Strange Fate

Strange Fate
BAB 22. KeCewa


__ADS_3

rose berlari saat sudah sampai di depan gerbang rumah robin. dimana kak robin?, tanya rose yang baru memasuki rumah robin dengan tergesa.


di dalam kamar nona, pelayan langsung mengantar rose menuju kamar robin.


tuan di dalam nona, dari tadi terus membanting barang.


kamu tau kenapa kak robin seperti itu? (tanya rose)


saya tidak tau nona, tadi pagi tuan masih baik-baik saja, sesaat setelah menerima telepon, dia mulai membanting telepon itu dan mengamuk sampai sekarang. (pelayan itu menjelaskan yang dia tau)


saya permisi nona. pelayan itu meninggalkan rose yang berdiri di depan pintu kamar robin.


rose memegang gagang pintu, sebenarnya dia ragu untuk masuk, takut kalau robin mengamuk dan melempar barang padanya, mengingat kata-kata pelayan tadi.


*kak robin sangat menyayangi ku, tidak mungkin dia akan menyakiti atau melukai ku*.


ceklek....


rose terperangah saat melihat kamar robin yang sudah berantakan. dia milihat sosok robin yang terduduk di lantai dekat ranjang.


perlahan rose menghampiri robin, yang sedang memejamkan mata dan meracau tidak jelas.


kak robin, (panggil rose lirih)


robin menatap sosok wanita yang sangat dicintainya sedang berdiri di depannya.


robin bangkit dan berdiri, tapi tubuhnya terhuyung dan rose segera menangkapnya.


pelayan yang sudah tidak mendengar suara amukan robin memilih kembali ke pekerjaan masing-masing.


penjaga yang kembali ke pos, dan pelayan kembali ke rumah belakang tempat mereka tinggal.


mereka berpikir tuannya sudah mendapatkan pawang yang bisa membuat tenang.


rumah robin sepi, rumah sebesar ini tidak ada siapa pun, robin hanya sendiri, dan yang lain hanya pekerja di rumahnya.


ibu dan ayah robin sudah lama bercerai, ibunya lah yang sering menemaninya, tetapi ibunya juga sering pergi ke luar negeri untuk urusan bisnis.


sedang ayahnya jarang berkunjung, dan menetap di luar negeri setelah bercerai dengan ibunya.


rose memapah robin, duduk di di pinggir ranjang.


kakak kenapa seperti ini? (tanya rose sedikit takut)


robin hanya memandang rose dengan tatapan kehilangan dan kecewa.


lantas memeluk rose dan menangis, robin masih terisak, dia memeluk rose sangat erat, seakan takut kehilangan. membenamkan kepalanya di sela tengkuk rose, membasahi bahu rose dengan air matanya.


kakak,... (panggil rose lembut)


mengusap punggung robin.


ada perasaan aneh yang dirasakan rose saat ini, dia merinding merasakan sentuhan robin pada tengkuknya.


kak.. sekali lagi rose memanggil untuk menyadarkan robin, agar melepas pelukannya.


tapi robin tak bergeming.


kak, tolong jangan seperti ini, kamu membuatku sedih, melihat keadaan mu seperti ini.


apa benar kamu menikah dengannya rose? (tanya robin dengan suara yang lemah hampir tak terdengar)


rose tidak menjawab, hanya terdiam.


apa kamu mencintainya rose?


rose masih terdiam.


kenapa kamu memilihnya, kenapa itu bukan aku rose, aku menyukai mu sejak kita sekolah, karena takdir kita harus berpisah, dan takdir juga yang mempertemukan kita kembali, saat bertemu dengan mu di seminar itu, aku yakin tuhan memang menakdirkan kau untuk ku rose.

__ADS_1


apa kau tak bisa merasakan cinta ku yang begitu besar untuk mu rose. kau menyakiti ku rose, aku sungguh sakit rose.


kak, maafkan aku. aku juga menyayangi mu, tapi ku rasa tidak seperti perasaan mu pada ku. aku sendiri tidak tau bagaimana perasaan ku padanya dan pada mu. orang tua ku yang menerima lamarannya, aku hanya ingin jadi anak yang berbakti.


aku senang saat bersama mu, aku bahagia kau perhatian pada ku, aku menikmati setiap perlakuan mu pada ku.


jangan seperti ini kak, kalau kau manyakiti diri mu, itu sama saja kau menyakiti ku. aku sedih melihat mu seperti ini kak.


apa yang bisa ku lakukan untuk menebus semuanya kak. apa yang bisa ku lakukan agar kau memaafkan ku.


rose begitu sakit mendengar setiap perkataan robin, dia tidak tau bahwa pria ini begitu mencintainya, bahkan semenjak sekolah dulu. mungkin kalau robin tak menghilang dulu, akan berbeda ceritanya.


pria baik yang selalu melindungi dan menjaganya. yang mampu melakukan apa pun untuknya, yang bisa berbuat hal gila hanya untuk melihat senyum wanita ini. pria itu sekarang begitu rapuh, sosok yang tidak pernah rose bayangkan sebelumnya.


rose ikut meneteskan air mata, dia merasakan kesedihan yang robin rasakan. *kenapa aku tidak bisa menentukan hati ku, aku menyayangi mu kak, tapi entah mengapa aku juga bahagia bersama mas rendra, maafkan aku kak, mungkin aku serakah dan egois, yang selalu nyaman bersama kalian*.


robin melepaskan pelukannya, dia menghapus air mata rose, membelai pipi mulus rose. memengang kedua pipi rose.


aku mencintaimu rose wijaya khusumah.


robin mencium rose dengan lembut, rose membeku di tempat, hatinya ingin menolak, tapi tubuhnya mengatakan lain.


robin bebisik di telinga rose, kau ingin menebus semuanya, jadilah milik ku rose.


rose merasakan kelembutan yang di berikan robin, merasa rose tak menolak perlakuannya, robin berusaha melakukan lebih, rose mulai menikmati sensasi aneh yang belum pernah ia rasakan. memejamkan matanya, menikmati sentuhan robin.


robin terus mencium bibir rose, walau rose tak membalas ciumannya, robin memegang pinggang rose menarik rose lebih mendekat padanya.


rose pun sudah berbaring di atas tampat tidur, dengan robin di atasnya, yang masih terus mencium bibir rose.


saat napas mereka sudah tersengkal, robin berpindah mencium leher rose, rose yang merasakan sekujur tubuhnya menegang, tak sadar dia mendesah.


membuat robin semakin bersemangat dan terus menghujani rose dengan ciuman. robin yang dalam keadaan mabuk, tapi dia sadar betul akan apa yang dia lakukan.


saat robin hendak menjamah tubuh rose dengan tangannya, rose tersadar bahwa yang terjadi saat ini adalah salah.


kak, jangan seperti ini, jika kamu mencintai ku, kamu tidak akan menyakiti ku.


robin terdiam, dia bangkit dan menhentikan aktifitasnya.


dia menutup wajah dengan tangannya, memegang erat kepala dan sedikit menarik rambutnya.


maafkan aku rose, sebaiknya kamu pulang, karena aku tidak akan bisa menahannya jika kau tetap di sini (ucap robin frustasi).


rose segera bangkit, mengambil tasnya dan keluar dari kamar itu, jaga diri kak, jangan melakukan hal yang akan kau sesali. aku akan tetap menyayangi mu. lalu rose pergi dari rumah robin.


______------______


bagaimana kabar mu ndra? (tanya dokter danu)


rendra sudah bersama dokter danu, rendra meminta dokter danu datang ke kantornya, karena rendra tak bisa meninggalkan pekerjaannya.


dengan senang hati dokter danu datang menemui rendra.


bagaimana? apa kau sudah menaklukan istri mu.


jantung mu pasti sudah berdetak dengan normal kan, atau malah sebaliknya ndra? (dokter danu terus menanyakan kemajuan hubungan rendra)


aku belum melakukan apapun, jantung ku semakin tidak karuan dok, apa lagi saat bersamanya.


lantas kenapa kamu tidak melakukannya?


dulu saat menyentuhnya aku teringat jenny, aku tidak mau ada seorang lelaki yang menyentuh adik ku, dan mempermainkannya. makanya aku menghormati rose dan tidak ingin memaksanya.


bukan kah karma masih berlaku dok, tidak mungkin aku menyakiti seorang wanita, sedang aku memiliki adik seorang wanita.


kau kakak yang baik rendra.


tapi bukan kah sekarang berbeda, dia sekarang adalah istri mu, jika kau menyentuhnya itu tidak masalah bukan, itu sudah menjadi hak mu.

__ADS_1


tapi sepertinya dia belum bisa menerima ku dok, aku melihat sedikit ketakutan saat aku akan menyentuhnya, jadi aku selalu menahannya. aku tidak ingin memaksanya, aku ingin dia sendiri dengan keinginannya menerima ku.


dokter danu tersenyum, dia tidak habis pikir masih ada lelaki seperti rendra. dalam hati dokter danu merasa bangga dengan sikap lelaki ini. dia benar-benar mencintai wanita itu.


terserah kau saja kalau begitu, lakukan apa yang menurut mu baik, tapi jangan menahan terlalu lama, itu pasti akan menyiksa mu kan (dokter danu sedikit mengejek rendra).


kalau hanya ingin memanasi ku dan mengejek ku lebih baik kau kembali ke klinik mu dok, pasien mu pasti banyak yang menunggu mu. (usir rendra halus)


dokter danu hanya tertawa, dan pamit meninggalkan rendra.


______------_______


rendra teringat rose, sedang apa dia sekarang. kenapa jadi merindukannya, padahal tadi pagi pun bertemu, ahh.. sebentar lagi juga aku akan pulang, di lihat jam tangannya sudah pukul 5 sore. rendra memutuskan untuk menelpon rose.


kring...kring.... hp rose berbunyi


rose saat ini di apartemen menemui amel.


hallo mas,


kamu dimana sayang? (tanya rendra lembut)


*ada apa dengan lelaki ini, kenapa tiba-tiba bersikap manis seperti ini???*


aku di apartemen, menemui amel.


tunggu aku di sana, aku akan menjemput mu. kita akan pulang bersama.


baik mas.


rendra tersenyum saat telponnya sudah dimatikan.


tok...tok.... seketaris rendra mengetuk pintu.


masuk,..


permisi pak, ada dokumen yang perlu bapak tanda tangani. (ada apa dengan mu bos, kenapa senyum-senyum sendiri???).


sudah semua vin, rendra menyerahkan dokumen itu kembali ke vina.


e..e..iya pak, vina mengambil dokumen itu. bapak lagi senang ya pak? (tanya vina spontan, tapi langsung menutup mulut dengan tangannya)


maaf pak saya lancang. saya permisi.


vina segera keluar sebelum bosnya itu marah karena bertanya yang bukan urusannya.


______--------______


ciee.... yang pengantin baru.


gimana suami lu, apa rasanya rose (tanya amel kepo).


gede gak rose, kuat berapa lama kalian (amel sudah mulai menjurus dengan pertanyaannya).


rose melempar bantal kursi ke arah amel, ngomong apa sih mel, gak bermutu amat. (maki rose)


ishhh pelit amat rose, bagi-bagi dikit kan gak apa-apa. biar nanti kalau gue udah nikah gak kaget lagi kan (amel mengedipkan sebelah matanya).


dasar otakmu kusut mel, banyak minum mel biar adem itu otak (celetuk rose).


ya terus ngapain coba lu kesini, gue kira mau bagi-bagi cerita malam pertama. apa rasanya? sakit gak rose?? (amel masih kepo)


amel......., rose menjitak kepala amel.


aduhh.... sakit rose.


biar waras otak mu itu.


______-----______

__ADS_1


__ADS_2