Strange Fate

Strange Fate
BAB 42. Mulai BerkerJa


__ADS_3

kak, lanjutkan makannya, makanan kakak belum habis (ucap rose pada robin)


biarkan saja si tidak tau malu ini, (rose melirik pada randy) dia memang seperti itu. tak usah diperdulikan, anggap saja tidak ada.


setelah selesai sarapan randy menggendong vero, rose dia lucu sekali, lihat dia tersenyum kepada ku (ucap randy senang).


sedang robin menggendong varo, varo tampak tenang di gendongan robin. tak lama robin menimang dan varo pun tertidur.


bukan kah kau seorang dokter, masa baru sebentar menggendong bayi, dia langsung tertidur. kau kalah dengan ku, lihat vero digendongan ku tampak senang dan membuka matanya lebar.


randy merasa senang, dia mengalahkan robin yang menurutnya tidak pandai menggendong bayi.


rose menggelengkan kepala mendengar randy, bayi tertidur di gendong berarti dia merasa nyaman (ucap rose).


tapi lihat vero, dia merasa senang ku gendong (sahut randy) iya kan vero (randy mengajak vero bicara) kau senangkan vero, ba... ci..luk..ba


jenny sudah selesai sarapan dan akan pergi berangkat ke sekolah. dia ingin sekali pergi sekolah diantar oleh kakaknya seperti dulu, akhirnya dia meminta randy untuk mengantar.


kak andy, maukah kakak antar jenny ke sekolah.


biar om dokter yang mengantar mu ya (sela robin)


hei, jen meminta ku, bukan kau (sanggah randy)


randy menyerahkan vero pada rose, babay vero tanyang, om randy pergi dulu, randy mencium pipi gembul vero, lalu beralih ke varo yang masih di gendongan robin.


lets go jen, kita berangkat sekolah, randy menuntun tangan jen.


om dokter nanti jemput jen pulang sekolah saja ya (pinta jen sambil melambaikan tangannya) jen pulang sekolah jam 3 (teriak jen sambil menunjukan tiga jari).


robin mengacungkan jempol tanda setuju.


______------______


kakak tak usah masukan hati perkataan dan sikap randy, dia memang seperti itu, agak nyeleneh (ucap rose).


tidak apa rose, aku tau, aku tak masalah akan hal itu.


*asal dia tidak berusaha memiliki mu saja*


kak, boleh aku meminta saran.


tentu saja, apa yang ingin kau tanyakan.


menurut kakak bagaimana jika aku memimpin perusahaan mas rendra?, atau aku serahkan kepada orang lain saja.

__ADS_1


aku bingung kak, di satu sisi aku tidak ingin jika semua yang di bangun mas rendra akan hancur, tapi di lain sisi aku berat untuk meninggalkan si kembar pergi berkerja.


*jika kau setuju menjadi istri ku, maka kau tidak perlu bingung rose, cukup tunggu aku di rumah bersama si kembar*


aku tau, tidak mudah bagi mu, menjalani semua ini, tapi ambil lah keputusan berdasarkan kata hati mu. tentukan pilihan mu sesuai dengan kenyamanan mu.


apa pun keputusan mu, aku yakin kau sudah memikirkan dengan baik. lagi pula kau harus belajar menjadi wanita yang kuat dan tangguh, karena sekarang kamu memiliki tiga tanggung jawab.


yang pasti aku akan selalu ada untuk membantu mu (robin tersenyum pada rose).


rose membalas senyuman itu, kini dia tau harus mengambil keputusan apa.


______-----_______


mbok par, tolong mbok carikan baby sister untuk mengasuh vero dan varo. mulai besok saya akan berkerja mengantikan mas rendra. jadi tolong selama saya tidak di rumah mbok awasi si kembar, jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. saya percayakan semua sama mbok.


baik non.


pagi ini rose sudah bersiap dan mengenakan pakaian kerjanya. dia tampak cantik dan elegan. dia berangkat ke kantor dengan mengendarai mobil sendiri, dia memakai mobil yang biasa di gunakan rendra ke kantor.


sambil memandangi seisi mobil, rose kembali teringat kenangan bersama rendra, tak terasa air mata menetes, rose segera mengambil tisu dan menghapusnya.


*aku tidak boleh menangis lagi, mas rendra mau aku hidup dengan bahagia, aku harus kuat*


setiba di kantor, rose hendak melangkah memasuki lift. tiba-tiba ada seorang wanita yang memanggilnya.


wanita itu tampak berjalan cepat hendak menghampiri rose.


nona tunggu, anda mau kemana? (tanya wanita yang ternyata sebagai resepsionis)


rose melirik papan nama pada baju wanita itu, Ria.


saya mau ke atas (jawab rose)


anda tidak bisa menggunakan lift ini, lift ini khusus untuk pimpinan perusahaan. untuk pengunjung silahkan anda menggunakan lift yang ada di sebelah sana.


kamu tidak tau siapa saya (tanya rose)


saya tidak perduli siapa anda, (jawab resepsionis itu sedikit kasar) yang jelas anda tidak boleh menggunakan lift ini.


lagi pula anda ada keperluan apa hendak menuju ruangan pimpinan kami.


rose mulai geram mendengar wanita di depannya ini.


dia menarik napasnya, tanpa membalas ucapan wanita itu, rose menghubungi heru.

__ADS_1


heru, lekas ke loby, sekarang (perintah rose)


tanpa menunggu jawaban heru, rose langsung mematikan telepon. rose menuju sofa yang ada di dekat loby, dia duduk menunggu heru.


heru sedikit kaget dengan telepon rose, dengan cepat dia langsung menuju loby.


bu (sapa heru), heru sedikit menundukan kepala.


rose bangkit dari duduknya, mukanya terlihat marah.


wanita di resepsionis tampak berjalan mendekati heru, maaf pak, wanita ini memaksa ingin naik lift untuk pimpinan. saya sudah melarangnya (ucap resepsionis itu).


heru tampak terkejut mendengarnya.


dimana sopan santun mu, menyebut ibu rose seperti itu. beliau adalah istri pak rendra. pimpinan perusahaan ini.


wanita resepsionis itu tampak terkejut, dan mulai cemas. bahkan ketakutan sudah dirasakannya.


ma...maaf..kan saya bu, dia menundukan kepala memohon maaf.


mulai detik ini kau tidak perlu berkerja lagi (ucap rose tegas). kemudian rose pergi menuju lift hendak ke ruangannya.


wanita itu tampak menangis. pak heru maafkan saya, saya sungguh tidak tau jika beliau adalah ibu rose.


tolong jangan pecat saya (mohon waita itu)


seharusnya sebelum kau bertindak tadi, kau berpikir dulu. lagi pula pasti kau mengatakan sesuatu yang tidak sopan, sehingga membuat beliau marah.


saya tidak bisa membantu mu.


kemasi barang mu dan menghadap bagian personalia.


pergilah dan ambil gaji mu.


ria masih menangis sambil membereskan barangnya.


dia memaki rose dalam hati. *dasar wanita sombong, seperti itu saja main pecat, tidak punya hati, pantas saja di tinggal lakinya. jika aku punya kesempatan, aku akan membalas perlakuan mu ini*


rose sudah di ruangannya, emosinya sudah sedikit mereda. maafkan saya bu (ucap heru menyesal)


kenapa kau meminta maaf? (tanya rose)


karena ulah karyawan tadi membuat ibu tidak nyaman, saya tidak becus menerima karyawan.


ini bukan salah mu heru, memang karyawan itu yang tidak memiliki etika dan sopan santun.

__ADS_1


__ADS_2