Strange Fate

Strange Fate
BAB 19. MenYebaLkan


__ADS_3

rumah ini tak kalah megah dari rumah rendra. apa benar ini rumah kak robin? (rose mengecek kembali hp ny, ia membuka chat dari robin, memastikan alamat yang di kirim benar.


sepertinya memang benar.


rose memencet bell, tidak ada yang membuka pintu, dia memencetnya lagi, baru kemudian ada satpam yang membuka pintu kecil di sebelah gerbang besar.


satpam itu bertanya pada rose ada keperluan apa.


saya ingin bertemu dengan kak robin.


oh.. nona ini yang bernama rose ya? (tanya satpam)


iya pak, benar saya rose.


silahkan masuk non, tuan robin sudah menunggu non di dalam.


rose masuk ke rumah itu, saat di depan pintu utama, pintu terbuka, ada seorang wanita yang memakai seragam pelayan, silahkan non, tuan robin ada di ruang baca.


pelayan itu menunjukkan sebuah ruangan dengan pintu besar berwarna maroon, masuk saja non.


rose membuka pintu, di lihatnya ruangan yang penuh dengan buku tersusun rapih, ada meja dan sofa serta lampu yang indah.


tapi tidak ada sosok robin, kemana kak robin? katanya di sini. rose pun melangkahkan kaki masuk ke ruangan itu, dia mencari keberadaan robin.


robin keluar dari sebuah pintu yang lebih kecil, rupanya itu kamar mandi.


rose, kamu sudah datang. kemari duduk lah. robin menunjuk sofa yang ada di ruangan itu.


bagaimana keadaan kakak? (tanya rose sedikit khawatir) tadi aku ke rumah sakit, kata suster kakak sedang sakit.


robin tersenyum, suster itu terlalu berlebihan, aku hanya ingin istirahat di rumah saja.


pelayan mengetuk pintu, kemudian masuk membawa dua cangkir miuman dan beberapa kue.


lantas membungkukkan badannya kepada robin, lalu pergi keluar, dan menutup pintu kembali.


syukur lah jika kakak baik-baik saja.


apa kamu mencemaskan ku rose? (tanya robin)


tentu aku mencemaskan kakak, jika dokter sakit, bagaimana nanti dengan pasien yang sudah menunggu kakak untuk mengobati mereka, meraka akan sangat merindukan mu kan (jelas rose sambil tersenyum lebar).


apa kau merindukan ku? (tanya robin dangan nada suara rendah dan memeringkan kepalanya)


mungkin. (rose tersenyum)


bagaimana dengan permintaan ku kemarin rose?


permintaan? yang mana kak?


tentang kamu menjadi kekasih ku.


owgh.. i..itu... rose mulai gugup tidak tau harus menjawab apa.


kak kue ini enak, sambil menyuap kue ke mulutnya. alih rose karena tidak tau harus menjawab apa pada robin.


robin mengambil tisu, mengelap sudut bibir rose yang tersisa remahan kue. robin mengelapnya lembut, sambil memandang rose penuh sayang.


rose yang di perlakukan demikian jadi salah tingkah.


*aduh kok jadi deg deg an ya*


belepotan ya kak, rose menyengir menunjukan gigi putih nya. itu membuat robin semakin gemas kepada rose. ingin sekali ia menikmati bibir manis rose. tapi seketika ia ingat kejadian malam itu, saat rendra memukulnya.


tapi saat ini bukan kah tidak akan ada yang menggangunya. robin menarik rose dalam pelukannya, di pegangnya pinggang rose erat. rose ingin memberontak, tapi robin menahan tubuhnya.


ka....kakak mau apa (rose mengatakan dengan takut)


robin mencium bibir rose, tanpa rose bisa melawan, rose hanya membulatkan matanya, ciuman yang tidak lebih dari 2 menit itu membuat keduannya menjadi canggung.


robin memang hanya menempelkan bibirnya saja, tanpa melakukan lebih.


lantas ia mengusap bibir rose, kamu sangat manis rose. aku menyukainya. robin tersenyum misterius.


emmm... kak aku mau pulang.


baiklah aku akan mengantar mu,


tidak usah kak, aku naik taxi saja.


rose langsung keluar dari ruangan, menuju pintu depan. robin dengan cepat mengejar rose.


dengan cepat dia dapat menahan rose.


aa..ada apa kak? (tanya rose gugup)


aku akan mengantar mu ya, (sambil mengelus kepala rose) aku tidak mau sampai terjadi sesuatu pada mu.


rose hanya menganggukan kepalanya.


______------______


tidak ada yang saling bicara, keduanya mebisu hanya musik yang mengalun indah.


emm..kak, rose ingin bicara tapi tidak jadi menlanjutkan ucapannya.


rose kembali ke apartemen dengan perasaan yang kacau, dia tidak pernah merasakan yang namanya dicium.


hp nya berbunyi, ternyata robin yang menelpon.


ada perasan ragu untuk mengangkatnya. tapi akhirnya diangkat juga.

__ADS_1


rose tidak menyahut, dia menunggu robin memulai pembicaraan.


rose apa ada yang ingin kamu katakan? (tanya robin)


emm.. iya kak, sore ini aku akan pulang mengunjungi kedua orang tua ku.


owgh aku kira, kamu mau mengatakan apa rose.


kenapa mendadak sekali? apa terjadi sesuatu dengan keluarga mu?


tidak kak, mama menyuruh ku pulang, mungkin merindukan ku.


baiklah, kamu hati-hati ya.


iya kak.


setelah menerima telepon dari robin, rose membaringkan tubuhnya di ranjang, memijat pelipisnya, masih teringat kejadian saat di rumah robin tadi.


hp nya pun berbunyi lagi.


kring...kring...


tanpa melihat siapa yang menelpon, rose langsung mengangkat, dikiranya itu telepon dari robin lagi.


iya kak robin... (jawab rose cepat)


aku rendra. besiap-siap lah sebentar lagi aku sampai apartemen mu. aku akan mengantar mu ke bandara.


tut..tut...(rendra memutuskan telepon)


rendra membanting hp ke kursi sebelah,


*kuranga ajar, masih berani dia berhubungan dengan mu baby, kau ingin mencari masalah dengan ku rupanya*


rose terkejut saat tau yang menelponnya adalah rendra. belum sempat dia menjawab, telpon sudah ditutup rendra.


*cowok nyebelin.......*


aduh tadi pasti dia akan salah sangka lagi. mati lah aku. arghh...


ting...nong...


bell apartemen rose berbunyi.


itu pasti mas rendra, haduhhh rose memukul udara di hadapannya. dia pasti akan mencari gara-gara dengan ku. mana amel belum pulang.


lama sekali, baru di buka (maki robin)


e...e..itu mas, tadi aku sedang di kamar mandi.


rendra duduk di sofa, kenapa kamu belum siap? (tanya rendra datar)


iya mas, tunggu sebentar. mas mau minum sesuatu. (tawar rose) tidak, jika aku haus, aku akan mengambilnya sendiri (masih datar)


tunggu, rendra memberhentikan langkah rose.


iya kak...


siapa yang menelpon mu?


tadi saat mengang---


owgh tadi kak robin yang telpon (jawab rose enteng)


sambil melangkah menuju kamar, robin mengikuti dan masih terus bertanya.


apa kamu sering bertemu dengannya?


tidak juga, kenapa? (tanya rose)


aku tidak suka, jangan bertemu dengannya lagi.


apa hak mu melarang ku? (tanya rose ketus)


aku calon suami mu.


masih calon kan, belum jadi suami.


rendra sudah mulai kesal. kamu memberitahu dia, kalau kamu akan menikah dengan ku?


tidak, (jawab rose enteng)


kenapa kamu tidak memberi tahunya?


untuk apa? tidak penting.


kamu tadi habis bertemu dengannya?


hem..


jadi kamu bertemu dengannya???


ya... (teriak rose)


dimana?


di rumahnya (jawab rose cepat).


rendra sudah mengepalkan tangannya, menahan amarah. apa yang kamu lakukan di rumahnya.


bagaimana bisa kamu menemui dia?

__ADS_1


kamu tidak memikirkan perasaan ku?


apa yang kamu lakukan disana rose? (robin kesal dan tanpa sadar berteriak kepada rose)


rose yang mendengar mulai menciut, tapi dia tidak mau ditindas begitu saja.


itu bukan urusan mu mas.


apa dia mencium mu?


deg... rose terdiam.


*bagaimana dia bisa tau kak robin mencium ku, apa dia menguntit ku, tapi kan aku di rumah kak robin, jangan-jangan dia dukun, yang bisa menerawang kejadian di sekitarnya, aku harus bagaimana ini, kenapa dia jadi semarah itu, aku bener-benar akan mati sepertinya*.


rendra yang melihat reaksi rose, langsung meninju pintu kamar rose, bruk..... sehingga bersuara begitu keras, dan pintu itu sedikit rusak.


mas apa yang kamu lakukan?


rose berdiri, menghampiri rendra, tangan mu bisa terluka, rose mengambil tangan rendra.


kan luka mas, kamu kenapa sih mas, kok jadi seperti ini.


mata rendra penuh amarah, dia memandang rose, melihat bibir rose. tiba-tiba, dia menarik rose, mendorong rose hingga terjatuh di atas tempat tidur.


lantas rendra menimpah tubuh rose. menahan kedua tangan rose di atas kepala. sorot matanya menggelap, dia sudah tidak bis menahan hasratnya.


di ciumnya bibir rose. rose membulatkan matanya.


dia terus meronta, agar rendra melepaskannya.


tapi rendra tak berhenti, memaksa mulut rose agar terbuka, dan rendra melumat bibir rose, rose meneteskan air mata, karena sudah tidak sanggup melawan perlakuan rendra.


rose terisak, dan itu menyadarkan rendra.


rendra menghentikan aksinya.


maafkan aku. lantas pergi meninggalkan rose.


rose mengatur napasnya, rasanya ia hampir mati kehabisan napas. *dia ingin membunuh ku apa, apa yang dia lakukan*. rose merasakan pusing di kepalanya.


rose mendengar notifikasi di hpnya. ia membacanya, pesan dari rendra.


WhatsApp


cepat lah, aku menunggu mu di mobil. -rendra-


rose melempar hpnya ke atas tempat tidur.


dasar pemaksa. (rose mengumpat rendra)


______-----______


*apa yang sudah ku lakukan, aku sudah menyakitinya, kenapa aku tidak bisa menahannya. aku harus menghubungi dokter danu* -rendra-


rose memasang wajah cemberut, masih marah akan sikap rendra.


kenapa muka mu begitu? (taya rendra ketus)


menurutmu? (jawab rose marah)


kamu marah aku mencium mu?


rose diam, tidak menjawab rendra, masih cemberut marah.


apa ini ciuman pertama mu? (rendra bertanya)


tidak, (rose menjawab cepat)


jadi kau pernah di cium, oleh siapa? apa robin?


rose hanya diam memandang sekitar dan masih cemberut.


rendra meminggirkan mobilnya.


kenapa berhenti? (tanya rose)


apa benar robin yang pertama mencium mu?


rose tidak menjawab,


apa kamu melakukan lebih dari ciuman?


apa kamu melakukan hal lain dengannya?


rose masih diam,


rendra sudah mulai frustasi, menggenggam tangannya. mengeram menahan amarahnya agar tidak meledak di depan rose.


*apa yang harus kulakukan padamu, kamu mengecewakan ku baby*


rose kenapa kamu diam saja, jawab aku.


rendra mulai sedikit berteriak.


apa kamu sudah tidur dengannya? (tanya rendra marah)


plaakkk...... tamparan keras mendarat di pipi sebelah kanan rendra.


kamu pikir saya apa mas, kamu merendahkan ku begitu. apa yang ada di otak mu itu hah???


aku membenci mu mas....

__ADS_1


aku membenci mu.


__ADS_2