Strange Fate

Strange Fate
BAB 30. UndanGan


__ADS_3

[ndra, terimakasih bunganya, besok datang lah untuk makan mal------ (malam, mama mengundang mu, katanya sebagai ucapan terimakasih, dan dia ingin mengenal istri mu). lanjutan whatsapp nia]


rose meletakkan hp rendra. dia duduk di pinggir ranjang, tubuhnya tiba-tiba teras lemas, setelah membaca pesan itu.


*kau memberikan bunga untuk wanita lain mas, bahkan aku tak penah kau belikan, walau aku tidak menyukai bunga, tapi kau membuat ku sedih mas. apa aku tanyakan saja ya??? tapi ...--- ahh.. sudahlah, biarkan saja, aku tidak mau ambil pusing. sebaik apapun bangkai di sembunyikan, pasti akan ketahuan juga bukan, jadi lebih baik ku tunggu saja*.


rose mencoba berpikir positif, dia tidak ingin perasaan curiga membuatnya tidak tenang. lebih baik aku mempercayai mas rendra.


_______------______


sedang apa baby (rendra memeluk rose dari belakang), sontak rose kaget.


kenapa kau selalau mengagetkan ku mas,


rendra tersenyum, membalikan tubuh rose untuk menghadapnya.


menyelipkan rambut rose ke samping kuping, kemudian mencium kening, turun ke hidung, lantas ke bibir rose.


rose berusaha melepaskan diri, mas aku haus mau ambil minum dulu. lantas pergi meninggalkan rendra dengan wajah tidak senang.


rendra yang melihat ekspresi rose menghela napas, ada apa dengannya?


rendra mengalihkan perhatian dengan meraih hpnya di atas meja. dia mengecek beberapa notifikasi yang masuk. melihat ada pesan dari nia.


rendra menyusul rose, kata mu haus, kenapa duduk di sini? (tanya rendra). emm... iya tadi a...aku..--- rose tidak melanjutkan kata-katanya.


rendra duduk di sebelah rose, merangkul nya dan menecup puncak kepala rose.


ada apa baby?


mas aku tidak suka kau memanggil ku seperti itu (ucap rose).


kau kenapa? (tanya rendra)


jangan panggil aku dengan sebutan itu (rose merajuk).


baiklah jadi kau mau ku panggil apa? (tanya rendra)


panggil nama ku saja, itu lebih baik (jawab rose).


baiklah rose sayang (rendra mengusap kepala rose)


sekarang beritahu aku, kenapa kau murung seperti itu?


aku tidak apa-apa mas.


tapi sepertinya ada sesuatu yang kau sembunyikan.


tidak ada (rose mengangkat bahunya)


baiklah kalau kau tidak mau bicara (ucap rendra)


oya ibu teman ku mengundang kita untuk makan malam di rumahnya, apa kau mau pergi? (tanya rendra)


teman,?? teman mu siapa mas?


teman sma ku, dan juga teman kuliah ku, aku menganggap dia seperti adik ku. ibunya sangat baik pada ku dan jenny. kemarin ibunya sakit, aku membantu ibunya saat keluar rumah sakit.


ooo... , siapa nama teman mu?


nia. vania (jelas rendra)


(vania, sepeti tidak asing) ucap rose dalam hati.


baiklah kita akan pergi, bukan kah ibunya yang mengundang, jadi kita tidak boleh mengecewakan hati seorang ibu bukan (jawab rose).


rose sedikit tenang, karena mendengar penjelasan rendra. tapi soal bunga itu, rose masih penasaran.


rendra menggendong rose, mas apa yang kau lakukan, turunkan aku (pinta rose, sambil mengalungkan lengannya ke leher rendra takut terjatuh, dan menggoyangkan kedua kakinya untuk turun dari gendongan rendra)


kau tidak bisa lari lagi (seringai rendra, dan berhasil membuat rose merinding).


rendra masuk ke kamar, menutup pintu dengan kakinya. meletakkan rose di atas tempat tidur, berbisik di telinga rose, bukankah ini malam yang lain, dan aku menginginkan mu.


membuat wajah rose merona, dasar mesum.


______------______


kak rendra dan kak rose mau kemana? (tanya jenny yang melihat kedua kakaknya sudah dengan penampilan yang rapih).


kami akan pergi memenuhi undangan seseorang ( ucap rendra).


siapa kak?


ibunya nia (jawab rendra).

__ADS_1


apa jen boleh ikut, boleh ya kak (rengek jen).


iya kau boleh ikut jen (rose yang menjawab)


yeayyy asik,, jen berlari ke kamarnya menganti pakaian dengan cepat.


kenapa kau mengiyakan untuk mengajak jen? (tanya rendra) mungkin kita akan pulang malam, dan jen akan mengantuk nanti.


tidak apa-apa mas, besok kan libur, jadi biarkan jen ikut kita ya (rose bergelayutan di lengan rendra, menyahuti rendra dengan suara manja) membuat rendra terdiam dan menyetujui rose.


sebelum ke rumah nia, rendra mampir ke toko bunga, membeli seikat bunga mawar.


rose teringat lagi soal bunga.


untuk apa bunga itu mas? (tanya rose)


untuk ibu nia, dia sangat menyukai bunga mawar. jadi jika aku bertemu dengannya, aku pasti membelikan dia bunga mawar.


*owgh berarti bunga yang kemarin itu untuk ibu nia, terjawab sudah penasaran ku*


rose menghembuskan napasnya.


bagaimana keadaan tante sekarang? (tanya rendra yang sudah berada di rumah nia).


kamu bisa lihat ndra, tante lebih sehat sekarang.


apa dia istri mu (ibu nia melirik ke arah rose).


iya tante, perkenalkan ini rose, istri rendra.


rose menyalami ibu nia dengan sopan dan tak lupa tersenyum.


wah... istri mu cantik sekali rendra. kau beruntung mendapatkan istri secantik ini. (basa-basi ibu nia)


jen, juga ikut? (ibu nia melihat ke arah jen)


tante gimana kabarnya? (jen mencium tangan ibu nia)


tante baik jen, sudah lama tante tidak bertemu dengan mu, kau sudah besar sekarang. ibu nia mengajak mereka duduk di ruang tengah.


jen kelas berapa sekarang (tanya ibu nia).


kelas 6 tante,


wah sebentar lagi lulus dan masuk smp ya.


ohh.. mungkin masih di kamarnya, sebentar lagi juga turun (sahut ibu nia).


tak lama nia turun menyusuri tangga, ndra kamu sudah tiba? ibu gak memberitahu ku rendra sudah datang (ucap nia)


namun mata nia tertuju pada rose.


jen, kau juga ikut. (nia tersenyum pada jenny, jenny membalas dengan mencium tangan nia).


nia, perkenalkan ini istri ku, rose.


nia menatap rose, wajahnya seperti tidak asing (ucap nia dalam hati)


rose pun merasa pernah melihat wajah nia, dia mengingat-ingat.


anda ibu vania bukan? (tanya rose)


anda miss rose (sahut nia)


wah ternyata kita berjumpa lagi disini ya (ucap vania)


rose tersenyum, iya.


ternyata pria beruntung ini suami mu, kebaikan apa yang kau buat ndra, sehingga bisa menjerat wanita secantik rose (ledek nia).


yang lain hanya tersenyum mendengar nia.


nyonya, makanan sudah siap (art nia memberitahu kepada ibu nia).


hayo..hayoo.. sekarang kita makan dulu, nanti kita lanjutkan lagi mengobrolnya (ucap ibu nia).


mereka menuju meja makan, makan dengan santai dan sesekali mengobrol ringan. tertawa saat mengingat masa lalu, dan saling melempar candaan.


hanya rose yang terlihat agak canggung. ia belum begitu mengenal keluarga nia. tapi ada perasaan tidak suka ketika melihat rendra tertawa saat nia membahas hal lucu dikala mereka sekolah dulu.


apa kau tau rose, rendra dulu waktu kuliah banyak di kejar oleh mahasiswi di kampus. (ucap nia)


benarkah? rose memiringkan kepala, menatap rendra.


itu masa lalu, dan aku tidak pernah perduli dengan mereka (rendra memberi penjelasan).

__ADS_1


iya dia terlalu cuek dan dingin. teman perempuannya hanya aku (jelas nia).


itu karena kau tidak tau malu nia (sahut rendra), mereka semua tertawa, kecuali rose, hanya tersenyum sedikit.


setelah selesai mereka pamit pulang, dan benar jenny sudah menguap beberapa kali, akhirnya tertidur di mobil.


rendra tidak membangunkan jenny, dia menggendong adiknya dan membawa jenny ke kamarnya.


apa kau juga sudah mengantuk sayang? (tanya rendra pada rose)


belum mas, aku akan ganti baju dulu. rose menuju kamar mandi. kemudian bergantian dengan rendra.


ini malam yang lainnya lagi kan, rendra berbisik di telinga rose, rose memukul dada rendra pelan, apaan sih mas, masa tiap malam sih.


jangan kan tiap malam, sehari tiga kali aku sanggup (goda rendra).


memang minum obat mas, (timpal rose)


rendra pun memulai aksinya.


_______------______


rose terbangun, di lihatnya masih jam tiga subuh. dia menyingkirkan tangan rendra yang melingkar di pinggangnya. dengan perlahan agar rendra tidak terbangun.


e.. mau kemana? (rendra dengan suara serak, tapi mata masih terpejam, dan kembali memeluk rose erat)


aku mau pipis mas, lepaskan dulu, sebentar saja (pinta rose).


rendra menggelengkan kepala dan menelusup di balik leher rose.


mas nanti aku ngompol di sini bagaimana? hanya sebentar saja.


sebentar ya (ucap rendra)


iya,


tapi gak boleh pake baju ya, kembali dengan keadaan begini. (rose saat ini tidak memakai sehelai benang pun, akibat ulah rendra semalam).


baiklah, sekarang biarkan aku pipis. (pinta rose)


rendra akhirnya melepaskan pelukannya.


saat rose kembali, rendra mengecek tubuh istrinya, memastikan masih polos tanpa busana.


rendra menyeringai.


aku mau lagi, rendra menciumi leher rose.


tapi aku lelah mas, badan ku masih terasa ngilu.


janji perlahan saja, kau cukup menikmatinya.


akhirnya rendra melanjutkan aksinya, hingga mereka kelelahan dengan berkeringat walau dikamar suhu ac sangat dingin.


mas, rose membangunkan rendra.


bangun mas, ini sudah pagi (ucap rose)


aku masih ingin seperti ini, lagi pula ini hari libur sayang (sahut rendra)


tapi aku lapar mas, tidak kah kau juga harus mengisi tenaga mu (rose mulai membujuk)


rendra berpikir, ia juga merasa lapar, bahkan sangat, karena habis berolahraga beberapa kali.


kita sarapan di kamar saja ya (ucap rendra)


baiklah kamu boleh sarapan di kamar, aku akan sarapan di bawah, kasihan jenny sendirian.


kau lebih memilih menemani jenny, dari pada menemani suami mu (keluh rendra dengan wajah datar). lalu nanti kalau jenny mencari kita bagaimana, ini kan hari libur mas (ucap rose).


ya sudah pergilah, temani jenny.


kenapa kau lebih seperti anak kecil sih mas, jenny saja tidak sampai separah kamu.


jadi kau bilang aku ini kekanakan? pergilah sana, pergi.


rose memeluk rendra dari belakang, berusaha merayu rendra, begini saja, aku temani jenny makan sebentar, lalu aku akan bawakan makanan kita ke kamar, dan kita makan bersama.


rose mencium punggung rendra, mas.... (rayu rose)


kenapa diam saja, kalau diam terus aku kelitikin ya, (ledek rose) rose mulai menggelitik rendra


rendra tertawa, sudah cukup rose


geli....

__ADS_1


hentikan...


__ADS_2