Strange Fate

Strange Fate
BAB 49. Perasaan RobiN


__ADS_3

seperti janjinya, robin menjemput rose pagi ini, mengantar rose ke kantor.


kakak tidak ke rumah sakit? (tanya rose)


nanti setelah mengantar mu (jawab rendra santai)


setelahnya hanya diisi keheningan. rose sibuk dengan pikirannya sendiri, memikirkan ucapan jenny semalam. kemudian dia memperhatikan robin.


*kak robin tampan, baik, dan memiliki segalanya. tidak mungkin dia mau menikah dengan ibu dua anak seperti ku. dulu mungkin dia mencintai ku, tapi mungkin sekarang dia sudah menemukan perempuan yang tepat. tapi ku rasa itu bukan aku*


jangan melihat ku seperti itu, nanti kau jatuh cinta pada ku (ucap robin membuyarkan lamunan rose)


rose memalingkan wajahnya dari robin, kembali menatap jalanan di depannya.


*aku?? jatuh cinta sama kak robin? masa?


tapi kak robin tidak buruk, malah sangat baik, diatas rata-rata. wanita mana yang tidak mau dengannya? ku rasa hanya wanita bodoh yang tidak mau dengan kak robin.*


rose kembali memandangi wajah robin. dia memperhatikan robin dari kepala hingga kaki. mata rose seperti sedang mengamati mangsa di depannya, tapi tidak ingin menerkam.


apa yang sedang kau pikirkan rose? (tanya robin)


perkataan robin, membuat rose malu. seperti penggemar yang tertangkap basah memandangi idolanya secara diam-diam.


tidak ada, (jawab rose)


suasana kembali hening.


*entah apa yang sedang dia pikirkan, tapi aku senang jika dia memikirkan ku. rose bisakah aku memiliki mu???* -robin-


kak, kenapa kakak belum menikah? (tanya rose sambil memandang ke luar jendela)


*karena kau, aku hanya akan menikah dengan mu*


emm.. belum bertemu jodoh yang tepat ku rasa (ucap robin sekenanya)


memang kakak menginginkan wanita seperti apa?


*ada apa dengan mulut ku, kenapa harus bertanya hal seperti itu*


sebelum robin menjawab rose memotongnya.


kakak gak perlu jawab, lupakan saja. maaf sudah membuat kakak tak nyaman (ucap rose tulus).


*kenapa kau minta maaf rose, wanita yang ku inginkan adalah kau*


tak apa rose, emm... wanita seperti apa ya (ucap robin seraya berpikir)


rose malah menunggu jawaban robin dengan penasaran.


mobil robin telah berhenti tepat di depan kantor.


satpam kantor segera menghampiri mobil robin, hendak membuka pintu untuk rose, tapi robin mengangkat tangannya, menyuruh satpam itu berhenti dan kembali ketempatnya.


robin keluar dan membukakan pintu untuk rose


dari wajah rose tampak masih menunggu jawaban robin. robin tersenyum pada rose.


mungkin seperti mu (ucap robin berbisik)


rose menajamkan pendengarannya.


apa kakak bilang tadi? (tanya rose)

__ADS_1


kita sudah sampai, apa kamu tidak ingin turun. robin mengulurkan tangan pada rose, untuk membantunya turun dari mobil.


kedua satpam yang berdiri di depan pintu masuk hanya tersenyum iri melihat kemesraan mereka.


_______-------_______


kenapa kamu terlambat dave? (tanya rose)


maafkan saya bu (ucap dave)


tumben, tidak seperti biasanya, apa kamu ada masalah dave?


tidak ada bu, mungkin hanya kelelahan, jadi saya ketiduran sampai pagi (jawab dave berbohong)


kalau begitu kau boleh pulang, dan beristirahatlah (perintah rose)


tidak perlu bu, sekarang saya sudah lebih baik.


apa ibu sudah sarapan? (tanya dave)


emm... belum sempat, tadi hanya minum segelas susu (jawab rose)


saya akan siapkan sarapan untuk ibu. dave pergi meninggalkan ruangan rose. kemudian kembali mambawa baki berisi segelas teh hangat, air mineral, dan nasi goreng ayam.


silahkan ibu sarapan dulu (pinta dave)


rose mulai memakan sarapannya. dave masih berdiri di sana sambil menunggu rose selesai sarapan.


kau sudah makan dave? (tanya rose)


sudah bu.


kenapa kau berdiri, duduk lah di sini. rose menyuruh dave duduk di sofa yang berhadapan dengannya.


dave tolong bacakan hasil laporan rapat kemaren (perintah rose).


dave pun membacakan hasil rapat


uhuk...uhuk.... rose tersedak.


dave dengan sigap mengambil gelas yang berisi air minera, dia menyodorkan pada rose.


rose mengambil minum yang di berikan dave, meminumnya, barulah kemudian dia merasa lega.


ibu tidak apa-apa? (tanya dave)


aku sudah lebih baik, terimakasih (ucap rose)


_______-------_______


WhatsApp


*rose, gue di dekat kantor lu, apa lu di kantor?* -amel-


rose langsung membalas chat amel.


*ya, datang lah, langsung naik saja ke ruangan ku* -rose-


dave tolong ke bawah, ada sahabat ku yang akan datang, jemput dia dan antarkan kemari (perintah rose)


baik bu.


bawel.... ngapain lu disini? (tanya dave yang melihat amel)

__ADS_1


yang jelas bukan ketemu lu (sahut amel judes)


males gue urusan sama anak kesayangan pak riko (ejek amel)


dave tampak mencibir amel, tapi amel sama sekali tak perduli. dia langsung naik lift menuju ruangan rose. dave mengikuti di belakang.


amel dan rose saling berpelukan saat bertemu. kamu kemana aja, lama gak dateng ke rumah? (tanya rose)


biasa gue kan wanita kurir... ehh.... karir makdsudnya. amel tertawa.


lu ngapaina sih masih di sini, sana, (usir amel pada dave) gue mau ngomong berdua ama rose. anak papah gak usah ikut-ikutan (ledek amel)


*dasar bawel, itu mulut gak di sekolahin, gue semen baru tau* -dave-


dave pun memilih meninggalkan amel dan rose. dari pada amel terus akan memojokannya, lalu rahasianya bisa terbongkar di depan rose.


amel dan rose saling berbagi cerita, curhat antara sesama wanita. setelah asik mengobrol, amel pun pamit hendak kembali ke kantornya.


_______-------_______


woyyy... cupu (panggil amel pada dave yang sedang duduk menatap laptopnya)


dave memutar matanya, malas berurusan dengan amel.


pulang sana, gak usah nyindir-nyindir terus (maki dave)


siapa yang nyindir, lu ngerasa, itu masalah lu (balas amel)


gue kasih tau ya siapa lu sebenarnya sama rose (ancam amel). dave langsung terlonjak, sinyal di kepalanya menyatakan tanda bahaya jika amel sampai membuka mulutnya itu.


mau lu apa sih bawel? (tanya dave)


amel tampak berpikir, emmm..... apa ya???


lu traktir gue makan di restoran seafood (ucap amel antusias)


kirain apa, ternyata cuman minta traktir, itu mah kecil (gumam dave yang tak di dengar oleh amel)


oke, kapan? (tanya dave)


minggu besok, jam 12 tepat. ontime jangan ngaret (ledek amel)


cihh... yang tukang ngaret itu siapa (balas dave)


amel tertawa dan pergi meninggalkan dave.


_______------_______


robin menelpon rose,


kamu pulang jam berapa rose? (tanya robin)


jam lima sore kak.


aku akan menjemput mu.


dave mematikan telpon tanpa mendengar balasan dari rose.


walau sebenarnya tidak penting juga jawaban rose, karena pasti dia akan menjawab iya.


robin datang tepat pukul lima. kita pulang sekarang (tanya robin)


sebentar kak, ada beberapa dokumen yang belum selesai ku periksa, sepuluh menit lagi boleh? (pinta rose).

__ADS_1


__ADS_2