Strange Fate

Strange Fate
BAB 33. Rendra MuaL


__ADS_3

WhatsApp


*mel, kamu dimana? kalau tidak sibuk main lah ke rumah ku, aku bosan* -rose-


*gue masih di kantor, baiklah bumil, besok libur gue maen ke rumah lu* -amel-


rose meletakan hp nya, dia memang merasa bosan di rumah, sudah seminggu sejak kejadian rose pingsan, dan ia tidak berkerja kembali.


rendra di kantor tidak berhenti mual-mual, sudah beberapa kali dia bolak balik ke kamar mandi, memuntahkan isi perutnya, tetapi tidak ada yang keluar, hanya cairan saja.


apa bapak sakit? (tanya heru)


heru yang melihat rendra mual-mual merasa khawatir dengan bosnya itu. apa perlu saya panggilkan dokter danu pak?


tidak perlu, saya akan pulang ke rumah sekarang, kamu siapkan mobil, lima menit lagi saya turun (perintah rendra).


baik pak.


_______-------______


kak rose sedang apa (tanya jenny yang baru pulang sekolah). jen kakak bosan, rose sedikit merengut, jen bagaimana setelah kau ganti baju kita main di taman belakang (ajak rose).


kak, bagaimana kalau kita berenang saja.


rose tampak berpikir dengan ide jenny, baiklah, kita berenang saja.


mereka telah memakai pakaian renang, dan menuju kolam renang di taman belakang.


rose duduk di pinggir kolam, dia memasukan kakinya, dan mengguncang hingga terdengar percikan air.


kak rose kenapa tidak masuk ke air? (tanya jen)


emm... kakak sebenarnya tidak terlalu pandai berenang jen (jawab rose).


turun lah kak, nanti jen ajari, ini tidak dalam, kakak tidak akan tenggelam.


rose pun masuk ke dalam air, dia bermain air dengan jenny. saling memercikan air ke wajah masing-masing.


kakak coba meluncur, seperti ini, jen mencontohkan untuk meluncur di dalam air. rose mencobanya, pertama tidak berhasil, tapi lama kelamaan rose mulai bisa.


dia mengepakkan kedua kakinya, tangannya mengarah sejajar tubuh di depan. (sepertinya berenang tidak lah sulit). rose begitu senang, dia terus berenang bolak balik berkali-kali.


jen juga asik sendiri berenang.

__ADS_1


tiba-tiba rose merasa keram pada kakinya. dia tidak bisa menjaga keseimbangan tubuh, rose mulai panik, dia meminta tolong, jen yang melihat, langsung menghampiri rose, tapi dia tidak sanggup menolong rose. tubuh jen yang kecil tidak kuat menahan tubuh rose yang lebih besar.


jen keluar dari kolam, dia berteriak minta tolong. rendra baru tiba, mendengar teriakan jenny, dia langsung berlari menuju jen.


jen kenapa? (tanya rendra)


ka..k.. rose, di..a.. tenggelam di kolam (jelas jen ketakutan).


rendra yang masih menggunakan pakaian kantor yang lengkap, berlari ke arah kolam, dia langsung menceburkan diri, dan berenang menyelamatkan rose.


rose, rose, rendra menepuk pipi rose.


rose bangun, tolong bangunlah


rendra memberikan pertolongan dengan melakukan napas buatan.


uhuk...uhuk.... rose terbatuk, dia mulai sadar.


syukurlah rose, kau sudah sadar. rendra memeluk tubuh rose, matanya sudah berkaca-kaca, dia takut akan kehilangan rose dan juga bayinya.


jenny masih menangis di tempatnya, maafkan jen kak, jen tidak sanggup menolong kak rose (sesal jen)


ini salah jen kak, yang mengajak kak rose untuk berenang. hiks....hiks....


rendra langsung menggendong rose ke kamar. membantu rose membersihkan diri, dan menganti pakaian rose, mengeringkan rambut rose.


sudah mas, aku bisa melakukannya sendiri (jelas rose, yang hendak menghentikan apa yang sedang rendra lakukan)


diamlah, kau hanya harus menurut saja. sudah berapa kali ku bilang kau harus lebih berhati-hati. aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada orang yang ku sayangi.


kamu mengerti.


jangan pernah melakukan sesuatu yang akan melukai diri mu seperti ini.


mas, aku baik-baik saja (rose bermaksud menenangkan)


kau sudah tak bernapas seperti tadi, dan masih bilang baik-baik saja. kau ingin membuat jantung ku berhenti berdetak hah.. (rendra sedikit berkata keras kepada rose)


rose terdiam, dia menundukan kepala. maafkan aku mas, aku tidak kan membuat mu cemas lagi.


sudah selesai (ucap rendra) sekarang kamu minum susu ini, dan harus dihabiskan. aku akan mengganti pakaian ku.


rose meminum susu yang di buat oleh rendra. tubuhnya sudah mulai terasa hangat.

__ADS_1


istirahat lah (perintah rendra). rendra sudah menganti pakaiaan. dia hendak keluar kamar.


mas mau kemana? (tanya rose)


aku akan menemui jenny.


mas, tolong jangan memarahi jenny, dia tidak salah. aku yang ingin berenang, karena aku bosan.


hemm.. (rendra menjawab) kemudian keluar dari kamar, dia menuju kamar jen.


jen, kemari lah. rendra mengajak jenny duduk di ruang tengah. jenny hanya menurut, dia tau dirinya salah, jen menundukan kepala. maaf kan jen kak.


jen, kakak tau tidak sepenuhnya ini salah mu, kakak hanya mau kamu lebih berhati-hati. kamu tidak ingin terjadi sesuatu dengan kakak ipar mu bukan, dan juga calon keponakan mu.


kakak tidak marah pada mu, kakak tau maksud mu baik dan kamu ingin menyenang kan kakak ipar mu. kakak juga tau kamu pasti menyayangi mereka.


jen mulai meneteskan air matanya, kakak tidak akan memarahi ku? (tanya jen sesegukan)


tidak sayang, (rendra mengelus kepala jen). kak rendra menyayangi mu, oleh karena itu kakak ingin kamu membantu kakak untuk menjaga kakak ipar mu agar tidak melakukan sesuatu yang akan membahayakan dirinya.


kamu mau melakukannya? (tanya rendra)


jen menganggukan kepalanya, kemudian memeluk rendra, jen sayang kak rendra (ucap jen tulus).


______-------_______


rendra terbangun dari tidurnya, dia merasa mual, dan segera ke kamar mandi. suara berisik yang di timbulkan rendra, membangunkan rose dari tidurnya, dia melihat rendra tidak ada di sampingnya.


terdengar suara dari kamar mandi, rose bangkit dan menuju kamar mandi.


mas, kamu kenapa? (tanya rose cemas)


aku tidak tahu, sudah beberapa hari ini aku merasa mual dan ingin muntah, tapi tidak memuntahkan apa pun (jelas rendra).


rose tampak bingung, mengerutkan keningnya, mas yang hamil itu aku, kenapa kamu yang mual-mual, aku saja tidak mengalami itu, bagaimana mungkin kamu yang mengalaminya.


*tapi cukup aneh, kenapa aku tidak merasa mual ya, malah mas rendra yang mual, yang hamil aku kan, masa mas rendra hamil???*, rose mulai dengan kebodohannya


mas besok kita ke dokter ya, rendra hanya menganggukan kepalanya. mas tunggu sebentar, biar aku buatkan minuman hangat.


tidak usah, lebih baik kita tidur saja, ajak rendra pada rose. rendra sebenarnya tidak ingin menyusahkan rose. dia tidak ingin rose merasa cemas akan kondisinya.


tidurlah sayang, rendra mengelus kepala rose, memeluknya erat agar segera tidur. tapi besok mas harus periksa ke dokter ya, iya sayang.

__ADS_1


__ADS_2