Strange Fate

Strange Fate
BAB 2. RenDra


__ADS_3

Acara tahunan sekolah berlangsung sangat meriah, anak-anak dan orang tua siswa semua nampak senang. semua berjalan sesuai dengan susunan acara yang sudah di buat oleh team penyelenggara.


huftttt... walau lelah tapi kalau sukses begini puas kan mel, ya lu kali rose yang lelah, gue gak tuh, makanya joget rose kaya gue biar gak lelah.


*ya iya lah mel, kamu gak cape, lelah, atau apa lah, secara kamu cuman nonton doank*


aku kan gak bisa kaya kamu mel cuek gitu, gak tega mel aku. teserah.. lu rose, makanya jadi orang jangan royal amat kali rose, jangan baik amat kali, semua lu bantuin, semua lu tolongin, ya wajar aja lu cape. tapi terserah lu, asal lu seneng aja rose.


aku pun hanya tersenyum kecut pada amel.


Saat akan pulang, aku melihat seorang anak perempuan yang masih belum pulang.


kamu belum pulang? *tanya ku pada anak yg kelas 6SD itu*


blum miss, (klo d sekolah aku di panggil miss)


kamu nunggu di jemput ya,?


iya miss, miss belum pulang, nunggu di jemput juga ya?


*hahahaha... tawa ku dalam hati, aku di jemput???? siapa yang ngejemput, aku kan lebih parah dari jelangkung*


ini miss mau pulang, ya sudah miss pulang duluan ya.


iya miss,-


emm... aku lihat lagi anak itu, mukanya seperti sedikit takut dan sedih. kenapa ya,...


hei, nama mu jenny kan,?


miss tau nama aku, tentu saja miss tau, kamu kan siswi miss juga, *jawab ku sambil nyengir, padahal aku tau namanya dari name tag di baju sekolahnya*


kok miss gak jadi pulang? gak,...


miss mau nemenin kamu sampai kamu di jemput, gimana?


beneran miss? emang miss keliatan boong ya, *(sambil pura-pura ngecek wajahku)*


jenny hanya tersenyum malu karena meragukan niat baik ku.


makasih ya miss, (sambil memeluk ku erat, dan tersenyum senang)


*aku kaget tau-tau di peluk aja, dasar bocah*


iya sama-sama.


memang siapa yang akan menjemput jenny?


kakak jenny miss, oya... miss, kakak jenny tampan lho miss, kakak juga baik dan selalu jagain jenny, (antusias jenny menceritakan kakaknya)


teruss...


emmm.... lho kok emmm...


jenny gak pernah lihat kakak dekat dengan cewek miss, kakak juga gak pernah cerita udah punya pacar atau belum.


memang jenny mau kakaknya punya pacar?


gakkk... sih miss (jawabnya langsung sedikit berteriak)


*anak ini unik juga tadi keliatan sedih kakaknya gak punya pacar, pas ditanya malah reaksinya di luar dugaan*


soalnya jenny gak pernah lihat kakak jalan sama cewe manapun sejak jenny kecil, setiap hari selalu berkerja, jadi jenny pikir mungkin kalau kakak punya pacar, kakak bisa bahagia karena ada orang yang disukainya bersama dia. tapi jenny takut kalau kakak punya pacar, nanti kakak tetap akan sayang jenny atau lebih sayang pacarnya.

__ADS_1


jenny kan gak mau punya kakak tiri mis.


*aku mengerutkan dahi ku, merasa bingung dengan kata-kata jenny terakhir*


maksud jenny kakak tiri apa?


iya kan, kalau kakak jenny kan kakak kandung, berarti pacar kakak itu, kakak tiri kan.


*uahahaha aku mau ketawa terbahak tapi ku tahan takut bocah ini kecewa akan sikap ku, tapi asli rasanya perut ku sakit nahan tawa, untung aja gak kentut, hehehe, siapa sih yang ngajarin ni bocah, emang orang tuanya gak ngasih tau apa*


jenny sayang, kakak tiri itu bukan seperti yang jenny pikirkan, kalau kakak jenny punya pacar bukan berarti, pacar kakak jenny itu kakak tiri.


terus kakak tiri itu gimana miss?


kakak tiri itu,.. ini misal ya,, jenny punya kakak, tapi ayah atau ibu kakaknya jenny itu berbeda.


bisa ayahnya orang yang sama tapi beda ibu, atau sebaliknya, ibu yang sama tapi beda ayah, nah baru itu namany saudara tiri.


ooooo gitu.... (jenny seperti menggerti apa yang ku jelaskan)


miss..... (kagetku karena jenny berteriak)


itu kakak jenny sudah datang, (sambil menunjuk ke arah pintu gerbang sekolah)


baiklah jenny sayang sekarang waktunya jenny pulang, ku usap puncak kepala jenny, *bocah ini benar-benar lucu*


iya miss, jenny pulang dulu ya (lagi-lagi meluk)


dadah.... misss


aku pun melambaikan tangan ku, sambil melihat jenny menghampiri mobil kakaknya.


______------______


tidak apa-apa kak, tadi jen ditemani miss rose ketika mengunggu kakak.


Baiklah, kita pulang sekarang adik kakak yang cantik.


aye...ayee...ayeee... kep... (jawab jenny seperti di film kartun yang suka iya tonton)


______------______


*Rarendra Prabu Sanjaya*


Orang-orang di sekeliling ku biasa memanggil ku rendra. kedua orang tua ku sudah meninggal saat aku lulus SMA. saudara dari orang tua ku pun sudah hampir tidak ada, mereka meninggal saat bencana alam besar menimpa kota ku.


Saat ini, aku hanya hidup berdua dengan adik ku, jenny.


-jenny puteri sanjaya-


Hanya jenny keluarga yang ku punya, aku sangat menyayangi adik ku itu, sekarang dia sudah 12tahun.


sedangkan umur ku sekarang sudah 29tahun.


Aku mengurus jenny semenjak dia balita, ya tentunya di bantu mbok par yang bekerja di rumah.


Walau orang tua ku sudah tidak ada, tapi hidup ku dan jenny tidak pernah kekurangan satu apa pun. Orang tua ku memiliki bisnis automotif, sekarang aku yang mengurusnya, semenjak orang tua ku meninggal.


Sekarang perusahaan warisan orang tua ku ini berkembang pesat dan sudah banyak bekerja sama dengan perusahaan di luar negeri.


Semenjak bencana itu usai, aku pindah ke kota ini bersama jen, tapi aku masih menyimpan trauma dalam hati ku, sehingga itu mempengaruhi sifat ku yang sekarang. padahal dulu aku ramah dan mudah bergaul.


Dingin, muka datar, jarang tersenyum, tidak mau terlalu dekat dengan orang, dan over protektif terhadap jen. yahhh... aku takut kehilangan lagi. aku sudah kehilangan segalanya, jadi tidak akan ku biarkan rasa kehilangan ini ku rasakan lagi.

__ADS_1


Aku hanya kembali ke sifat asli ku saat bersama jen, adik kecil ku yang lucu dan menggemaskan.


Bahkan hingga sekarang aku tidak menjalin hubungan dengan wanita manapun, karena aku hanya ingin menjaga jen, dan tidak ingin memikirkan orang lain, yang nanti mungkin akan meninggalkan ku.


Pegawai di kantor dan rekan-rekan ku sempat bergosip yang tidak-tidak tentang ku, tapi aku tidak perduli. hidup ku milik ku, bukan milik mereka yang tidak tahu apa-apa.


______------______


jen,.. siapa yang tadi duduk bersama mu? (tanya ku pada jen)


*tadi aku sempat melihat jen duduk di temani gadis yang lebih tua dari jen, apa mungkin kakak kelas jen ya*


apa itu kakak kelas mu jen, bagaimana kau bisa mengenal kakak kelas jen, sepertinya dia SMA atau SMP ya? (tanyaku selidik pada jen, karena jen belum menjawab pertanyaan ku, malah asik melihat pemandangan di luar jendela mobil)


jen....


kak,, tadi kan jen bilang, jen ditemani miss rose, siapa yang kakak maksud kakak kelas?


*aku mengerutkan dahiku, aku hanya melihat seorang gadis duduk si sebelah jen tadi, tidak melihat ada orang lain lagi, apa itu guru jen, ahhh... tapi seperti anak sekolah, pakaian nya pun ___??? anak SMA sekolah ini kan mirip seperti itu pakaiannya.*


kakak pikir tadi yang menemani jen itu kakak kelas gitu, hahaha... (tawa jen sambil mengejek) bukan kakak, itu miss rose.


masa miss rose kakak bilang siswi di sekolah jen, emm..... tapi memang sih miss rose itu baby face.


apa miss rose guru mu jen?


bukan kak, mis rose itu salah satu staff humas di sekolah jen. miss rose baik dan juga menyenangkan. jen suka bersama dengannya. sama seperti jen suka bersama dengan kakak.


*bisa-bisanya jen membandingkan ku dengan staff sekolah itu, hehhhh*


hayoooo.....(mengejek kakaknya) jangan-jangan kakak naksir miss rose ya????


apa-apaan kamu ini jen, (sambil menunjuk jidat jen dengan jari telunjuknya)


aduhh... kakak...


habis kakak nanya-nanya gitu, apa coba kalau bukan naksir. tapi tadi kakak kira miss rose anak sekolah, jadi selera kakak anak sekolahan kak!!??? (jen sedikit bergedik kedua bahunya)


mau kakak toyor lagi jidat mu jen.


gakkkk.... (sambil menutup jidatnya dengan kedua tangannya).


darimana kamu punya pikiran seperti itu jen, kebanyakan main dengan kakak kelas mu ya, jangan main sama yang lebih tua darimu jen, makanya pikiran mu pun jadi seperti itu.


ahhh.... bilang saja kakak naksir. weeeeee..... (jen memeletkan lidah mengejek kakaknya)


Ketika sampai di rumah, saat hendak memasuki pintu jen berteriak kepada kakaknya.


kakak..... besok jen sampaikan ke miss rose kalau kakak naksir, hehehehe (cengeges jen dan langsung kabur ke kamarnya)


jen..... jangan macam-macam, jangan bikin kakak malu ya, sini kamu jen..... (rendra berlari mengejar jen yang masuk ke dalam rumah)


anak itu cepet sekali larinya dan langsung sembunyi di kamarnya, (keluh rendra).


*untung kau adik ku tersayang jen, kalau itu orang lain pasti sudah ku jadikan makanan ikan jen, atau ku gantung di pohon biar kelaparan*


*gadis tadi sepertinya memang baik, aku melihat jen sempat memeluknya, jarang sekali jen bisa sedekat itu dengan orang lain. wajahnya juga imut, masa sih dia staff di sekolah itu??? dia lebih cocok jadi murid di sekolah itu. kenapa staff punya wajah se imut itu sih. dia benar-benar cocok jadi murid. kira-kira berapa umurnya ya...??*


Kenapa aku ini, jadi terpikir gadis itu.


*kakak naksir miss rose ya* tiba-tiba saja perkataan jen tadi terlintas di kepala ku.


Sepertinya aku pernah melihat wajah gadis itu, tapi dimana aku melihatnya ya.

__ADS_1


(sambil berpikir) oohhh... di kantor Randy, iyaaa.... gadis itu yang telah menabrak ku di depan toilet, benar, walau wajahnya menunduk tapi aku sempat melihatnya, jadi -Rose- namanya (seringai rendra).


__ADS_2