
jika kamu sangat mencintai wanita itu, kenapa kamu tidak memperjuangkan dia, kamu laki-laki, jadi kamu harus lebih keras berusaha (ellok menyemangati anaknya).
wanita itu suka berlari, jadi sudah tugas pria mengejarnya. tapi terkadang kamu harus berhenti sejenak, kalau terus kamu kejar, maka ia akan semakin menjauh. jadi biarkan dia merasakan kehilangan dirimu, baru dia akan menyadari betapa berarti kamu buat dia. mom yakin jika kamu memang berjodoh, kelak kamu bisa bersama orang yang kamu cintai itu (ellok sudah dengan petuahnya).
anak mom ini adalah laki-laki yang tampan dan baik, bagaimana bisa ada wanita yang menolak, wanita itu pasti akan menyesal bukan (ucap ellok bermaksud menyemangati anak kesayangannya, tanpa tau wanita yang dicintai robin sudah menikah dan menjadi milik orang lain. sepertinya ucapan ellok kali ini akan jadi sebuah kesalahan dan penyesalan kelak).
robin terus terpikir ucapan momy ellok. dia menyakinkan diri bahwa suatu saat nanti rose akan jadi miliknya. dia akan menunggu saat itu.
*haruskah ku rebut paksa cinta ku, atau ku tunggu takdir tuhan*
_______-------_______
pagi ini rose merasa pusing, saat bangun tadi pun ia merasa lemas. perutnya terasa mual. lantas ia memutuskan untuk tidak masuk kerja, dan istirahat di rumah.
kamu sakit rose? (tanya rendra)
rose menggeleng. mungkin aku hanya kelelahan mas, tidur sebentar nanti akan membaik (jelas rose).
dikantor rendra terus memikirkan rose, tampak raut wajah khawatir akan keadaan rose. dia merasa rose memang kurang sehat, tapi apa yang bisa dia lakukan, karena rose tidak mau di ajak ke dokter. rendra memutuskan untuk menelpon dokter danu.
hallo dok, rose sepertinya sakit, tapi dia tidak mau dibawa untuk berobat. aku cemas dengan keadaannya. apa yang harus kulakuakan?
bisa tolong sebutkan apa yang terjadi pada istri mu, gejala apa yang dia alami? (tanya dokter danu)
pagi ini dia bilang kepalanya sedikit pusing, lemas dan mual. (jelas rendra)
di ujung sana dokter danu senyum sendiri mendengar penjelasan rendra. istrimu tidak sakit rendra.
maksud dokter?
istrimu baik-baik saja, untuk memastikan cepat bawa dia kemari, agar dapat di periksa.
bagaimana aku bisa membawanya, dokter tau dia sangat keras kepala.
baiklah kau bisa memastikannya sendiri.
bagaimana caranya? (tanya rendra bingung)
kalau kecurigaan ku benar sepertinya istri mu sedang hamil (ucap dokter danu). rendra yang mendengar langsung kaget bukan main, soalnya dia belum melakukan sejauh itu bersama rose, bagaimana mungkin rose hamil.
hallo rendra, kau mendengarkan ku (dokter danu membuyarkan lamunan rendra).
ya dok, bagaimana cara memastikannya? (tanya rendra)
kamu coba beli testpack di apotik terdekat, suruh istri mu cek, nanti kau akan tau hasilnya.
______------_______
rendra pulang ke rumah dengan pikiran yang kacau, begitu pula dengan penampilannya sedikit berantakan.
dasi yang sudah tidak rapih, terlihat longgar dari lehernya, jas yang di sanggah di lengan kiri, dan kemerja yang sudah di gulung tangannya.
__ADS_1
dia pun berjalan sambil sesekali menunduk dan mengusap wajahnya.
saat jenny dan rose menyapa, rendra hanya melihat ke arah mereka sebentar lantas berlalu pergi meninggalkan.
rendra masih tidak percaya dengan apa yang di sampaikan oleh dokter danu. dia terus saja terdiam dan berpikir sampai malam tiba.
*apa kau tega menghianati ku, aku ingin sekali marah dan meluapkan emosi ku, tapi kenapa aku tidak bisa marah saat ini pada mu, aku sangat mencintai mu, aku tidak ingin kau terluka karena ku. apa yang harus ku lakukan pada mu*.
rose yang melihat rendra seperti itu sempat ragu untuk bertanya dan memulai pembicaraan, tapi jika aku tidak bertanya padanya, aku tidak akan tau apa yang sebenarnya terjadi. lantas rose memberanikan diri untuk bertanya.
rose mendekati rendra yang sudah berbaring miring memunggungi rose.
mas apa kamu baik-baik saja? (tanya rose, tapi rendra tak menanggapi)
mas apa kamu sakit?
*ada apa dengannya, ditanya tidak menjawab, apa aku berbuat salah, atau memang ada yang salah dengan dia*
rose tidak menyerah, dia berusaha menarik bahu rendra agar menghadapnya, dan itu berhasil. rendra berhadapan dengan rose, rose memegang kedua pipi rendra, mas ada apa? apa aku berbuat salah? kenapa kau seperti ini? katakan jika aku berbuat salah, aku akan memperbaikinya. (rose terus bertanya)
rendra hanya menatap rose penuh dengan pertanyaan.
apa kamu masih mual? (tanya rendra)
*aku tanya, malah balik tanya*-rose-
sudah tidak, sekarang badan ku sudah lebih segar (jawab rose). rendra masih menatap rose dalam diam, rose yang di tatap nampak bingung, dan sedikit salah tingkah.
rendra megusap wajahnya kasar, menarik napas, dan kembali menatap rose dengan tatapan serius.
rose, apa kamu menghianati ku? (tanya rendra dengan perasaan kacau). sebenarnya rendra enggan untuk bertanya, takut akan jawaban terburuk.
kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu mas? *apa mas rendra mengetahui tentang apa yang terjadi pada ku dan kak robin malam itu, ahh tapi tidak mungkin, kejadian itu hanya aku dan kak robin yang tau, amel saja tidak tau yang sebenarnya*
bagaimana mungkin aku menghianati mu, apakah hal ini yang mengganggu pikiran mu?
coba ceritakan maksud mu dengan lebih jelas mas (pinta rose).
aku tidak pernah melakukan itu pada mu, bagaimana kamu bisa hamil rose, apa namanya kalau kau tidak menghianati ku, siapa ayah anak mu itu? (rendra sudah tersulut emosi, tapi berusaha mengontrolnya).
rose yang mendengar sangat bingung, apa sebenarnya maksud rendra.
siapa yang hamil mas? (tanya rose)
siapa lagi, kamu. bukan kah tadi pagi kamu pusing dan mual, itu gelaja wanita hamil bukan?
rose tertawa dengan geli, tidak menyangka rendra akan berpikir seperti itu.
apa yang kamu tertawakan? kamu pikir ini semua lucu, dengan kamu menghianati ku (ucap rendra tajam).
lebih baik aku tidur di kamar bawah, aku tidak ingin sekamar dengan wanita yang dengan mudahnya menghianati ku, bahkan sampai hamil.
__ADS_1
kamu yakin akan tidur dibawah sebelum mendengar penjelasan ku mas? (rose bertanya dengan seringai di wajahnya) pergilah, ku harap kau tidak akan pernah menyesal dengan semua tuduhan mu pada ku. rose berbaring dan menarik selimut, memeluk guling dan merilekskan tubuhnya.
rendra terdiam, berpikir kembali, rose benar, seharusnya rendra mendengar penjelasan agar tidak terjadi salah paham. rendra kembali duduk di atas ranjang.
sekarang jelaskan padaku (ucap rendra)
mas aku tidak hamil. tadi pagi aku pusing dan mual mungkin karena aku terlalu lelah, mungkin tekanan darah ku turun, jadi wajar sekali kalau aku sedikit pusing dan lemas.
lagi pula untuk apa aku menghianati mu, jika suami ku saja tak bisa melakukan hal itu pada ku, bagaimana mungkin aku biarkan lelaki lain melakukan sesuatu yang buruk pada ku.
rendra terdiam, memikirkan ucapan rose.
kamu berkata yang sebenarnya rose? (tanya rendra)
dokter danu mengatakan apa yang kamu alami adalah gejala wanita hamil. dia menyuruh ku membeli ini (rendra menyerahkan tespack pada rose).
rose mengambil tespack dari tangan rendra tanpa ragu. aku bisa membuktikannya padamu (jawab rose cepat).
rose masuk ke kamar mandi dengan membawa tespack, tidak lama dia keluar dan memberikan benda itu pada rendra.
ini mas, kau bisa melihatnya sendiri, bahwa aku tidak hamil.
rendra yang menerima benda kecil dengan garis merah satu, mengerutkan dahi, bingung.
darimana kamu tau benda ini mengatakan kamu tidak hamil? (rendra bertanya, karena memang dia tidak mengetahui fungsi dan cara kerja benda itu).
mas lihat di sini, garis merah ini satu, itu menandakan tidak hamil, jika garis merah ini ada dua, maka itu artinya hamil.
rendra menganggukan kepala mencoba mengerti apa yang disampaikan rose.
apa sekarang kau mempercayaiku mas?
rendra meletakkan tespack itu diatas meja lampu. kemudian memegang kedua tangan rose, maafkan aku, aku tidak tau hal yang sebenarnya, dan aku marah padamu. aku hanya takut jika kau menghianati dan meninggalkan ku. (ungkap rendra)
aku sudah memaafkan mu mas, aku mengerti kenapa sikap mu seperti itu. aku juga minta maaf pada mu, aku selalu menjaga jarak dari mu, padahal aku adalah istri mu, tidak seharusnya aku melakukan hal itu. aku sudah mencoba berlajar menerima keadaan ku sekarang, menerima mu dalam hidup ku dan belajar menyayangi mu.
rendra mencium kedua tangan rose dengan lembut. menatap rose yang berhadapan dengannya. perlahan rendra mengusap wajah rose, merasakan kulit lembut dan mulus, tangannya menuju bibir rose, mengusap lembut bibir merah jambu itu. rose tidak menolak, membiarkan rendra menyentuhnya.
rendra mendekatkan wajahnya, mencium kening rose, kedua mata, pipi kiri dan kanan, kemudian bibir. ia melakukan dengan lembut. kemudian menatap rose penuh gairah. rose sempat memejamkan mata ketika rendra mencium wajahnya. merasakan sentuhan lembut yang di berikan rendra.
rendra kembali mencium bibir rose, lama-lama rendra melakukan hal lebih dari sekedar menempelkan saja, sekarang rose sudah terbaring di atas ranjang dengan rendra di atasnya.
rendra mulai menciumi leher rose, rose menahan desahannya, ada perasaan senang dan nikmat yang ia rasakan. rendra berhenti sejenak, dia menatap rose penuh cinta dan menginginkan.
aku menginginkan mu menjadi milik ku yang seutuhnya, boleh kah aku melakukannya sekarang? (rendra berbisik dengan suara serak tepat di telinga rose, sehingga napasnya berhembus, membuat rose kegelian)
rose terdiam, rendra menatapnya penuh harap.
*kurasa ini saatnya, cepat atau lambat ini semua akan terjadi, dan aku harus siap*.
kemudian rose mengganggukan kepalanya dan tersenyum tipis. tanda dia mengijinkan rendra melakukan lebih pada dirinya.
__ADS_1
akhirnya malam itu mereka menikmati kebersamaan yang selama ini dinantikan oleh rendra, dan sebenarnya rose mulai merasakan hal yang sama. mulai menyayangi rendra, dan menerima rendra sepenuhnya.