Strange Fate

Strange Fate
BAB 5. Mari Berteman


__ADS_3

Rose hari ini kita ada jadwal ke media (mel mengingatkan). oya hari ini kita mau pasang iklan dan membahas materi artikel kegiatan kemarin, untung kamu ingetin mel, lupa aku mel.


Mel, kamu nemenin aku ke media kan?,


gak bisa rose, gue di suruh nyelesaiin laporan kegiatan kemaren, kan nanti lu juga yang harus ngecek laporannya sebelum di serahin.


duhhh... emang harus apa aku cek?, gak bisa kamu aja mel.


lah rose, kan yang tanggung jawab acara kemaren, elu.. nah ketua acaranya siapa gitu lho, ???


iya deh, (jawab rose sedikit malas).


mel, tolong nanti kalau laporannya sudah selesai kirim ke email aja ya, gk usah di print. kalau nanti sudah oke, baru di print, sayang ngabisin kertas mel.


siap ibu ketua... (sahut amel sambil hormat)


apaan sih mel, malu kaya anak bocah aja kelakuan.


hahaha.. (amel hanya tertawa dan berjalan pergi ke ruangannya)


______------______


Rose sampai di kantor media di antar oleh supir sekolah.


pak terimakasih, saya turun di depan saja.


baik miss, oya miss tapi bapak gak bisa tunggu ya, soalnya tadi di suruh jemput tamu sama ibu HRD.


iya pak, nanti saya balik ke sekolah sendiri saja pak.


Rose pun masuk ke dalam menemui bagian penerbitan. setelah selesai semua urusan di kantor media, rose hendak memesan taxi online, (sambil jalan ke loby depan dan memainkan handphone, ada suara yang memanggil)


Nona cantik,.. wuah sepertinya kita berjodoh ya, kita di pertemukan lagi (sapa randy yang baru memasuki kantor media itu).


*ishhhh.... nyebelin banget sih ketemua cowok lebay ini lagi, ngapain coba aku mesti ketemu dia. ahhh... pura-pura gak denger aja, cuekin kaya bebek*


hallo nona cantik, (sapa randy lagi, sambil mengibaskan kedua tangannya)


jangan bilang, saking senangnya kamu ketemu aku sampai terpesona gitu (goda randy).


*preetttt... siapa coba yang senang, gak liat apa muka aku males gini ngeliat dia, "terpesona",???? sumpah PeDe nya tingkat tinggi nih cowok.*


tuh... kan sebegitu terpesonanya sampai tidak bisa berkata-kata. (ledek randy kemudian)


kamu itu buta atau salah makan obat?, kamu bisa lihat ini muka saya (ketus rose sambil menunjuk mukanya), terus ----,


belum sempat melanjutkan di potong langsung oleh randy.


iya ini aku dari tadi sedang mandangin wajah kamu, (sahut randy sambil tersenyum lebar).


ashhhh.... (rose menghela kesal)


permisi bapak randy yang terhomat, saya sedang terburu-buru. (rose hendak pergi ke luar meninggalkan randy di tempatnya)


tunggu dulu donk nona cantik, (tiba-tiba randy menahan tangan rose).


sontak rose kaget, dan refleks menghempaskan tangan randy.


Anda selain tidak tahu malu, ternyata tidak punya sopan santun juga ya, (ketus rose, sudah menahan amarah).


siapa yang mengijinkan anda menyentuh saya, anda sangat tidak sopan.


maaf kan saya non -----,


nama saya rose, bukan nona. (sahut rose dengan kesal)


baik lah, maaf kan saya rose, saya sungguh tidak sengaja. (sambil melipat kedua tangan di depan dada, memohon dengan wajah memelas)


maaf kan rose, tolong maaf, maaf, ma----


stop. oke saya maafkan. sekarang saya permisi pak randy.


rose kamu tidak tulus memaafkan saya?


saya sudah memaafkan anda pak. (jawab rose dengan wajah serius)


belum, kamu belum memaafkan saya rose (sanggah randy lagi)


(rose mengerutkan dahinya malas)


kalau kamu sudah memaafkan saya, kenapa masih menyebut anda, dan jangan panggil saya bapak. cukup panggil randy saja.


baiklah,.. Randy. saya sudah memaafkan kamu, jadi jangan merasa bersalah lagi. oke. (rose menyerah karena sudah malas meladeni randy)


kalau begitu kamu harus menerima permohonan maaf saya,


*apalagi sih ni cowok* (keluh rose dalam hati)


maksudnya???? (rose bertanya)


ijinkan saya mengantar kamu,!!! (pinta randy)


tidak terima kasih, saya bisa pergi sendiri.


ayolah rose, katanya kamu sudah memafkan ku, tapi kamu tidak mau menerima permohonan maaf ku.


aku akan tetap merasa bersalah jika kamu menolak rose.


akhirnya rose menyerah dan menerima tawaran randy untuk mengantarnya.


______------______


di dalam mobil hanya ada keheningan, baik rose atau randy tidak ada yang membuka suara.

__ADS_1


**syukur lah , mulutnya bisa diam juga, aku kira dia akan mengoceh lagi dengan gombalan yang tidak jelas itu* -rose-


*kenapa dia diam saja, ngomong donk rose, jangan diam, gue gak bisa kalau tak mendengar suaramu, hehe... apa gue godaain lagi aja ya, ahh tapi nanti dia cemberut lagi, wajahnya itu sungguh menggemaskan jika sedang menahan kesal (randy pun tersenyum tapi tidak memperlihatkan dengan jelas)* -randy*


**ihhh sudah mulai stres sepertinya cowok ini, kenapa dia senyum sendiri, biar lah dari pada dia membuka mulutnya itu, yang bikin kesal setengah mati* -rose-


*tunggu saja rose, gue bakal buat lu jatuh cinta sama gue, karena gue gak tahan untuk gak godain lu rose, dan gue mau lihat cinta di mata lu yang indah itu, hanya buat gue.


mata besar lu, alis sendu lu, hidung yang pas mancungnya, arghh bibir lu rose, kenapa semua di diri lu begitu menakjubkan rose.


dan rose, lu cewek pertama yang gak tertarik sama gue yang tampan ini, biasanya cewek mana yang menolak pesona gue* -randy*-


baik rose atau randy, hanya berbicara dengan pikirannya masing-masing. hingga mereka tiba di sekolah.


trims ran, udah nganterin aku.


sama-sama rose, sekarang bisa kita berteman rose (randy mengulurkan tangannya hendak menjabat tangan rose)


rose sedikit berfikir, tapi akhirnya menerima jabat tangan randy.


baiklah, teman. (jawab rose)


teman. (jawab randy)


*yesss... sekarang teman, nanti juga demen. (teriak randy dalam hati)*


______------______


rose laporan udah gue kirim ke email lu, cepetan lu revisi, kata si bos di suruh serahin besok.


oke mel, trims ya.


(*begadang deh aku malem ini, sebelum pulang beli camilan dulu lah buat nanti malam*)


miss rose,.. (panggil jenny, sambil sedikit belari)


rose seketika menoleh ke arah suara,


jenny, belum pulang? ini sudah sore, kok kamu masih di sekolah?


iya miss, kak rendra belum datang jemput, tadi katanya jenny di suruh tunggu sampai kakak datang, tapi sudah 3 jam jenny tunggu gak datang-datang.


kamu sudah telepon? sudah miss, tapi sekarang hp kakak gk aktif miss. jenny takut miss, ini udah sore, bentar lagi gelap, jenny takut nunggu di sekolah. (dengan raut wajah yang takut dan sudah berkaca-kaca ingin menangis).


berapa no telepon kakak jenny, miss coba hubungi lagi ya, mungkin sekarang sudah aktif.


benar jenny, hp kakak mu gak aktif.


*gimana ini?*


miss ingin sekali menemani jenny, tapi miss harus mengerjakan laporan untuk besok.


di tempatnya jenny sudah meneteskan air mata,


hei sayang, (sambil mengusap air mata jenny) jangan menangis ya, nanti cantiknya hilang (bujuk rose)


miss mau mengajak jenny, tapi nanti kalau kakak jenny datang jemput bagaimana?


jenny menangis lagi dan memeluk rose, miss, jenny takut di sekolah sendirian, kata teman jenny di sekolah kalau malam banyak hantu, nanti kalau jenny dimakan hantu, terus jenny akan jadi hant---


shutt...ttt... itu gak benar jenny, mana ada hantu makan anak secantik jenny, jangan dengarkan teman-teman mu ya. lagi pula kalau jenny takut dengan hantu nanti hantunya malah mendekati jenny, tapi kalau jenny berani, hantunya akan takut dengan jenny.


benar begitu miss,? berarti teman jenny berbohong ya miss. (tanya jenny dengan wajah polosnya)


jenny dengar baik-baik, jenny hanya perlu takut pada tuhan, karena tuhan maha segalanya, yang akan selalu menjaga dan melindungi jenny. oke.


jenny pun menghentikan tangisnya.


baik miss, mulai sekarang jenny akan jadi anak pemberani.


siipppp.... (sahut ku sambil mengacungkan kedua jempol)


ya sudah miss akan temani jenny di sini sampai kakak jenny datang ya, tapi miss boleh sambil bekerja ya?


iya miss, makasih ya (langsung memeluk rose)


*bocah ini suka sekali memeluk ku, aku mirip guling kali ya, tapi kalau kakaknya tidak menjemput kenapa tidak orang tuanya yang menjemput*


jenny,... kenapa tidak menelpon orang tua jenny, biar mereka bisa menjemput jenny, mereka pasti khawatir sama jenny.


seketika jenny menangis lagi, rose pun binggung kenapa jenny menangis lagi.


oke gak apa-apa kalau jenny gak mau, miss akan tetap nemenin jenny kok, bahkan jika jenny belum dijemput juga, kita bisa menginap, miss akan tetap menemani.


hikss....hiksss... jenny gak mau nginap di sekolah miss, jenny mau pulang.


miss hanya bercanda sayang,


sudah pukul 7 malam, kakak jenny belum juga datang. jenny sudah terus menguap menahan kantuk.


*apa aku bawa jenny ke apartemen saja ya, kasihan juga kalau tidur di sini.


tapi sebelumnya aku coba telepon kakaknya lagi*


sudah dua kali rose mencoba menelpon, tapi tidak ada yang mengangkat.


teleponnya aktif, tapi kok gak di angkat ya.


tidak lama hp rose bunyi,


hallo..


ini dengan siapa ya? (tanya rendra)

__ADS_1


saya miss rose pak, jenny ada bersama saya di sekolah, dia menunggu di jemput bapak.


baik, tunggu 10 menit lagi saya sampai.


tut..tut.. (telepon langsung di matikan oleh rendra, tanpa menunggu jawaban rose)


*laki-laki ini kenapa sih, aku kan jagain adiknya, emang aku pembantunya apa, tidak sopan sekali main matiin hp*


miss rose,.. telepon dari siapa? kakak jenny ya?


iya jenny, katanya sebentar lagi sampai.


lihat saja nanti jenny akan marah sama kakak.


gak boleh gitu sayang, mungkin kakak jenny ada keperluan yang mendesak, atau ada sesuatu yang memang penting sehingga telat menjemput jenny.


miss ini buka telat lagi, tapi telat bagettttt (sahut jenny dengan muka kesalnya).


miss baru tahu jenny anak yang pemarah, mis jadi takut.


e..emm...bu..bukan gitu miss, jenny gak pemarah kok, miss jangan takut ya, jenny gak mau miss takut dan menjauhi jenny. jenny janji gak akan marah sama kak rendra.


nah begitu, baru anak baik, (sambil mengelus kepala jenny).


jenny sayang sama miss rose (memeluk rose lagi).


ehem...mmm


tiba-tiba terdengar suara rendra.


(sebenarnya rendra sudah sejak tadi sampai, dan mendengarkan perbincangan jenny dengan miss rose)


kakak... (lari memeluk rendra)


kakak kemana saja? kakak baik-baik saja kan?


kakak gak kenapa-kenapa kan? (jenny bertanya dengan wajah khawatir)


*tadi katanya mau marah sama kakaknya, ini ketemu malah khawatir, dasar bocah, labil* -rose-


kamu tidak marah sama kakak?


jenny menggelengkan kepalanya.


kata miss rose jen gak boleh jadi anak yang pemarah, kakak telat jemput jen pasti ada alasannya. jadi jen takut jika memang ada sesuatu menimpa kakak.


adik kak rendra pintar ya sekarang, dan sudah tambah besar. (puji rendra sambil mengelus kepala jenny).


rendra menghampiri rose, terimakasih sudah menemani dan menjaga jenny.


owgh iya pak, sama-sama.


kak... boleh tidak kalau miss rose ikut kita, kita antar miss rose ke rumahnya ya. (pinta jenny)


rendra hanya diam dengan wajah datarnya dan belum menjawab.


jenny, miss bisa pulang sendiri. kakak jenny pasti lelah dan ingin segera pulang, jadi tidak perlu repot mengantar miss ya.


(jenny memandangi muka rendra dengan cemberut dan melotot)


hayoo kita pulang, rendra menggendong jenny membawanya menuju mobil. baru tiga langkah lantas terhenti.


kamu juga ikut cepat (perintah rendra pada rose)


tapi rose tak bergeming, masih terkejut di tempatnya.


hei kamu dengar tidak (rendra sedikit berteriak)


atau mau ku gendong juga.


oh... tidak perlu pak, saya masih bisa berjalan sendiri. rose langsung mengikuti rendra dari belakang.


di mobil jenny sudah tertidur.


sekali lagi terimakasih atas apa yang kamu lakukan untuk jen. sama-sama pak (sahut rose)


saya juga terima kasih, bapak sudah mengantar, maaf kalau saya merepotkan.


rose hendak turun dari mobil rendra.


tunggu, bisa kah kamu menjadi teman jenny?


aaa...(rose kaget akan permintaan rendra)


tentu pak, tapi sepertinya saya terlalu tua untuk menjadi teman jenny. (rose sedikit tersenyum)


kamu tidak terlihat tua, saya pikir kamu seperti kakak kelas jenny, mungkin SMA, atau SMP. (masih dengan wajah datarnya rendra)


*what?!?!? cowok gak tau di untung, gak bisa di baekin, malah ngeledek, udah perintah seenak jidat, maksa pula. wajah dan kata-katanya sama-sama angker*


benarkah pak? saya tidak menyangka ternyata saya seimut itu ya di mata bapak (seringai rose), baik lah saya akan menjadi teman jenny.


bapak juga boleh menjadi teman anak SMA atau SMP ini jika bapak mau,? bapak pasti tidak punya teman anak sekolahan kan?? (sindir rose, dengan wajah di seneng-senengin)


saya tidak suka berteman dengan anak kecil, nanti kerjanya hanya bisa merengek dan bikin pusing (ejek rendra masih dengan wajah datar)


*lucu sekali gadis ini, wajahnya menggemaskan* -rendra-


miss rose.. kata kak rendra, kakak naksir miss rose (tiba-tiba jenny menyahut , tapi masih memejamkan matanya)


sontak rose kaget, menatap horor rendra.


cepat turun, ini sudah sampai. kenapa tidak turun juga, mau tidur di mobil, atau mau ku antar kembali ke sekolah. (rendra sedikit menyentak rose)

__ADS_1


iya saya turun.


______ -----______


__ADS_2