelas rose).
ya iya lah, randy kan dulu juga suka sama lu, wajar lah suami lu cemburu gitu (timpal amel).
terus lu pernah coba menghubungi dokter robin?
rose menggelengkan kepalanya.
aku gak mau makin merasa bersalah mel, waktu dia mengatakan apa yang ia rasakan pada malam itu, sungguh aku merasakan kesedihan dan kepedihan di kedua matanya. kak robin adalah sosok kakak bagi ku, bagaimana pun aku menghormatinya. tampak amel berkaca-kaca saat mengatakan.
aku juga tidak menyangkal bahwa aku menyayangi kak robin, tapi kalau cinta aku tidak tau mel.
mungkin memang lebih baik jika lu ngejauh dari dokter robin, karena bagaimana pun, sekarang lu sudah jadi istri orang. lu harus bisa menjaga perasaan suami lu. gue yakin si rendra pasti marah kalau tau sikap lu sama dokter robin.
entah lah mel, sekarang aku tidak mau memikirkan. aku berharap semua akan baik-baik saja, dan berjalan dengan indah.
ya udah kita balik ke ruangan aja yuk, (ajak amel).
______------______
rose jam dua kita ada janji ke perusahaan xxx, (amel mengingatkan).
iya aku udah siapin proposal kerja sama kita.
mel habis dari perusahaan xxx kita mampir ke caffe biasa ya, aku mau beli kue keju.
amel mengerutkan keningnya, tumben sekali rose menginginkan sesuatu.
kenapa wajah mu seperti itu (tanya rose)
lu lagi ngidam ya? (pertanyaan itu dengan lancar keluar dari mulit amel)
rose menjitak sahabatnya itu. hanya mau makan kue keju gimana bisa dibilang ngidam ??? (rose mulai sewot) otak mu itu mel, makanya sering-sering dicuci, kalau perlu pakai sabun sebotol.
biasanya orang ngidam juga lebih sensitif, dan suka emosi (amel malah makin jadi). rose menepuk jidatnya, kalau begitu tidak jadi beli kue keju, lebih baik beli cabe sekilo (jawab rose ketus).
buat apa cabe sekilo (amel bertanya dengan bodohnya). buat cabein mulut mu biar tak asal bicara lagi (ucap rose dengan tatapan tajam).
amel agak ngeri melihat rose, akhirnya dia menutup mulutnya. mudah-mudahan nanti anak lu kaya rendra, gak kaya lu, judes (amel menggumam).
rose melotot ke arah amel. sekarang amel sudah tidak bicara lagi.
mereka sudah di perusahaan xxx, menunggu manager pemasaran yang sudah membuat janji terlebih dahulu.
datang seorang wanita dengan balutan rok sepaha yang membuat kulit mulus wanita itu tampak indah, dengan kemeja lengan panjang warna salem yang melekat ketat di tubuh rampingnya, membuat lekuk tubuh wanita itu sangat terlihat sexy bagi siapa pun yang melihatnya.
wanita itu menyalami rose dan amel. saya vania, manager pemasaran (wanita itu memperkenalkan dirinya). rose dan amel membalas dengan sopan.
silahkan duduk, (vania mempersilahkan tamunya kembali duduk) kalian mau minum apa? (tanya vania)
__ADS_1
air mineral saja cukup, (jawab rose)
vania tersenyum, senyum yang begitu manis.
mereka pun membahas proposal kerja sama, tak terasa sudah dua jam mereka membahasnya, dan akhirnya selesai dengan hasil yang diharapkan.
rose dan amel pamit untuk kembali ke kantor, mereka saling menjabat tangan kembali sebelum pergi.
______------______
sebelum kembali ke kantor rose menyempatkan mampir membeli kue keju. saat keluar toko rose melihat rendra keluar dari toko bunga, membawa seikat bunga mawar merah yang sangat besar.
*untuk apa mas rendra membeli bunga? apa untuk ku??, huh... biar di bilang romatis gitu. apa dia tidak tau, aku tidak suka bunga*
cepat rose, amel menarik lengan rose.
rose senyum-senyum sendiri saat di mobil akan kembali ke kantor. amel yang ingin membuka mulutnya untuk bertanya segera teringat ucapan rose yang akan nyabein mulut amel kalau banyak bicara. amel pun memilih diam, membiarkan sahabatnya itu senyum-senyum sendiri.
*sepertinya rose mulai tidak waras, amel bergedik melirik*
sudah jam pulang kantor, amel mendekati rose.
mau langsung balik ya? (tanya amel)
iya, jenny pasti udah nunggu aku. aku sudah janji akan pulang bareng.
rose lu tadi merhatiin bu vania gak? (tanya amel yang sudah mulai akan bergosip)
hemm... (rose hanya berdehem)
hemm... (rose hanya berdehem)
sepertinya umurnya diatas kita ya rose, soalnya keliatan banget dewasa gitu, kalau kita kan masih abg, xixixi (amel terkekeh).
hemm... (rose masih berdehem, sambil membereskan barang-barangnya)
aku pulang dulu ya, besok lagi kalau mau gosip, jenny udah nungguin di bawah (rose pergi berlalu, malas meladeni amel).
amel hanya berdecak kesal, karena rose meninggalkannya. jadi amel tidak ada teman untuk diajak bergosip.
______------______
rose sudah di rumah, dia melihat rendra sudah pulang dan sedang duduk diruang keluarga dengan kaos putih yang melekat di tubuhnya dan celana pendek yang membuat rendra tampak jauh lebih muda, dari umur sebenarnya.
rose memperhatikan suaminya dengan senyum tersimpan. *kenapa aku jadi suka melihatnya sihh, mungkin ini tanda-tanda aku mulai tidak waras*
dia mengingat kejadian tadi pagi, ia malu untuk bertemu dengan rendra, memikirkan apa yang akan dipikirkan rendra, mengingat yang ia lakukan tadi pagi seperti wanita penggoda.
akhirnya rose berusaha untuk terlihat biasa saja, seolah tidak terjadi apa-apa. *muka tembok pun gak masalah*. ia bermaksud menyapa rendra seperti biasa.
mas pulang jam berapa? (tanya rose, lantas mencium tangan suaminya). jenny juga melakukan hal yang sama mencium tangan kakaknya, kemudian pergi kekamar untuk mandi dan berganti pakaian.
rose duduk di depan rendra, menyandarkan tubuhnya ke sofa, meletakkan tas diatas pangkuannya.
rendra meminum teh yang dibuatkan mbok par.
tadi pekerjaan ku tidak terlalu banyak, jadi aku bisa pulang lebih awal (ucap rendra).
__ADS_1
pergilah mandi, agar badan mu terasa segar. (perintah rendra pada rose).
rendra hanya menatap rose, melihat sepertinya rose cukup lelah. *sudah ku bilang tidak usah bekerja*.
kamu bau, pergilah mandi (rendra memerintah lagi).
rose mengendus tubuhnya, apa benar dia bau, sepertinya masih wangi. *hidungnya mampet kali, masih wangi kok di bilang bau*
tanpa menjawab rendra, rose bangun dan beranjak pergi ke kamar untuk mandi, tidak lupa mendelik pada rendra yang sudah mengatainya bau.
______-------______
rendra membaca sebuah pesan dari temannya,
"kamu datang menjenguk ya ndra, terimakasih bunga mawarnya". -nia-
rendra hanya membaca sekilas, dan meletakkan kembali hpnya di atas meja. dia menuju kamar untuk melihat apa yang sedang di lakukan rose, karena sejak pergi mandi, sudah satu jam dan belum terlihat kembali.
sudah mandi? (tanya rendra)
kau dapat menciumnya, aku sudah wangi (jawab rose tanpa melihat rendra, dan tengah asik menyisir rambutnya )
rendra lantas mendekat, membungkuk mendekati rose yang sedang duduk di depan meja rias, memajukan kepala hendak mencium.
apa yang mau kamu lakukan mas? (tanya rose yang terkejut)
kamu bilang aku di suruh mencium mu, dengan terpaksa aku melakukannya. (jawab rendra datar).
*apa terpaksa dia bilang, terpaksa apa memang pingin, huh...dasar mesum*. bukan seperti itu maksud ku, kau cukup menghirup udara di sekitar ku saja.
kamu mengatakannya tidak jelas, aku tadi mendengar kau meminta aku mencium mu. (rendra mulai menyeringai) atau kamu yang memang ingin mencium ku lagi hah.. sepert---
a..aku mau melihat jenny dulu mas, (potong rose dengan menahan malu, karena tau arah pembicaraan rendra, lantas cepat pergi keluar kamar)
wajah rose memerah mengingat kembali apa yang telah ia perbuat tadi pagi, ternyata bisa juga rose bersikap agresif dan tidak tau malu. ahh.. dia kan suami ku sendiri, jadi itu tidak masalah bukan.
______------_____
sudah beberapa minggu robin pergi meninggalkan ibu kota, tetapi pikiran dan hatinya masih tertinggal di sana. satu nama yang selalu dipikirkan, kemana pun dan apa pun yang dilakukan, robin selalu mengingat "rose", nama itu masih melekat di dalam hatinya. cinta yang robin punya untuk rose sangat besar, sehingga sulit untuk robin melupakan cintanya.
padahal tidak sedikit wanita yang mendekatinya. bahkan ellok selalu memperkenalkan anak gadis teman bisnisnya, namun tak satu pun yang dapat menarik pehatian anak kesayangannya itu.
saat ini robin di negara tetangga, dia tinggal bersama ellok, ibunya. memang sudah beberapa bulan ini ibu robin menetap di negara itu, hanya sesekali balik ke negaranya untuk menemui robin. selain itu ibunya sedang membuka rumah sakit baru di sana.
momy senang kamu disini, sehingga momy tidak kesepian. besok bersiaplah untuk ikut meresmikan rumah sakit yang baru momy dirikan (ucap ellok).
robin tersenyum, bagaimana mungkin robin tidak datang mom, robin tak mau melihat momy merajuk (ledek robin).
sudah pandai sekarang meledek momy mu ya (ellok tertawa, begitu pula dengan robin).
mom perhatikan kamu masih mengingat wanita mu itu, apa begitu besar rasa cinta mu padanya? sepertinya ini lebih parah dari waktu dulu kamu pernah mengalami hal serupa (tebak ellok).
mom jangan meledek ku, (manja robin). mom hanya ingin mengingatkan mu.
hanya ellok yang bisa membuat robin melupakan sejenak patah hatinya. robin memang sangat dekat dan selalu manja jika bersama ibunya.
sepertinya tebakan mom benar, ya kan?? (ellok masih pada topiknya)
__ADS_1