
amel masih menemani rose, menunggu rose sadar dari pingsannya. amel begitu sedih melihat keadaan rose. sahabatnya ini sungguh sedang mendapat ujian yang sangat besar.
*semoga tuhan memberi kekuatan buat lu*.
apa rose belum sadar mel (robin masuk memeriksa kondisi rose) belum, sejak tadi dia belum sadarkan diri dok (jelas amel).
robin menggenggam tangan rose, mengelusnya lembut, tangan itu terasa dingin dan lemah.
rose perlahan menggerakan tangannya, membuka mata perlahan, semua masih ada dalam ingatannya.
ia tau bahwa saat ini rendra sudah tidak bersamanya lagi.
rose.... (panggil robin)
rose melihat pada robin, lalu dia memposisikan diri untuk duduk menyandar. bagaimana keadaan mu rose? (tanya robin)
rose hanya diam tidak menjawab atau merespon. tatapan matanya kosong. tidak ada air mata di kedua mata bulat itu, tidak ada ekspresi apapun pada wajahnya. pikiran rose entah menerawang kemana.
robin membelai rambut rose, amel tolong ambilkan minum di meja itu (pinta robin).
amel memberikan gelas yang berisi air mineral. robin mengambil gelas air itu.
rose minum dulu ya (pinta robin)
rose masih diam. robin berinisiatif membantu rose meminumkan air tersebut. rose tidak membuka mulutnya.
robin menghela napas, sungguh jika bisa saat ini dia ingin menangis melihat kondisi rose. tapi dia tidak mau terlihat lemah di depan rose.
amel, bisa tolong tinggalkan saya berdua dengan rose (perintah robin). amel pun keluar dari ruangan itu, dia menuju kantin untuk membeli beberapa makanan dan minuman.
______------______
robin membawa rose dalam pelukannya, mengusap kepala rose. tolong jangan seperti ini rose, menangislah, manjeritlah, luapkan kesedihan mu, jangan diam seperti ini, kau membuat ku takut.
ingat lah kamu tidak sendiri rose, aku akan selalu ada untuk mu, kapan pun dan dimana pun, kamu bisa mengandalkan ku dalam segala hal. ku mohon katakan sesuatu rose.
ingatlah kedua anak mu sangat membutuhkan mu, kuatlah untuk mereka. anak-anak mu merasakan apa yang kau rasakan, tidak kah kau ingin melihat mereka lahir dengan sehat, dan juga rendra akan sedih jika melihat mu seperti ini.
rose meneteskan air matanya, isakan mulai terdengar. dia mengeratkan pelukan pada robin.
kenapa aku kak? kenapa harus aku?
tuhan seperti membenci ku kak.
apa dia sedang marah pada ku, tapi hukuman yang dia berikan begitu berat kak. aku tidak bisa menangung ini semua. aku ingin ikut bersama mas rendra saja.
__ADS_1
stttt.... apa yang kau katakan rose. kamu tak boleh berkata seperti itu. tidak baik jika anak mu mendengarnya.
rose mengelus perutnya. *maafkan mami sayang*
robin menangkup wajah rose menggunakan tangannya, rose yang ku kenal adalah rose yang kuat.
tuhan menyayangi mu sangat, jangan berprasangka buruk padanya. dia tidak marah pada mu, atau sedang menghukum mu. dia tau yang terbaik untuk mu.
kamu harus ikhlas dan menerima semua ini, itu akan membuat mu jadi lebih baik.
jangan menyiksa diri mu seperti ini. aku sangat mengerti apa yang kau rasakan. melihat mu seperti ini sangat menyakitkan untuk ku. kesedihanmu adalah kesedihan ku. rasa sakit mu adalah sakit ku juga.
robin menghapus air mata yang masih terus mengalir di pipi rose. rose memeluk robin. terimakasih kak.
jangan tinggalkan aku, kumohon, aku tidak ingin kehilangan lagi.
_______-------_______
hari ini pemakaman rendra, semua sahabat dan keluarga rose sudah berkumpul untuk mengantar kepergian rendra ketempat peristirahatan terakhirnya.
jenny terus menagis, dia tidak lepas dari pelukan rose.
rose tau adik iparnya ini sama sedihnya dengan dirinya. sekarang rose berusaha kuat untuk kedua anaknya dan juga jenny. walau sebenarnya dia sangat rapuh.
robin terus mendampingi rose, bahkan sempat semua mata tertuju pada robin. tapi hal itu tidak dihiraukannya. dia tidak peduli apa kata orang, baginya kini rose seperti seorang adik yang harus ia jaga dan lindungi.
sebenarnya rose tidak mau pergi karena tidak mau meninggalkan jenny sendiri. saat ini jenny hanya punya dirinya seorang. jenny adiknya kini, adik yang harus dia jaga dan lindungi.
tok...tok...
kak, apa jen boleh masuk (ijin jenny)
masuk lah sayang, kemari. rose mengajak jenny duduk di tepi tempat tidur sejajar dengannya.
kak boleh jen tidur di sini bersama kakak?
tentu sayang, mata rose berkaca-kaca, memeluk jenny dan mengusap rambutnya.
bagaimana kabar adek bayi kak?
mereka baik-baik saja (ucap rose)
merek sudah tidak sabar untuk bertemu dengan aunty jen dan bermain dengan mu.
jen tersenyum, mereka akan mirip seperti kak rendra kan kak?
__ADS_1
rose terdiam sesaat, lalu menjawab jen.
tentu jen, vero dan varo akan mirip dengan kak rendra, papi mereka.
jadi nama mereka vero dan varo kak?
rose menggangguk, boleh jen menyentuh mereka kak?
rose membawa tangan jen menyentuh perutnya. ada tendangan dari dalam sana. kak mereka bergerak (sahut jen terkejut).
mereka menyukai aunty jenny, jadi mereka menendang.
auchh...... (rose meringis)
kakak kenapa? (jen panik)
tolong ambil hp kakak jen, di meja sana (pinta rose)
jen mengambil hp rose cepat, memberikan pada rose.
rose menekan nomor telpon robin, sambil menahan sakit pada perutnya.
dering pertama robin langsung menyahut. ka..k... perut ku sakit, au....
rose,... (panggil robin)
berikan telponnya pada siapa pun yang ada di sana.
rose memberikan telepon itu pada jenny.
jenny mendengarkan. hallo siapa ini (tanya robin)
ini jenny. ohh... jenny,
jen tolong jaga kak rose, jangan biarkan dia kemanapun, tunggu om dokter akan datang segera. telepon terputus.
robin menyambar kunci mobil, dia berlari menuju parkiran, menginjak gas cepat. mobilnya melaju kencang. dia menyetir sudah seperti pembalap formula one.
ketika sampai di rumah rose, robin langsung berlari menemui rose. dia melihat rose merintih menahan sakit, dan terus memegang perutnya.
robin menggendong rose cepat, membawanya menuju mobil, dia meletakan rose di kursi depan, kemudian memakaikan rose sabuk pengaman.
dimana tas bayi mu rose? (tanya robin)
di kamar di dalam lemari kak, au.... sakit kak..
__ADS_1
tunggu sebentar. robin berlari ke kamar rose, mengambil tas berisi perlengkapan bayi. dia melihat jen berdiri dekat pintu ketakutan.
om dokter, apa kak rose baik-baik saja? (tanya jen takut) apa kak rose akan pergi seperti kak rendra (jen sudah terisak menangis).