
rendra sudah di dalam pesawat menuju kota tempat orang tua rose tinggal. dia sudah mempersiapkan semuanya untuk melamar rose pada orang tuanya.
di pandangi lagi cicin yang di bawanya, dia mambayangkan wajah rose yang pasti akan terkejut dengan apa yang terjadi.
benar ini rumahnya her, benar pak.
kita turun. heru membukakan pintu untuk bosnya. mempersilahkan bosnya jalan dahulu, kemudian mengikuti dari belakang.
rendra memandang sekeliling, rumah besar tapi sederhana. sepertinya sepi tidak ada orang.
heru memencet bel. tak lama keluar seorang wanita berumur hampir 45an, cari siapa ya?
maaf bu, bo---
rendra memotong, permisi tante, apa benar ini rumah orang tua rose, ya benar, saya mamanya.
anak ini mau cari rose ya? (tanya ibu rose)
saya ingin bertemu kedua orang tua rose, ada yang ingin saya bicarakan.
ibu rose sedikit bingung, di lihatnya rendra dari ujung kaki hingga kepala. dia pun mempersilahkan rendra masuk dan menunggu di ruang tamu.
kalian mau minum apa?
tidak perlu repot tante. (jawab rendra)
tak lama ibu rose menemui rendra bersama dengan ayah rose.
perkenalkan om, tante, saya rendra, ***rarendra* prabu sanjaya**.
ayah rose tampak berpikir, "prabu sanjaya".
apa kamu ada hubungan dengan panji prabu sanjaya? (tanya ayah rose)
rendra kaget mendengar nama papanya. i..iya om. beliau adalah papa saya. jadi kamu anaknya panji? wah kebetulan sekali, ayah rose tampak senang bertemu anak sahabatnya.
apa kabar papa mu, sudah lama sekali om tidak bertemu dengannya, mungkin sudah belasan tahun.
rendra terdiam, menundukan kepala, menarik napasnya. heru hanya terdiam melihat bosnya, dia tau betul apa yang di pikiran bosnya saat ini.
papa sudah meninggal om, ayah rose tampak terkejut. kapan? bagaimana panji bisa pergi begitu cepat.
saya kehilangan kedua orang tua saya saat bencana besar di kota xxx terjadi om. hanya saya dan adik saya yang selamat, dan sekarang kami tinggal di ibu kota.
kami turut berduka atas kepergian orang tua mu (ibu rose bangkit duduk di sebelah rendra dan mengusap punggung rendra). terimakasih tante.
oya, ada keperluan apa nak rendra datang kemari? (tanya ayah)
rendra menegakkan posisi duduk, kembali ke tujuan utama datang ke sini.
saya datang untuk melamar anak om dan tante yang bernama rose. "rose wijaya khusumah".
tentu kedua orang tua itu terkejut, pasalnya memang mereka baru tau rendra anak sahabatnya, tapi bagaimana rendra tau tentang rose.
kenapa kamu mau melamar anak om? apa kamu sudah mengenal rose,? (tanya ayah)
saya mengenal rose om, sudah cukup lama, dan saya mencintai putri om dan tante. saya bersungguh-sungguh ingin menikahi rose. rose bilang dia akan setuju jika kedua orang tuanya setuju.
jadi saya harap om dan tante merestui kami, dan menerima lamaran saya.
ayah rose tampak berpikir. sebenarnya dalam hati dia senang jika anaknya berjodoh dengan anak sahabatnya ini. dia memandang istrinya. melihat senyum istrinya. memantapkan pemikiran.
baik lah, om dan tante menerima lamaran mu untuk rose. tapi apakah rose mengetahui niat mu.
tidak om, rose hanya bilang setuju menerima saya jika om dan tante setuju. tapi saya benar-benar mencintai rose, saya akan membahagiakan dan menjaga dia dengan nyawa saya.
ayah rose tersenyum senang mendengar penuturan rendra.
lalu kapan kalian akan menikah (ibu rose bertanya).
secepatnya tante, saya akan mengurus semuanya, tante tidak perlu repot, tante tinggal bilang saja ingin mengadakan acara seperti apa.
kalau tante terserah dengan rose saja, dan kamu, karena kalian yang akan menjalani.
rendra menyuruh heru mengambil apa yang di bawanya tadi. rendra mengambil kotak mewah dari tangan heru.
saat kotak itu di buka, kedua orang tua rose sungguh terkejut, ada set pehiasan mewah, uang tunai bertumpuk, dan sebuah kunci.
apa ini nak? (ayah rose tampak bingung)
om, tante, ini mas kawin dari rendra untuk rose, rendra serah kan ke om dan tante. rendra harap om dan tante tidak keberatan, maaf rendra hanya mampu memberikan ini, tapi jika ada sesuatu yang om dan tante butuhkan lagi, om dan tante tinggal bilang saja ke rendra.
apa rose yang meminta semua ini? (ayah rose bersuara)
tidak om, rendra yang ingin menghadiahkan semua ini untuk orang yang rendra cintai.
kedua orang tua rose tidak menyangka sebegitu besar keingan laki-laki di depan mereka ini untuk menikahi puterinya.
__ADS_1
kamu bawa kembali semua ini, kamu tanyakan saja kepada rose apa yang diinginkannya sebagai mas kawin, om rasa rose tidak mengingikan semua ini.
rendra tersentak, dia tak menyangka, tapi dia merasa senang ternyata rose memang sebuah berlian yang sangat berharga.
om, tante, bagaimana kalau rendra menitipkan ini dahulu, nanti saat pernikahan rendra akan memberikan langsung kepada rose.
hem.. baik lah jika itu mau mu. om dan tante akan menjaganya.
______------______
sore itu rendra langsung kembali ke ibu kota. senyum kemenangan tak pernah pudar dari wajahnya.
*baby aku sudah mendapatkan restu orang tua mu, dan ternyata mereka sahabat orang tua ku, bukankah tuhan memang ikut merestui kita juga, sehingga mempermudah jalan ku, kau harus menepati ucapan mu*.
heru ikut senang melihat bosnya, selama ini dia tidak pernah melihat senyum itu di wajah bosnya itu. semoga bahagia bos.
rendra tidak membuang waktu, dia menelpon orang tua rose, meminta untuk memberi tau rose tentang lamarannya, dan seminggu lagi acara pernikahan itu akan di langsungkan. awalnya kedua orang tua rose keberatan, akan tetapi karena rendra mengatakan tidak ingin kehilangan rose dan alasan lainnya, maka kedua orang tua rose menyetujuinya.
______------______
rose yang mendapat kabar dari orang tuanya bukan lagi terkejut, tapi seperti tersambar petir di siang bolong. emosinya sudah di ubun-ubun, rasanya ingin mengumpat dan melempari wajah rendra saat itu juga.
*apa lagi yang di perbuat cowok menyebalkan itu, bagaimana dia tau kedua orang tua ku, bagaimana bisa dia akan menikahi ku minggu depan, gila, gak waras, egois, pemaksa, diktator, aaaaa........rrrggggghhh....
aku harus bertemu dengannya, akan ku siram wajah menyebalkannya itu agar dia sadar apa yang sedang dia perbuat. tidak cukup apa selalu buat masalah untuk ku, sekarang malah bawa bencana*.
dan apa tadi yang di bilang mama, rendra juga menyuruh ku berhenti dari pekerjaan ku, enak saja dia, tidak punya perasaan atau apa. seenaknya saja.
eitss... kenapa lu, siang-siang itu muka udah kaya mau makan orang (tanya amel yang melihat rose seperti menahan amarah).
iya.... aku memang ingin memakan orang (bentak rose).
wow... ada apa ini rose. tenang sob, tenang.
tarik napas, hembuskan (rose mengikuti) tarik lagi, hembuskan. tenang, kalau sudah tenang coba sekarang lu cerita sama gue. mungkin gue bisa bantu.
gak bisa sekarang mel, gue pergi dulu, ijinin ya sama HRD. rose pergi dengan muka yang sungguh mengerikan (menurut amel), karena dia tidak pernah melihat rose seperti itu.
*sepertinya masalah lu rumit kali ini rose, semoga lu selamat rose dan dapat pilihan yang baik, gue cuman bisa doain lu bahagia rose*.
______------______
rose sampai di kantor rendra. dia mendapat alamat kantor rendra dari jenny, tadi dia sengaja menemui jenny dan menanyakan alamat kantor rendra. tapi tentu saja bukan dengan muka yang marah seperti sekarang ini, atau bocah itu pasti akan curiga.
rose jalan menuju resepsionis, permisi bisa saya bertemu dengan pak rendra.
apa rapatnya masih lama? (tanya rose)
mungkin sejam lagi baru selesai mba.
baiklah saya akan menunggu, bilang miss rose yang datang, ada urusan penting yang harus dibicarakan.
resepsionis itu sedikit takut melihat aura yang di tunjukan rose.
ba..baiklah miss, silahkan ikuti saya, saya akan mengantar anda ke ruang tunggu.
resepsionis itu kemudian menelpon seketaris rendra, memberitahu kalau ada seorang wanita muda yang mencari bosnya. vina mulai kepo, dia penasaran siapa wanita itu. dia tidak pernah sekalipun melihat bosnya bersama seorang wanita selain urusan bisnis.
saat rendra selesai rapat, vina langsung memberitahu bahwa ada seorang wanita yang mencari bosnya. wanita itu menunggu bapak di ruang tunggu.
siapa namanya?
kata resepsionis namanya rose pak.
ta..tapi pak. vina bingung ingin menyampaikannya.
tapi kenapa? (tanya rendra)
wanita itu seperti sedang marah pak, resepsionis tadi saja sampai ketakutan.
rendra menyeringai. (vina tentu terkejut melihat seringai aneh di bibir bosnya)
vin, ya pak.
bawa wanita itu ke ruangan saya. bilang padanya saya sedang tidak enak badan. sebelumnya kamu siapkan makanan di ruangan saya.
ba..baik pak.
vina segera mengerjakan perintah bosnya itu secepat yang dia bisa.
silahkan, ini ruangan pak rendra. beliau sudah menunggu anda, tapi maaf beliau agak kurang enak badan, dan beliau belum makan, mungkin karena telat makan beliau sakit.
(vina menyampaikan apa yang di suruh rendra)
vina membuka pintu ruangan untuk rose. rose masuk begitu saja tanpa permisi, wajahnya masih dengan aura yang sama (siap memaki rendra). tapi saat di dalam dia melihat rendra sedang berbaring di sofa, memejamkan mata, satu tangan memijat pelipisnya.
ada makanan yang masih utuh diatas meja. seketika emosi rose mereda. merasa iba melihat keadaan rendra. sepertinya rendra sudah tau bahwa rose memiliki sifat yang mudah kasihan. jadi dia memanfaatkan itu.
__ADS_1
rendra membuka matanya, menatap rose. dalam hati dia tersenyum, memandang wajah rose sekarang, wajah yang cemas dan kasihan. ada apa kau kemari?
rendra bangkit dari posisi tidurnya, dia duduk menyandar pada sofa.
mas kenapa? mas sakit? (rose bertanya khawatir)
hem.. kamu dapat melihatnya sendiri.
kenapa mas tidak makan, wajar saja mas sakit, mas harus makan.
aku tidak lapar rose, kepala ku sedikit pusing.
rose mendekat dan duduk di samping rendra.
dia memegang kening rendra dengan telapak tangannya. (rendra yang di perlakukan demikian langsung salah tingkah, keringat dingin membasahi keningnya, tangannya sedikit gemetar, jantungnya berdetak tidak teratur, napasnya memburu).
mas tidak deman, (rose memastikan) kemudian meletakkan tangannya di leher rendra seraya memeriksa. tubuh rendra makin tidak karuan, dia ingin bangkit dan pergi dari rose, tapi kakinya serasa lemah dan begetar.
e..ee.. a..aku tidak apa-apa rose.
kadar gugup tingkat tinggi di rasakan rendra.
sepertinya rencana ingin mengerjai rose malah mengerjai dirinya sendiri.
bagimana mas ini, tadi bilang pusing. sekarang bilang tidak apa-apa. tapi badan mu berkeringat mas. rose menatap penuh khawatir.
di pegang tangan rendra, rendra sontak terkejut, dan ingin menarik tangannya, tapi rose menahan tangan itu kuat, tangan mu dingin mas, kamu kenapa mas? di gosok-gosok tangan rendra dan meniup sesekali agar tangan itu menghangat.
kamu meriang ya mas, udah kamu baringan aja. sebentar aku ambilkan air hangat ya.
rose keluar dan vina melihatnya. ada apa miss, anda membutuhkan sesuatu? bisa kamu tolong ambilkan air hangat, sepertinya mas rendra meriang.
vina yang mendengar hanya mengerutkan dahi, tapi menganggukan kepala. baik miss, miss tunggu saja di dalam, nanti saya akan mengantarkan.
mas, kamu makan dulu ya, kalau kamu gak makan gimana kamu mau cepat sehat. rose menyodorkan sepiring makanan. rendra menggelengkan kepalanya.
rose menghela napsnya. aku suapin ya mas.
rose sudah menyendok makanan, dia menyuapi rendra. hayo.. buka mulutnya mas, rendra masih tak membuka mulutnya.
mas.. (rose sedikit melotot dan membentak)
rendra langsung membuka mulutnya, hap.. makanan itu masuk dan rendra mengunyahnya.
nah gitu, makan aja susah, lebih parah dari seorang bocah. (rose mulai mengejek)
cepat kunyahnya mas, lama sekali, jangan di **** kalau makan, pantas lama. (rose sudah mulai mengomel).
rendra seperti anak kecil yang di hukum ibunya, hanya patuh dan menuruti rose, tanpa membantah.
aa...hayo.. mas, biar cepat habis. vina mengetuk pintu. ya masuk, sahut rose. vina masuk perlahan membawa segelas air hangat. dia tersenyum melihat bosnya, perasaan tadi bosnya segar bugar. ini air hangatnya miss, rose mengambil gelas air itu. terimakasih.
vina keluar meninggalkan ruangan. dia senyum-senyum sendiri melihat bosnya itu. kejadian langka yang baru dia lihat.
______------_______
kita pulang saja ya mas, kamu istirahat di rumah. biar lekas sembuh.
tidak perlu aku baik-baik saja. terimakasih sudah merawatku.
rose melupakan tujuannya datang menemui rendra.
tapi segera dia mengingatnya. mas, ya..
aku mau tanya sesuatu (suara rose melembut)
rendra yang mendengar itu kembali salah tingkah.
kamu mau tanya apa.
apa benar mas ke rumah orang tua ku,? dan melamar ku?. rendra tampak berpikir, takut salah ngomong.
ya, aku melamar mu. (rose mengerutkan dahinya)
kenapa? bukan kah kamu kekasih ku, jadi wajar kalau aku melamar mu (jelas rendra).
emosi rose tersulut, mendengar perkataan rendra.
kamu gak waras ya,
gak ada angin gak ada ujan datang dan melamar,
kita tidak dekat, dan tidak pernah akur,
kamu tidak mengenal orang tua ku,
kamu pikir apa yang di pikirkan orang tua ku.
__ADS_1
dan lebih gilanya kenapa kamu memutuskan menikah minggu depan. (rose meluapkan emosinya)