Strange Fate

Strange Fate
BAB 31. PesTa


__ADS_3

rendra membalik tubuh rose, dan sekarang rose berada di dalam kurungan rendra.


pakailah baju mu, dan cepat kembali, aku sudah sangat lapar, aku mau makan nasi goreng keju (ucap rendra kemudian mencium bibir rose cepat sambil menyeringai).


rose menemani jen sarapan, kemudian menyiapkan makanan untuk rendra.


kak rendra tidak sarapan? (tanya jenny)


katanya, dia ingin sarapan di kamar (jawab rose)


apa kak rendra sakit? kenapa sarapan di kamar?


kak rendra baik-baik saja jen, ia hanya ingin sarapan di kamar.


jen hanya menganggukan kepalanya.


baiklah, kau sudah selesai jen, kak rose bawa makanan ini untuk kak rendra dulu ya.


jen hanya mengacungkan satu jempolnya, menyatakan oke.


mas ini sarapan mu, cepat lah makan, nanti dingin.


suapin (ucap rendra manja)


rose membuka mulutnya ternganga mendengar rendra yang minta di suapin. kau sudah seperti bayi besar mas.


jika nanti ada bayi kecil, mungkin kau tak akan menyuapi ku sayang.


rose mengerutkan dahinya.


*lebih baik mengalah, dari pada semakin aneh*


ya sudah aku suapi, sekarang makan, aaaaa.... (rose memberikan suapan pada rendra layaknya ibu yang membujuk anaknya membuka mulut untuk makan)


dimana kau mengenal nia? (tanya rendra)


sewaktu aku dan amel pergi mengajukan proposal kerja sama, ternyata vania manager pemasaran di sana.


ada apa mas?


tidak ada, aku hanya bertanya.


nanti siang kita pergi ke mall, dan tanya jenny apa dia mau ikut atau tidak. (ucap rendra)


untuk apa ke mall mas?


ikut saja, nanti kau juga tau.


______------______


mereka sudah di mall, ternyata rendra hendak membelikan sebuah gaun untuk rose, yang akan di kenakan nanti malam ke acara ulang tahun ibunda randy.

__ADS_1


setelah memilih cukup lama akhirnya, rose memilih gaun warna abu-abu. gaun panjang yang elegan dan sopan.


kalian mau kemana nanti malam? (tanya jenny)


kami akan pergi ke acara pesta ibunda randy (jawab rose)


apa jen boleh ikut kak?


bukan gak boleh, tapi sepertinya ini pesta untuk orang tua sayang, lagi pula besok jen harus bangun pagi untuk pergi ke sekolah bukan (ucap rose).


baik lah kak, tapi sampaikan salam jen pada kak andy ya.


kak boleh tidak kita ke toko buku dulu, ada sesuatu yang ingin jen beli. baik lah kita akan mampir ke toko buku.


ada beberapa alat tulis dan perlengkapan gambar yang di pilih oleh jen. sedang rose sekarang sedang berada di rak buku khusus memasak. dia membaca beberapa buku resep.


kau mau memasak apa? (tanya rendra)


tidak ada mas, aku hanya melihat-lihat saja. lagi pula di rumah sudah ada mbok par yang memasak semuanya.


apa kau tak mau membuatkan makanan untuk ku?


bukan kah kau yang melarang ku untuk melakukan perkerjaan rumah, termasuk memasak, lagi pula masakan ku tak enak mas.


bagaimana aku bisa tau masakan mu enak atau tidak, aku saja belum pernah mencicipinya.


kapan-kapan masakkan sesuatu untuk ku ya (pinta rendra).


pasti enak, aku janji akan menghabiskan apa pun yang kau masak untuk ku (ucap rendra)


______------______


rose selalu tampak cantik mengenakan apa pun, tidak terkecuali malam ini, gaun abu-abu itu sangat pas di tubuhnya. ia nampak begitu anggun dan elegan.


rendra selalu terlihat tampan, dia menggunakan setelan jas yang senada dengan gaun rose.


wow, istri ku sangat cantik (puji rendra melihat betapa cantiknya rose). dia memperhatikan rose sambil bersandar di dinding dekat pintu kamar. rose menghampiri rendra, mas hanya ingin terus menatap ku, atau kita berangkat sekarang? (tanya rose)


tante selamat ulang tahun (ucap rendra sambil menyalami ibunda randy).


oya ini istri rendra tan, rose (rose tersenyum sopan dan menyalami ibunda randy)


istri mu luar biasa ndra, dimana kau mendapatkan bidadari seperti ini (ucap bunda randy).


rendra hanya tersenyum begitu pula dengan rose.


dia sebenarnya bidadari ku bunda, tapi rendra lebih dulu memenangkannya (ucap randy yang datang dan memeluk ibundanya dari belakang).


banarkah itu (bunda randy tampak tak percaya)


melihat ke arah rendra kemudian melihat rose.

__ADS_1


mengusap kepala randy, dan sedikit mengacak rambutnya. kau kalah cepat nak, makanya jangan sering menggombali wanita saja tanpa memberi kepastian (ledek bunda pada randy)


mereka semua yang mendengar tertawa.


tidak apa-apa, bunda sudah menyiapkan bidadari lain untuk mu (ucap bunda randy).


maksud bunda?? bunda mau menjodohkan ku begitu? (tebak randy)


bunda hanya tidak ingin kau menjadi bujang lapuk nantinya, semua yang mendengar ucapan bunda randy kembali tertawa.


jeng selamat ulang tahun ya (yang tak lain ibu vania).


kau sudah sehat jeng tety? senang sekali kau bisa datang (ucap bunda randy)


tentu jeng rima, bagaimana mungkin aku melewatkan pertambahan usia mu, (ledek ibu vania)


ahh.. kau ini bisa saja, mereka berdua tertawa.


sedang yang lain nampak memperhatikan dua wanita yang sedang bercengkrama itu.


ndra kamu disini (tanya vania)


iya, randy sahabat ku, dan bunda rima sudah kuanggap seperti ibu ku (jawab rendra sambil menggenggam tangan rose).


kau sendiri? (tanya rendra pada nia)


aku menemani mama, ini pesta ulang tahun sahabatnya (jawab vania).


mohon perhatian sebentar para undangan yang terhormat (ucap bunda rima)


aku ingin mengumumkan sesuatu. semua tamu undangan tampak tenang dan mendengarkan apa yang akan di sampaikan bunda rima.


bunda rima meminta randy untuk mendekat, perkenalkan ini anak ku randy, dia sudah cukup umur, karir yang cemerlang dan juga tampan (rima tersenyum dan sedikit meledek anaknya)


tapi sayangnya dia belum mempunyai pasangan, jadi saat ini aku berniat menjodohkan putra tampan ku ini dengan putri jeng tety, vania.


vania jelas terkejut, dia memandang ibunya, untuk mencari jawaban, apa yang sebenarnya yang terjadi.


ibu vania mendekat ke arah bunda randy, sambil menggandeng tangan vania.


perkenalkan ini vania, yang dijodohkan dengan randy.


rima dan tety saling merangkul. kami sepakat untuk menjodohkan anak kami, akan tetapi kami di sini tidak memaksa kalian. kami berharap kalian akan cocok satu sama lain. jika kedepannya kalian memang tidak ingin bersama, kami mengerti dan memakluminya (rima menjelaskan).


semua tamu undangan bertepuk tangan, begitu pula rendra dan rose.


dalam hati rose lega, vania menemukan pasangan, jadi dia tidak akan merebut rendra. rose juga bersyukur randy sudah bisa move on dan bisa mulai menyukai wanita lain.


bukan kah akhir yang bahagia dengan pasangan masing-masing akan membuat semuanya menjadi senang. tapi ini belum merupakan akhir untuk rose dan rendra.


______------______

__ADS_1


__ADS_2