Strange Fate

Strange Fate
BAB 11. Rendra Cemburu


__ADS_3

laki-laki itu langsung menutup mulut rose dengan telapak tangannya, sttt...sttt... kenapa kamu berteriak, ini aku, robin. apa aku terlihat seperti hantu?


rose terdiam. tapi tangan robin masih menempel d mulutnya. robin menurunkan tanganya.


rose langsung memeluk robin dan menenggelamkan wajahnya di dada robin. rose menangis terisak.


kamu kenapa? (tanya robin khawatir)


kak, aku takut sendirian di rumah sakit. hiks...hiks...


robin tersenyum melihat kelakuan rose. kamu sudah besar begini dan kamu takut? rose melepaskan pelukannya, dihapus air matanya dan dia cemberut kepada robin.


ya sudah, kakak akan menemani mu, sudah jangan menangis, robin mengusap punggung rose menenangkan. kamu masih sama seperti dulu, manja dan kekanakan.


rose makin cemberut mendengar robin, aku kan hanya begitu kepada kakak, karena aku merasa nyaman berada di dekat kakak. (rose merajuk) kau adalah kakak terbaik yang kumiliki, dan sekarang aku senang kakak yang menemani ku.


robin tersenyum, tapi hatinya seperti tersayat mendengar kata-kata rose, ternyata rose benar-benar menganggap robin layaknya kakak laki-laki.


"apa wanita ini tidak bisa melihat cinta dan rasa sayang yang besar di mata ku untuk dirinya".


______------______


rendra sampai di rumah sakit tempat rose di rawat, dia segera menanyakan ruangan inap rose kepada suster.


dengan terburu-buru rendra menuju kamar rawat rose.


tanpa mengetuk terlebih dahulu dia langsung membuka pintu kamar itu.


ceklek.. dia kaget melihat seorang dokter sedang mengelus kepala rose. robin dan rose pun kaget melihat rendra yang masuk tiba-tiba.


mata rendra membulat, memperlihatkan wajah tidak senang kepada robin. *apa yang dokter ini lakukan, apa dia sedang memanfaatkan rose yang sedang sakit, awas saja dia berani macam-macam, ku pastikan dia tidak akan bisa praktek dimana pun*


mas kesini, semalam ini? (tanya rose pada rendra)


ya aku khawatir pada mu. apa kamu sudah lebih baik? rendra menggambil tempat di sebelah rose dan otomatis menggeser robin dari sana.


robin menahan dirinya, sudah sejak tadi dia ingin sekali menghajar rendra, karena datang sebagai pengganggu. apa hubungannya dengan rose (robin betanya dalam hati)


aku sudah lebih baik mas, tidak perlu khawatir, dokter robin sudah merawat ku dengan baik.


terimakasih dok, sudah merawat rose. (ucap rendra)


itu sudah tugas saya, robin menjelaskan.


sekarang dokter bisa tinggalkan kami, saya yang akan menjaga rose, robin tau benar maksud kata-kata rendra. tapi dia tidak akan membiarkan rose bersama pria lain.


mohon maaf anda siapanya rose, saya baru melihat anda, tidak mungkin saya meninggalkan pasien saya dengan orang asing.


dengan yakin rendra mengulurkan tanganya untuk memperkenalkan diri.


"saya kekasih rose"


robin menahan amarah dan tangannya sudah mengepal, tapi dia tidak akan bertindak bodoh, di jabat tangan rendra, "saya kakaknya rose" tidak kalah yakin robin mengatakan kepada rendra.


rendra tertegun, tapi sekaligus tenang ternyata robin adalah saudara rose.


apa benar dia kekasih mu rose? (robin langsung bertanya pada rose dan itu membuat rendra gugup)


rendra takut rose akan menyangkal.


mata renda menatap rose penuh harap dan terlihat dari sorot matanya sedang memohon agar rose meng iyakan.


rose gelagapan, ia tidak tau harus bagaimana, rose hanya tertunduk, dan menghela napas tanpa menjawab, lalu menunjukan senyum terpaksanya.


robin menangkap ada yang aneh, tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa jika rose tidak menolak kehadiran rendra. dalam hati robin sangat kecewa mengetahui rose sudah memiliki kekasih, tapi siapa laki-laki yang waktu itu makan bersama rose. bukan kah berbeda dengan laki-laki yang di depannya kini. akhirnya dengan terpaksa robin meninggalkan ruangan rose.


kakak tinggal dulu, kan sudah ada kekasih mu di sini.


rose merasa tidak enak kepada robin, apalagi rendra bukan lah kekasihnya.


kenapa mas mengaku sebagai kekasih ku? (rose meminta penjelasan)


kenapa? kau tidak suka jika menjadi kekasihku?


*cowok ini apa maunya sih, tadi sok baik, sekarang menyebalkan lagi*


ya aku tidak suka jika ada orang yang mengaku-ngaku seperti itu. (jawab rose tegas dan sedikit marah)


ya sudah kalau kamu tidak suka, itu bukan urusan ku.


banyak wanita di luar sana yang ingin jadi kekasih ku.


ya terus kenapa mesti aku?


sana cari wanita yang kamu bilang tadi, kenapa harus aku.


cerewet sekali kamu itu, kenapa selalu saja mengajak ku bertengkar. (protes rendra)


cihhh... bukannya mas yang selalu saja mengajak ku bertengkar.(rose tidak mau kalah)


apa kamu takut dengan kakak mu itu kalau kau memiliki kekasih, tapi sepertinya dia tidak keberatan.


dia kakak angkat ku, kami satu sekolah waktu smp. jadi tidak ada urusan dengannya.


*ternyata dia bukan kakak rose, sudah kuduga soalnya sikapnya seperti orang yang menaruh hati kepada rose, tidak akan ku biarkan*


owgh, jadi kamu lebih memilih kakak angkat mu itu sebagai kekasih mu? (tanya rendra marah)

__ADS_1


ya, kenapa memangnya? dari pada kamu yang selalu saja membuat ku kesal.


tiba-tiba rendra mendekat memegang pipi rose dengan kedua tangannya, sekarang wajah mereka sangat dekat.


ma..mas ma..mau apa? (jantung rose berdetak tak teratur) kalau kamu terus cerewet aku akan mencium mu.


rose membulatkan matanya, kemudian menutup mulut dengan kedua tangannya. robin melepaskan wajah rose, dia tertawa melihat reaksi rose.


*astaga wanita ini membuatku gemas, sebegitu takutnya dia akan ku cium, apa dia belum pernah di cium???*


kenapa mas tertawa? senang ya meledek ku?


kamu masih cerewet? sengaja ya minta ku cium.


(rose langsung membungkam mulutnya)


sini.... mana yang tadi minta di cium, (rendra meledek rose)


rose sudah melotot kepada rendra, sedangkan rendra makin tertawa. hahaha.... dia mengacak-acak rambut rose.


rose hanya terdiam, dan menahan kesal. dia tidak ingin cowok di hadapannya ini benar menciumnya.


randra menyuruh rose untuk tidur, tapi rose tidak mau tidur. kenapa tidak tidur? rose masih tidak menjawab.


kalau kamu tidak tidur bagaimana kamu akan sehat.


aku tidak mau tidur. (rose melipat kedua tangannya di dada dan cemberut lagi) jika nanti aku tidur mas akan pergi. kenapa kalau aku pergi? (tanya rendra)


aku takut sendirian, ini rumah sakit. (ungkap rose dengan sedikit malu dan menundukan wajahnya)


rendra kembali tertawa mendengar alasan rose.


terus saja tertawa, senang sekali mas menertawakan ku. lihat nanti kalau aku sudah sehat, akan ku balas. (teriak rose kesal)


aku tidak akan meninggalkan mu, sekarang tidur lah. (rendra berkata dengan lembut) rose akhirnya tertidur.


rendra pun membaringkan tubuhnya pada sofa yang ada di ruangan itu, sesekali dia melihat ke arah rose, meyakinkan kalau wanita itu sudah tertidur.


dari tadi robin tidak pergi, dia masih berdiri di depan ruangan rose, memperhatikan rendra dan rose di dalam. matanya sudah memerah penuh amarah melihat kedekatan rose dengan rendra.


*aku harus melakukan sesuatu, aku tidak akan membiarkan nasib mengambil mu dari ku, tidak akan ku biarkan*


______------______


amel baru datang dan langsung kena omel rose.


kamu dari mana, ku telepon semalam tidak aktif.


maapin gue rose, hp gue low, lupa gue cas, semalem pulang tepar, ya langsung molor dah. (amel hanya cengengesan)


pagi, sapa robin pada rose.


amel tampak bingung, medengar rose memanggil kakak pada robin.


mel ini kakak kelas aku yang penah aku ceritain itu, yang aku ketemu di seminar. owgh... amel baru mengingatnya.


rose... rose... kenapa semua cowok ganteng pada deket sama lu. gue iri sama lu rose. rose tertawa mendengar amel.


robin memeriksa keadaan rose. amel terus saja menatap tanpa kedip. rose menepuk bahu amel keras.


aduh... sakit rose (keluh amel)


makanya itu mata jangan ngeliatin kakak aku aja.


robin hanya tersenyum melihat kelakuan rose dan amel.


rose tadi gue ke bagian administrasi mau tanya tagihan rumah sakit lu, dan sekalian nanya kenapa lu di tempatin di ruang vvip. tapi katanya tagihan kamar lu dah di bayar lunas. gue tanya siapa yang bayar, katanya tanya dokter robin.


rose dan amel sama-sama menatap ke arah robin. robin yang di tatap tampak gugup. emmm... saya sudah selesai, saya keluar dulu mau periksa pasien lain.


kakak.... apa kak robin yang melakukannya? (tanya rose) robin tersenyum, jangan dipikirkan, yang penting kamu sudah sehat sekarang, dan sudah bisa pulang.


robin mengelus kepala rose, kakak tinggal dulu ya.


lu beruntung banget sih rose, gue juga mau punya kakak angkat kaya dokter ganteng itu. apa yang lu lakuin rose sampe cowok ganteng pada nempel sama lu. ajarin gue kenapa. amel sudah mulai dengan ocehannya.


______------______


kamu sudah siap (tanya rendra yang baru datang kepada rose), mas, kok kesini, gak kerja?


aku akan mengantar mu pulang.


tidak perlu repot, aku bisa pulang dengan taxi.


tapi aku sudah terlanjur di sini, jadi kamu tidak boleh menolak.


*hemm.... mulai lagi deh, maksa*


robin sudah melepaskan jas dokternya, dia menuju kamar rawat rose, hendak mengantar rose pulang.


rose, robin langsung membuka pintu. tatapannya tertuju pada rendra. *kenapa laki-laki itu harus disini (robin)* *hemm... dokter itu lagi, pasti mau mencari-cari kesempatan dengan rose (rendra)*


keduanya saling menatap tidak suka.


kakak, ada apa kemari? apa kakak tidak ada pasien?


emm... aku hanya mau mengecek apa adik ku tersayang sudah siap untuk pulang. (robin sengaja mengucapkan itu untuk membuat rendra semakin panas)

__ADS_1


apa kakak akan mengantar ku? (tanya rose)


ya tentu, hayoo... (ajak robin tanpa peduli dengan rendra)


rendra tidak mau kalah. tidak bisa, aku yang akan mengantar rose, aku sudah sejak tadi di sini.


rose akan pulang bersama ku.


bagaimana rose? (tanya robin memastikan)


rose tampak bingung, dia bergantian memandang kedua laki-laki di depannya. dia tidak tau harus bagaiman)


*ada apa dengan kedua cowok ini, menyusahkan ku saja, kalau aku pilih salah satu pasti yang lain akan kecewa, arghh.....*


tiba-tiba amel datang. sudah siap belum, hayo pulang, betah banget lu di rumah sakit, mentang-mentang dapat kamar vvip yang nyaman. amel mengoceh tanpa melihat. saat melihat ada dua orang laki-laki sedang besitegang amel langsung menutup mulutnya.


*syukurlah amel emang sahabat the best, datang di saat yang tepat* (rose merasa lega masalahnya akan selesai)


aku akan pulang dengan amel saja (jawab rose tegas dan pergi meninggalkan kedua laki-laki itu di tempatnya)


hayoo mel, ajak rose pada amel, sambil menggandeng tangan amel pergi.


______------______


rendra mengemudikan mobil dengan kesal, dia terus saja memukul kemudi yang tidak salah itu. sial... karena dokter sialan itu, rose tidak jadi pulang bersama ku. kenapa dia harus muncul tadi.


kak rendra sudah pulang? (tanya jen yang melihat kakaknya baru sampai) bagaimana miss rose kak?


dia sudah pulang.


kenapa kakak tidak mengajaknya pulang ke rumah kita. ada kecoa tadi yang mengganggu.


jen tampak bingung mendengar kata-kata kakaknya. sedang kan rendra sudah masuk ke kamarnya.


*ada apa dengan kak rendra? pasti ini berhubungan dengan miss rose*


jen mengambil hp dan menelpon rose.


kring.. kring...


hallo miss,


ya jen, ada apa?


apa miss sudah sehat?


ya jen, dan sekarang miss sudah d apartemen.


apa kak rendra yang mengantar miss?


tidak, miss pulang dengan miss amel. kenapa jen?


ohh.. tidak miss, tadi jen lihat kak rendra pulang dengan wajah yang kusut dan sepertinya sedang kesal. jen pikir miss tau kenapa kak rendra seperti itu. karena kakak bilang akan menjemput miss di rumah sakit.


ya sudah miss, jen tutup dulu ya. miss sehat terus ya jangan sakit lagi. jen sayang miss rose. jen memutuskan panggilannya.


sedangkan rose masih memikirkan ucapan jen tentang rendra. apa karena rose menolak di antar tadi jadi--...


ahh... peduli amat. cowok nyebelin gitu biar aja sekali-kali dia merasakan apa yang ku rasakan. emang enak apa di bikin kesel terus.


rose besok gue ada tugas luar kota, disuruh berangkat sama bu henna, berhubung lu baru sehat jadi lu istirahat aja.


kok gitu mel, aku udah sehat kok, jadi aku ikut ya mel, aku gak mau sendirian di apartemen mel.


ah.. mending lu istirahat aja, gue udah bilang sama bu henna, kakak dokter lu juga dah ngasih perpanjang surat sakit lu.


nanti kalau lu kecapean lagi, terus pingsan, ahh.... gue juga yang repot rose.


tapi mel, ---


udah ahh.. gue ngantuk mau tidur, besok berangkat pagi-pagi soalnya. dahhh rose.


*aaaa.... amel nyebelin banget, terus kenapa juga kak robin ngasih surat sakit diperpanjang*


kring...kring... suara hp rose bunyi.


hallo...


kamu sudah makan malam?


ini siapa?


ini dokter mu (robin tersenyum)


aaa... kak robin (rose kegirangan) bagaimana kakak tau nomor ku, aku belum memberikan pada kakak?


bagaimana mungkin aku tidak mempunyai nomor pasien tersayang ku.


rose tersipu mendengar perkataan robin.


jadi kamu sudah makan belum?


sudah kak. aku juga sudah minum vitamin yang kakak berikan.


benarkah?, pasien ku menurut sekali.


baiklah selamat tidur sayang. mimpi indah.

__ADS_1


dah kak...


__ADS_2