Strange Fate

Strange Fate
BAB 32. Kabar GembiRa


__ADS_3

sepertinya putra momy sudah kembali (sapa ellok pada robin). robin tersenyum dan memeluk ibunya.


ellok memegang wajah robin dengan kedua tangannya, melihat dengan seksama.


ada apa mom? tunggu sebentar (sanggah ellok)


ellok mengganggukan kepala, tersenyum, mom rasa kau sudah move on (tebak ellok).


haha robin tertawa melihat wajah ibunya. apa momy sangat mengkhawatirkan ku? tentu saja anak nakal, aku ini ibu mu (ellok mencubit kuping rendra)


auch... mom sakit (keluh robin)


jadi kau sudah mendapatkan calon menantu untuk momy?


robin mengerutkan keningnya, menarik napas dan di hembuskan secara perlahan.


mom secepatnya aku akan kembali ke negara kita (ucap robin). aku akan mengurus rumah sakit yang di ibu kota. kenapa tiba-tiba? (tanya ellok)


aku tidak suka di sini mom, di sini sulit mendapatkan makanan kesukaan ku mom, (dan di sini tidak ada wanita yang ku cintai). itu pasti hanya alasan mu saja kan (tebak ellok). robin diam tidak menjawab ellok, dia ke arah dapur untuk mengambil minuman ringan.


ellok mengikuti ke mana robin pergi, jadi benar bukan, ada sesuatu yang lain yang membuat mu ingin kembali? ellok masih tidak menyerah, ingin robin menjawab pertanyaannya.


bukankah momy ku hebat, ku rasa kelak momy akan tau apa yang menjadi tujuan ku, dan aku tidak akan melupakan nasehat momy untuk ku.


robin kemudian mencium pipi ellok, dan pergi meninggalkan ellok.


robin menuju kamarnya, dia menutup kamar, dan membaringkan tubuhnya di ranjang. (kita akan segera bertemu lagi).


______------______


sudah beberapa hari ini rose merasa tidak enak badan, di kantor pun ia sering merasa mengantuk, dan sedikit lemas.


besok pagi kita ke dokter (ucap rendra), aku gak mau ke dok---. jangan membantah, aku tidak mau melihat mu sakit. rose hanya bisa menurut jika rendra sudah berkata tegas seperti itu.


apa istri saya baik-baik saja dok? (tanya rendra pada dokter yang tadi memeriksa rose)


istri anda baik-baik saja, kandungan nya juga baik.


apa??? rendra tampak terkejut, begitu pula rose yang baru duduk di sebelah rendra.

__ADS_1


ya, istri anda hamil, dan untuk menjaga kondisi saya sarankan untuk banyak beristirahat, dan hindari pekerjaan yang terlalu berat.


rendra dan rose saling pandang, kemudian rendra memeluk rose, aku mencintaimu sayang (ucap rendra tulus).


mereka pulang dengan wajah yang bahagia, rendra menggenggam tangan rose, membantu rose turun dari mobil, memapahnya masuk ke dalam rumah.


mas jangan seperti ini, ini terlalu berlebihan (protes rose). aku tidak mau terjadi sesuatu dengan mu dan calon anak kita (ucap rendra).


kakak siapa calon anak? (tanya jenny yang tak sengaja mendengar ucapan rendra)


jen kau akan menjadi seorang aunty (ucap rendra). jenny masih tidak mengerti, kak rose hamil dan kakak akan memiliki seorang anak jen (ucap rendra dengan wajah yang bahagia)


benarkah kah? (jenny berteriak girang) jadi akan ada anak bayi di rumah kita kak, dan jen bisa bermain bersamanya? jenny begitu senang, memeluk rose dengan erat.


hore.. jen akan jadi aunty, jen berlari menuju kamarnya.


jen sepertinya senang sekali ya mas? (ucap rose)


begitu pula diri ku, aku akan menjadi seorang ayah.


rendra memeluk rose erat, mencium kening rose. terimakasih sayang.


terimakasih sudah mencintai ku


terimakasih mengisi hidup ku dengan kebahagian


terimakasih untuk segalanya


______------______


rose membuka mataya, ia berada di sebuah ruangan yang asing, tercium aroma obat-obatan yang pekat. ia memegang kepalanya yang agak pusing. dia mengingat tadi dia berada di kantor, tapi kenapa sekarang berada di tempat yang paling tidak disukainya.


tadi saat berjalan menuju ruang rapat bersama amel, kepalanya terasa pusing, kemudian setelah itu ia tak mengingat apa pun.


ceklek.. bagimana keadaan mu sayang? (rendra masuk dan berlari memeluk rose). setelah rose pingsan di kantor tadi, amel dan beberapa karyawan membawa rose ke rumah sakit.


amel langsung menghubungi rendra, rendra yang mendengar rose pingsan langsung meninggalkan rapat dan bergegas menuju tempat dimana rose dirawat.


aku baik-baik saja mas (ucap rose menenangkan).

__ADS_1


rendra melepaskan pelukan, menatap rose, apa anak kita baik-baik saja? (tanya rendra)


dia juga baik (jawab rose sambil mengusap perutnya yang belum tampak membuncit)


setelah dua hari rose di rawat, kini dia sudah di perbolehkan pulang. mas... emm...


ada apa sayang, ada yang kau ingin kan? (tanya rendra yang masih membereskan pakaian rose ke dalam tas)


sebelum pulang aku ingin membeli ice cream yang di taman kota. rendra tersenyum, mungkin rose sedang ngidam. baik ratu ku, kemana pun ratu ingin pergi hamba siap mengantarkan, dan apa yang ratu ingin kan hamba akan membelikan (ledek rendra)


mas apaan sih, rose tampak malu mendengar kata ratu dari rendra.


rendra sebenarnya kesal saat mengetahui rose pingsan, ia ingin sekali marah, tapi ia menahan amarahnya, ia tidak ingin melukai rose. ia hanya ingin yang terbaik untuk rose dan calon anaknya.


mas aku mau ice cream rasa kopi (pinta rose yang sudah duduk di salah bangku taman).


sebenarnya rendra menyuruh rose menunggu di mobil, tapi rose memaksa ingin makan ice cream sambil duduk di taman.


rendra pun menuruti keinginan rose, atau keinginan calon anak dalam kandungan rose.


rendra membeli ice cream yang diminta rose, rose memakan ice cream dengan lahap, menyebabkan mulutnya belepotan. rendra membersihkan sisa ice cream yang menempel di sudut bibir rose dengan tisu.


kamu makannya pelan-pelan, jadi belepotan semua, seperti anak kecil saja (ucap rendra).


rose tidak memperdulikan, dia masih fokus memakan ice cream itu.


sejak kapan kau menyukai kopi sayang? (tanya rendra)


tidak tau mas, tapi sekarang aku menyukai rasa kopi, dan aromanya. mungkin pengaruh bayi kita.


rendra memapah rose menuju kamar, rose duduk di pinggir ranjang. rendra menggenggam kedua tangan rose, sayang,,, aku ingin kamu berhenti berkerja, kamu tidak boleh kecapean.


rose nampak tak percaya dengan apa yang rendra ucapkan, mas kita sudah pernah membahas ini.


tapi sekarang kondisi mu berbeda sayang, aku ingin kamu berhenti berkerja dan tetap di rumah.


aku akan mengurus semuanya, kamu tidak perlu kembali ke kantor mu lagi. aku tidak ingin kejadian seperti kemarin kamu pingsan terulang kembali.


aku hanya ingin pastikan bahwa kau dan calon anak kita dalam keadaan sehat tanpa kurang apapun.

__ADS_1


rose tau dia tidak akan bisa membantah perkataan rendra, tapi dia juga merasa sedih melepaskan pekerjaannya. rose hanya cemberut memalingkan wajahnya dari rendra.


__ADS_2