Strange Fate

Strange Fate
BAB 7. Penasaran


__ADS_3

rendra sudah di klinik dokter danu. kamu sepertinya sehat dan segar bugar rendra. coba ceritakan apa yang kamu rasakan.


kalau dekat dengan dia jantung saya berdetak lebih cepat dok, badan saya seperti meriang, saya juga gak bisa mengatur emosi saya.


dokter danu hanya tersenyum. kamu tidak apa-apa rendra. kamu baik-baik saja.


bagaimana bisa bilang saya baik-baik saja.


dokter harus kasih saya obat agar saya tidak seperti itu lagi jika bertemu dengan dia.


baiklah, saya akan memberi vitamin.


hanya vitamin untuk apa dok? tidak ada obat lain dok? dan sebenarnya saya sakit apa dok? tidak mungkinkan dokter tidak tahu penyakit saya.


dokter danu hanya geleng-geleng kepala mendengar rendra. kamu mau tau sakit apa? rendra menganggukan kepalanya.


kamu itu sakit ---- (rendra menunggu jawaban dokter danu dengan penasaran) apa dok?


kamu sakit cinta. lebih tepatnya jatuh cinta. dan obatnya hanya satu. nyatakan perasaan cinta mu.


rendra terkejut mendengar penjelasan dokter danu.


dokter jangan bercanda, mana ada penyakit seperti itu dok. saya mau pulang saja dok, sepertinya sia-sia saya menemui dokter.


rendra meninggalkan klinik dokter danu, dan kembali ke kantornya.


______------______


di kantor renda duduk melamun di ruangannya. dia masih memikirkan perkataan dokter danu.


*gue gak mungkin jatuh cinta sama dia. gak mungkin, dokter danu pasti hanya sok tahu. jatuh cinta??? tapi kalau benar ini perasaan cinta?? jadi seperti ini rasanya. kalau gitu harus gue buktiin apa perkataan dokter danu benar atau tidak*


rendra menelpon dokter danu untuk memastikan,


hallo dok,


ada apa rendra, apa jantung mu berdetak lebih cepat lagi? tidak dok, lantas? saya ingin membuktikan perkataan dokter. bagaimana caranya?


dokter danu menarik napas panjang, dia merasa rendra begitu naif akan perasaannya sendiri.


baik lah saya akan membantu.


jadi apa yang harus saya lakukan dok?


langkah pertama yang harus kamu lakukan sering-sering lah bertemu dengan wanita itu.


lalu dok? bersikap manis dan berbicara lembut kepada wanita itu, jangan tunjukan wajah datar mu dan sikap egois mu. hilangkan jarak antara kalian.


dokter sedang mengerjai saya ya? bagaimana mungkin saya melakukan itu. bisa hancur reputasi saya selama ini.


jika kamu keberatan ya sudah jangan lakukan.


saran saya kamu coba saja dulu, maka kamu akan tahu hasilnya.


rendra tampak berpikir serius. baik lah dok. terimakasih .


*sering-sering bertemu ya, hemm... bagaimana ya. ooo... jenny, (rendra tersenyum memikirkan rencananya)*


______------______


rose sedang makan siang di kantin sekolah bersama amel. amel terus saja membahas rendra, dia mengoceh panjang lebar, rose hanya mendengarkan tanpa menanggapi.


rose kira-kira lu pilih siapa cowok di cafe itu, siapa namanya, oh randy, atau rendra. kalau menurut gue mending lu sama rendra rose. lebih misterius dan menantang. tapi si randy juga menyenangkan sih.


tiba-tiba jenny datang menghampiri rose.


miss rose, ya jenny. (sykurlah jenny datang, kalau gak sampai kapan akan mendengar dongeng si amel)


jenny langsung duduk di bangku sebelah rose.


miss, kak rendra hari ini tidak bisa menjemput jenny, bisakah jenny pulang dengan miss rose?


tentu saja jenny, miss senang bisa pulang bersama mu. jenny tidak merepotkan miss rose? (tanya jenny)


tentu tidak sayang.


miss amel boleh ikut tidak? (sela amel)


emm...mmm jenny tampak berpikir??? bukannya tidak boleh miss, tapi---


tapi kenapa? (amel kesal tidak boleh, padahal niatnya ingin bertemu rendra) apalagi alasan amel ingin ikut kalau bukan bertemu si tampan.


jenny takut merepotkan miss amel. (senyumnya)


jenny permisi ke kelas dulu ya miss. (jenny langsung bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan mereka.


jenny sangat senang. sebenarnya rendra sudah menghubungi jenny, dia sengaja menyuruh jenny pulang bersama rose, jenny yang dengan polosnya mengiyakan saja perintah kakaknya.


______------______


rose dan jenny pulang dengan taxi online. sesampai di rumah jenny, rose sungguh takjub melihat rumah di depannya.


*woow ini rumah si cowok menyebalkan itu, hebat sekali dia masih muda dan sukses, ahh paling ini warisan orang tuanya*.


miss, mari masuk. (ajak jenny)


rose hanya mengiikuti jenny, miss duduk dulu ya, jen mau ganti baju.


rose duduk di ruang tengah, di sana ada tv yang sangat besar, sofa yang empuk, dan berderet camilan serta minuman ringan.


rose masih takjub melihat sekelilingnya.


hai, apa kabar? (rendra muncul dengan membawa dua gelas minuman). silahkan minum.. rendra menyodorkan satu gelas minuman kepada rose.


te..terimakasih. (jawab rose gugup)


*tumben banget ini cowok, kesambet apaan ya dia, apa kepalanya habis terbentur dan otaknya konslet. tapi bagus juga, sikapnya menjadi lebih baik dan manusiawi*


terimakasih sudah mengantar jen, maaf merepotkan mu. (ucap rendra dengan sedikit senyum, hanya sedikit)


tidak pak, sama sekali tidak merepotkan, saya senang bisa membantu. bagus lah jika begitu (jawab rendra). rose tercengang mendengar perkataan rendra.

__ADS_1


*ternyata sikap baiknya cuman bertahan 5 menit saja. lebih baik aku pulang dari pada nanti dia mulai merintah seenaknya*


pak, saya permisi pulang dulu, terimakasih minumannya. rose bangun dan hendak pergi ke arah pintu. tunggu sebentar, ada yang ingin saya bicarakan.


*aaa... perasaan mulai gak enak ini*


maaf ada apa pak?


ikut keruangan kerja saya!. rendra jalan menuju ruang kerjanya. rose masih berdiri mematung di tempatnya. dia takut akan sikap rendra.


*melihat wajahnya saja membuat bulu kudu berdiri*


tidak bisa bicara disini saja pak.


tidak (jawab rendra datar) *ada apa dengan sikap manis tadi, kemana perginya*


rose terpaksa menuruti rendra. di dalam ruangan itu, rose hanya berdiri dengan wajah tegang.


kamu kenapa? aaa... (rose salah tingkah)


memang saya kenapa pak? tadi bapak mau bicara apa?


silahkan duduk.


saya berdiri saja pak.


kamu mau menguji kesabaran saya ya, sekarang duduk. (pinta rendra dengan tegas)


rose sudah mulai takut, dia hanya berusaha tidak terlihat oleh rendra. rose duduk di ujung sofa. rendra duduk berhadapan dengan rose.


kamu tidak perlu takut seperti itu, apa saya terlihat menyeramkan, saya tidak akan memakan kamu, saya masih suka makan nasi.


bu..bukan begitu pak. sa---


bisa kamu tidak memanggil saya bapak? apa saya tampak setua itu dimata kamu.


jadi saya harus memanggil apa? (tanya rose)


terserah kamu.


*bikin pusing aja, gak mau di panggil bapak, terus aku harus panggil apa, engkong, paman, ditanya malah jawab terserah*.


saya harus memanggil terserah begitu? (tanya rose)


rendra mengerutkan dahinya, ternyata susah juga menghadapi wanita ini.


kamu bisa memanggil saya mas, kakak, atau nama saja juga boleh. (jelas rendra)


baiklah mas. jadi apa yang ingin dibicarakan.


*rendra tersenyum mendengan kata panggilan rose, baru ini ada orang yang memanggilnya dengan selembut itu, membuat yang mendengar nyaman dan suaranya sedikit menggoda*


saya ingin kamu memberikan pelajaran tambahan untuk jenny, kamu bisa melakukannya setelah kamu selesai bekerja. saya harap kamu tidak menolak permintaan saya rose. (rendra berbicara sesopan dan selembut mungkin)


tapi saya bukan guru pak, emm.. mas


saya hanya staff dibagian humas


kamu lulusan apa rose? saya lulusan sarjana ilmu komunikasi pak, ehh mas


saya lihat jen anak yang baik mas, (yes, kali ini gak salah panggil) sikap dan perilakunya juga baik.


rendra bingung harus membujuk rose bagaimana. dia tampak berpikir, tidak mungkin rencananya sejauh ini akan gagal.


sebenarnya jen lebih butuh sosok teman sekaligus kakak perempuan, saya tahu dia kesepian, saya berkerja setiap hari, dan sebisa mungkin saya luangkan waktu untuknya. tapi saya rasa jika ada kamu, jen tidak akan kesepian lagi. kamu pasti sudah tahu, kami hanya tinggal berdua.


tapi mas, saya rasa mas sudah menjaga dan mendidik jen dengan baik. saya buk---


kamu tidak perlu memutuskan sekarang rose, saya memberikan kamu waktu untuk berpikir.


hp rendra tiba-tiba berbunyi. tunggu sebentar ya, saya terima telepon.


ya ran, ndra gue otw rumah lu.


nanti tunggua aja d ruang tv, gue masih ada urusan.


______------______


randy sudah tiba di rumah rendra, dia langsung duduk di ruang tengah tempat tadi rose duduk.


ehh ada kak andy, kapan datang kak?


baru saja jen, rendra mana jen?


itu sedang di ruang kerja, kak andy ada apa kemari? mau pergi dengan kak rendra ya?


randy tidak menjawab pertanyaan jen, malah balik bertanya.


sama siapa rendra di ruang kerja?


kakak.... (ambek jen) jen tanya gak kak andy jawab, malah kak andy balik nanya.


kepo banget sih sama kak rendra. huh sebel


hehe... maaf deh jen, jadi siapa yang bersama rendra???


(randy masih penasaran)


sama guru jenny. (jawab jenny dengan malas)


ooo... guru mu jen. (tumben sekali rendra mau bicara dengan guru jen, bahkan sampai bedua gitu).


jen kamu bikin masalah apa di sekolah? (tanya randy)


maksud kak andy? ya itu rendra sampai bicara secara pribadi dengan guru mu.


hahah.. memang harus tunggu jen bikin masalah ya,?


jen ini anak baik kak andy..., dan jen tidak akan bikin masalah. (jen menjulurkan lidahnya mengejek andy)


______------______

__ADS_1


baiklah mas, saya akan memikirkan permintaan mas. kapan saya harus memberikan jawaban,?


lebih cepat lebih baik rose. (rendra menunjukan senyum tulusnya)


rasa takut dan gugup rose sudah mulai menghilang, beriringan dengan sikap lembut dan ucapan manis rendra.


kalau begitu besok saya akan menghubungi mas, untuk memberi jawaban.


bisa kamu datang langsung kemari saja besok, saya ingin mendengar langsung jawaban mu, sekalian kamu pulang bareng jen, saya akan mengirim supir untuk menjemput kalian besok.


baik lah mas.


saya permisi pulang dulu.


biar saya mengantar kamu rose.


rose hanya menganggukan kepalanya.


rendra membawa rose keluar melalui pintu lain dari ruang kerjanya. jadi tidak melewati ruang tv.


saya mau menemui jen dulu mas, sekalian pamit pulang.


nanti bair saya yang sampaikan. (jawab rendra lembut)


rose tidak mengatakan apa-apa lagi. mereka sudah di mobil menuju apartemen rose. rose masih memikirkan permintaan rendra, otaknya terus berputar -putar memikirkan jawaban apa yang akan dia berikan.


mereka sudah sampai di apartemen rose.


terimakasih mas. rose turun dan menunggu rendra pergi dari hadapannya. sambil melambaikan tangan.


tapi rendra belum pergi juga.


kamu masuk saja dulu (perintah rendra pada rose)


saya akan pergi setelah kamu masuk apartemen.


rose sekali lagi terpaku dengan sikap rendra, dan melakukan sesuai yang dikatakan rendra.


rendra pergi meninggalkan apartemen rose, saat dilihatnya rose sudah masuk kedalam.


*ada apa dengan laki-laki itu???? kenapa sikapnya berubah 180°?? dan permintaan untuk menemani jen, itu agak tidak masuk akal. terus kalau dia memiliki supir kenapa hari ini malah jen pulang dengan ku??


dia juga di rumah dan tidak sibuk, ahh tapi gak boleh berprasangka buruk dulu, mungkin niatnya tidak seburuk yang ku pikirkan. bukankah sikap dan cara bicaranya sudah menunjukan kebaikan, baiklah sepertinya tidak apa-apa menerima permintaan dia*


______------______


rendra muncul dari pintu masuk, langsung menemui randy. randy heran melihat temannya dari luar rumah, bukannya dia di ruang kerja.


randy seperti mencari sesuatu, melihat kesana kemari.


nyari apa ran?


mana guru jen?


ooo... sudah pulang.


tapi gue gak lihat, kapan kalian keluar?


besok cek mata ran ke dokter, (ejak rendra)


mata gue sehat, otak lu kayanya yang gak sehat ndra.


randy benar-benar bingung melihat rendra. seperti ada yang salah dengan sahabatnya ini.


lu kenapa ndra, kaya ada sesuatu? maksud lu apa ran?


randy menunjukan wajah penuh selidik kepada rendra.


hayoo lah kita jadi pergi gak ini? (tanya rendra)


jen kakak pergi dulu dengan kak randy.


jangan lama-lama ya kak. oya miss rose mana kak? (jenny berbisik pada rendra)


sudah pulang tadi titip salam buat kamu.


______------ ______


ndra, gue denger-denger lu lagi naksir cewek ya?


rendra sontak kaget dengan pertanyaan randy.


kenapa lu kaget gitu ndra? jadi benar lu lagi naksir cewek?


randy langsung kepo, terus bertanya perihal siapa wanita yang di taksir sahabatnya itu.


tapi rendra tetap tidak menjawab apa-apa, dia hanya fokus menyetir.


oke kalau lu gak mau ngasih tau gue ndra, tapi jangan nyesel kalau nanti cewek itu naksir gue ndra.


celetak... rendra menjitak randy


sakit ndra,


makanya jangan ngomong sembarangan. masih untung hanya jitakan kecil, kulempar dari mobil mau.


cantik gak ndra wanita itu? (tanya randy)


rendra diam tidak menanggapi randy.


ahh.. pasti lebih cantik bidadari gue lah.


bidadari lu? (tanya rendra)


iya, gue punya bidadari cantik dan menggemaskan. tapi yang ini agak susah di taklukkan, gue harus usaha lebih.


berarti itu cewek pinter. gak mudah lu kadal-kadalin. (ejek rendra)


kalau lu ketemu dia awas aja lu sampe naksir ya. (ancam randy). ah.. paling kalau dia liat lu, bakal kabur ndra. hahahaha....


celetak... lagi-lagi randy kena jitak.

__ADS_1


ndra.... (marah randy)


makanya kalau ngomong di saring. sejak kapan cewek liat gue kabur, ada juga nempel kaya prangko.


__ADS_2