Strange Fate

Strange Fate
BAB 38. BerSaliN


__ADS_3

robin mendekat pada jen, kak rose mau melahirkan. dia akan baik-baik saja. jen tunggu di rumah ya, (robin memberitahu) doakan kak rose selamat, dan adek bayi juga selamat.


iya om dokter (jawab jen)


anak pintar, robin mengacak rambut jen.


______-------_______


rose sudah di rumah sakit, dokter kandungan langsung menangani rose.


rose masih menggenggam tangan robin.


kak.. sakit (keluh rose)


robin mengelus perut rose, bernapaslah, hirup dan hembuskan.


rose mengikuti kata-kata robin.


dokter kandungan yang bernama kinan itu, sempat melirik pada robin. ketika sampai di depan pintu ruangan bersalin robin berhenti, melepaskan pegangan tangan rose.


anda tidak ingin ikut masuk menemani, dokter robin? (tanya dokter kandungan itu)


robin menatap pada dokter kinan, apa aku boleh? (tanya robin)


tentu, jika wanita ini menginginkan dokter menemaninya. dokter kinan tersenyum pada robin penuh arti.


robin melihat pada rose, menunggu reaksi dan jawaban rose. rose hanya mengganguk, tanda menyetujui robin menemaninya di dalam sana.


a....rggg.... sakit kak, rose menggenggam tangan robin kuat. robin gugup luar biasa, keringat dingin bercucuran dari dahinya.


kau harus kuat sayang, berusahalah. aku di sini, aku akan terus di sini menemani mu (ucap robin tanpa sadar). robin lupa bahwa di ruangan ini ada teman sejawat yang sedang melihatnya heran.


dokter kinan yang mendengar kata-kata robin, mengerutkan keningnya, menyeringai dan tersenyum.


rose menjerit lagi, sakit kak, sakit sekali. rose merintih dan menahan rasa sakit itu. genggaman tangan rose pada robin semakin kencang.


sebagai seorang dokter melihat wanita melahirkan bukanlah hal baru bagi robin. akan tetapi dia merasa gugup dan takut saat ini, melihat rose terus merintih menahan sakit dan berjuang untuk melahirkan, sepertinya robin tau rasa itu. cemas itu lah yang dialami robin saat ini.


terus nyonya, bernapas lah dan mengejan (perintah dokter kandungan itu). huftt....huftss... rose melakukan yang dokter itu bilang, aaaa......


karena menahan rasa sakit, rose tak sadar menarik kerah kemeja robin kuat. sehingga menyebabkan robin mencondongkan wajahnya dekat, kini wajahnya tepat ada disamping wajah rose. sedang rose masih terus menarik kerak baju robin kuat.


robin memegang tangan rose yang saat ini mencengkram erat kerah bajunya. robin merasa tercekik akibat ulah rose. tapi dia tak menepis tangan rose.

__ADS_1


robin membiarkan rose melakukan apapun pada dirinya. bagi robin yang terpenting keselamatan rose dan bayi kembarnya.


dokter kandungan yang melihat kejadian itu hanya bisa menggelengkan kepala dan tersenyum renyah.


au.... ehhh.... kak... huft.. hufts..


rose mengejan kuat, dan cengkraman pada kerah kemeja robin pun semakin kuat. robin menahan napasnya.


uwekkk...uwekkk....uwekk...


bayi pertama lahir, dan tak lama selang sepuluh detik bayi kedua pun lahir.


rose masih mengatur napasnya, tapi perasaannya menjadi lega begitu mendengar suara tangis anak-anaknya. dalam hati rose berucap syukur anaknya lahir dengan normal.


robin pun ikut bahagia melihat kedua anak rose, senyum bahagia bercampur haru terukir di bibirnya.


apa sekarang kau bisa melepaskan ku sayang (ucap robin melirik rose dan tersenyum). rose melirik ke arah robin, dia baru menyadari tangannya masih mencengkrang kerah baju robin.


segera rose melepaskan cengkramanya, maafkan aku kak (ucap rose merasa malu).


tidak apa, aku mengerti (balas robin sambil mengelus kepala rose). selamat atas kelahiran putra-putra mu (ucap robin).


suster sudah membersihkan kedua anak rose, sekarang kedua bocah tampan itu ada di gendongan rose, di kedua tangannya, sebelah kiri dan kanan.


______------______


jenny begitu senang mendengar kabar itu dari robin, dia ingin segera bertemu rose dan kedua ponakannya.


tapi rose menyampaikan bahwa ia tidak mengijinkan jenny ke rumah sakit, karena hari sudah cukup larut, sedangkan jenny besok pagi harus ke sekolah.


besok setelah pulang sekolah, barulah jenny boleh mengunjungi rose di rumah sakit.


bagimana keadaan mu (tanya robin)


aku sudah lebih baik kak (jawab rose)


anak-anak ku dimana kak? apa mereka bisa tidur di sini bersama ku?


mereka di ruangan khusus bayi, tapi jika kau ingin mereka tidur disini, nanti aku akan meminta suster membawa mereka kemari (ucap robin).


sekarang istirahatlah dulu, dan jangan lupa makan yang banyak, agar kau cepat pulih (ucap robin lembut)


baik kakak ku (jawab rose sambil tersenyum)

__ADS_1


robin menuju ruangannya, saat di lorong dia berjumpa dengan dokter kinan. dokter robin, boleh mengobrol sebentar (tanya dokter kinan)


tentu (ucap robin) kita mengobrol di ruangan ku saja (ajak robin)


dokter kinan setuju untuk mengobrol di ruangan robin.


ada apa dokter kinan? (tanya robin)


kita sudah tidak di depan publik bin, jadi panggil saja namaku seperti biasa. robin tersenyum.


aku hanya mau kepo dengan mu (ucap kinan)


robin tampak mengerutkan kening, bertanya-tanya apa sebenarnya yang mau di bicarakan oleh kinan.


sepertinya kau begitu dekat dengan ibu dari anak kembar yang baru dilahirkan tadi? (tebak kinan)


atau......???


atau apa hah? (ucap robin sambil menaikan sebelah alisnya)


kinan mengangkat bahunya, entahlah kau seolah-olah bertindak seperti suaminya saja (ucap kinan to the point)


robin tertawa, kau selalu saja ingin tau urusan ku kinan, tidak pernah berubah hah.


tapi kuharap perkataan mu yang tadi akan jadi kenyataan (ucap robin enteng)


kinan tersenyum, jadi dia rupanya, wanita yang membuatmu sempat kabur ke luar negeri cukup lama (tebak kinan)


tapi sepertinya tuhan memang memberikan mu kesempatan, jadi berusahalah (kinan memberi semangat).


tak perlu kau bilang, kali ini aku tidak akan melepaskannya (ucap robin yakin)


tapi ku harap kau harus lebih bisa mengendalikan dirimu, jangan ulangi sikap konyol mu itu di depan orang lain. robin tampak bingung apa yang dimaksud kinan.


kau tidak melupakan kata-kata mu saat di ruang bersalin tadi kan? jika aku tidak bantu menjelaskan pasti para pegawai sudah bergosip tentang mu.


haha, biarkan saja, aku tak peduli (ucap robin)


kau tak perduli, tapi nama baik rumah sakit ini di pertaruhkan (ucap kinan sinis), atau kau lebih memilih berurusan dengan pemilik rumah sakit ini? (ucap kinan mengejek). pasalnya pemilik rumah sakit ini adalah momy robin sendiri.


ku rasa kau tak akan tega melakukan hal itu kinan.


yah, kurasa demikian, kecuali kau mengulangi kekonyolan mu lagi dan menyebabkan gosip beredar.

__ADS_1


terkecuali wanita itu sudah resmi menjadi istri mu, aku tidak perduli jika kau bertindak bodoh sekalipun (ucap kinan dramatis).


______------______


__ADS_2