Strange Fate

Strange Fate
BAB 13. BimBang


__ADS_3

saat makan tiba-tiba rose tersedak. uhuk...uhukk...


randy dan rendra refleks mengambil minuman dan memberikan kepada rose secara bersamaan.


rose yang melihat tindakan mereka bingung, mau mengambil minuman yang mana, akhirnya jen yang menyodorkan minuman, rose memgambil minuman dari tangan jen.


rendra dan randy saling tatap sama kecewanya karena diabaikan. *bisa-bisanya mereka seperti itu, menyusahkan ku saja*


kak rendra, lebih baik kakak bertindak, atau kak andy yang akan mendapatkan miss rose, (jenny memanasi rendra). dasar anak kecil, sok tau kamu jen (sahut rendra). jen tidak mau melihat kakak nanti menangis karena kehilangan miss rose (jen mulai mengejek dangan seringai). itu tidak akan terjadi jen,


kakak yakin,? jen menimpali.


rendra tampak berpikir, sambil melihat randy sedang menggoda rose, terlihat raut wajahnya yang geram.


kenapa kakak tidak menikah saja dengan miss rose? jen sangat menyukai miss, tentu akan menyenangkan jika miss bisa tinggal di rumah kita selamanya.


rendra terdiam, terlihat dia memikirkan apa yang di ucapkan jen, menikah??? ya, kenapa aku tidak menikahinya, tapi kalau dia menolak bagaimana?, apa yang harus ku lakukan agar dia menerima tanpa penolakan. tuhan tolong lah hamba mu ini.


______------______


WhatsApp


rose, apa kamu sudah siap? sejam lagi kakak jemput ya. -robin-


tidak ada balasan, bahkan rose belum membacanya.


rose tertidur setelah sampai apartemen, mungkin kecapean dari taman animals. saat terbangun menunjukan pukul 17.30 , dia membuka hp dan membaca pesan robin. astaga aku lupa mau pergi bersama kak robin.


rose bergegas mandi, saat membuka lemari dia bingung akan memakai baju apa. dia menggaruk kepalanya, pusing tidak tau harus mengenakan apa. hpnya berbunyi, ada telepon dari robin.


hallo kak,


kamu kemana rose? tidak membalas pesan ku.


maaf kak, aku ketiduran. tadi dari taman animals.


sekarang kamu sudah siap? emmm.... mmmm (rose tampak bergumam) ada apa rose? apa kamu tidak mau pergi, jika ya tidak apa-apa, istirahat saja (padahal robin kecewa sekali, pasalnya acara reuni ini dia yang sengaja mengadakan untuk bisa pergi berdua dengan rose).


bukan begitu kak, aku ingin sekali pergi,...


lalu kenapa kamu tampak bingung rose?


aku.. aku tidak tau harus memakai baju apa kak.


(astaga rose, robin mengerutkan dahinya)


tunggu kakak ya, sebentar lagi kakak sampai.


panggilan terputus.


ting nong...


ahh.. itu pasti kak robin.


ceklek.. kak ro---


kakak siapa? (tanya amel yang baru datang)


kamu ternyata mel, ku kira tadi kak robin.


robin si dokter ganteng itu?


hem...hem..


dia mau kemari (amel bertanya sambil sibuk mendorong kopernya masuk ke kamar)


iya, dia mau menjemput ku, katanya ada acara reuni sekolah.


amel tampak berpikir, sekolah siapa rose?


ya sekolah kami lah,


bukannya kalian satu smp, terus smp kalian kan di kota xxx, kok reuninya di sini?


rose mencerna ucapan amel. iya juga ya mel. nanti aku tanyakan ke kak robin.


ting...nong...


nah.. itu mungkin kakak tersayang mu.

__ADS_1


rose membuka pintu, dan benar robin yang datang.


silahkan masuk kak.


robin datang dengan sebuah paperbag besar.


dia menyodorkan paperbag itu pada rose.


pakailah ini, cepat aku akan menunggu mu.


rose manerimanya. tapi masih tampak penuh kebingungan.


dokter mau minum apa? (tawar amel sopan)


air mineral saja (jawab robin), terimakasih.


kok masih berdiri disini, hayoo cepat ganti bajunya.


oo, .. iya. rose kekamar dan menganti bajunya. rose melihat dirinya di cermin, indah sekali gaun yang diberikan kak robin.


rose keluar kamar, kakak aku sudah siap.


robin menatap rose tak berkedip, dia selalu cantik, dan sekarang bertambah cantik.


______------______


mereka sudah di sebuah hotel tempat reuni di adakan. kakak, ya...


kok bisa anak sekolah kita mengadakan reuni di sini?


kapan aku bilang ini acara sekolah kita?


tapi kakak bilang reuni sekolah, jadi ku pikir sekolah kita. rose merasa bodoh karena salah mengartikan.


ini memang reuni sekolah, tapi sekolah SMA ku.


kau tidak bertanya, hanya mengatakan mau pergi ketika aku mengajak mu.


robin menggenggam tangan rose. kakak kok gandengan, emang mau nyebrang jalan.


robin tersenyum, sambil mengelus kepala rose, kamu selalu menggemaskan ya.


saat tiba di dalam ballroom, semua mata tertuju pada robin, apa lagi wanita yang ada disana, semua memandang robin, tapi ketika melihat rose mereka semua berbisik. rose merasa dirinya dibicarakan, mukanya langsung berubah tidak suka.


robin yang melihatnya, malah melepaskan genggaman tangan, rose kaget saat tangannya terlepas, kenapa kakak lepaskan, apa karena wanita-wanita genit itu.


rose makin cemberut, tapi ternyata robin malah menrangkul bahu rose, dan menarik rose agar lebih dekat. rose membulatkan matanya tidak menyangka akan perlakuan robin. tapi rose memang selalu bermanja pada robin, jadi dia cuek saja.


hei bin, sapa teman-teman lelakinya.


siapa wanita cantik di sebelah mu?


rose hendak menjawab, aku adi---.....


dia calon nyonya (potong robin cepat)


wah.... beruntung sekali kau, dapat miss universe sepertinya, timpal bobi yang baru sampai.


hei bob, kau sendirian.(tanya robin) yahhh pacar ku baru minta putus.


semua tertawa mendengar bobi, playboy di putuskan? timpal cantri. nanti juga aku dapat yang baru tri.


dasar kau tak pernah berubah bob.


rose hanya dapat terdiam dan mendengar semua orang-orang ini bicara. sepanjang acara rose hanya berdiri di samping robin. robin pun tak pernah meninggalkan rose. dia terus saja memegang tangan rose.


wah... ku perhatikan dari tadi kalian terus menempel, tidak bisa biarkan wanita mu bergabung dengan kami bin. (astri wanita yang naksir berat sama robin, tapi robin tak pernah mengubrisnya).


robin memasang muka datarnya, dia agak tidak suka dengan astri, karena wanita ini termasuk wanita nekad.


aku tidak mau kau mengganggunya. (jawab robin singkat) robin membawa rose pergi meninggalkan astri. astri menatap tajam pada rose, matanya menunjukan kebencian.


______-----______


mereka sudah di mobil hendak kembali ke apartemen rose. rose masih dengan kediamannya. sebenarnya banyak yang ia ingin tanyakan ke robin, tapi dia tidak mau nanti dibilang cerewet.


kamu mau bertanya sesuatu, robin mengusap kepala rose. kenapa diam saja? kamu tak suka menemani ku ke acara tadi.


rose masih diam, tapi akhirnya dia membuka mulutnya juga.

__ADS_1


kak,.. ya honey..


rose mengerutkan dahinya mendengar panggilan robin. tapi dia tidak terlalu perduli.


kenapa kakak tidak bilang kalau acara reuni sekolah kakak (rose bertanya agak merajuk).


terus tadi kok, kakak bilang aku calon nyonya? nyonya apaan? nyonya menir??? robin hanya tersenyum.


entah kenapa rose yang manja dan kekanakan itu membuat robin malah tergila-gila. dia sangat menyukai semua tingkah rose, tanpa terkecuali.


kakak... kok gak jawab, rose mulai ngambek.


terus siapa tadi wanita yang melotot padaku, ihhh...sepertinya dia tidak menyukaiku, apa dia mantan kak robin. rose tidak mau ya kak nanti di jambak sama wanita barbar gara-gara kakak.


robin yang dari tadi mendengarkan rose sudah tidak tahan ingin tertawa. kakak kok malah tertawa.


habis kamu lucu. kakak suka lihat kamu seperti itu. jangan pernah berubah ya, (pinta robin dengan suara yang lembut dan penuh kasih sayang).


rose yang masih cemberut, hanya membuang wajahnya menatap ke luar jendela.


robin membuka pintu mobil untuk rose, menunggu rose turun. menlindungi kepala rose dengan tangannya agar tidak terbentur saat turun.


kakak tidak pulang?


kakak akan mengantar mu sampai dalam.


rose hanya menjawab hem..


kak aku masuk ya, kakak pulang lah, sudah malam, memang kakak tidak praktek?


tiba-tiba robin mendekat ke arah rose, rose yang di dekati mundur hingga tubuhnya terpojok ke dinding dan tak bisa mundur lagi.


dag.. dig... dug.. jantung nya berdetak kencang.


ka..kak mau apa???


robin menaruh kedua tangannya ke dinding, sekarang rose dalam kurungannya. robin tersenyum. kemudian mencium kening rose. rose membulatkan matanya, terdiam dan kaget yang teramat. saat robin melepaskan ciuman nya, rose masih dengan wajah terkejutnya.


robin mundur, masuk lah,dan istirahat. terimakasih untuk malam ini. rose hanya menurut dan masuk ke dalam.


______-----______


amel yang melihat rose masuk dengan wajah yang menurutnya aneh mulai kepo.


kenapa lu? habis ketemu hantu?


rose...rose...


eh..i..iya... rose tersadar.


ya elah rose, lu kenapa, kesambet. perlu gue siram pake air gak nih (ejek amel)


apaan sih mel, rusuh aja. (protes rose dan meninggalkan amel, lalu masuk ke kamar)


______------______


di kamar rose menguling-guling kan tubuhnya ke sana kemari. menutup mukanya dengan bantal, kemudian berteriak. terus melakukan karena belum bisa tidur juga.


*aku kenapa ya, tadi siang rendra dan randy, sekarang robin. ada apa dengan semua laki-laki itu. argghhh.....


terus kalau di pikir-pikir kenapa semua nama mereka berawalan "r "???? begitu juga nama ku???


ada apa dengan huruf "r "????, terus kenapa dengan hati ku. ada perasaan yang aneh saat bersama mereka, dan aku gak tau itu apa. tapi rasanya nyaman dan senang. ayahhhh mamaaaaa rose kenapaaaa????*


______-----______


robin sudah mendapatkan semua data tentang rose, dari tempat tinggal dan apa saja yang rose lakukan.


begitu pula data randy dan rendra. orang suruhannya dengan cepat mengerjakan apa yang dia minta.


setelah membaca semua berkas, hanya satu yang di pikirkannya, rendra. dia tidak bisa meremehkan rendra, rupanya rendra bukan orang sembarangan. robin tau rendra akan menjadi masalah terbesar untuknya.


robin mengambi hp dan menghubungi seseorang, cari tau kelemahannya, cari cela untuk menjatuhkannya. aku tidak mau nanti dia akan mengacaukan. lakukan cepat dan kabari aku segera.


robin menutup teleponnya.


______------______


rose dan amel sedang di kantin sekolah, agak sepi karena sebagian anak-anak ada yang libur untuk persiapan ujian. amel terus saja mengintrogasi rose, dia tidak akan menyerah sampai rose mau cerita.

__ADS_1


__ADS_2