
*kenapa dari menyebalkan berubah menjadi mesum sih, tapi tetap saja menyebalkan* -rose-
______------______
rose sedang bingung, ia mondar mandir di kamar, ia ingin menemui rendra untuk membahas pekerjaannya di sekolah, tapi bagaimana cara membujuk suaminya itu.
rose masih ingjn tetap bekerja, ia tidak ingin terlalu bergantung pada rendra. ia ingin mempunyai penghasilan sendiri, hasil kerja kerasnya.
sudah ia putuskan akan berbicara pada rendra malam ini juga, ia mencari rendra, tadi mbok par memberitahu rendra ada di ruang kerjanya.
ia mendapat ide untuk mendapatkan ijin suaminya.
mas, rose membuka pintu dan memunculkan kepalanya sedikit.
ada apa rose (jawab rendra yg tengah sibuk dengan laptop dan berkas)
boleh aku masuk, ada yang ingin ku bicarakan.
masuk lah.
apa aku mengganggu mas?
tidak terlalu, ada apa, apa yang ingin kau bicarakan?
ee....begini mas, bisa tidak senin, aku sudah mulai masuk berkerja lagi (rose mengatakan dengan sedikit takut).
apa kau tidak betah di rumah?
bukan seperti itu mas, aku hanya ingin mengembangkan karir ku (rose mencari alasan).
oya, kemari lah, (rendra mengajak rose untuk pindah duduk di sofa) rose duduk disamping rendra.
ini untuk mu, (rendra memberikan sebuah kunci mobil)
untuk ku? (tanya rose)
iya kamu bisa menyetir bukan? aku ijinkan kamu menyetir mobil sendiri, tapi kamu harus berjanji untuk hati-hati, jika tidak aku akan memberikan supir untuk mu. rose masih terdiam, menebak kenapa rendra memberinya mobil.
mas, bukankah aku bisa menggunakan taxi.
aku tidak suka jika kau naik kendaraan umum, nanti akan banyak pria yang melihat mu. (jawab rendra datar)
*orang kan punya mata, wajar lah melihat, mata kan buat melihat, kalau gak lihat ya buta berarti*
baiklah, terserah mas saja.
ja..jadi bagaimana dengan permintaan ku tadi? (tanya rose tentang keinginannya untuk berkerja kembali)
sebenarnya rendra tidak mau istrinya berkerja, dia lebih suka melihat istrinya di rumah dan menunggunya pulang, tapi dia tidak ingin terlihat mengekang rose.
rendra mengambil dompetnya, dia mengeluarkan tiga buah kartu, satu kartu debit, yang entah nominalmya berapa digit, dan dua kartu kredit yang unlimited.
ini untuk mu, simpan lah, kau bisa menggunkannya sesuai kemauan mu. (rendra menyerahkan tiga kartu itu kepada rose)
untuk apa ini mas?, aku tidak sedang meminta uang pada mu, aku sedang meminta kau mengijinkan ku berkerja kembali.
aku tidak memberikan mu uang rose, kamu tidak bisa lihat, aku memberikan mu kartu.
rose menarik napasnya, ini bentuk lain dari uang kan mas.
yah... kau bisa menganggapnya demikian, tapi yang pasti aku tidak sedang memberi mu uang, jadi kau jangan salah paham.
*keras kepala sekali sih, harus disiram minyak tanah kepalanya biar sedikit lunak*
rose menggeser sedikit posisi duduknya lebih dekat dengan rendra, dia memegang lengan rendra.
mas, aku bukan mau menolak, baik aku akan terima mobil yang kau berikan, aku juga akan terima kartu yang kau berikan (rayu rose dengan lembut).
rendra yang mendengar jadi sedikit gugup, lidahnya kelu dan tidak bisa berkata.
rose memindahkan tangan satunya ke atas paha rendra, hanya menaruh di atas sana.
rendra yang mendapat sentuhan itu, hatinya gelisah, jantung berdebar kencang, sebentar dia sempat memejamkan mata.
__ADS_1
*apa yang kau lakukan, kau sedang membujuk ku atau menggoda ku baby, bikin pusing kepala saja*.
mas,... panggil rose lembut.
tolong ijinkan aku berkerja kembali ya, lagi pula aku bisa sambil mengawasi jenny bukan. yaa.. mas,, (rose masih gencar), boleh ya mas??
sekarang rose mulai mengelus paha rendra.
rendra makin gemetar, lantas ia putuskan untuk berdiri dan menghindar dari pada terjadi sesuatu di luar kendalinya.
baikah, aku kan memikirkannya malam ini, akan ku beritahu keputusan ku besok. (ucap rendra cepat)
sekarang kembalilah ke kamar, dan tidur.
baiklah mas, terimakasih kau mau mempertimbangkan keginan ku. rose hendak mendekati rendra kembali, tapi rendra sengaja menghindar dan duduk di kursi kerjanya.
rose yang melihat sikap rendra tidak mau ambil pusing, yang penting dia bisa mendapatkan ijin untuk berkerja kembali.
______------______
saat ini mereka sedang menikmati sarapan, sesekali jenny bersuara, selebihnya hanya suara dentingan sendok dan piring.
rose melirik pada rendra, yang di lirik bersikap acuh tak perduli, rose sedikit kesal.
rose menyenggol kaki rendra dengan kakinya, rendra langsung melotot karena terkejut. rose yang mendapat tatapan mata bulat rendra malah tersenyum menampakan gigi putihnya.
*pura-pura amnesia sepertinya, kau harus mengijinkan ku kembali berkerja, kumohon...*
rendra masih tidak perduli dengan sikap rose. dia tetap fokus memakan makanan hingga habis.
kak rendra, jen hari ini boleh ke rumah lala? jen mau mengerjakan tugas bersama dia?
lala siapa? (tanya rendra)
clara kakak, kan kalau di sekolah di panggil lala.
ooohh.... (rendra mengangguk seakan tau)
boleh ya kak? (jen meminta rendra agar mengijinkannya)
siap sir... (jawab jenny semangat)
*jenny meminta ijin langsung di berikan, huh... bagaimana dengan ku, mas kenapa masih diam saja*
kak rose dan kak rendra akan kemana hari ini? (tanya jen) mungkin di rumah saja jen (jawab rose).
rendra sudah duduk di sofa sambil membaca koran.
jenny berlari masuk ke kamarnya.
*lupa atau bagaimana dia, kenapa dari tadi menghiraukan ku, menyebalkan*
rose memutuskan untuk kembali ke kamar saja.
di dalam kamar rose masih cemberut sambil bergumam tak jelas.
sekali menyebalkan tetap menyebalkan........ (rose agak berteriak karena kesal)
siapa yang menyebalkan?, (tiba-tiba suara rendra mengejutkan rose)
e...i..itu cicak mas, yang nyebelin.
kenapa dengan cicak?, (rendra masih bertanya)
ini tadi ada cicak, dia sudah janji pada ku tidak akan hinggap di dinding kamar, tapi cicak itu mengingkarinya, pura-pura lupa mungkin cicaknya.
hai cicak, aku tidak akan percaya pada mu lagi, cicak menyebalkan. (maki rose)
rendra melihat seluruh dinding kamar, tapi dia tidak merasa menemukan cicak. kau sedang membohongi ku ya? (tanya rendra pada rose)
siapa yang membohongi mu?, (sanggah rose)
tadi sungguh ada cicak. (rose tidak sepenuhnya berbohong, memang tadi ada cicak, tapi hanya numpang lewat)
__ADS_1
lantas kenapa cicak bisa bicara dengan mu?, apa kau mengerti bahasa hewan? (tanya rendra dengan polosnya).
*cihh.... dia sedang mengejek ku kan, di kira aku pawang hewan apa*
yah.. setidaknya cicak itu mengerti yang ku ucapkan, walau dia tidak menyahuti ku, daripada orang yang seperti mengerti tapi mengacuhkan ku. (rose menyindir rendra)
rendra hendak keluar kamar.
mas, tunggu, apa kau sudah selesai memikirkan permintaan ku semalam? (tanya rose)
rendra tampak berpikir, memang kau minta apa semalam?, (goda rendra, tapi sebenarnya ia tau apa yang di minta rose) .
rose mengerucutkan bibirnya, mukanya cemberut.
ia sudah ingin marah kepada rendra. tapi segera ia teringat rencananya untuk membujuk rendra agar mengijinkan ia kembali berkerja.
*sabar rose, bersikap manis lah, agar suami mu yang menyebalkan ini mengijinkan*
rose menghampiri rendra, merangkul lengan rendra dengan kedua tangannya, mengajak rendra duduk di sofa dekat jendela di dalam kamar mereka.
mas, semalam kan aku meminta ijin mu untuk memperbolehkan aku berkerja kembali, aku juga sudah menerima pemberian mu, kau ingat bukan?
lagi pula kau berjanji akan memikirkan, dan memberitahu jawabannya hari ini.
apa sekarang kau sudah mengingatnya? (rose mengatakan dengan suara yang manja, merengek seperti yang biasa jenny lakukan)
rendra yang melihat sikap rose, jadi salah tingkah, seperti biasa jantungnya berdebar, dahinya sudah mulai berkeringat.
ohhh... itu, yah tentu aku mengingatnya. (ucap rendra)
rose terlihat begitu senang, rencana untuk membujuk rendra berhasil.
lantas mas?, jadi kau mengijinkan ku kan? (tanya rose)
dengan satu syarat (rendra menyeringai)
rose melepaskan rangkulannya di lengan rendra.
melihat wajah rendra yang menyimpan arti.
*senyumnya mengerikan, pasti ingin mengerjai ku dulu, jadi orang kok tidak tulus*
baiklah, apa syarat mu?, (jawab rose tegar)
kau yakin akan sanggup menerima syarat ku? (rendra tersenyum penuh arti)
ya.. aku sanggup, aku akan melakukan apa pun syarat yang kau berikan. (jawab rose mantap)
jadi apa syaratnya (rose melipat kedua tangannya di depan dada).
cium aku. (rendra mengatakan dengan lantang)
rose yang mendengar syarat rendra, tampak tidak terkejut. *benar saja, senyumnya tadi itu??, aku sudah menduga syaratnya pasti mesum, terlihat jelas di balik senyuman itu*
bagaimana?, ku yakin, kau pasti tidak bisa melakukan nya bukan? jadi tetaplah di rumah, kau tidak perlu berkerja. rendra hendak bangun dan berjalan keluar kamar.
aku sanggup dengan syarat yang mas berikan. (ucap rose mantap) *dia pikir aku akan menyerah begitu saja, huhh.... cium ya cium, apa salahnya tinggal cium saja bukan, toh dia juga sudah pernah mencium ku. tunggu, dia tidak bilang bukan, aku harus mencium dimana, hehehe... aku akan mencium di pipi, dan itu akan sangat mudah* (rose menyeringai)
rendra langsung menghentikan langkahnya, dia mebalikkan badan. *aku tidak salah dengarkan,dia mrnyanggupi syarat ku, gagal sudah rencana ku*
rendra salah tingkah. a..apa yang kau katakan?, aku tidak mendengarnya (ucap rendra).
aku bilang aku menerima syarat mu (rose mengulangi).
baik, cepat lakukan. (pinta rendra)
rose medekatkan diri ke rendra, jarak mereka begitu dekat. rendra sudah berkeringat. jantungnya berdebar lebih cepat. cup... (rose mendaratkan ciuman cepat di pipi rendra).
sudah, jadi besok aku sudah bisa berkerja kembali bukan (ucap rose penuh kemenangan)
rendra yang sempat terpaku langsung kembali tersadar. rendra menyeringai. bukan ciuman itu yang ku minta. tapi di sini (rendra menunjuk bibirnya dengan jadi telunjuk).
mana bisa seperti itu, tadi kau bilang hanya di cium bukan, tidak bilang dimana aku harus mencium mu. (rose protes, usahanya jadi sia-sia).
__ADS_1
ya sudah, berarti kau tidak bisa melakukan syarat yang ku minta, kau tetap dirumah.
______------_______