Strange Fate

Strange Fate
BAB 50. Memperjuangkan


__ADS_3

robin dengan sabar menunggu rose sampai selesai berkerja. dia duduk di sofa yang ada di ruangan rose.


diam-diam robin memperhatikan rose, rose tampak serius dengan pekerjaannya. wajahnya tampak lelah.


*jika kau menjadi istri ku, tak akan ku biarkan kau berkerja sampai seperti itu, lebih baik kau pergi bersenang-senang dengan teman-teman mu atau shoping sesuka mu*


rose telah selesai dengan pekerjaannya, dia merapihkan semua berkas yang ada di mejanya.


apa kakak sedang memperhatikan ku? (tanya rose)


hati-hati nanti kakak bisa jatuh cinta pada ku (balas rose mengikuti ucapan robin tadi pagi)


*aku sudah lama jatuh cinta pada mu, sejak kau memakai seragam putih biru*


robin tersenyum, memang kalau aku jatuh cinta pada mu, kenapa?


rose malah sekarang yang salah tingkah, tergagap tidak tau harus menjawab robin.


bukankah kita akan pulang, aku sudah selesai dengan pekerjaan ku (ucap rose menghindari menjawab pertanyaan robin)


robin bangkit dari duduknya, menghampiri rose yang sedang membereskan tasnya.


rose berpura-pura tidak memperdulikan robin yang mendekat. robin sudah sangat dekat dengan rose.


rose terdiam, membalikan badan menghadap robin.


jantungnya berdegup kencang, dia ingin menghindar dari situasi ini, tapi entah mengapa tubuhnya terasa kaku.


*kenapa berdebar seperti ini, apa yang kau lakukan kak*


robin menatap rose, semakin mendekat pada rose. rose hendak memundurkan langkah, tapi dibelakangnya terhalang meja besar.


robin mendekat, berbisik di telinga rose.


kenapa kau gugup rose, aku tidak akan menyakiti orang yang ku sayangi (ucap robin)


rose menelan slivanya, tenggorokannya terasa tercekat. wajahnya benar-benar sangat dekat dengan robin. memandang dalam mata masing-masing. diam dalam kebisuan, yang menghantarkan perasaan menggelitik.


dave hendak masuk, saat dia ingin mengetuk pintu yang terbuka sedikit itu, dia melihat kedekatan robin dan rose.


darah dave terasa mendidih melihat rose dengan robin sedekat itu. tangan dave memgepal, lantas ia mengurungkan niatnya untuk menemui rose.


kita pulang sekarang (ucap robin)


rose tergagap, dan salah tingkah.


langsung menyambar tasnya di atas meja, berjalan cepat mendahului robin.


robin tersenyum penuh arti melihat reaksi rose.


________-------_______


dave pulang ke rumah dengan emosi yang masih sama saat melihat kejadian di ruangan rose.


dave langsung masuk ke kamar dan menutup pintu dengan cukup keras, sehingga menimbulkan suara yang keras.


sari terkejut mendengar dentuman suara pintu. dia sedang duduk santai dengan riko di ruang keluarga.

__ADS_1


kenapa dengan dave pah?


riko hanya mengangkat kedua bahunya.


ishhh kau ini tidak bisakah lebih perduli pada anak mu (omel sari)


apa dia masih berkerja di kantor itu? (tanya riko)


ya, (jawab sari) biarkan saja pah, nanti juga kalau dia sudah bosan pasti akan berhenti sendiri (ucap sari)


kau sudah tanya alasannya berkerja di kantor itu? (tanya riko)


dia hanya bilang ingin mencari pengalaman sebagai pegawai biasa (jawab sari)


ku rasa bukan itu alasan sebenarnya, mungkin awalnya itu, tapi dia sudah cukup lama berada di sana.


jadi tidak mungkin hanya alasan konyol itu dia tetap bertahan (jelas riko)


papah benar juga (sari menyetujui ucapan riko)


jangan bilang papah tak tahu (sari mulai curiga)


papah pasti sudah mrnyelidiki dave, iya kan?


aku tau betul kelakuan papah (sari mulai sinis)


kau tanya saja pada anak tersayang mu itu, bilang padanya jangan bermain-main dengan wanita, jika tidak ingin patah hati (ucap riko)


kemudian pergi menuju kamar meninggalkan sari sendiri.


sari memikirkan kata-kata riko, dia masih tak mengerti apa yang dimaksud riko.


saat makan malam, dave dan kedua orang tuanya tampak diam. sari melirik pada riko. riko hanya membalas dengan lirikan, dan kemudian melanjutkan makannya.


saat makan sudah selesai, riko mulai membuka suaranya.


berhentilah bermain-main di perusahaan itu.


kau tak akan mendapatkan wanita itu jika kau tidak menjadi diri mu sendiri (ucap riko)


dave berhenti mengunyah, apa maksud papah?


kau pasti tau dengan jelas maksud ku (ucap riko)


papah memata-matai ku? hah... sudah ku duga.


pikirkan baik-baik ucapan papah, jika kau tak ingin menyesal kehilangan dia.


_______-------_______


rose sudah menidurkan si kembar. dia juga sudah mengecek jenny tertidur lelap di kamarnya.


rose kemudian menuju taman belakang.


robin duduk di sana sambil meminum teh hangat yang di buatkan mbok par.


mereka sudah tidur? (tanya robin)

__ADS_1


ya.. (jawab rose tersenyum)


baiklah, aku akan pulang sekarang (ucap robin) ini sudah malam, dan aku tak mau mengganggu waktu istirahat mu.


kakak tidak pernah mengganggu, aku senang kakak di sini.


begitu ya, jadi aku boleh lebih lama di sini (tanya robin)


tentu, jika kakak ingin menginap, aku akan meminta mbok par menyiapan kamar tamu.


robin mengacak rambut rose. tidak usah, aku akan pulang saja, besok pagi-pagi aku ada operasi.


mungkin besok kau harus berangkat sendiri kekantor, maaf aku tak bisa mengantar mu besok.


rose tersenyum, mengiyakan pernyataan robin.


oya lusa aku akan berangkat ke luar negeri, mom meminta ku datang, mungkin dua hari aku akan di sana (robin memberitahu)


robin pamit pulang, dan memeluk rose sebentar.


hati-hati kak (ucap rose dan melambaikan tangan mengantar kepergian robin)


_______-------_______


dave memikirkan ucapan riko, dia merasa ucapan papahnya itu benar. jika dia tidak bertindak maka dia tidak akan pernah mendapatkan rose.


dave memutuskan akan mengatakan yang sebenarnya pada rose. dia sudah siap jika rose akan marah padanya. itu konsekuensi yang harus di tanggungnya.


dave sudah berada di ruangan rose.


ada apa dave? (tanya rose) semua baik-baik saja?


bisa kita bicara sebentar rose, ini sedikit privasi. aku ingin menyampaikan kebenaran pada mu.


rose tampak terkejut, menerka apa yang akan di sampaikan oleh dave.


rose pindah duduk di sofa. memberi isyarat agar dave mengikutinya.


katakan, ada apa? (tanya rose dengan wajah serius)


aku ingin mengundurkan diri (ucap dave)


kenapa?


aku bukan seperti yang kau lihat.


benarkah?


aku tidak ada niat menipu mu, aku akan menjelaskan semuanya (ucap dave)


kemudian dave menjelaskan semuanya pada rose, mulai dari mengapa ia melamar berkerja di kantor rose, dan latar belakang keluarganya.


rose tampak biasa saja mendengar pengakuan dave. dia tampak tenang dan tidak menunjukan emosi apa pun.


baiklah aku menerima pengunduran diri mu (ucap rose). ada yang ingin kau sampaikan lagi, dave?


jika tidak, aku masih banyak perkerjaan (ucap rose dengan wajah datarnya)

__ADS_1


dave sungguh tidak mengerti dengan reaksi rose yang cukup tenang.


__ADS_2