
aku waras, sangat malah.
makanya aku melamar mu.
kita sudah cukup dekat, kita memang sering berdebat, tapi aku menyukai itu.
orang tua mu menerima ku,
dan ternyata kedua orang tua kita sahabat lama.
itu juga yang membuat ayah mu menerima ku.
aku tidak gila, aku hanya tidak ingin kamu di miliki pria lain, lebih cepat kita menikah maka lebih cepat kamu menjadi milik ku. (rendra menjawab tidak kalah emosi dengan tatapan tajam)
rose tak bergeming, malah makin emosi. dia menganggap rendra semaunya sendiri.
apa yang membuat mu melakukan semua itu mas?
kamu sangat menyebalkan...
menyebalkan..
rose berteriak sambil memegang kuat tali tasnya.
rendra menatap rose tajam, memiringkan kepalanya.
rose yang tidak awas kaget saat rendra mendekat ke arahnya. rose tersudut ke ujung sofa. rendra meletakan kedua tangannya diantara bahu rose. memajukan wajahnya, detak jantung keduanya jangan ditanya, irama sudah tidak beraturan.
hidung rendra sangat dekat dengan hidung rose, tatapannya mengunci mata rose.
rose masih membelalakan matanya, menutup mulut rapat-rapat dengan rasa takut yang sudah di tenggorokan.
*mau apa cowok nyebelin ini, awas ya mas jangan macam-macam, aku akan teriak*
rose langsung mendorong tubuh rendra menjauh. dia bangun dan berjalan ke sembarang arah menjauhi rendra. sejenak mengatur napas dan detak jantungnya. *lari rose, lari kalau mau selamat*.
aku mau pulang mas, permisi.
rose langsung keluar dari ruangan rendra dan tak sengaja menutup pintu begitu keras.
wajahnya memanas, di pegang dadanya yang masih bergemuruh. menggelengkan kepala, lantas pergi dari sana.
vina terkejut akibat suara bantingan pintu, melihat rose yang seperti ngos-ngosan habis berlari, apa yang terjadi dengan wanita itu. si bos ????
rendra masih terduduk di sofa, tersenyum akibat ulahnya tadi. sedikit tidak sadar apa yang sudah di perbuatnya. lantas bangkit, mengambil jasnya. kemudian keluar ruangan. vin atur ulang jadwal rapat saya siang ini. lantas meninggalkan kantor.
vina belum sempat menjawab bosnya, masih bingung apa yang sudah terjadi. dia sempat mendengar wanita itu teriak, lalu..... ahh... si bos gak mungkin macem-macem.
______------______
rose masih tidak jauh dari kantor rendra, berdiri di pinggir jalan, berusaha menghilangkan perasaan yang baru ia rasakan. ahh.. malas balik ke apartemen.
akhirnya menyusuri jalan trotoar itu.
langkahnya terhenti di persimpangan, ia ingin menyebrang tapi karena tidak fokus, hampir saja di tabrak sebuah motor.
pengendara motor itu mengumpat rose, mba kalau mau mati jangan nyusahin orang.
rose yang mendengar tidak mengubris dan masih bengong. tiba-tiba mobil sedan putih berhenti di depannya. robin turun lantas menghampiri rose.
rose kamu tidak apa-apa?
aa...kak robin, rose malah memeluk robin dan terisak air matanya menetes perlahan. langsung dihapus agar tidak ketahuan robin.
dia membawa rose ke kursi penumpang, mempersilahkan rose agar masuk ke dalam mobil.
rendra yang tadi hendak mengejar rose, melihat robin membawa rose. dia memukul setir, "dokter itu lagi". berani-benarinya meluk rose. akan ku buat kau batuk darah. dia mengambil hp dan menghubungi heru.
"siapkan segera semua keperluan penikahan, lusa harus siap, lakukan segera" rendra menutup teleponnya. melempar hp itu ke kursi sebelahnya.
______------______
kita ke rumah sakit ya? (tawar robin)
aku gak mau kak,
kalau begitu ku antar kamu ke apartemen ya?
biar ku periksa keadaan mu di sana.
rose menggeleng,
__ADS_1
lantas kamu mau kemana? (robin mulai cemas)
terserah kakak, aku ikut kakak saja.
ya sudah kita ke taman dekat apartemen mu saja ya. rose menganggukan kepalanya.
sekarang mereka sudah duduk di salah satu bangku taman. kamu baik-baik saja rose? apa ada yang sakit? atau terluka? (wajah robin tampak khawatir melihat keadaan rose)
aku baik-baik saja kak, motor itu tidak sempat menabrak ku.
apa yang sedang kamu lakukan di pinggir jalan seperti itu? itu bahaya rose, kamu membahayakan dirimu. aku tidak suka kamu seperti ini rose. robin merangkul rose, membawa rose kepelukannya, mengusap kepala rose.
rose masih diam, merasakan hangat tubuh robin, dia mulai tenang. bernapas dengan teratur.
jangan membuat cemas ya sayang.
(suara robin begitu lembut dan penuh kasih sayang)
dia mencium kepala rose, merasakan aroma rambut rose yang harum bunga. kemudian melepaskan pelukan, menangkup wajah rose dengan kedua tangannya. mata mereka bertemu.
rose, kamu tau aku tak bisa melihat mu bersedih apalagi sampai menangis. apa pun yang sedang kamu alami ku harap kamu bisa menjaga dirimu dengan baik.
rose memegang tangan robin yang masih di kedua pipinya. kak terimakasih.
kakak jangan cemas, rose baik-baik saja.
kamu sayang dengan kakak? (robin berpikir ini waktu yang tepat untuk mengungkapkan isi hatinya)
rose mengangukan kepalanya. kakak juga menyayangi mu, sangat. lalu kembali memeluk rose.
rose, hemm....
kakak sangat menyayangi mu,
rose juga,
robin tersenyum senang.
kamu mau menjadi pacar ku?
deg... rose terdiam. mulutnya terkunci tak dapat bersuara. perlahan dia melepaskan pelukan robin.
kakak ngomong apaan? (rose pura-pura tak mendengar)
rose hanya terdiam, menundukan wajahnya. dia ingin menolak, tapi dia tidak ingin menyakiti robin. entah mengapa sepatah kata pun tidak dapat keluar dari mulutnya.
robin mengambil tangan kanan rose, membawanya dan meletakan tepat di jantungnya. kau bisa merasakannya rose, berdetak lebih cepat karena mu. kau bisa merasaknnya hanya ada cinta untuk mu sejak dulu. rose masih terdiam dan menatap robin nanar.
robin memegang dagu rose, mengangkat kepalanya, sekarang wajah mereka berhadapan. robin memegang kepala belakang rose, wajahnya mulai mendekat, rose merasakan hembusan napas robin, lembut. robin mulai mendekatkan bibirnya ke bibir rose.
buggh..... jangan berani menyentuhnya.
sekali lagi pukulan mengenai wajah robin, darah keluar dari ujung bibir robin. rose berteriak, berlari mendekati robin.
apa yang mas lakukan, mas keterlakuan. mas melukai kak robin.
mata rendra penuh amarah, seperti akan menghancurkan apa pun di depannya. dia memicingkan matanya, menatap penuh kemarahan. dia berani menyentuh mu, tak akan ku biarkan.
saat rendra hendak menghajar robin lagi, rose berdiri menghalangi, dia menahan tubuh rendra. cukup mas, berhenti, ku mohon berhenti, rose mulai menangis, dan itu membuat rendra membeku. dia tidak bisa melihat air mata itu, hatinya sakit sangat sakit.
rendra pergi dan meninggalkan rose dan robin.
rose menghela napas lega. dia membantu robin berdiri. kakak, kita ke rumah sakit ya. kakak harus di obati. gak perlu rose, kakak tidak apa-apa. kakak akan mengantar mu pulang.
rose menuruti robin, tapi rasa cemas masih menyelimutinya.
masuk lah, (pinta robin saat di depan apartemen rose)
kak, maafkan rose. karena rose kakak terluka. rose meneteskan air matanya.
jangan menangis sayang, robin menghapus air mata rose.
air mata mu lebih menyakitkan dibanding luka akibat pukulan ini. tersenyumlah, senyum mu menbuat ku lebih baik.
rose memaksakan untuk tersenyum.
______------______
robin meninggalkan apartemen rose, dia kembali ke rumah sakit. dia mulai mengobati lukanya.
dia membanting semua barang di atas mejanya, hingga semua berantakan. dia mengambil hp di kantongnya. menelpon seseorang.
__ADS_1
bereskan dia, cukup buat cacat agar lebih menderita.
robin menutup telepon. mengambil vas bunga dan membantingnya ke arah pintu, pecahan kaca berserak di lantai.
______------______
rose manangis di kamarnya, *kenapa harus begini, aku tidak ingin menyakiti siapa pun*. dia menghapus air matanya. melamun dan melihat ke arah jendela.
nih minum. (amel datang membawa segelas susu hangat)
makasih mel.
kemana rose sahabat gue yang ceria itu? (amel bersuara) yang selalu tegar, dan kuat.
rose meminum susu yang di berikan amel.
amel duduk di atas kasur tepat di samping rose.
rose tersenyum kepada amel. nah gitu senyum.
di kasih tiga cowok tampan malah nangis, bukannya bahagia, sini kasih gue aja, pasti gue embat tiga-tiganya (amel besungut dan tertawa).
rose pun ikut tertawa.
rendra ngelamar aku.
amel tersedak, menyemburkan susu yang di minumnya.
mel.... jorokk... (teriak rose)
bersihin.. gak mau tau, pokoknya kamu harus bersihkan. (rose mulai kesel)
kok bisa? (tanya amel heran)
amel mengelap mulutnya.
iya nanti gue bersihin. sekarang kasih tau gue gimana bisa rendra ngelamar lu? kapan?
dia dateng ketemu orang tua aku, dan melamarku, orang tua ku menerima lamaran rendra. aku sudah ketemu rendra di kantornya, aku sudah menanyakan kenapa dia melamar ku, tapi kami malah bertengkar.
aku harus gimana mel?????
(rose mengacak rambutnya, menendang seprei di depannya) mel kasih tau aku harus ngelakuin apa????
kan udah gue bilang, makanya kalau ngucap jangan sembarangan. lu kemakan ucapan lu sendiri rose.
rose mengerutkan dahi bingung, maksud mu apa mel?
lu masih ingat omongan lu di kantin gak?
rose mengingat-ingat.
lu bilang bakal nerima cowok mana pun yg ngelamar langsung ke ortu lu. ingat gak?
mel...(rose mulai menyesal)
saran gue, lu terima aja si rendra, gue rasa tuhan memang ikut turun tangan sendiri untuk menentukan takdir lu.
apa lagi kalau ortu lu setuju, ortu lu gak mungkin kan nerima rendra tanpa alasan.
woyyy.... malah bengong. (amel menyadarkan rose)
tapi, tadi kak robin bilang cinta ama aku.
aaaa...... amel berteriak.
aduh mel, berisik. biasa aja dong.
biasa pala mu rose, udah denyut ini pala gue.
ribet amat sih urusan lu rose.
saran gue lu jangan loncat dari balkon ya, gue gak mau kehilangan sahabat gara-gara laki. gue mau tidur dari pada tambah sakit pala.
aku masih waras mel, kamu pikir aku sinting apa sampai loncat dari balkon.
mel...amel.... amelia puteri....
tega banget kamu tidur sementara aku gimana ini mel.... (rose masih berteriak)
amel sudah menutup telinganya dengan bantal.
__ADS_1
amel......
rose berisik.. tidur sana... besok kita bahas lagi. gue sakit pala.